Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Karakter Peduli Lingkungan Siswa Sekolah Dasar Melalui Penerapan Kurikulum Merdeka Terintegrasi Tradisi Lisan Mahlianurrahman; Muhammad Febri Rafli; Cut Kumala Sari; Senny Widia Oktari
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan lingkungan yang semakin kompleks, proses pembelajaran yang berfokus pada peningkatan karakter lingkungan menjadi sangat penting untuk diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan karakter peduli lingkungan siswa Sekolah Dasar melalui penerapan kurikulum merdeka yang terintegrasi dengan tradisi lisan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan model spiral Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian terdiri dari 21 siswa kelas V Sekolah Dasar, yang terlibat dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi kemudian dianalisis secara kuantitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka yang terintegrasi dengan tradisi lisan berhasil meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa, dengan rata-rata skor meningkat dari 56 pada pra-siklus menjadi 94 pada siklus II, mencerminkan peningkatan sebesar 38 poin. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran kurikulum merdeka terintegrasi tradisi lisan berkontribusi signifikan terhadap karakter peduli lingkungan siswa.
Hambatan Penerapan Pembelajaran Etika Lingkungan Sesuai Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Mahlianurrahman Mahlianurrahman; Zamratul Aini; Muhammad Febri Rafli; Cut Kumala Sari; Senny Widia Oktari
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika lingkungan sangat penting untuk dimiliki siswa. Namun, guru masih mengalami beberapa hambatan dalam penerapan pembelajaran etika lingkungan yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui hambatan guru dalam menerapkan pembelajaran etika lingkungan yang sesuai dengan kurikulum merdeka di sekolah dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 guru sekolah dasar di Kabupaten Simeulue. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami 8 hambatan dalam penerapan pembelajaran etika lingkungan yang sesuai dengan kurikulum merdeka.
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital Berorientasi STEM Pada Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Khairiza Sativa; Bunga Mulyahati; Muhammad Febri Rafli
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, validitas, praktikalitas, dan efektivitas keterampilan membaca pemahaman siswa. Adapun permasalahan yang didapati kurangnya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian dari penelitian pengembangan media pembelajaran komik digital adalah guru dan 21 siswa kelas IV SDN 13 Langsa, Ahli Materi, Ahli Bahasa, Ahli Media dan Ahli Soal. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan tes. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) Pengembangan media komik digital meliputi lima tahap yaitu tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. (2) Tingkat kevalidan media pembelajaran komik digital berorientasi STEM mendapatkan hasil 91,6%, dengan kategori “Sangat Valid” (3) Penilaian kepraktisan mendapatkan hasil persentase sebesar 94,48% dengan kategori skala “Sangat Praktis”. (4) Penilaian efektivitas dengan Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,68 termasuk dalam kategori sedang, dengan efektivitas sebesar 67,86% yang menunjukkan bahwa media tergolong cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Dari hasil yang didapati, media komik digital berorientasi STEM dinyatakan valid, layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan membaca pemahaman bagi siswa sekolah dasar.
STEM-Based HOTS Digital Assessment Model in Measuring Higher-Order Thinking Skills of Prospective Teacher Students Dini Ramadhani; Ary Kiswanto Kenedi; Muhammad Febri Rafli; Hanif Harahap; Asna Mardin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12812

Abstract

This study aims to develop a valid digital assessment model using a STEM-based approach to effectively measure higher-order thinking skills (HOTS) among prospective elementary school teachers. The research employed a Research and Development (R&D) method, adapted from the Borg & Gall model, involving expert validation, preliminary field testing, and main field testing at Universitas Samudra’s Elementary Teacher Education program. Instrument validity was examined through the Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) test and correlation analysis among indicators. The results showed that the developed model achieved high validity, with strong KMO values and significant indicator correlations, confirming its construct soundness. Additionally, the model enabled real-time feedback, enhancing students’ conceptual understanding and application of HOTS in STEM-related tasks. The discussion highlights how integrating technology and STEM principles into assessment design supports more interactive and reflective learning. The model also addressed challenges in traditional HOTS assessment, such as lack of immediacy and contextual relevance. In conclusion, the STEM-based HOTS digital assessment model provides an effective and practical tool for evaluating prospective teachers' higher-order thinking, offering significant implications for improving teacher education and elementary classroom practices.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI 7 LANGSA indah Bestari; Dini Ramadhani; Muhammad Febri Rafli
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8148

Abstract

Studi ini menawarkan informasi mendalam tentang paradigma pembelajaran yang membantu meningkatkan pemahaman matematika. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) memengaruhi pemahaman aritmatika siswa kelas empat di Sekolah Dasar Negeri 7 Langsa. Rendahnya tingkat pemahaman matematika di antara siswa dan ketidakefisienan metode pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif adalah kekuatan pendorong di balik studi ini. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan desain eksperimen pretest-posttest dengan satu kelompok. Sebanyak dua puluh siswa kelas empat berpartisipasi dalam studi ini. Pertanyaan pretest dan posttest berbasis esai digunakan untuk mengumpulkan data. Uji-t berpasangan digunakan untuk menganalisis data. Skor rata-rata siswa meningkat secara signifikan dari 62,65 pada pretest menjadi 88,25 pada posttest, menurut data. Mengingat nilai signifikansi (p) dari uji hipotesis kurang dari 0,001, H₀ ditolak dan H₁ diterima. Akibatnya, penggunaan metodologi Pembelajaran Berbasis Masalah secara signifikan meningkatkan kapasitas siswa dalam pemahaman matematika.