Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PLURALISME HUKUM WARIS INDONESIA: Ketegangan Antara Adat, Islam, Dan Hukum Perdata Sudirman, Muh.; Herawati, Andi
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2150

Abstract

Penelitian ini membahas pluralisme hukum waris di Indonesia yang ditandai oleh keberlakuan hukum waris Islam, hukum waris adat, dan hukum waris perdata (KUHPerdata/BW) dalam satu sistem hukum nasional. Kondisi tersebut melahirkan ketegangan norma dan praktik, terutama pada perbedaan konsep keadilan, legitimasi sosial, prosedur administratif, serta kewenangan lembaga peradilan dalam penyelesaian sengketa waris. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, komparatif, dan kasus melalui analisis literatur serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralisme hukum waris mendorong masyarakat memilih sistem hukum berdasarkan kebutuhan sosial dan kepentingan praktis, sehingga memunculkan ketidakpastian hukum, potensi konflik keluarga yang berkepanjangan, serta praktik pemilihan forum (forum shopping) antara Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi melalui penguatan regulasi dan standardisasi prosedur, peningkatan literasi hukum waris, penguatan mediasi, serta penegasan batas kewenangan peradilan agar tercapai kepastian hukum dan keadilan sosial dalam pembagian warisan.
Analisis Sosio-Legal terhadap Praktik Perkawinan Usia Dini: Studi pada Masyarakat Pedesaan Sudirman, Muh.; Dahri, Irsyad; Nurwana, Nurwana
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the legal provisions of marriage in relation to early marriage practices, identify their causal factors, and examine community responses to such practices in Pallawa Village, Tellu Limpoe District, Bone Regency. The research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews and documentation involving village officials, community members, and individuals engaged in early marriage. The findings indicate that Article 7 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974, as amended, stipulates that the minimum legal age for marriage for both males and females is 19 years. Nevertheless, early marriages continue to occur through marriage dispensation granted by the Religious Court. The primary contributing factors include promiscuity, economic pressure, premarital pregnancy, and personal desire. In general, community members express disapproval of early marriage because it contradicts legal regulations and is considered to have potential negative social, psychological, and educational impacts on couples. These findings highlight a gap between legal norms and social realities, suggesting the need for strengthened legal awareness, family guidance, and institutional intervention to reduce early marriage rates and promote compliance with marriage law provisions.
Kontestasi Nilai Dalam Tradisi Ma’ Balun Tomate Pada Rambu Solo’: Perspektif Perubahan Sosial Masyarakat Lokal Kasmawati, Andi; Sudirman, Muh.; Saputra, Aldy
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study analyzes the contestation of values within the Ma’ Balun Tomate tradition in the Rambu Solo’ ritual. It aims to identify forms of value transformation and the factors influencing them within community social dynamics. The research employs a descriptive qualitative approach using primary data from interviews with traditional leaders, religious figures, and local residents, as well as secondary data from documents and relevant literature. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal shifts in religious, social, cultural, and aesthetic values reflected in the simplification of ritual stages, changes in symbolic meaning, and adjustments in traditional practices. The main influencing factors include transformations in religious understanding, external cultural influences, and economic considerations. The study concludes that tradition does not disappear but adapts through continuous negotiation of values within social life. Keywords: Value Contestation, Ma’ Balun Tomate, Rambu Solo’, Social Change. Abstrak: Penelitian ini menganalisis kontestasi nilai dalam tradisi Ma’ Balun Tomate pada ritual Rambu Solo’ di Desa Rea Tulak Langi’, Kecamatan Saluputti, Kabupaten Tana Toraja. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk perubahan nilai serta faktor yang memengaruhinya dalam dinamika sosial masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dari wawancara tokoh adat, pemuka agama, dan masyarakat, serta data sekunder berupa dokumen dan literatur terkait. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan adanya pergeseran pada nilai religius, sosial, budaya, dan estetika yang tampak dalam penyederhanaan tahapan ritual, perubahan makna simbolik, dan penyesuaian praktik adat. Faktor utama meliputi transformasi pemahaman keagamaan, pengaruh budaya luar, dan pertimbangan ekonomi. Temuan menegaskan bahwa tradisi bertransformasi melalui proses negosiasi nilai dalam kehidupan sosial masyarakat. Kata kunci: Kontestasi Nilai, Ma’ Balun Tomate, Rambu Solo’, Perubahan Sosial.
Preferensi Politik Masyarakat Etnis Minoritas dalam Pemilihan Walikota Makassar Tahun 2024 (Studi Kasus pada Komunitas Etnis Tionghoa dan Toraja) Bakhtiar, Bakhtiar; Sudirman, Muh.; Asriadi, Muh.
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 1 (Januari 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i1.83295

Abstract

Konteks preferensi politik masyarakat etnis minoritas di Kota Makassar adalah terciptanya partisipasi politik yang inklusif dan representatif, di mana semua kelompok etnis, termasuk Tionghoa dan Toraja, merasa terwakili dalam proses pemilihan kepala daerah. Namun, preferensi politik sering kali dipengaruhi oleh faktor identitas etnis, relasi sosial, dan kepentingan ekonomi yang dapat menghambat integrasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai preferensi politik, faktor yang memengaruhi, serta implikasinya terhadap partisipasi politik inklusif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian mengungkap bahwa preferensi politik komunitas Tionghoa sangat dipengaruhi pertimbangan ekonomi dan jaminan stabilitas, sementara komunitas Toraja lebih terpengaruh ikatan kultural dan figur kharismatik. Faktor identitas etnis memperkuat solidaritas namun memicu voting yang terfragmentasi. Implikasinya, partisipasi politik cenderung reaktif dan transaksional sehingga integrasi politik belum optimal.