Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Belajar Fisika Peserta Didik SMA Negeri 3 Kota Ternate Usman, Asyhari A.; Faradina, Faradina
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 4 No 1 (2023): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisis Januari - Juni 2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8121311

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Ternate Tahun ajaran 2022/2023. Metode penemuan terbimbing adalah sebuah metode dimana peserta didik menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga peserta didik akan berpikir sendiri untuk menemukan konsep yang diinginkan dalam memecahkan masalah yang dihadapi dan guru akan membimbing dalam memecahkannya. Dalam pelaksanaannya guru memperkenankan peserta didik untuk berpikir sendiri sehingga dapat menemukan prinsip umum yang diinginkan dan hasil yang diperoleh akan bertahan lama dalam ingatan dan tidak akan mudah untuk dilupakan oleh peserta didik dengan bimbingan dan petunjuk dari guru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan eksperimen quasi dengan posttest-only control group design, yang bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara peserta didik yang diajar menggunakan metode pembelajaran penemuan terbimbing dengan yang diajar menggunakan metode konvensional pada SMA Negeri 3 Kota Ternate Tahun Ajaran 2022/2023. Data hasil penelitian diolah secara deskriptif dan inferensial untuk menggambarkan keterampilan proses sains peserta didik. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa skor rata-rata keterampilan proses sains peserta didik yang diajar menggunakan metode pembelajaran penemuan terbimbing sebesar 19,2 dari skor ideal 24 dan standar deviasi 2,65. Sedangkan skor rata-rata keterampilan proses sains peserta didik yang diajar menggunakan metode konvensional 16,89 dari skor ideal 22 dan standar deviasi 3,05. Analisis inferensial menggunakan uji-t dua pihak dengan taraf signifikan α = 0,05 dengan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan proses yang diajar menggunakan menggunakan metode pembelajaran penemuan terbimbing dengan yang diajar menggunakan metode konvensional pada peserta didik kelas X SMA Negeri 3 Kota Ternate Tahun Ajaran 2022/2023.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Pemahaman Konsep Fisika dalam Pembelajaran IPA SMP Negeri 5 Halmahera Selatan Faradina, Faradina; Usman, Asyhari A.
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 5 No 1 (2024): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Juni 2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12799092

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray mempengaruhi pemahaman konsep Fisika dalam pembelajaran IPA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Halmahera semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 terdiri dari 61 peserta didik dalam tiga kelas. Sampel penelitian ini adalah 20 peserta dari kelas VIII B dan 20 peserta dari kelas VIII C yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan posttest only control group design. Data penelitian ini didapatkan melalui penerapan tes pemahaman konsep fisika dalam pelajaran IPA. Pengujian data dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman konsep Fisika dari peserta didik yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray lebih tinggi daripada peserta didik yang mendapat pembelajaran konvensional. Dari hasil dan pembahasan tersebut, disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray berpengaruh terhadap pemahaman konsep Fisika dalam pelajaran IPA.
Pengaruh Socratic Questioning Terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep Siswa SMA Negeri 2 Halmahera Selatan Usman, Asyhari; Faradina, Faradina
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 5 No 2 (2024): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Desember 2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14676033

Abstract

Pembelajaran fisika yang efektif tidak hanya mengandalkan penguasaan rumus dan konsep, tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep yang mendalam. Di SMA Negeri 2 Halmahera Selatan (Halsel), banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep fisika dan cenderung menghafal tanpa benar-benar memahami inti dari materi yang diajarkan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Socratic Questioning terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Socratic Questioning yang berfokus pada tanya jawab yang mendalam, dirancang untuk memacu siswa berpikir lebih kritis, mempertanyakan asumsi mereka, dan menghubungkan pengetahuan yang mereka miliki dengan konsep-konsep baru. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest dan posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPA SMAN 2 HALSEL yang berjumlah 60 orang yang tersebar dalam 2 kelas, yaitu kelas X1 merupakan kelas eksperimen yang menggunakan metode Socratic Questioning dalam pembelajaran fisika dan kelas X2 kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada siswa yang diajarkan menggunakan metode Socratic Questioning. Rata-rata skor keterampilan berpikir kritis pada kelompok eksperimen meningkat 60% setelah diberi perlakuan, sementara kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan sekitar 30%. Hal ini menunjukkan bahwa metode Socratic Questioning berhasil merangsang siswa untuk berpikir lebih mendalam dan kritis mengenai materi fisika yang diajarkan. Selain itu, hasil tes pemahaman fisika menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata nilai post-test sebesar 95, sementara kelompok kontrol hanya 63. Peningkatan nilai ini mencerminkan bahwa siswa tidak hanya lebih kritis, tetapi juga lebih memahami konsep fisika secara menyeluruh. Melalui serangkaian pertanyaan yang menggali pemikiran, Socratic Questioning mendorong siswa untuk menemukan jawabannya sendiri, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Metode ini membangun kepercayaan diri siswa dalam belajar, memberikan mereka ruang untuk bertanya dan berdiskusi, serta mengasah keterampilan mereka dalam menyusun argumen yang logis.
Pengaruh Kesadaran Metakognitif dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Ipa SMA Negeri 4 Kota Bau-Bau Ihsan, Ikhlashul; Mustafa, Irfandi R. Hi; Faradina, Faradina; Lestari, Fitri Ayu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 10 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12144227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran metakognitif dan minat belajar terhadap hasil biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Kota Bau-bau. Jenis penelitian ini adalah penelitian expost facto dan bersifat korelasional yang dilakukan untuk meneliti variabel yang telah terjadi tanpa perlu memberikan perlakuan terhadap variabel tersebut. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas kesadaran metakognitif (X1), minat belajar (X2) dan variabel terikat yaitu hasil belajar (Z). Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Kota Bau-bau. Sampel penelitian terpilih dengan dengan teknik Proporsional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2024. Data yang diperoleh dari sampel penelitian berupa data kuantitatif. Data tersebut dianalisis dengan dua macam teknik analisis statistik, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan metode analisis jalur (Path Analysis) dengan bantuan program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran metakognitif dan minat belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Kota Bau-bau.
Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Etnosains Melalui Media Augmented Reality (AR) Terhadap Kemampuan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Menengah di Kota Ternate Faradina, Faradina; Lestari, Fitri Ayu; Apling, Mujais; Usman, Striyanti K.; Ikbal, Rofiani
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1041

Abstract

Kebutuhan akan media pembelajaran mitigasi bencana berbasis etnosains melalui desain media Augmented Reality dengan sasaran dapat meningkatakan kemampuan kesiapsiagaan siswa sekolah menengah di Kota Ternate. Pembelajaran mitigasi bencana yang didesain melalui media AR bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang efektif, interaktif, visual dan kontekstual sehingga meningkatkan pemahaman konsep menegnai kesiapsiagaan mitigasi bencana serta keterlibatan siswa secara aktif. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji efektivitas pembelajaran mitigasi bencana melalui media Augmented Reality (AR) berbasis etnosains dalam meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan bencana siswa SMP Negeri 3 Kota Ternate. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan EDDIE. Hasil tes kemampuan kesiapsiagaan siswa kelas VIIIA untuk pretest didapatkan sebesar 22.53 % dan posttest 79.69% dengan iterpretasi N-Gain sebesar 0.73 kategori tinggi. Selanjutnya hasil perolehan N Gain pada tes kemampuan kesiapsiagaan siswa di kelas VIIIB untuk pretest sebesar 39.56 % dan posttest 85.44% dengan iterpretasi N-Gain sebesar 0.80 kategori tinggi. diperoleh rata-rata persentase pada kelas VIIIA sebesar 88.89 % dan rata-rata persentase pada kelas VIIIB sebesar 94.44 %. Dengan demikian persentase ketuntasan tes kemampuan kesiapsiagaan siswa berada pada interpretasi sangat baik
Enhancing Vocational Students’ Critical Thinking Through Creative Short Story Writing Training Jumadi, Jumadi; Effendi, Rustam; Hermawan, Sainul; Rafiek, Muhammad; Taqwiem, Ahsani; Luthfiyanti, Lita; Faradina, Faradina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v8i1.17646

Abstract

This community service activity aims to strengthen the critical thinking skills of vocational high school students through creative short story writing workshops. The main challenges faced by students include low levels of critical thinking and creative writing skills, particularly in identifying problems, formulating conflicts, and structuring a logical plot. This community service employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes leveraging the potential and assets possessed by students and the school. The implementation method included the Discovery, Dream, Design, Define, and Destiny phases, carried out through training, mentoring, discussions, and a structured short story writing activity. Evaluation was conducted using a pretest and posttest design involving 40 students. The pretest results indicated that students’ initial abilities fell into the moderate category, with scores predominantly ranging from 60 to 75. Following the training, the posttest results showed a significant improvement, with the majority of students achieving scores in the 80–90 range. These research results suggest that creative short story writing training is effective in enhancing students’ critical thinking skills, writing abilities, and self-confidence in communicating ideas in writing. Thus, creative short story writing training based on the ABCD approach can serve as a relevant alternative learning strategy for strengthening literacy and developing 21st-century competencies.