Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Pijat Laktasi dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Karlinah, Nelly; Irianti, Berliana; Setiawati, Sandy; Israyati, Nur; Warlenda, Sherly Vermita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/my0y5158

Abstract

ASI adalah nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai dengan kebutuhannya serta zat pelindung untuk melawan penyakit. Dua tahun pertama kehidupan anak sangat penting, karena nutrisi optimal pada masa ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian, mengurangi risiko penyakit kronis, serta mendorong perkembangan optimal. Pemberian ASI optimal pada usia 0–23 bulan berpotensi menyelamatkan lebih dari 820.000 anak balita setiap tahunnya. Posyandu merupakan wadah masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan, khususnya ibu menyusui atau kegiatan yang dapat menjelaskan berbagai masalah kesehatan termasuk pencapaian ASI eksklusif. Produksi ASI dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan, kontrasepsi, perawatan payudara, istirahat, frekuensi menyusui, berat lahir bayi, usia kehamilan saat melahirkan, kondisi psikologis, anatomi payudara, fisiologi tubuh, serta konsumsi rokok dan alkohol. Terapi nonfarmakologi seperti pijat oksitosin dan pijat laktasi juga dapat meningkatkan produksi ASI. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan pada 11 September 2024. Permasalahan mitra meliputi: 1) produksi ASI rendah, 2) kurangnya pengetahuan tentang pijat oksitosin dan laktasi, dan 3) ketidaktahuan cara melakukannya. Solusi yang diberikan meliputi: 1) penyuluhan tentang ASI eksklusif, dan 2) pelatihan praktik pijat laktasi dan oksitosin. Diharapkan metode ini menjadi alternatif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan.
THE EFFECTIVENESS OF OXYTOCIN MASSAGE ON BREAST MILK PRODUCTION OF POSTPARTUM MOTHERS AT MIDWIFERY INDEPENDENT PRACTICE (PMB) HASNA DEWI FS, AMD. KEB, SKM PEKANBARU Purwanti, Yuni; Kursani, Elmia; Warlenda, Sherly Vermita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27232

Abstract

Salah satu masalah yang dialami ibu nifas dalam pemberian ASI eksklusif adalah jumlah produksi ASI dan sekresi ASI yang tidak lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin sebagai cara meningkatkan produksi ASI ibu pasca melahirkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Intervensi berupa pijat oksitosin ini dilakukan kepada 12 responden yang merupakan ibu pasca melahirkan yang melahirkan di PMB Hasna Dewi FS Pekanbaru, pada periode Juni 2023. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan produksi susu responden setelah pijat oksitosin dilakukan dari hari ke 1-3 adalah 6,50, dengan p-value 0,002 <0,05. Ada efek pijat oksitosin pada produksi susu setelah pijat oksitosin. Dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu pasca melahirkan di PMB Hasna Dewi FS Pekanbaru tahun 2023. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengedukasi ibu pasca melahirkan dan anggota keluarganya tentang pentingnya pijat oksitosin bagi ibu pasca melahirkan dalam meningkatkan produksi ASI.
Akselerasi Penurunan Stunting Melalui Observasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Oper Emak) di RA Al Ikhlas Bambu Kuning Kabupaten Rokan Hilir Warlenda, Sherly Vermita; Marlina, Hastuti; Gumayesty, Yeyen
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f9n2tx96

Abstract

Stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya karena pendidikan dan pengetahuan keluarga mengenai praktik pemberian makan untuk bayi dan balita masih rendah. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan komprehensif dari berbagai pihak dalam melakukan penanganan stunting salah satunya intervensi gizi sensitif melalui praktik baik dalam pengukuran status gizi anak balita salah satunya oleh guru PAUD. Tujuan memberikan informasi kepada Guru PAUD melalui pelatihan dan edukasi tentang observasi penilaian dan perkembangan anak sehingga guru PAUD tahu, mau dan mampu secara mandiri menilai perkembangan anak sesuai usia. Metode Pengabdian melakukan Pendampingan Guru dan edukasi kesehatan kepada wali murid. Hasil Pengabdian didapatkan bahwa ada kenaikan skor yang mencapai 93 (pengetahuan) dan 94 (keterampilan) pada Guru, serta peningkatan substansial pada Wali Murid. Hal ini menunjukkan program ini berhasil menciptakan agen perubahan yang kompeten untuk menyebarkan informasi dan praktik pola asuh yang benar. Kegiatan PKM ini penting dilakukan karena tidak hanya meningkatkan pemahaman teoritis (Pengetahuan) tetapi juga meningkatkan kemampuan praktis (Keterampilan) dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, upaya pencegahan stunting dan mengoptimalkan penggunaan media digital website Oper Emak. Saran Pada guru PAUD diharapkan melakukan pemantauan dini tumbuh kembang anak secara berkala, meningkatkan pemantauan terhadap menu makan anak dan melakukan koordinasi ke Puskesmas setempat bila terdapat anak yang dicurigai stunting.