Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DINAMIKA PERUBAHAN KAWASAN BLOK M: STUDI KASUS PASARAYA GANG VIRAL Riza, Febi Amanda; Suryadjaja, Regina; Widiastuti, Susanti
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37077

Abstract

Blok M in South Jakarta is an urban activity center that has undergone significant transformation in recent years. The area has changed not only through improved accessibility and mobility but also through the emergence of social interaction spaces that support youth expression and activities. This study analyzes the revitalization process with a focus on Pasar Raya Gang Viral, a corridor transformed from a formal trading space into a culinary, social, and creative hub. A qualitative descriptive method with a case study approach was employed, including field observation, interviews with managers, tenants, and visitors, as well as visual documentation. Findings indicate that Gang Viral acts as a catalyst for area activity, enhances social interaction, and strengthens Blok M’s appeal as an urban mobility and interaction hub. The presence of M Bloc Space is identified as a key factor driving revitalization and collaboration among stakeholders. These findings may serve as a reference for managing other urban areas to develop creative and sustainable interaction spaces. Keywords: Blok M; Gang Viral; Revitalization; Transformation Abstrak Blok M di Jakarta Selatan merupakan pusat aktivitas perkotaan yang mengalami transformasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan ini berubah tidak hanya melalui peningkatan aksesibilitas dan mobilitas, tetapi juga melalui munculnya ruang interaksi sosial yang mendukung ekspresi dan aktivitas generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses revitalisasi kawasan dengan fokus pada Pasar Raya Gang Viral, lorong yang berkembang dari ruang perdagangan formal menjadi pusat kuliner, sosial, dan kreatif. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan pengelola, tenant, dan pengunjung, serta pendokumentasian visual. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Gang Viral berperan sebagai pemantik aktivitas kawasan, meningkatkan interaksi sosial, dan memperkuat daya tarik Blok M sebagai pusat mobilitas dan interaksi perkotaan. Kehadiran M Bloc Space juga terbukti menjadi faktor kunci yang mendorong revitalisasi dan kolaborasi antar-pelaku kawasan. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pengelolaan kawasan perkotaan lain dalam mengembangkan ruang interaksi yang kreatif dan berkelanjutan.
ANALISIS NILAI SPIRITUAL BUDAYA TERHADAP TATA LETAK CANDI PADA SUMBU AKSIS BUDAYA BOROBUDUR, PAWON, DAN MENDUT Mulyadi, Krisna; Widiastuti, Susanti; Suryadjaja, Regina
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37078

Abstract

This study discusses the relation among three major temples in Magelang Regency, namely Borobudur Temple, Pawon Temple, and Mendut Temple, which are located on an imaginary line known as the Cultural Axis. The research aims to analyze the spatial, cultural, and spiritual relationships among the three temples in the context of pilgrimage trail tourism development. A qualitative approach was employed through field observation, interviews, and literature studies based on government documents. The findings indicate that the cultural axis holds significant potential to be developed as a sustainable spiritual tourism route that strengthens the cultural identity of the Borobudur area. Keywords: Borobudur; Cultural Axis; Mendu; Pawon; Pilgrimage Trail Abstrak Penelitian ini membahas hubungan tiga candi besar di Kabupaten Magelang, yaitu Candi Agung Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut, yang terletak pada satu garis imajiner yang disebut Sumbu Aksis Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial, kultural, dan spiritual di antara ketiga candi tersebut dalam konteks pengembangan pariwisata berbasis ziarah (pilgrimage trail tourism). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta kajian literatur dan dokumen pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan sumbu aksis budaya memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai jalur wisata spiritual berkelanjutan yang memperkuat identitas budaya kawasan Borobudur.
PENGARUH GEDUNG HIJAU TERHADAP EFISIENSI ENERGI GEDUNG Kristanto, Pieter Kevin; Widiastuti, Susanti; Herlambang, Suryono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37084

Abstract

As advancements in technology and increasing spatial demands reshape the built environment, building management practices have undergone substantial adjustments, particularly in relation to growing environmental concerns. Within the property sector, issues of energy utilization and cost efficiency have become significantly more prominent over the past fifteen years. Rising operational requirements have driven the adoption of assessment frameworks such as Green Building certification, which evaluates the extent to which a building adheres to comprehensive sustainability principles. Beyond improving the environmental quality experienced by occupants, this certification supports building owners and managers in reducing operational expenditures through enhanced energy performance and the implementation of more efficient systems. Nevertheless, the measurable impact of such certification varies across buildings, influenced by climatic conditions, occupancy behavior, and daily facility management practices. This study seeks to assess the contribution of Green Building certification to energy efficiency, with particular emphasis on the Indonesian context, characterized by a tropical climate and high levels of electricity and water consumption. The analysis further examines the role of building facilities, utilities, and operational procedures in shaping energy use, and incorporates benchmarking comparisons between certified and non-certified buildings. The findings are expected to offer more definitive insights into the actual effectiveness of green building practices and to inform the development of more sustainable and renewable energy management strategies for future building operations. Keywords:   energy efficiency; green building;  property management Abstrak Seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan akan ruang, pengelolaan gedung mengalami banyak penyesuaian, salah satunya ialah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan. Dalam sektor properti, perhatian terhadap penggunaan energi dan efisiensi biaya semakin menonjol dalam lima belas tahun terakhir. Peningkatan kebutuhan operasional mendorong munculnya standar penilaian seperti sertifikasi Green Building, yang berfungsi menilai apakah sebuah bangunan telah menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh. Sertifikasi ini tidak hanya memberikan kualitas lingkungan yang lebih nyaman bagi penyewa, tetapi juga membantu pemilik dan pengelola gedung menekan biaya operasional melalui penghematan energi serta pemanfaatan sistem yang lebih efisien. Meski demikian, dampak sertifikasi tidak selalu sama pada setiap gedung, karena hasilnya sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, pola penggunaan ruang, serta cara pengelolaan fasilitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana sertifikasi Green Building berkontribusi pada efisiensi energi, khususnya dalam konteks Indonesia yang memiliki iklim tropis dan intensitas penggunaan energi listrik dan air yang sangat tinggi. Analisis juga mencakup pengaruh fasilitas, utilitas, dan prosedur operasional terhadap konsumsi energi, serta perbandingan kinerja energi antara gedung bersertifikat dan non-sertifikat melalui metode benchmarking. Temuan pada penelitian diharapkan dapat memberi penjelasan yang lebih baik dan lengkap mengenai efektivitas penerapan konsep bangunan hijau dan membantu menyusun strategi pengelolaan energi yang lebih berkelanjutan dan terbarukan di masa depan.