Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH BAHASA IBU DAN KARTUN UPIN & IPIN TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK Humairoh, Anna; Kusayang, Titin
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.100931

Abstract

Anak usia dini sangat mudah terpengaruh oleh media, termasuk animasi luar negeri, yang dapat membentuk pola komunikasi mereka. Penelitian ini membahas pengaruh bahasa ibu dan bahasa Melayu Malaysia, khususnya melalui kartun Upin & Ipin, terhadap pemerolehan bahasa anak. Fokus penelitian ini adalah bagaimana anak-anak usia 5-8 tahun meniru kosakata, logat, dan pola komunikasi dari tayangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis ujaran anak dalam kehidupan sehari-hari. Data dianalisis melalui proses transkripsi percakapan untuk mengidentifikasi percampuran kosakata bahasa Indonesia, bahasa ibu, dan bahasa Melayu Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak cenderung mencampurkan ketiga bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari. Faktor utama yang memengaruhi fenomena ini adalah intensitas menonton kartun Upin & Ipin, lingkungan sosial, serta keterlibatan orang tua dalam mengawasi konsumsi media. Temuan ini menunjukkan bahwa media animasi berperan besar dalam pembentukan pola bahasa anak.
DAMPAK GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK USIA AWAL 2-3 TAHUN Nadila, Reza Ainun Adi; Kusayang, Titin
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.101933

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia 2–3 tahun menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan kemampuan berbahasa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan kemampuan berbahasa anak usia 2–3 tahun di Kelurahan KI. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada lima orang tua dan observasi langsung terhadap perilaku bicara anak. Validitas data diperkuat dengan teknik triangulasi antara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang terpapar gadget selama 2–3 jam per hari menunjukkan perkembangan bahasa yang tertunda yang ditandai dengan menurunnya minat berinteraksi sosial, lambatnya respon terhadap teriakan, menurunnya komunikasi karena lebih suka menunjuk daripada berbicara, dan ketergantungan emosional yang menyebabkan tantrum ketika gadget diambil dari mereka. Faktor utamanya adalah pola asuh orang tua yang menggunakan gadget sebagai obat penenang bagi anak tanpa pendamping yang interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori perkembangan bahasa anak di era digital dengan mengonfirmasi hipotesis periode kritis dan teori kognitif sosial Bandura dalam konteks teknologi modern serta menyediakan dasar empiris bagi pengembangan strategi pendidikan anak usia dini yang menggabungkan literasi digital dengan dukungan optimal bagi perkembangan bahasa.