Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan Ramadhani, Gita; Keswara, Umi Romayati; Rianty, Dian Asih
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1852

Abstract

Background: Fishermen must be prepared to provide Basic Life Support to reduce the number of deaths from drowning. Community empowerment is crucial in emergency situations, providing training and simulations to prepare them for emergencies. Purpose: To determine the effect of basic life support health education on the knowledge of fishermen. Method: A quantitative analytical design with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population in this study was 57 fishermen from Surung Batang Hamlet, with a sample of 32 respondents. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. Data analysis used a dependent test (paired t-test). Results: Based on the results, the average knowledge score before health education was 7.84 and the average score after health education was 18.94. The paired t-test results obtained a significance value of 0.000 or P < 0.005. Conclusion: Health education significantly impacted the knowledge of fishermen, with a P-value of 0.000 < 0.005. Keywords: Basic Life Support; Fishermen; Health Education; Knowledge.   Pendahuluan: Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan harus memiliki kesiapan dalam melakukan basic life support untuk menurunkan angka kematian akibat tengelam. Pemberdayaan Masyarakat sangat penting dalam situasi gawat darurat untuk dapat memberikan pelatihan dan simulasi agar mereka siap menghadapi situasi darurat. Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Dusun Surung Batang yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 57 orang dengan sampel 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Berdasarkan hasil nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 7.84 dan nilai rata-rata setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 18.94. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.000 atau P < 0.005. Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan nelayan dengan nilai P Value 0.000 < 0.005. Kata Kunci: Basic Life Support; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Nelayan.
Edukasi kesehatan tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat Hikma, Okva; Khairunnisa , Liyana; Ramadhani, Gita; Julianti, Fitri; Aprilia, Hanisa; Ariyansyah , Ariyansyah; Nurfadila, Nima; Yuhono, Tuwi; Crista, Angga; Wardiyah, Aryanti; Warzati, Linda
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1928

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health burden in Indonesia, with cases increasing annually. Various factors, such as environmental conditions, hygienic living practices, and lack of public knowledge, contribute to the high incidence of DHF. Health education activities play a crucial role in increasing public understanding regarding the prevention of this disease. Purpose: To describe the implementation of health education regarding the dangers of DHF and its prevention efforts in the community. Method: The education included lectures, discussions, Q&A sessions, and the use of leaflets. Results: Most residents understood dengue fever and how to prevent it. Conclusion: The education provided to the community increased public understanding regarding minimizing the breeding of the Aedes aegypti mosquito to prevent dengue fever transmission. Keywords: Community; Dengue Fever; Education.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tren peningkatan kasus setiap tahun. Berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, perilaku hidup bersih, serta kurangnya pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Kegiatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyakit ini. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai bahaya DBD dan upaya pencegahannya pada masyarakat. Metode: Edukasi yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media leaflet. Hasil: Sebagian besar warga sudah paham tentang penyakit demam berdarah dan cara pencegahannya. Simpulan: Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam hal meminimalisir perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty untuk mencegah penularan demam berdarah. Kata Kunci: DBD; Edukasi; Masyarakat.