Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN SEMANGKA MERAH TANPA BIJI (Amara F1) DI DESA HENDA KECAMATAN JABIREN RAYA KABUPATEN PULANG PISAU Marbun, Desta; Sunaryati, Revi; Sintha , Tri Yuliana Eka; Erlina, Yuni; Masliani, Masliani
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 19 No. 1 (2024): Februari 2024 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v19i1.15449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui saluran dan lembaga yang terlibat dalampemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) serta fungsi-fungsi pemasaran yangdilakukan dalam pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) di Desa HendaKecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, 2)menganalisis margin, biaya, keuntunganpemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) dan bagian petani di Desa HendaKecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, dan 3) menganalisis efisiensi pemasaranSemangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) tiap saluran pemasaran di Desa Henda KecamatanJabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Saluran pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji(AmaraF1) di Desa Henda yaitu, saluran pemasaran I hanya melibatkan satu lembagapemasaran yaitu pedagang ecer di Kabupaten Pulang Pisau. Alurnya dimulai dari petani, pedagang ecer dan konsumen dan saluran pemasaran II melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang besar di Kota Palangka Raya dan pedagang ecer di Kota Palangka Raya. Alurnya dimulai dari petani, pedagang besar, pedagang ecer dan konsumen. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dalam pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) yaitu pada saluran pemasaran I dan saluran pemasaran II terdiri atas fungsi pertukaran (exchange function) berupa fungsi penjualandan fungsi pembelian, fungsi fisik (physical function) berupafungsi pengangkutan dan fungsipenyimpanan, fungsi fasilitas (facility function) berupa fungsi pembiayaan, fungsi penanggungan resiko dan fungsi informasi pasar. Saluran pemasaran I (saluran tingkat satu) dalam pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) di Desa Henda Kecamatan JabirenRaya Kabupaten Pulang Pisau, margin pemasaran sebesar Rp.2.000/kg, biaya pemasaran sebesar Rp.79/kg, keuntungan pemasaran Rp.1.921/kg, bagian petani (farmer’s share) sebesar80%. Saluran pemasaran II (saluran tingkat dua) dalampemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) di Desa Henda Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, margin pemasaran sebesar Rp.6.000/kg, biaya pemasaran sebesar Rp.808/kg, keuntungan pemasaran Rp.5.192/kg, bagian petani (farmer’s share) sebesar 50%. Efisiensi pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) di Desa Henda Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten PulangPisau, pada saluran pemasaran I (saluran tingkat satu) sebesar20% dan saluran pemasaran II (saluran tingkat dua) sebesar 50%. Kedua saluran pemasaran tersebut tergolong efisien, namun berdasarkan pengamatan di lokasi penelitian petani lebih banyak memilih saluran pemasaran II (saluran tingkat dua) karena saluran pemasaran tersebut dianggap lebih efektif dalam memasarkan jumlah produksi semangka yang tinggi melalui pedagang besar.
Analisis Sikap Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Daging Sapi Pada Pasar Tradisional Di Kota Palangka Raya Sitohang, Tamada; Sunaryati, Revi; Erlina, Yuni; Yuliana, Tri; Nopembereni, Eti Dewi
J-SEA (JOURNAL SOCIO ECONOMIC AGRICULTURAL) Vol. 19 No. 2 (2024): Agustus 2024 (Journal Socio Economics Agricultural)
Publisher : Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jsea.v19i2.19141

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap konsumen terhadap atribut daging sapi di Pasar tradisional Kota Palangka Raya serta untuk mengetahui proses keputusan pembelian daging sapi pada Pasar Tradisional Kota Palangka Raya. Untuk mengetahui sikap konsumen menggunakan analisis Multiatribut Fishbein dan untuk mengetahui proses keputusan pembelian konsumen menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sikap konsumen dalam keputusan pembelian daging sapi di Pasar Tradisional Kota Palangka Raya secara keseluruhan adalah positif dengan nilai sikap 137,62. Hal ini menunjukan bahwa secara umum konsumen memiliki pandangan positif terhadap produk daging sapi di Pasar tradisional. Atribut kesegaran mendapat perhatian tinggi dari konsumen dengan kategori sangat positif dimana dengan nilai 20,78. Atribut tekstur (18,44), pelayanan (18,15) dan warna (18,05) masuk dalam kategori yang positif sedangkan atribut lokasi (15,38), harga (15,01) dan atribut kebersihan (14,87) masuk pada kategori netral. Proses pengambilan keputusan pembelian daging sapi di Pasar tradisional dimulai dengan tahap pengenalan kebutuhan mengenai motivasi mengkonsumsi daging sapi, pada tahap ini sebanyak 57% konsumen memilih mengkonsumsi daging sapi dengan alasan sebagai pelengkap menu makanan. Sumber informasi terbanyak yang diperoleh konsumen pada tahap pencarian informasi adalah dari diri sendiri yaitu sebanyak 53 %. Pada tahap evaluasi alternatif, pertimbangan konsumen dalam membeli daging sapi di Pasar tradisional adalah atribut fisik daging sapi yaitu sebanyak 45%. Pada tahap keputusan pembelian sebanyak 77% melakukan pembelian secara terencana. Pada tahap pasca pembelian sebanyak 100% konsumen menyatakan puas terhadap pembelian daging sapi di Pasar tradisional, frekuensi pembelian paling banyak adalah sekali sebulan dengan persentase 33%.
SALURAN PEMASARAN SEMANGKA MERAH TANPA BIJI (Amara F1) DI DESA HENDA KECAMATAN JABIREN RAYA KABUPATEN PULANG PISAU: CHANNELS INSTITUTIONS FOR RED SEEDLESS WATERMELON (Amara F1) IN HENDA VILLAGE JABIREN RAYA DISTRICT PULANG PISAU REGENCY sunaryati, revi; Meitiana, Meitiana; Karuehni, Inna
AgriPeat Vol. 26 No. 02 (2025): JURNAL AGRIPEAT Vol. 26 No. 02 September 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/agp.v26i02.22535

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui saluran dan lembaga yang terlibat dalam pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) serta fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dalam pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) di Desa Henda Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau. Saluran pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) di Desa Henda yaitu, saluran pemasaran I hanya melibatkan satu lembaga pemasaran yaitu pedagang ecer di Kabupaten Pulang Pisau. Alurnya dimulai dari petani, pedagang ecer dan konsumen dan saluran pemasaran II melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu pedagang besar di Kota Palangka Raya dan pedagang ecer di Kota Palangka Raya. Alurnya dimulai dari petani, pedagang besar, pedagang ecer dan konsumen. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan dalam pemasaran Semangka Merah Tanpa Biji (Amara F1) yaitu pada saluran pemasaran I dan saluran pemasaran II terdiri atas fungsi pertukaran (exchange function) berupa fungsi penjualan dan fungsi pembelian, fungsi fisik (physical function) berupa fungsi pengangkutan dan fungsi penyimpanan, fungsi fasilitas (facility function) berupa fungsi pembiayaan, fungsi penanggungan resiko dan fungsi informasi pasar. Kata Kunci: Semangka, Pemasaran, Saluran, Lembaga, Fungsiindo
Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Keripik Rebung Bambu (Umbut/Ujau) Di Desa Henda Kecamatan Jabiren Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah Sintha, Tri Yuliana Eka; Anggreini, Trisna; Nopembereni, Eti Dewi; Taufik, Eka Nor; Pordamantra; Mukti, Abdul; Sunaryati, Revi; Asiaka, Fandi Karuniawan Putera; Ludang, Ellydia
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v10i2.10452

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu kelompok masyarakat atau khayalak mitra/sasaran dalam membuat inovasi produk makanan dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat desa. Proses kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, dengan beberapa tahapan kegiatan, meliputi: (1) observasi awal (prasurvei); (2) pengagendaan kegiatan; (3) pelaksanaan kegiatan; dan (4) pelaporan akhir. Pelaksanaan kegiatan meliputi: Sosialisasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Henda terkait pemanfaatan bahan baku lokal di Desa Henda.  Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan alternatif kegiatan ekonomi produktif dengan memanfaatkan potensi dan ketersediaan bahan lokal melalui pelatihan pengolahan Keripik Rebung Bambu. Solusi yang diberikan tim dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau khayalak sasaran/mitra adalah sebagai berikut: Inovasi pemanfaatan bahan baku sumber daya alam Desa Henda yaitu rebung bambu menjadi keripik, dan pelatihan teknik pemasaran produk menggunakan metode online shop.
Analysis of the proportion of food expenditures for rice farming households in Lampuyang Village, Teluk Sampit District, Kotawaringin Timur Regency Sunaryati, Revi; Yuni Erlina; Abdul Mukti
Jurnal Sains Pertanian Vol. 7 No. 2: June 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v7i2.1959

Abstract

The purpose of this study was to determine the proportion of food expenditure to the total expenditure of rice farming households. Knowing the quantity and quality of household food consumption of rice farmers. Knowing rice farmer household food security. In this research, 41 rice farming households were taken as samples. The method used in this research is descriptive method. The method of taking the research location was carried out by purposive sampling, namely in the village of Lampu which is in the Teluk Sampit District, East Kotawaringin Regency. Types and sources of data used consist of primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out by interviews, observation, and recording. Data analysis method is descriptive with average and percentage analysis. Based on the results of the study, the average total expenditure of rice farming households was IDR 2,752,117.40. It is known that spending on food is around IDR 1,647,079.45 (59.85%) and spending on non-food is around IDR 1,105,037.95 (40.15%). The average energy adequacy level of rice farming households is in the sufficient category of 51.8%, while the average protein adequacy level of rice farming households is 90.2% which is in the sufficient category. Conditions Food security in rice farming households is mostly food vulnerable, namely 36.6%, followed by food shortages of 29.3%, food insecurity of 19.5%, while food secure households are only 14.6%. So that it can be said that the food security of farmer households is still relatively poor.
Kajian Faktor Produksi Usahatani Padi Sawah Dalam Upaya Peningkatan Produksi Program Nasional Food Estaste Di Kalimantan Tengah Sunaryati, Revi; Rahmawti, Reni; Handayani, Tutwuri; Karuehni, Ina
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 1: February 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i1.2493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi usahatani padi sawah dalam upaya peningkatan produksi padi pada program strategi nasional Food Estate di Kalimantan Tengah. Faktor-faktor produksi yang digunakan petani seperti lahan(X1), benih(X2), kapur(X3), pupuk(X4), pestisida(X5), tenaga kerja(X6) dan alsintan(X7), serta variabel dummy seperti sistem tanam(D1), dan pola tanam(D2) berpengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap hasil produksi padi sawah dilahan Food Estate Desa Belanti Siam. Dimana hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung sebesar 6.373> Ftabel 1,966 dengan signifikansi 0,000<0,05. Secara parsial faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi sawah dilahan Food Estate sebanyak 4 (empat) variabel bebas dengan tingkat signifikan < 0,05 dengan tingkat kesalahan 95% yaitu lahan(X1), benih(X2), kapur(X3), pupuk(X4). Sedangkan 5 (Lima) variabel bebas lainnya dalam penelitian ini tidak berpengaruh secara parsial atau tidak signifikan terhadap hasil Produksi Padi Sawah di Lahan Food Estate Desa Belanti Siam seperti pestisida(X5), tenaga kerja(X6), alsintan(X7), dummy sistem tanam(D1), dummy pola tanam(D2) dengan tingkat signifikan >0,05. Petani yang mengusahakan usahatani padi sawah dilahan Food Estate tergolong efisien secara teknis dalam menggunakan faktor-faktor produksi dengan cut-off value >0,70, bahwa rata-rata produktivitas yang dicapai adalah sekitar 96,5% dari frontier. Secara individual hanya 88 petani yang tergolong efisien secara teknis dalam pengunaan faktor-faktor produksi. Hasil produksi padi di Kabupaten pulang pisau pada tahun 2022 sebayak 61,307 lebih kecil dari tahun 2021. Begitu pula di kecamatan pandih batu hasil produksi padi tahun 2022 lebih kecil dibandingkan tahun 2022. Faktor yang mempengaruhi efek inefisiensi yaitu Lama pendidikan dan usia petani. Sedangkan efek inefisiensi pengalaman berusahatani tidak menjamin dapat menurunkun inefisiensi.