Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Dietetics Science

Pentingnya Indikator Satuan Epidmiolog Dalam Rangka Kebijakan Pada Pencegahan Kejadian Stunting Sutarto, Sutarto; Indriyani, Reni
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4905

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang sangat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, terutama di Indonesia. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mengurangi prevalensi stunting, angka stunting masih tinggi, menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas kebijakan tersebut. Artikel ini membahas pentingnya penggunaan indikator satuan epidemiologi, seperti prevalensi stunting, angka kematian bayi, cakupan imunisasi, dan sanitasi, dalam memantau dan merancang kebijakan pencegahan stunting yang lebih efektif. Indikator ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kebijakan, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data. Selain itu, pendidikan kesehatan juga memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan stunting, terutama melalui program penyuluhan yang berkelanjutan untuk masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui. Program penyuluhan yang efektif dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dan pengasuhan yang baik selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Melalui pendekatan multisektoral yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial, serta penguatan peran kader kesehatan, diharapkan prevalensi stunting dapat menurun secara signifikan. Artikel ini juga merekomendasikan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pendidikan kesehatan dan melakukan evaluasi kebijakan secara berkala untuk menyesuaikan dengan temuan di lapangan.
Kajian Pembuatan Cupcake dengan Penambahan Tepung Bayam Merah dan Tepung Ikan Teri sebagai Alternatif Makanan Selingan Tinggi Zat Besi dan Kalsium bagi Ibu Hamil Indriyani, Reni; Merita Putri; Nugroho, Arie; Sejati, Nawasari Indah Putri
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4929

Abstract

Cupcake merupakan salah satu makanan selingan yang banyak disukai oleh masyarakat, baik anak-anak hingga dewasa. Produk cupcake yang dikonsumsi saat ini masih memiliki kandungan gizi terbatas, sehingga perlu ditambahkan beberapa pangan lain untuk meningkatkan nilai gizi cupcake. Nilai gizi cupcake dapat ditingkatkan dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang mempunyai kandungan zat besi dan kalsium yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur dan penerimaan keseluruhan) serta kandungan zat besi dari cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai. Metode yang digunakan berupa deskriptif dengan satu kali pengulangan dalam pembuatan produknya. Penelitian ini menggunakan 2 faktor, faktor pertama yaitu penambahan tepung bayam merah dengan konsentrasi 8%, 12%, 16%, dan 20%, faktor kedua yaitu penambahan tepung ikan teri dengan konsentrasi 8%, 12%, 16% dan 20%. Uji organoleptik menggunakan metode uji hedonik, kemudian dilanjutkan uji kadar zat besi dengan metode Plasma Terpasang Secara Induktif Spektrometri Massa (ICP – MS), kandungan zat gizi menggunakan TKPI 2020, dan foodcost pada cupcake yang paling disukai. Berdasarkan uji organoleptik didapatkan hasil cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri yang paling disukai yaitu formula 1 dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri sebanyak 8%. Hasil analisis zat besi cupcake dengan penambahan tepung bayam merah dan tepung ikan teri dengan menggunakan TKPI yaitu sebesar 1,28 mg, sedangkan berdasarkan uji laboratorium kadar zat besi didapatkan sebesar 8,7 mg. Perlu dilakukan uji umur simpan untuk mengetahui berapa lama produk cupcake bisa dikonsumsi dengan baik. Dan pada saat pencampuran mentega cair kedalam adonan harus dipastikan tercampur dengan rata karena jika tidak tercampur rata maka cupcake tidak mengembang dengan sempurna.