Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

RETRACTED: Pemberian Makanan Pendamping ASI Secara Dini: Pengetahuan dan Perilaku Ibu Maulana Widi Andrian; Nailiy Huzaimah; Arisda Candra Satriyawati; Putri Lusi
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 2 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i2.1545

Abstract

This article has been retracted by the publisher because it was published twice in error during a change in production systems. The publisher apologizes to the authors and readers for the error and any inconvenience caused.
BASELINE CHARACTERISTICS OF TREATED AND UNTREATED PEOPLE WITH HYPERTENSION Nailiy Huzaimah; Iva Gamar Dian Pratiwi
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan dunia yang angka mortalitas dan morbiditasnya masih tinggi, akan tetapi angka penderita hipertensi yang tidak berobat ke fasilitas kesehatan masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran karakteristik penderita hipertensi yang berobat dengan yang tidak berobat di fasilitas kesehatan Wilayah Kabupaten Sumenep. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah penderita hipertensi atau individu yang memiliki tekanan darah tinggi dan memenuhi kriteria inklusi. Dari total sampel (n=59) didapatkan 62,71% termasuk individu yang melakukan pengobatan ke fasilitaas kesehatan. Karakteristik penderita hipertensi yang berobat mayoritas tingkat pendidikan sekolah dasar, memiliki rerata TDSS, TDSM, TDDS, dan TDDM secara berturut-turut 150,27 mmHg, 152,35 mmHg, 87,18 mmHg, dan 86,59 mmHg, dan menggunakan terapi farmakologis secara teratur.  Karakteristik penderita hipertensi yang tidak berobat mayoritas tingkat pendidikan SMA/sederajat, memiliki rerata TDSS, TDSM, TDDS, dan TDDM secara berturut-turut 140,09 mmHg, 137,14 mmHg, 80,55 mmHg, dan 80,95 mmHg, dan tidak menggunakan terapi farmakologi maupun nonfarmakologi. Penderita hipertensi yang berobat maupun tidak berobat mayoritas berjenis kelamin perempuan, berada pada masa lansia awal, berstatus kawin, stadium hipertensi deratat II, tidak memiliki keluhan nyeri kepala dan rasa kaku di leher, memiliki riwayat keluarga hipertensi, tidak menggunakan terapi alternatif, porsi makan nasi dua sendok nasi, frekuensi makan harian sebanyak 3 kali, tidak ada beban pikiran yang berarti. Terdapat perbedaan antara penderita hipertensi yang berobat dan tidak berobat pada karakteristik pendidikan, rerata tekanan darah, dan penggunaan terapi farmakologi atau non-farmakologi
Strategi Komunikasi untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Pembudayaan GERMAS di Kecamatan Kalianget Roos Yuliastina; Nailiy Huzaimah; Isyanto .
PUBLIC CORNER Vol 16 No 2 (2021): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v16i2.1718

Abstract

Kabupaten Sumenep dapat memberikan kontribusi positif sebagai salah satu daerah pengasiltangkapan hasil laut dan penghasil garam di tingkat Nasional. Berdasarkan data BPSkabupaten Sumenep dalam setahun dapat menghasilkan 532 ton ikan laut per tahun dan tiaptahunnya dapat menghasilkan 286.42 ton garam dari kecamatan Kalianget untuk memenuhipasokan garam Nasional (BPS, 2018). Selain manfaat positif yang dijelaskan diatas, kondisigoegrafis kabupaten Sumenep yang berada di kawasan pesisir tidak lepas dari masalah sosial,ekonomi, dan kesehatan masyarakat pesisir yang identik dengan ketertinggalan danketerbelakangan. Selain masalah ekonomi seperti penghasilan petani garam yang rendah,masalah lain seperti masalah prilaku hidup bersih, sanitasi, buang air besar sembarangan(BABS) kebersihan lingkungan, dan hipertensi menjadi permasalahan utama. Sedangkanprogram edukasi seperti sosialisasi dari Promkes Puskesmas Kalianget, bantuan tempatsampah dan truk pengangkut sampah, pembangunan MCK komunal, bahkan membentukkelompok sadar sampah (POKDARSA) nyatanya belum mampu membuat tiga desa iniberanjak dari permasalahan kebersihan lingkungan. Penelitian ini ingin menjawabpermasalahan masyarakat pesisir dari aspek komunikasi melalui pendekatan Fenomenologi,karena untuk menciptakan komunikasi yang efektif perlu adanya penelitian yangkomprehensif, maka terlebih dahulu mengumpulkan data terkait prilaku kesehatanmasyarakat setempat. Hasil pengumpulan data terkait prilaku kesehatan masyarakat akanmenjadi modal awal untuk memetakan strategi komunikasii untuk meningkatkan partisipasipembudayaan gerakan sehat di masyarakat pesisir khususnya di tiga desa kecamatanKalianget.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep Zakiyah Yasin; Iva Gamar Pratiwi; Nailiy Huzaimah
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.704 KB)

Abstract

ABSTRAK Imunisasi merupakan suatu bentuk pencegahan penyakit yang dijadikan salah satu kegiatan prioritas Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka kematian pada anak. Akan tetapi di beberapa wilayah Indonesia masih diperoleh cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor ibu, faktor bayi, dan faktor lain yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap di Kecamatan Manding. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang saat ini memiliki bayi usia 1 – 3 tahun (n=116) di wilayah kerja Puskesmas Manding Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep yang ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen meliputi faktor ibu, faktor bayi, dan faktor eksternal lain, sedangkan variabel dependen meliputi pemberian IDL. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan kartu imunisasi. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan p≤0,05. Faktor ibu yang berhubungan signifikan dengan pemberian IDL adalah adalah pendidikan ibu (p=0,000), paparan edukasi tentang IDL (p=0,006), pengetahuan ibu (p=0,000), sikap ibu (p=0,000), jarak rumah ibu ke pelayanan imunisasi (p=0,006). Faktor bayi yaitu kondisi bayi saat pelaksanaan imunisasi berhubungan secara signifikan dengan pemberian IDL (p=0,000). Faktor eksternal lainnya tidak ada yang berhubungan dengan pemberian IDL. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling banyak berhubungan dengan pemberian IDL adalah faktor ibu dan kondisi bayi. Oleh karena itu, diperlukan upaya dan strategi yang lebih efektif dan efisien dari tenaga kesehatan untuk mempromosikan pentingnya IDL terutama kepada ibu. Kata Kunci : Imunisasi, Cakupan Imunisasi, Faktor Imunisasi, Kesehatan Anak
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN KOMPLIKASINYA DI DESA MURTAJIH KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN Suprayitno, Emdat; Huzaimah, Nailiy; Suraying, Suraying; Hannan, Mujib; Hidayat, Syaifurrahman
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 06 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan kader Posyandu Lansia merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan lansia, khususnya dalam pencegahan hipertensi dan komplikasinya. Hipertensi pada lansia seringkali menjadi faktor pemicu berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung yang mematikan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi upaya pemberdayaan kader Posyandu Lansia dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan kader dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani hipertensi pada lansia di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan pemberdayaan ini melibatkan pelatihan tentang teknik pengukuran tekanan darah yang benar, penyuluhan mengenai faktor risiko hipertensi, serta upaya preventif melalui pola hidup sehat, seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan stres. Selain itu, kader juga diberi pengetahuan dan pelatihan mengenai pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan rutin tekanan darah, pemeriksaan asam urat, pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Posyandu Lansia dan menurunkan prevalensi hipertensi serta komplikasinya di masyarakat setempat. Kegiatan pemberdayaan ini menunjukkan pentingnya peran kader sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesehatan lansia dan pencegahan penyakit hipertensi di tingkat komunitas.
Learning Culture from the Perspective of the Successful Indonesian Nurse Competency Examination Hidayat, Syaifurrahman; Hannan, Mujib; Huzaimah, Nailiy; Suprayitno, Emdat; Mumpuningtias, Elyk Dwi; Putri, Prestasianita; Wijayanti, Agnes Erida; Manuel da Silva, Adão
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v8i2.22426

Abstract

Background: The Indonesian Nurse Competency Examination (INCE) is a strategic component that determines the output of nursing graduate students. The varied geographical conditions of the various islands in Indonesia can influence access and quality of education, causing students to have a more inclusive perspective. The learning culture of Indonesian nursing students is unique and generally carries over to higher education, notably nursing profession education.Objective: The purpose of the study is to explain the learning culture model from the perspective of the success of the nurse competency examination and the relationship between learning culture and the success of the nurse competency examination.Methods: A qualitative and quantitative combination research (mixed method) with a sequential-exploratory design was employed. Stage 1 used descriptive qualitative methods. While data collecting used structured interviews, the sampling technique utilized snowball with (n=9), and data analysis used Sandelowski content analysis. Stage 2 was an observational analytical design with a retrospective approach involving 74 nursing students at Wiraraja University who lived in the Indonesian student area. Data analysis then employed the Structural Equation Model (SEM) test to find variables that significantly influence the success of INCE.Results: Stage-1 produced three themes: Theme-1: background of the learning environment concerning facilities utilization and searching strategy for learning resources; Theme-2: learning activities including learning styles, learning motivation, and self-confidence and abilities; Theme-3: learning habits comprising learning methods, concentration, and repeating the learning material. In stage 2, the result revealed that learning environment background (p=0.031), learning activities (p=0.021), and study habits (p=0.028) were significantly related to the success of the INCE on students.Conclusion: The learning culture of Indonesian students from the perspective of success in the INCE is formed starting from the pre-graduate level and continuing at the higher and professional levels.
Stunting dan Faktor Ibu Aulia, Aulia; Puspitasari, Dian Ika; Huzaimah, Nailiy; Wardita, Yulia; Sandi, Aldi Prawira
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i1.1498

Abstract

Stunting and Maternal Factors. Stunting is still one of the unresolved priority issues. Maternal factors greatly influence the incidence of stunting in children. This study explains the relationship between stunting and maternal factors, namely education, knowledge of nutrition, parenting patterns, and mother's motivation. This qualitative research is a type of correlational analytic research with the cross-sectional method. The subjects of this study were stunting mothers and toddlers at Dungkek Health Center (n=40), obtained using simple random sampling. Data collection using questionnaires and met lines. Data were analyzed using a contingency correlation test. The results showed a relationship between stunting in children with education, nutritional knowledge, and self-efficacy (p= 0.001; p= 0.033; p= 0.01). Edit was not related to parenting (p = 0.866). Health workers need to pay attention to maternal factors as the target of promotive and preventive activities in stunting cases because maternal factors make an important contribution in the first 1000 days of life, preventing stunting.
RETRACTED: Pemberian Makanan Pendamping ASI Secara Dini: Pengetahuan dan Perilaku Ibu Andrian, Maulana Widi; Huzaimah, Nailiy; Satriyawati, Arisda Candra; Lusi, Putri
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 2 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN) (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i2.1545

Abstract

This article has been retracted by the publisher because it was published twice in error during a change in production systems. The publisher apologizes to the authors and readers for the error and any inconvenience caused.
Telenursing-Based Self-Care Management Education Improves The Quality Of Life Of Hypertension Sufferers In The Rural Area Pragaan Health Center Suprayitno, Emdat; Permatasari, Dian; Huzaimah, Nailiy
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 12 Number 1 Year 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v12i1.604

Abstract

  Background: A person's view of their life within the framework of their culture and values, which encompass the areas of physical, psychological, social, and environmental activities, is referred to as their quality of life. In order to raise awareness and promote self-care, intervention measures are desperately needed. The purpose of this research is to evaluate how telenursing education affects hypertension patients' quality of life.   Methods: This study used a quasi-experimental methodology. With a simple random sample, the population consisted of sixty hypertensive people. The sixty-person sample was split into two groups: thirty individuals in the treatment group got an educational intervention centered around supportive care, while thirty individuals in the control group were given hypertension pamphlets.   Results: The quality of life score in the treatment group following the intervention was p = 0.000, according to research based on the independent t-test. The study's findings demonstrated the effectiveness of telenursing instruction in raising hypertension patients' quality of life; as such, this intervention may catalyze raising hypertensive patients' levels of self-care.   Conclusion: In conclusion, telenursing education support has an impact on hypertension patients' quality of life.
Sand House Therapy: Health Tourism Innovation Based on Local Wisdom through the Utilization of Sand Mattresses in Sumenep Regency Oktaviyani, Haniza; As Sauri, Sofyan; Laora, Marisa; Sevtiana, Lily; Huzaimah, Nailiy; Hidayat, Syaifurrahman
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v6i1.1279

Abstract

The community empowerment program initiated by the HIMIKA PPK Team of Wiraraja University provided a solution through the development of a Health Tourism Village known as "Sand House Therapy.” The implementation of this program consisted of three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage began with surveys, focus group discussions (FGDs), and interviews with the local community. The implementation stage involved the formation of a management team, initial data collection, the design and construction of the Sand House Therapy facilities, tourism village education, PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) socialization, training on Sand Therapy standard operating procedures (SOPs), business management, and digital marketing, followed by the handover of assets and the official launching of Sand House Therapy. The evaluation stage included the analysis of pre- and post-test data, fulfillment of program outcomes, workshops, and regular monitoring. This HIMIKA PPK program was conducted from February 26 to October 30, 2024, by the HIMIKA implementation team of Wiraraja University. The results indicated a significant improvement in the knowledge and skills of the target group regarding tourism village development, PHBS, business management, Sand Therapy SOPs, and digital marketing. A management team was successfully formed, and a new health tourism destination Sand House Therapy was established. Through this innovation, the community of Legung Timur Village was able to optimize the use of its cultural tradition of sand mattresses and introduce this local uniqueness to domestic and international tourists.