Articles
Factors Affecting Inflation 4 Cities in North Sumatra Province
Darwin Damanik;
Pawer Darasa Panjaitan
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v5i1.4282
This study aims to determine the effect of government expenditure variables, Gross Regional Domestic Product, and District/City Minimum Wage on inflation in 4 CPI cities of North Sumatra, namely, Medan, Pematangsiantar, Sibolga, and Padangsidempuan for the period 2016-2020. The method used in this study is quantitative and uses a panel data regression model. The data used is secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The results showed that the variables of government expenditure and the district/city minimum wage had a positive and insignificant effect on inflation in 4 CPI cities of North Sumatra Province. Meanwhile, the Gross Regional Domestic Product per capita variable has a negative and significant effect on inflation in 4 CPI Cities in North Sumatra Province.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Tabungan Emas Di PT. PEGADAIAN (PERSERO) Kota PEMATANGSIANTAR
Indah Lestari;
Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ekuilnomi Vol 1 No 1 ( 2019 ) Mei 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.22 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v1i1.98
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendapatan dan harga emas terhadap permintaan tabungan emas di PT. Pegadaian (Persero).Penelitian ini dilakukan pada PT. Pegadaian (persero) JL.Thamrin No. 46 Kota Pematangsiantar.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.Data primer dikumpulkan melalui daftar pertanyaan yang diisi oleh responden, dan data sekunder data yang diambil dari PT. Pegadaian (Persero).Adapun sampel pada penelitian ini adalah 50 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling yang penentuan sampelnya berdasarkan kebetulan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dan menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program komputer SPSS 21. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Variabel pendapatan nasabah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y), dan (2) Variabel harga emas (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan tabungan emas (Y) di PT. Pegadaian (Persero) Pematangsiantar
Pengaruh Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun
Intan Suswita;
Darwin Damanik;
Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Ekuilnomi Vol 2 No 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.293 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v2i1.101
Pembangunan merupakan dasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikator untuk melihat pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perekonomian, sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang negatif menunjukkan adanya penurunan dalam aktivitas perekonomian. Infrastuktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ketidakcukupan infrastruktur merupakan salah satu kunci terjadinya hambatan bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di suatu Negara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis deskriptif bertujuan untuk menjelaskan perkembangan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, panjang jalan (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Kedua, jumlah air bersih (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun. Ketiga, jumlah pelanggan listrik (X3) di PLN Kabupaten Simalungun berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simalungun
Jefri Alfin Sinaga;
Elidawaty Purba;
Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Ekuilnomi Vol 2 No 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.492 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v2i1.105
Kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tujuan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah. Desentralisasi merupakan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih efisien dan akurat terhadap kebutuhan, potensi maupun karakteristik yang terdapat pada masing - masing daerah. Selain sebagai tujuan pemerintah, pertumbuhan ekonomi juga merupakan indikator pencapaian pembangunan nasional. Desentralisasi akan memberi kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan - kebijakan dan renncana keuangan sendiri, sehingga akan memberikan pengaruuh terhadap pertumbuhan ekonomi. Otonomi daerah berdasarkan UU NO. 22 Tahun 1999 lebih bernuansa desentralistik, yang mana daerah provinsi dengan kedudukan sebagai sebagai daerah otonom sekaligus wilayah administrasi, yang melaksanakan kewenangan adalah pemerintah pusat yang di delegadi kepada gubernur. Dengan adanya otonomi daerah memunculkan dimensi baru berupa desentralisasi dan dekonsentralisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dana Alokasi Khusus mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun nilai thiitung -0,155< ttabel 1.942 Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Pendapatan Asli Daerahmaka Pertumbuhan Ekonomi semakin meningkat, begitu pula sebaliknya jika semakin rendah Pendapatan Asli Daerah maka Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan nilai t: diketahui nilai thitung -1.131< ttabel 1.942 sehingga dapat disimpulkan bahwa PAD (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y)
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Pada BPR Nusantara Bona Pasogit 34 Pematangsiantar
Frinces S. Sinurat;
Pinondang Nainggolan;
Pawer D Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ekuilnomi Vo 2 No 2 Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.286 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v2i2.108
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh tingkat Dana Pihak Ketiga(DPK), Suku Bunga Kredit (SBK) dan Non Performing Loan (NPL) TerhadapPenyaluran Kredit. Data yang digunakan dalam penelitian ini periode 2010 – 2019 (10 tahun).Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji hipotesis baik parsial maupun serempak (uji t dan F) dengan level signifikasi 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, ujimultikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.Hal ini menunjukkan datayang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan menggunakan model persamaanregresi linier berganda. Secara parsial hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel DPK dan SBK berpengaruh positif dansignifikan terhadap Penyaluran Kredit. NPL tidak signifikan dan berpengaruh negatif terhadappenyaluran kredit.Hasil penelitian uji Fsecara bersama-sama) menunjukkan DPK, SBK dan NPL berpengaruh signifikan terhadap Penyaluran Kredit. Daripenelitian ini diperoleh nilai Adjusted R square sebesar 0,941 atau sama dengan 94,1% artinya hubungan antaravariabel X (DPK, SBK dan NPL) terhadap variabel Y (Penyaluran Kredit). Artinya variasi naik turunnya penyaluran kredit (Y) dipengaruhi oleh nilai DPK, SBK dan NPL. Sementara sisanya 5,9% diperoleh faktor lain diluar model.
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan Dan Kemiskinan Terhadap IPM Kabupaten Simalungun
Sanniana Sidabutar;
Elidawaty Purba;
Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Ekuilnomi Vo 2 No 2 Nov 2020
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (697.935 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v2i2.109
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM merupakan indeks yang ditetapkan oleh UNDP (United Nations Development Programme) pada tahun 2019 untuk mengukur kesejahteraan rakyat. IPM Kabupaten Simalungun terus meningkat selama periode 2010-2019, akan tetapi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Simalungun dengan angka persentase paling rendah diantara 32 kecamatan lainnya yaitu < 60 persen. Penelitian ini meneliti tentang pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan dan kemiskinan terhadap IPM di Kabupaten Simalungun. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder ini tersedia dan bersumber dari BPS (Badan Pusat Statistik) dan BAPPEDA ( Badan Perencanan Pembangunan Daerah ) Kabupaten Simalungun. Data diambil dari BAPPEDA kabupaten simalungun tahun 2010-2019 dengan variabel dependen IPM dan variabel independen pengeluaran pemerintah dalam bentuk APBD untuk pendidikan, APBD untuk kemiskinan, dan Rasio Ketergantungan Penduduk. Model ini di estimasi menggunakan program spss 21 dengan melalui berbagai uji yaitu uji t dan uji F. Hasil analisis dari penelitian ini variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM adalah APBD untuk pendidikan dan kemiskinan, variabel rasio ketergantungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan IPM melalui pendidikan dan kemiskinan, penyediaan pelayanan pendidikan dan kemiskinan, dengan memaksimalkan APBD 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kemiskinan sesuai dengan amanat UUD yang berlaku, sehingga mampu meningkatkan IPM di Kabupaten Simalungun
Pengaruh Jumlah Uang Beredar Dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi Di Sumatera Utara
Pawer Darasa Panjaitan;
Elidawaty Purba;
Darwin Damanik
Jurnal Ekuilnomi Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Ekuilnomi Vol 3 No 1 Mei 2021
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.213 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v3i1.117
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi di Provinsi Sumatera Utara, untuk mengetahui pengaruh nilai tukar terhadap inflasi di Provinsi Sumatera Utara. Rencana penelitian diawali dengan menulis masalah dengan berbagai pertimbangan seperti masalah penelitian, pengaruh inflasi, fluktuasi nilai tukar dan perkembangan jumlah uang beredar serta manfaat penelitian. Kemudian dilakukan studi literatur pendahuluan dengan tujuan untuk mengetahui posisi jumlah uang beredar, perkembangan nilai tukar dan perkembangan inflasi. Masalahnya dirumuskan sehingga lebih jelas dari mana harus memulai dan ke mana harus membidik. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, yaitu dengan mengumpulkan data - data sekunder yang telah dipublikasikan oleh pihak lain dalam suatu kurun waktu tertentu. Selanjutnya tentukan variabel dan sumber datanya. Teknik pengumpulan data merupakan metode yang digunakan untuk menjaring data yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif. Penarikan kesimpulan merupakan bagian terakhir yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan fakta dan hasil analisis.
Analisis Perbandingan Keberhasilan UMKM Sebelum Dan Saat Menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) Di Kota Pematangsiantar
Rifqi Alfalah Hutagalung;
Pinondang Nainggolan;
Pawer Darasa Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Ekuilnomi Vol 3 No 2, 2021
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.334 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v3i2.260
Perkembangan teknologi yang sangat pesat terlihat dari banyaknya manusia yang menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hadirnya pembayaran non tunai seperti QRIS dapat meningkatkan efisiensi dalam mengatur keuangan suatu usaha namun juga dapat meningkatkan keberhasilan suatu usaha. Adanya penggunaan QRIS yang semakin banyak digunakan oleh UMKM, adanya berbagai promosi yang dilakukan, juga berbagai faktor lainnya sehingga dapat mempengaruhi keberhasilan UMKM karena meningkatkan efisiensi (kemudahan) dalam bertransaksi dan menjadikan UMKM lebih mudah dalam melakukan transaksi jual beli dan pembukuan keuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan QRIS terhadap keberhasilan UMKM, sehingga tergolong sebagai penelitian asosiatif atau hubungan, yaitu penelitian untuk mengetahui sebab akibat, dengan metode penelitian kuantitatif. Data dalam penelitian ini didapat menggunakan kuesioner yang dibagikan ke 30 UMKM pengguna QRIS di Kota Pematangsiantar. Untuk menganalisis data digunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat pengaruh positif antara penggunaan QRIS terhadap keberhasilan UMKM di Pematangsiantar. Hal ini disimpulkan berdasarkan uji Mc Nemar. Dapat dilihat nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0.05 (0.001<0.05). Dalam penelitian ini nilai signifikansi lebih kecil dari ketentuan nilai signifikansi yaitu 0.05 sehingga menerima hipotesa H1(Terdapat pengaruh signifikan variabel (X) terhadap variabel (Y)). Hal ini menunjukkan penggunaan QRIS berpengaruh positif terhadap keberhasilan UMKM. Artinya jika ada peningkatan penggunaan/kepercayaan atas variabel QRIS maka tingkat keberhasilan UMKM juga akan meningkat
Analisis Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Provinsi Sumatera Utara
Winra Purba;
Pinondang Nainggolan;
Pawer D Panjaitan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ekuilnomi, Vol 4 No 1 Mei 2022
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.359 KB)
|
DOI: 10.36985/ekuilnomi.v4i1.336
Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang sangat di takuti oleh semua negara. Inflasi itu sendiri yaitu kecenderungan dari pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi untuk menaik secara umum dan terus-menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran di Provinsi Sumatera Utara. Dalam penelitian ini, desain penelitian menggunakan pendekatan empiris dengan metode kuantitatif, dimana populasi adalah seluruh data time series tentang inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran di Provinsi Sumatera Utara dalam rutun waktu 2006 – 2020. Teknik analisis menggunakan regresi liniear berganda OLS. Hasil dari penelitian ini adalah inflasi dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran di Provinsi Sumatera Utara. Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,678 yang artinya variasi penjelas dari variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran sebesar 67,8% sedangkan sisanya (100-67,8%) 32,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
The Effect of Corruption and Inflation on Economic Growth in ASEAN
Marta Angelina Fenela Saragih;
Darwin Damanik;
Pawer Darasa Panjaitan
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v5i3.6140
This study aims to determine the effect of corruption and inflation variables on economic growth in ASEAN for the period 2017-2021. The method used in this study is a quantitative method. The data used is secondary data obtained from World Data, Transparency International (TI), Central Statistics Agency (BPS) and Bank Indonesia (BI). And the research model used in this study is the panel data regression model. The results of the study using panel data regression with Common Fixed Effect stated the results of the Partial Test (t) that the Corruption Variable (X1) had a negative and insignificant effect on economic growth (Y). While the Inflation Variable (X2) inflation has a positive and insignificant effect on economic growth (Y). Simultaneous Test Results (F) state that corruption and inflation together have no significant effect on economic growth.