Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FORMULASI KOMPOSISI DAN BIAYA OPTIMAL BAHAN PAKAN AYAM BROILER Nababan, Ronny Allan; Yunifa Ririarti Nur; Wijayanti, Windy; Silitonga, Manaor; Gultom, Josua Alexander
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan merupakan faktor utama yang menentukan performa pertumbuhan ayam broiler, sehingga formulasi pakan harus disusun berdasarkan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat dengan biaya yang optimal. (NRC, 1994). Nutrisi diantaranya terbagi atas protein, lemak, serat, air, kalsium dan posfor. Menurut Anggorodi (1995), formulasi pakan merupakan proses penyusunan ransum dari berbagai bahan pakan dalam proporsi tertentu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara tepat dan ekonomis. Leeson dan Summers (2001) menyatakan bahwa biaya pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi unggas, sehingga formulasi pakan harus diarahkan untuk meminimalkan biaya ransum sambil tetap memenuhi kebutuhan nutrisi standar. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan formulasi pakan ayam broiler menggunakan metode pemrograman linear dengan bantuan aplikasi POM QM for Windows yang mempertimbangkan kebutuhan nutrisi untuk menentukan kombinasi bahan pakan berbiaya terendah dan tetap memenuhi standar nutrisi ayam broiler (pedaging) yang di lihat menggunakan excel solver. Hasil penelitian memberikan solusi optimal untuk kombinasi bahan pakan dan biaya dengan tetap memenuhi standar nutrisi ayam broiler (pedaging). Selain itu, model ini juga memberikan fleksibilitas dalam substitusi bahan pakan pada kondisi fluktuasi harga pasar dan kondisi persediaan. Penelitian ini memberikan manfaat finansial yang ekonomis dalam menekan biaya pakan tanpa mengurangi pemenuhan kebutuhan nutrisi ayam broiler serta mempermudah pelaku usaha dalam mengkombinasikan bahan pakan alternative akibat persediaan terbatas. Total biaya diperoleh sebesar Rp. 4.729 per kg untuk komposisi bahan pakan (dedak sebesar 0,302 kg; tepung ikan sebesar 0,153 kg; dan bungkil kacang kedelai sebesar 0,198 kg) yang dimana terbukti efisien dengan masih terpenuhinya standar nutrisi untuk ayam broiler (pedaging) yaitu untuk kadar protein 0,2 (standar ≥ 20%); kadar air 0,065 (standar ≤ 13%); kadar lemak 0,05 (standar ≥ 5%); kadar serat 0,047 (standar ≤ 7%); kadar kalsium 0,009 (standar ≥ 0.9%); kadar posfor 0,007 (standar ≥ 0.45%).
EVALUASI STABILITAS PROSES PRODUKSI GLISERIN BERBASIS STATISTICAL PROCESS CONTROL MENGGUNAKAN PETA KENDALI X̄ DAN R Gultom, Josua Alexander; Sinurat, Windo; Silitonga, Manaor
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengevaluasi stabilitas proses produksi gliserin secara statistik menggunakan pendekatan Statistical Process Control (SPC) dengan fokus pada tiga karakteristik kualitas kritis (CTQ), yaitu kadar kemurnian gliserin, viskositas, dan kandungan air. Method: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif–deskriptif analitik berbasis SPC. Data sekunder berupa hasil pengujian laboratorium harian selama 30 hari operasional dianalisis dengan pengelompokan subgrup rasional berukuran lima sampel (n = 5). Evaluasi kestabilan proses dilakukan menggunakan peta kendali X̄ dan R dengan batas kendali ±3 standar deviasi. Result: Hasil analisis menunjukkan bahwa proses produksi gliserin belum terkendali secara statistik. Peta kendali X̄ pada seluruh parameter CTQ mengindikasikan keberadaan variasi penyebab khusus, dengan kandungan air sebagai parameter yang paling tidak stabil dan berdampak pada fluktuasi kemurnian serta viskositas. Peta kendali R menunjukkan bahwa variabilitas dalam subgrup relatif stabil, sehingga permasalahan utama terletak pada pergeseran rata-rata proses antar waktu. Pengendalian kualitas berbasis inspeksi akhir produk tidak cukup untuk menjamin konsistensi kualitas gliserin. Penerapan SPC terbukti efektif sebagai alat evaluasi stabilitas proses dan berpotensi digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk mendukung peningkatan kualitas dan efisiensi proses produksi secara berkelanjutan.