Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KERJA SAMA MAHASISWA widya arianti, Siti fadhila; Afifah, Parsa Aulia; Syahidaturrahma, Manzilah; Slam, Zaenul
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 9 No. 2 (2024): CIVIC
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v9i2.8262

Abstract

Mahasiswa aktif akan selalu dominan dalam pembelajaran. Namun hal itu tidak dilakukan oleh seluruh anggota kolompok. Mahasiswa yang cenderung kurang aktif kurang mendapatkan kesempatan yang sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi peningkatan kerjasama mahasiswa melalui metode Jigsaw pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Metode penelitian,yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitiannya Model Pembelajaran Jigsaw merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang beragam. Terdiri dari empat hingga lima orang. Kelompok peserta didik dengan berbagai jenis kelamin, suku, ras, agama, dan gaya belajar dikenal dengan kelompok heterogen. Setiap siswa bertugas menguasai sebagian materi pelajaran dan memenuhi syarat untuk mengajar peserta lain pada bagian tersebut.
Sinergi antara Pancasila dan Ilmu Pengetahuan untuk Mewujudkan Kemajuan Berkeadilan khoirunnisa, indria putri; Aulia, Nova; Slam, Zaenul
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11236

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menjadi landasan moral dan arah bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, ilmu pengetahuan adalah alat penting dalam mendorong kemajuan bangsa. Setiap sila dalam Pancasila memberikan kerangka moral dan etika yang dapat memandu ilmuan atau akademisi untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga amanah secara sosial dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi wawasan dan pemahaman mengenai Sinergi antara Pancasila dan Ilmu Pengetahuan untuk mewujudkan kemajuan berkeadilan serta menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat berkolaborasi dengan kemajuan yang tidak hanya berupa kekayaan materi, tetapi juga keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif metode penelitian studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menggunakan bahan penelitian dari sumber-sumber penelitian terdahulu yang relevan seperti koran, majalah, buku, dan artikel jurnal relevan yang dapat di pertanggungjawabkan, kemudian laporan disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari permasalahan kesenjangan akses teknologi dan pendidikan, minimnya literasi Pancasila di kalangan akademisi, pembangunan tidak merata, serta kehidupan tidak berkeadilan dapat disimpulkan dengan adanya sinergi antara Pancasila dan ilmu pengetahuan sangat penting untuk mewujudkan peradaban bangsa yang maju dan berkeadilan. Integrasi nilai kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan keberlanjutan dalam proses pendidikan dan inovasi akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan berkarakter luhur.
Pancasila Sebagai Penuntun Bangsa: Dari Sejarah Perjuangan hingga Tantangan Era Globalisasi Maulida, Sumayyah Jauza; Khairunisa, Rahmah; Mihan, Ahmad Baiquni; Slam, Zaenul
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11241

Abstract

Pancasila dikenal bukan hanya sebatas landasan negara, tetapi juga merupakan ideologi bangsa Indonesia yang memiliki peran signifikan dalam mengarahkan perjuangan, membangun karakter bangsa, serta menjadi pedoman moral di tengah kemajuan zaman. Sejak perjuangan kemerdekaan hingga era global saat ini, Pancasila terus berfungsi sebagai tiang penyangga yang menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dari tiga sudut pandang utama, yakni dalam konteks sejarah perjuangan bangsa, fungsi Pancasila sebagai panduan di zaman modern, dan tantangan yang dihadapi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk meneliti literatur ilmiah dan dokumen resmi yang membahas nilai-nilai Pancasila. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu tentang relevansi Pancasila di berbagai zaman sebagai ideologi yang mempersatukan, sebagai benteng moral bangsa, dan sebagai sumber nilai bagi kebijakan politik. Pancasila juga telah menciptakan semangat nasional dalam hal keadilan, persatuan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Namun, arus globalisasi yang cepat memberikan tantangan besar yang memerlukan penguatan internalisasi dan penerapan nilai-nilai Pancasila di semua aspek kehidupan nasional.
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Elghin Chelsea Al-ghistni, Elghin; Slam, Zaenul
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 14 No. 1 (2026): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v14n1.p32-41

Abstract

National and state life is guided by the noble values contained in Pancasila, the ideology and foundation of the Indonesian state. In this article, we talk about how the values contained in Pancasila can be applied in the daily lives of Indonesians to help maintain unity, harmony and social justice. Values such as divinity, humanity, unity, populism and social justice are explained in ways that can be practiced by everyone. A harmonious, tolerant and just society can be created by understanding what Pancasila is all about. The article also emphasizes how important Pancasila-based character education is to form an honest and responsible generation. In addition, it notes the challenges associated with the application of Pancasila in this day and age. It is the conclusion of the article that the values of Pancasila serve not only as a symbol of nationhood but also as an outline of actions that can be applied to build a peaceful and prosperous social life.Keywords: Pancasila Values, Daily Life, Application of Pancasila.
Dinamika Pancasila sebagai Sistem Filsafat di Era Digital Kurniawan, Haris; Fadilla, Najwa Ailsa; Slam, Zaenul
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11287

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika Pancasila sebagai sistem filsafat di era digital, dengan menyoroti bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi pemahaman, penerapan, serta internalisasi nilai-nilai utamanya. Melalui kajian pustaka terhadap 40 sumber ilmiah terbitan 2021–2025, penelitian ini menemukan sejumlah tantangan seperti misinformasi, individualisme digital, degradasi etika komunikasi, serta ketimpangan yang muncul dalam ekosistem ekonomi digital. Analisis menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai kerangka etika bagi warga digital, penguatan karakter, serta tata kelola sosial ekonomi berbasis teknologi. Studi ini menegaskan pentingnya strategi adaptif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam literasi digital, pendidikan moral, dan pengembangan kebijakan publik, sehingga kemajuan teknologi tetap sejalan dengan martabat manusia, keadilan, dan persatuan bangsa. Secara keseluruhan, era digital menghadirkan peluang sekaligus risiko yang menuntut penguatan Pancasila sebagai fondasi filosofis yang hidup dalam masyarakat Indonesia modern.
DINAMIKA GEOPOLITIK INDONESIA DALAM MENGHADAPI RIVALITAS GLOBAL DI KAWASAN INDO-PASIFIK: STUDI KASUS LAUT NATUNA UTARA Khoirunnisa, Indria Putri; Maulan, Alsya; Slam, Zaenul
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6452

Abstract

Geopolitik merupakan studi yang mempelajari fenomena politik dari segi geografi. Di sisi lain, Laut Natuna sering menjadi tempat munculnya berbagai permasalahan terhadap privasi maritim Indonesia, seperti pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal asing, penangkapan ikan secara ilegal serta aktivitas eksplorasi tanpa izin. Pada studi ini penulis meneliti dinamika politik global yang dihadapi Indonesia dalam menanggapi persaingan internasional, terutama dengan menjadikan Laut Natuna Utara sebagai studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk memberi wawasan dan pemahaman mengenai Dinamika Geopolitik Indonesia dalam Menghadapi Rivalitas Global tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menggunakan bahan penelitian dari sumber penelitian terdahulu yang relevan seperti koran, majalah, buku, dan artikel jurnal relevan yang dapat dipertanggungjawabkan, lalu disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan strategi diplomasi tegas melalui ASEAN, peningkatan patroli Angkatan laut atau latihan gabungan untuk mencegah pelanggaran, serta diplomasi ekonomi untuk melindungi sumber daya energi. Langkah-langkah ini dengan baik akan menjaga klaim maritim sambil menyeimbangkan kekuatan besar yang bersaing, meskipun keterlibatan multilateral yang terus menerus penting untuk menjaga stabilitas jangka panjang. Sebagai kesimpulan, pendekatan proaktif Indonesia merupakan contoh kuat dalam geopolitik di perairan yang menjadi sengketa, dan memberikan pelajaran bagi dinamika keamanan di Indo-Pasifik. Kata kunci: Geopolitik, Laut Natuna Utara, Kedaulatan Indonesia, Kewarganegaraan 
PENGARUH STRATEGI TRUE OR FALSE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SEKOLAH DASAR Mufliha, Nuraini; Slam, Zaenul
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/qm16w344

Abstract

This study aims to determine the effect of true or false strategies on students' critical thinking skills in civics subjects at SDN Kapuk 16 morning. The research method used is a quasi-experimental method and the research design used is the Non Equivalent Control Group Design. Sampling was carried out using a purposive sampling technique for research samples in class III A (Experimental Class) totaling 28 students and class III B (Control Class) totaling 28 students. The research instrument used was in the form of multiple choice students' critical thinking skills totaling 20 questions. The data analysis technique used in this study was the normality test using the Shapiro Wilk technique. Homogeneity test using One Way Anova. Then proceed with the posttest hypothesis test using Mann Whitney U at a significance level of 5% (0.05) obtained sig. (2-tailed) of 0.000 with the conclusion H0 being rejected (there is a true or false strategy effect on students' critical thinking skills). The critical thinking of students in the experimental group increased higher (N-gain 0.66 medium category) than students in the control group (N-gain 0.21 low category).
MENINGKATKAN KETAHANAN NASIONAL DENGAN GEOSTRATEGI DI INDONESIA An Nafiah, Farah Nabilah; Slam, Zaenul
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 2 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i2.82090

Abstract

In the context of Indonesia, the concept of national resilience serves as a guideline for building the toughness and resilience of the country, as well as utilizing geographical conditions to develop national potential. Efforts to build national resilience in Indonesia include social-cultural aspects, law enforcement, and various aspects of national life. The concept of national resilience is also applied as geostrategy, which sees geographical conditions as an important resource in determining policies and directions for national development. Therefore, building national resilience through a geostrategic approach in Indonesia requires efforts to strengthen national power, maintain sovereignty, and face various threats and challenges from within and outside the country. Geostrategy in Indonesia is an approach that utilizes geographical conditions to develop national potential and face threats and challenges at the national level. This concept is closely related to national resilience, which includes natural aspects (trigger) and human-made aspects (padayatra). Geostrategy in Indonesia is also interpreted as a way to realize the aspirations of the Indonesian people as stated in the opening of the 1945 Constitution. The implementation of geostrategy in Indonesia includes various aspects such as defense, diplomacy, and exploitation of natural resources. In addition, the geostrategy in Indonesia also includes a welfare approach to the concept of national resilience, which emphasizes the balance between welfare and security in all aspects of national life. Thus, geostrategy in Indonesia is an important foundation in determining policies, and directions for national development, and maintaining the integrity and sovereignty of the country from various threats and challenges, both domestically and internationally.