Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Gatranusantara

NILAI–NILAI PANCASILA DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TT Leonard Lobo; Dorcas Langgar
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.845 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa pada saat proses Upacara Perkawinan Adat masyarakat Boti harus di pimpin oleh Pemimpin mereka dan para Tokoh Adat serta di saksikan oleh pihak pemerintahan dan masyarakat setempat dan dalam upacara Perkawinan tersebut juga dapat menimbulkan Nilai – nilai Pancasila yang sangat menonjol dan dapat di jalankan secara turun temurun melalui adat istiadat mereka yang sudah ada dan sudah ditetepkan sejak nenek moyang mereka atau lelehur mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu upaya yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara, observasi atau pengamatan,dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis yang dapat dilakukan dengan cara menjabarkan kembali data yang diperoleh dari lapangan ke dalam bentuk kalimat yang tepat dan jelas sehingga mudah dipahami. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang di teliti dan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam kebudayaan orang Boti dalam upacara adat perkawinan adalah: Sila Pertama “Ketuhanan yang maha esa” yaitu: dalam hal berdoa. Sila kedua “kemanusiaan yang adil dan beradab” yaitu: saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain, tolong-menolong. Sila keempat yaitu: “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” yaitu: bertanggung jawab musyawarah untuk mufakat. Sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia” yaitu: tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum dan bersikap
PERAN GURU PPKn DALAM PENANAMAN NILAI KARAKTER KEJUJURAN BAGI SISWA SMP NEGERI 2 WEWEWA BARAT KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.506 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman peran guru PPKn dalam penanaman nilai karakter kejujuran bagi siswa di SMP Negeri 2 Wewewa Barat, kendala apa yang dialami dalam penanaman nilai karakter kejujuran di SMP Negeri 2 Wewewa Barat, dan bagaimana mengatasi kendala kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai karakter kejujuran di SMP Negeri 2 Wewewa Barat. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif yakni untuk memperoleh gambaran tentang penanaman nilai karakter kejujuran melalui pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan pada siswa SMP Negeri 2 Wewewa Barat.menurut guru PPKn dan siswa, dengan menggunakan pertanyaan pertanyaan yang berkaitan agar semua data yang terkumpul sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai karakter kejujuran di SMP Negeri 2 Wewewa Barat adalah kunci terpenting untuk terciptanya karakter jujur siswa siswi dengan adanya penanaman nilai karakter jujur akan membina sikap siswa untuk berkata jujur sesuai dengan faktanya. Nilai karakter kejujuran ini merupakan syarat mutlak untuk membangun karakter jujur siswa siswi dan menjamin hubungan baik antara sesame siswa siswi dalam lingkungan sekolah. Dengan penanaman nilai karakter kejujuran pada siswa siswi tentunya guru menemui kendala atau hambatan seperti: sikap siswa tidak mau mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya, sikap acuh tak acuh, masa bodoh, dan sikap egois, dari dalam diri siswa serta rendahnya kesadaran siswa dalam menjalankan segala peraturan sekolah yang berlaku sehingga masih ada siswa siswi yang sulit diatur. Oleh karena itu guru melakukan upaya upaya agar penanaman nilai karakter kejujuran dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Upaya penanaman nilai karakter kejujuran yang dilakukan oleh guru dan siswa adalah melakukan doa rutin sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru memberikan arahan kepada siswa siswi untuk bersikap jujur terhadap sesame teman. Ketika ada siswa melakukan perbuatan yang jujur maka guru akan memberikan apresiasi atau lebih bagusnya lagi dengan memberikan siswa tersebut suatu penghargaan. Hal tersebut akan menyiratkan dalam diri siswa bahwa sikap jujur sangat penting dan akan selalu dihargai.
MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI HAPPO ANA (SYUKURAN KELAHIRAN) MENURUT KEPERCAYAAN JINGITIU DI KELURAHAN LIMAGGU KABUPATEN SABU RAIJUA Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1893.337 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini ialah (1) Bagaimana proses pelaksanaan Tradisi Happo Ana (syukuran kelahiran) menurut kepercayaan Jingitiu di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua (2) Apa makna simbolik yang terkandung dalam proses pelaksanaan Tradisi Happo Ana (syukran kelahiran) menurut kepercayaan Jingitiu di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua (3) Bagaimana pandangan Masyarakat Jingitiu tentang Tradisi (syukuran Kelahiran) di Kelurahan Limaggu) Kabupaten Sabu Raijua. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan tahapan Tradisi Happo Ana (syukuran kelahiran) menurut kepercayan Jingitiu di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua (2) Mendeskripsikan makna Simbolik dari tradisi Upacara Happo Ana (syukuran Kelahiran) di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua (3) Mendeskripsikan pandangan Masyarakat Jingitiu tentang Tradisi Happo Ana (syukuran kelahiran) di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu Data Primer yang didapat langsung dari informan melalui wawancara dan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Kelurahan. Teknik yang digunakan yakni Teknik wawancara dan dokumentasi dengan tujuan untuk pengumpulan data. Penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan Tradisi Happo Ana (syukuran kelahiran) menurut kepercayaan Jingitiu di Kelurahan Limaggu Kabupaten Sabu Raijua melalui beberapa Tahapan yakni: (1) Lekku Rukeli (2) Ette Ehu (Pemotongan Tali Pusar) (3) Perrete Ehu (Penggantungan Tali Pusar) (4) Pehuni Ngara (Pemberian Nama) (5) Kiju Rukematu (Penancapan Rukematu) (6) Tebbu Badha (Pesta syukuran) (7) Warru Daba (pada bulan ke-5 akan diadakan pembaptisan secara adat) (8) Pe Jiu Ai (Permandian sang anak). Makna yang terkadung dari Tradisi Happo Ana ialah sebagai bukti ungkapan rasa syukur kepada Deo Ama (Tuhan Allah) karena anak tersebut telah lahir dengan selamat dan untuk pengakuan sebagai bagian dari masyarakat Suku Sabu dan juga dalam tiap prosesnya memiliki makna-makna tersendiri. Pandangan Masyarakat Jingtiu tentang tradisi ini yakni sebagai sebuah acara penyambutan atas kelahiran sang bayi karena Suku Sabu menganggap bahwa anak ini merupakan titipan dari Tuhan. Keywords Tradisi Happo Ana (syukuran Kelahiran), Jingitiu