Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Teknik Interviu dalam Inkonsistensi Pembelajaran Daring Terhadap Mahasiswa Universitas Airlangga (Kajian Linguistik Forensik) Yopi Lutfi Subargo; Yarno Yarno; Prakrisno Satrio
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2022): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v9i2.7057

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik interviu sehingga diperoleh jawaban objektif tentang sumber masalah pembelajaran yang terjadi pada kelas daring. Jenis penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan lingustik forensik untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya melalui interviu, didukung teori pragmatik yaitu kajian implikatur. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas MKWU Universitas Airlangga kelas D.2-9, semester satu 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan responsif kepada seluruh mahasiswa saat kelas daring. Bersamaan dengan itu, diamati perilaku belajar mahasiswa selama sepuluh kali pertemuan. Data diperoleh dari portal E-Learning Hebat Unair pada akun dosen. Data dianalisis dengan teknik induktif dan berlangsung tiga tahap. Proses analisis itu mencakup 1) reduksi data, 2) sajian data, dan 3) verifikasi data. Intervieu dilakukan terhadap mahasiswa yang terduga inkonsisten selama pembelajaran daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan perilaku belajar saat pembelajaran daring: 1) inkonsistensi mahasiswa saat pembelajaran daring, seperti mahasiswa tidak responsif di dalam kelas, kamera dan audio selalu dimatikan selama pertemuan kelas zoom meeting, pengumpulan tugas terlambat; 2) informasi diperoleh dari interviu mahasiswa menggunakan implikatur percakapan tanpa ada paksaan dan tekanan; 3) masalah kesehatan mental mahasiswa bersumber dari kebosanan, stres belajar di rumah, stagnasi, bingung, keinginan mengekspesikan diri, dan kebutuhan bersosialisasi. Kata Kunci: implikatur, inkonsistensi, interviu, linguistik forensik, pragmatik
INISIASI PKBM DAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN KREATIF UNTUK MEMUTUS RANTAI KERENTANAN ANAK JALANAN DI SENGGURUH Hayani, Hayani; Satrio, Prakrisno; Siwi, Tri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33831

Abstract

ABSTRAKPengabdian ini berfokus pada inisiasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan pelatihan kewirausahaan kreatif bagi anak seni serta anak jalanan di Desa Sengguruh, Kepanjen, Malang. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses pendidikan non-formal dan minimnya keterampilan praktis untuk kemandirian, khususnya di kalangan anak-anak rentan. Tujuan kegiatan ini adalah pemberdayaan anak jalanan melalui penggalian bakat seni, peningkatan keterampilan dan pengetahuan kewirausahaan sehingga anak jalanan dapat mandiri secara ekonomi dan sejahtera. Metode pelaksanaan PKM adalah dengan koordinasi mitra, pelaksanaan kegiatan, penerapan tekhnologi dan evaluasi. Pada pelaksanaan kegiatan meliputi pembelian peralatan musik, tari, dan lukis untuk menunjang proses pembelajaran seni. Selanjutnya, diadakan pelatihan untuk 5 orang calon guru dimasing -masing bidang seni dan pelatihan kewirausahaan untuk 15 orang anak jalanan yang akan menjadi siswa PKBM. Inti program pelatihan kewirausahaan kreatif adalah membekali anak-anak jalanan dengan keterampilan menghasilkan karya bernilai ekonomi. Untuk mempromosikan hasil karya dan meningkatkan kepercayaan diri, diselenggarakan pameran karya dan pertunjukan seni. PKM ini dilaksanakan mulai bulan Juli – Oktober 2025. Hasil kegiatan ditunjukkan dengan peningkatan jumlah dan kualitas karya seni yang dihasilkan. Antusiasme yang tinggi terlihat dari keterlibatan anak-anak jalanan ketika pelatihan berlangsung serta keseriusan sehingga hasil mulai tampak dan potensi nyata untuk menghasilkan produk kreatif setelah pelaksanaan pelatihan berlangsung. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian, mengurangi kerentanan, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak jalanan di Desa Sengguruh.Kata kunci: PKBM; Kewirausahaan; Anak Seni dan anak JalananABSTRACTThis community service project focuses on the initiation of a Community Learning Center (PKBM) and creative entrepreneurship training for young artists and street children in Sengguruh Village, Kepanjen, Malang. The main problem is the limited access to non-formal education and a lack of practical skills for self-reliance, especially among vulnerable children. The purpose of this activity is to empower street children through the exploration of artistic talents, improving entrepreneurial skills and knowledge so that street children can be economically independent and prosperous. The PKM implementation method is through partner coordination, activity implementation, technology application and evaluation. The implementation of activities includes the purchase of music, dance, and painting equipment to support the art learning process. Furthermore, training was held for 5 prospective teachers in each art field and entrepreneurship training for 15 street children who will become PKBM students. The core of the creative entrepreneurship training program is to equip street children with skills to produce works of economic value. To promote the work and increase self-confidence, exhibitions and art performances were held. This PKM was implemented from July to October 2025. The results of the activity were shown by an increase in the number and quality of artwork produced. The high level of enthusiasm and commitment shown by the street children during the training demonstrated a strong commitment, demonstrating the potential for creative products and the potential to produce them after the training. This initiative is expected to increase independence, reduce vulnerability, and open up opportunities for a brighter future for street children in Sengguruh Village.Keywords: PKBM, Entrepreneurship , Young Artist and Street Childrean
Parenting style and students’ happiness in China Satrio, Prakrisno; Wu, Lin; Cheng, Chen; Qian, Kuang; Ho, Yi Ming; Prihadi, Kususanto Ditto
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 1: February 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i1.20878

Abstract

This study examined the dynamic between perceived authoritarian parenting style (PAPS), and subjective wellbeing (SWB) among purposively recruited 423 college students in China. Expectancy value beliefs (EVB), fear of failure (FOF), and competitiveness were taken as mediators. The data were analyzed using Bootstrap method of 5000 sample and 95% confidence interval. The results revealed a significant negative total effect of PAPS on SWB. Additionally, two indirect paths were found to be significant: the mediation of FOF (Path 2) and the serial mediation of FOF and competitiveness (Path 6). These findings suggest that the perception of authoritarian parenting style is a negative predictor of students' happiness, and that FOF and competitiveness played important mediating roles in this relationship. These findings have important implications for educators, parents, and policymakers who aim to promote positive academic and personal outcomes for college students. The results suggest the need for interventions that address the negative impact of PAPS on students' wellbeing, and the importance of fostering positive beliefs about the value of education and academic achievement, as well as reducing FOF and promoting healthy competition.
Pendampingan Produktifitas Cetak Topeng serta Workshop Technopreneurship pada komunitas Anak Wayang Satrio, Prakrisno; Agustina, Tri Siwi; Febriyati, Nur Ahlina
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v5i2.5668

Abstract

Seni lukis topeng Malangan merupakan salah satu seni rupa yang menitikberatkan pada perpaduan antara ide, konsep, dan tema yang bersifat spiritual (ideoplastik) dan fisikoplastik yang merupakan unsur rupa. Dewasa ini, seni topeng Malangan telah merambah ke seni rupa kontemporer yang semakin diminati oleh generasi muda. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat, mereka secara mandiri membuat topeng secara manual dan menjualnya melalui media sosial. Tim PMP merumuskan permasalahan berupa keterbatasan peralatan untuk produksi topeng yang cepat dan berkualitas, serta pemasaran secara daring yang belum optimal. Untuk membantu meningkatkan ekonomi kreatif, komunitas anak wayang sepakat merencanakan berbagai solusi bersama tim PMP. 1. Penyediaan peralatan dan bahan pendukung untuk mempercepat produksi topeng dan meningkatkan akurasi. 2. Penyediaan sarana prasarana untuk menciptakan inovasi berupa kaos dengan desain menarik dan berbagai cenderamata lainnya. 3. Pelatihan teknopreneurship untuk memamerkan inovasi teknologi. Tujuan dari program PMP ini adalah transfer ilmu dan transfer keterampilan, sehingga diharapkan partisipasi aktif (70%) dan tingkat pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Output dari PMP ini adalah jurnal ISSN, publikasi media daring, peningkatan penjualan, video youtube, dan hak kekayaan intelektual. Selama menjalankan program, para mitra menyediakan tempat dan aktif dalam pelatihan teknopreneurship serta perawatan peralatan pendukung produksi masker.
Perbedaan Identitas Sosial antara Anggota Kelompok Reog Ponorogo dengan Anggota Kelompok Reog di luar Kota Ponorogo Baharuddin, Fahyuni; Rachma, Eva Nur; Satrio, Prakrisno
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 1 (2020): February
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i1.203

Abstract

Indonesian original art is very diverse. One of them is Reog art which is an original art from the city of Ponorogo. The perpetrators of this traditional art then migrated throughout Indonesia by bringing the Reog art culture. Some cities that become their destinations include: Jember, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Palembang, South Sumatra, and Jakarta. Reog has the characteristics carried out communally, a combination of dance, sports, gamelan music and poetry. This study aims to see whether there are differences in social identity between members of the Reog Ponorogo group and members of the Reog group outside the city of Ponorogo. Social identity theory is related to a sense of connectedness, caring, proud; derived from one's knowledge in various categories of social membership with other members, even without the need to have a close personal relationship. (Hogg, 2006). Data is collected on a scale based on the concept of social identity from Ellemers (1999). The research subjects were 30 members of the Reog group in Ponorogo and 30 members of the Reog group outside the city of Ponorogo. Then the data collected was analyzed using the t test method. Statistical analysis showed that there were differences in social identity between members of the Reog Ponorogo group and members of the Reog group outside the city of Ponorogo.
Pilihan Merk Kosmetik dan Kebangsaan : Studi mengenai minat beli Kosmetik dan Identitas Sosial pada Mahasiswa Satrio, Prakrisno; Baharuddin, Fahyuni; Rachmah, Eva Noer; Nurriyanti, Dewi
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 2 (2020): July
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i1.320

Abstract

Abstrak Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budayanya, keanekaragaman budaya ini sekaligus menjadi aset penting bagi bangsa Indonesia, namun di era globalisasi saat ini banyak kebudayaan luar negeri yang masuk kedalam Indonesia, masuknya budaya luar saat ini bisa saja menjadi pengaruh buruk bagi generasi muda Indonesia padahal generasi muda merupakan harapan dalam membangun bangsa ini dimasa depan. Menghargai dan mencintai produk dalam negeri merupakan salah satu wujud nyata dari rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh seseorang kepada bangsa dan negaranya. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap adakah hubungan identitas sosial dengan minat beli produk dalam negeri ? Sampel yang dilibatkan adalah sejumlah 146 mahasiswa yang sudah dibekali wawasan kebangsaan. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa skala yaitu skala Identitas Sosial berdasar teori dari Tajfel (dalam Andriyani 2019) serta minat beli berdasar teori dari Kotler (2008). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Diperoleh nilai r = 0,282 dengan sig. (p) = 0,001 (p < 0,05) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut Hal ini berarti semakin tinggi identitas sosialnya maka semakin tinggi minat beli kosmetik produk dalam negeri, demikian sebaliknya semakin rendah identitas sosialnya maka semakin rendah minat beli kosmetik produk dalam negeri. Kata Kunci: Identitas Sosial, Minat Beli, Kebangsaan, Kosmetik