Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Modul Manajemen Konseling untuk Mengatasi Kecemasan pada Anak Usia Sekolah Dasar Khaira, Rizka; Husen, M.; Rosita, Dara
Jurnal Suloh Vol 7, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i2.25514

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan gangguan dimana siswa merasa khawatir dengan sesuatu yang dianggap mengancam dan dapat membahayakan dirinya. Penyebab kecemasan sederhana yang sering dirasakan siswa seperti ketidaksamaan peraturan di sekolah dan di rumah. Hal-hal sederhana ini merupakan bentuk kecemasan sederhana yang apabila tidak segera ditangani dan diberikan pengertian lebih lanjut, maka siswa akan mengalami gangguan kecemasan yang lebih serius. Penanganan gangguan kecemasan pada siswa dapat dilakukan dengan memberikan instrumen identifikasi yang dapat mengukur tingkat kecemasan yang sedang dirasakan oleh siswa. Salah satu instrumen yang dapat digunakan adalah modul manajemen kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yaitu modul manajemen kecemasan pada anak usia sekolah dasar yang dapat digunakan oleh tenaga pendidik sebagai bahan ajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan research and development (RD). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi dan ahli media. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Validasi produk dilakukan kepada satu orang ahli media dan satu orang ahli materi yang menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak dan dari aspek media menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak. Modul ini selanjutnya dapat digunakan oleh guru BK atau pendidik lain di sekolah dasar untuk membantu siswa mengelola kecemasannya.
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Pengentasan Stress Beban Kerja di Sekolah Septian, Muhammad Rizki; Bahri, Syaiful; Rosita, Dara
Jurnal Suloh Vol 8, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v8i1.32696

Abstract

Strategi pengentasan stres beban kerja merupakan kemampuan menggunakan sumber dayasecara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon) terhadap beban kerja. Stres beban kerja disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan kerja yang negatif seperti konflik peran, kekaburan peran dan beban kerja yang berlebihan sehingga menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stres beban kerja Guru BK dan strategi Guru BK dalam pengentasan stres beban kerja di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru BK di SMAN Banda Aceh dan Guru BK di SMPN Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres beban kerja yang dialami oleh Guru BK disebabkan jumlah siswa yang ditangani melebihi dari batas yang seharusnya ditangani oleh 1 orang Guru BK, adanya perbedaan pendapat dengan orangtua siswa ketika melakukan bimbingan serta adanya tugas ganda yang dilakukan oleh Guru BK seperti tugas jadi bendahara. Strategi Guru BK dalam pengentasan stres beban kerja yaitu membuat skala prioritas dan menyelesaikan permasalahan secara langsung. Ada juga yang memilih strategi menunda menghadapi beban kerja dalam artian istirahat sejenak, jalan-jalan (refresing) baik sendiri maupun dengan keluarga, melakukan keterampilan seperti memasak, menulis, menonton, berolahraga, termasuk juga menjalankan ibadah, hal tersebut merupakan cara terampuh yang dilakukan Guru BK dalam pengentasan stres beban kerja.Abstract Workload stress alleviation strategies are the ability to use resources effectively to overcome mental and emotional disturbances or chaos arising from responses (responses) to workload. Workload stress is caused by negative work environment factors such as role conflict, role confusion, and excessive workload that cause stress. This study aims to describe the workload stress of counseling teachers and counseling teachers' strategies for alleviating workload stress at school. This research uses a qualitative descriptive approach. The subjects in this study were counseling teachers at Banda Aceh State Senior High School and counseling teachers at Banda Aceh State Junior High School. Data collection techniques in this study used in-depth interview techniques. Data analysis techniques are reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the workload stress experienced by the counseling teacher is due to the number of students handled exceeding the limit that one counseling teacher should take; there are differences of opinion between the parents of students when conducting guidance and the existence of double duties performed by the counseling teacher such as the task of being a treasurer. The counseling teachers' strategy for alleviating workload stress is prioritizing and solving problems directly. Some choose the strategy of delaying the workload in the sense of taking a short break, traveling (refreshing) both alone and with family, and doing skills such as cooking, writing, watching, exercising, including practicing worship; this is the most effective way done by BK teachers in alleviating workload stress.
TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI YAYASAN PERMATA ACEH MULIA (YPAM) Nufusi, Hayyatun; Nurbaity, Nurbaity; Rosita, Dara
Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v10i1.22985

Abstract

Abstract: This Study aims to describe therapy efforts at the Permata Aceh Mulia Foundation (YPAM) in guiding Special Needs Children. This study is a qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation. The research subjects are a school principal, two teachers/therapists, and two parents/guardians. The results of the research focus on five main indicators: initial observation, individual learning/handling planning, implementation of individual learning/handling plans, activity implementation monitoring, and final evaluation. Based on the research results, initial observations involving parents and teachers help plan interventions. Teachers develop individual learning plans, involving parents, and implement holistic strategies. The implementation of plans focuses on preparation, training, and ongoing evaluation, with teachers/therapists utilizing technology. Monitoring involves teacher-parent cooperation, logbooks, principal observations, and therapy videos. Final evaluation involves aspects of child development, teacher performance, and parental participation, reflecting positively on the school's reputation. These findings depict a comprehensive approach to supporting SNC in YPAM Early Childhood Education. This research has practical implications in the development of inclusive strategies for special needs children. Conceptually, these findings reinforce the importance of initial observation, individual learning planning, and continuous monitoring.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya terapi di Yayasan Permata Aceh Mulia (YPAM) dalam membimbing Anak Berkebutuhan Khusus. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang kepala sekolah, dua orang guru/terapis dan dua orang wali murid. Hasil penelitian fokus pada lima indikator utama: observasi awal, perencanaan pembelajaran/penanganan individu, pelaksanaan rencana pembelajaran/penanganan individu, monitoring pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi akhir berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Observasi awal melibatkan orangtua dan guru, membantu merencanakan intervensi. Guru menyusun rencana pembelajaran individu, melibatkan orang tua, dan menerapkan strategi holistik. Pelaksanaan rencana terfokus pada persiapan, pelatihan, dan evaluasi berkelanjutan, dengan guru/terapis melibatkan teknologi. Monitoring melibatkan kerjasama guru-orang tua, buku laporan, observasi kepala sekolah, dan video terapi. Evaluasi akhir melibatkan aspek perkembangan anak, kinerja guru, dan partisipasi orang tua, mencerminkan dampak positif pada reputasi sekolah. Temuan ini menggambarkan pendekatan komprehensif untuk mendukung ABK di PAUD YPAM. Penelitian ini memiliki implikasi praktis dalam pengembangan strategi inklusif untuk anak berkebutuhan khusus. Secara konseptual, temuan ini memperkuat pentingnya observasi awal, perencanaan pembelajaran individual, dan monitoring terus-menerus.