Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Intervensi Perilaku Jajan Sehat terhadap Pencegahan Anemia Gizi pada Anak Usia Sekolah Dasar di Kota Makassar Sudarman, Sumardi; J. Hadi, Anto; Manggabarani, Saskiyanto; Ishak, Syamsopyan
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1: JUNE 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.812 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i1.1143

Abstract

Prevalensi anemia gizi besi pada anak Sekolah Dasar sebagian besar disebabkan kekurangan zat besi dalam makanan. Akibat nyata dari anemia gizi terhadap kualitas sumber daya manusia tergambar pada penurunan prestasi belajar anak sekolah dasar.Tujuan penelitian ini adalah menilai besar perubahan perilaku jajan sehat sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Kota Makassar pada tahun 2019. Desain Quasy Eksperiment melalui pretest-post-test with control group design. Sampel adalah anak anemia pada Sekolah Dasar dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Intervensi penelitian selama 3 bulan dengan pemberian modul perilaku jajan sehat dan leflet, setiap bulan dilakukan pemantauan anak menggunakan Food Recall modifikasi, kuesioner, dan penilaian anemia dengan Cyanmethemoglobin. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan Independent t-test, Mann-Whitney test dan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan jajan (p=0,000), sikap jajan (p=0,000), tindakan jajan (p=0,000) bermakna terhadap perilaku pencegahan anemia. Kesimpulan diperoleh bahwa ada perbedaan perilaku jajan setelah intervensi pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Perubahan perilaku jajan lebih tinggi pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Disarankan pihak sekolah perlu melakukan upaya promotif – preventif terhadap kejadian anemia melalui program usaha kesehatan sekolah.
PENGARUH PROGRAM FAMILY NUTRITION EDUCATION TERHADAP POLA ASUH ANAK DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Ishak, Syamsopyan; Dewanti, Ritma; Dahro, Ahmad; Hadi, Anto J; Rate, Suherman
Jurnal Dunia Gizi Vol 6, No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v6i2.5928

Abstract

Pendahuluan; Masalah gizi sering mendapatkan perhatian di sebagian negara berkembang terutama stunting pada balita. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan karena kurangnya gizi yang bersifat kronis sehingga tinggi badan kurang pada usianya. Intervensi gizi merupakan salah satu bukti keberhasilan kegiatan yang dapat meningkatkan status gizi. Tujuan; Penelitian ini untuk mengukur pengaruh intervensi program family nutrition education (famon-ed) sebagai pola asuh anak dalam upaya pencegahan stunting. Metode; Pendekatan penelitian ini menggunakan quasi experiment, yaitu pre-test and post-test dengan control group design. Kolompok pada penelitian ini terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi diberikan perlakukan intervensi family nutrition education (famon-ed) dengan media leaflet dan pada kelompok kontrol hanya diberikan leaflet saja. Masing-masing kelompok dilakukan pemantauan sebanyak 12 kali dengan frekuensi pemantauan 7 hari sekali selama 3 bulan sebelum dilakukan post-test. Data dianalisis berdasarkan kelompok menggunakan uji parametrik dependent t-test atau non parametrik wilcoxon. Hasil; Ada perbedaan pengetahuan, sikap, dan praktik gizi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan gizi pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol juga ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan gizi, tetapi tidak ada perbedaan pada sikap dan praktik gizi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan gizi. Kesimpulan; Program family nutrition education (famon-ed) menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap pola asuh anak. Sehingga program ini dapat menjadi salah satu upaya pencegahan stunting dalam pemberian makan.
Hubungan Kadar HB dan Junk Food dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Herman, Hernianti; Dewanti, Ritma; Ishak, Syamsopyan; Rate, Suherman; Dewi, Apiska Prima
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v14i2.157

Abstract

Background; Dysmenorrhea is a problem that occurs in women of reproductive age which has an impact on reducing women's productivity and quality of life, such as absence from school, activity restrictions, decreased academic performance, sleep disorders, mood disorders. Purpose; This research was to determine the relationship between hemoglobin levels and junk food with the incidence of dysmenorrhea in female girls. Methods: ; This research was conducted at STIKES Adila Bandar Lampung with 30 female respondents from the Undergraduate Nutrition Study Program. Data collection was carried out by checking hemoglobin levels, frequency of consumption of junk food and desminorrhea levels. Results: Based on the Pearson Correlation test, the research results show hemoglobin levels with a p value of 0.442 > 0.05 with a Pearson correlation value of -0.146 and the junk food variable with a p value of 0.012 < 0.05 with a Pearson correlation value of 0.451. Conclusion So it can be concluded that there is no clear linear relationship between hemoglobin levels and the incidence of dysmenorrhea, but there is a positive linear correlation between consumption of junk food and the incidence of dysmenorrhea.
Brownies Pisang Sebagai Pangan Funsional Pencegahan Masalah Gizi Pada Ibu Hamil Rate, Suherman; Ishak, Syamsopyan; Dewanti, Ritma; Dewi, Apiska Prima
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Ilmu kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v14i1.151

Abstract

Background: bananas can be used as an alternative staple food because of their high carbohydrate content. Objective: This research aims to find a formulation for making brownies from banana flour and analyze its acceptability and nutritional content. Methods: This research uses a laboratory experimental method with diversified treatment of banana flour in brownies to produce this most preferred product using a hedonic test, then a proximate analysis test is carried out on each sample compared with the control. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) method with three repetitions in testing the nutritional content. Results: there is an effect of nutrition education on nutritional knowledge in female adolescents with p = 0.000. Conclusion: There is a significant difference in treatments F1, F2, F3, and F4 with banana flour substitution. There were real differences in the treatment of F1, F2, F3, and F4 on water content, ash content, protein content, fat content, crude fiber content, and carbohydrate content in brownies with banana flour substituted. The potential for banana flour to become a functional food raw material is very high.
Analisis Hubungan Pola Asuh Anak Dengan Stunting Pada Balita Ishak, Syamsopyan; Rate, Suherman; Dewanti, Ritma; Dahro, Ahmad
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Ilmu kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54444/jik.v14i1.152

Abstract

Background: Stunting describes a chronic malnutrition status during growth and development since early life. Toddlerhood is a period that is very sensitive to the environment so that more attention is needed, especially nutritional adequacy. Methods: ; The type of research used is quantitative descriptive with a Cross Sectional Study approach. The sample in this study was some toddlers with a purposive sampling technique of 94 toddlers. Results: The results of the study showed that knowledge with a p value (0.008), attitude p (0.004) and action p (0.001) were variables related to stunting in toddlers and the results of the statistical analysis of the logistic regression test on three variables, knowledge was the most dominant variable with stunting in toddlers with an Exp value (B) = 0.248. Conclusion: Knowledge of parenting patterns is the most dominant variable with stunting in toddlers.
Pemberdayaan Karang Taruna menjadi Sentra Produksi Tepung Pisang Berbasis Ekonomi Kerakyatan Rate, Suherman; Dewanti, Ritma; Dahro, Ahmad; Ishak, Syamsopyan; Rinjani, Margareta
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3354

Abstract

The regional economy can improve if existing local potential can be developed optimally. The implementation of this community service is training in skills to make banana flour and then process it into food products that are expected to have economic value. The partner in this program is the Tanjung Agung Village Youth Organization which has 25 members. The results of the implementation of Community Service, of the 25 youth organizations who took part in the training, before the training was carried out, all participants did not know the process of making banana flour and processed banana flour products. However, after the training was carried out, all participants were able to know how to make banana flour and processed banana flour products. The conclusion of this Community Service is that implementation is by external targets where there are changes in skills after training is carried out.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Berdikari Tanjung Lom Dalam Hilirisasi Tepung Pisang Berbasis Ekonomi Hijau Rate, Suherman; Dewanti, Ritma; Herman, Hernianti; Dahro, Ahmad; Hadi, Anto J; Ishak, Syamsopyan
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i4.4913

Abstract

Downstreaming of local food ingredients such as bananas is still not widely encouraged, even though bananas are a fruit rich in vitamins and minerals. Based on interviews with partners conducted by the STIKES Adila service team, it is known that the local potential of Tanjung Agung village has not been utilized optimally due to a lack of knowledge. Because of this, community service is carried out in making banana flour and downstreaming processed banana flour products. Implementing this community service is training in making banana flour and downstream products from banana flour. Based on the results of community service activities, the Tanjung Lom Independent Women group experienced increased knowledge and skills in making banana flour and processed products using banana flour. The output obtained from this community service activity is that the participants can have the skills to make banana flour. The follow-up to this activity is that the Women's group develops skills which are the basis for the formation of Micro, Small and Medium Enterprises thereby improving the economy in Tanjung Agung Village.
Peran SUBER (Suami Bergerak) Dalam Pencegahan Stunting di 1000 Hari Pertama Kehidupan Rnjani, Margareta; Xanda, Adhesty Novita; Ishak, Syamsopyan; Safitri, Oktaria
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1154

Abstract

Secara global, saat ini diperkirakan bahwa kasus stunting dan wasting masih terjadi peningkatan.Tanpa adanya tindakan yang cukup dan tepat waktu, jumlah anak stunting diprediksi akan meningkat sebanyak 15% atau sekitar 7 juta anak di seluruh dunia. Kejadian balita pendek (stunting) merupakan salah satu masalah gizi yang dialami lebih dari setengah balita stunting di dunia berasal dari Asia (55 persen) sedangkan lebih dari sepertiganya (39%) tinggal di Afrika. Indonesia termasuk dalam urutan tertinggi kasus stunting dengan prevalensi 37,2% dibandingkan negara-negara tetangga lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui factor suami dalam pemeberian asi ekslusif dalam pencegahan stunting. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, Populasi adalah seluruh ibu yg mempunyai bayi dan baduta dari umur 0-24 bulan yang berkunjung di PMB Ketut Dani berjumlah 94 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakn purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eklusi sebanyak 89 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan suami sangat pengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif, salah satu bentuk dukungan suami yaitu dukungan informasional, instrumental, penilaian, dan emosional. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami terhadap istri dalam pemberian ASI eksklusif yaitu dengan p-value 0,000 ≤ 0,028. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menurunkan kejadian stunting di Indonesia.
Karakteristik Biskuit Berbahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Tepung Pisang (Musa paradisiaca) Rate, Suherman; Ishak, Syamsopyan; Sutriningsih, Sutriningsih; Safitri, Oktaria; Dewanti, Ritma; Herman, Hernianti; Dewi, Afiska Prima; Hadi, Anto J.
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1255

Abstract

Produk biskuit yang berkualitas tentunya tidak hanya sekedar produk dengan rasa yang enak, namun juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula pembuatan biskuit terbaik berdasarkan hasil uji organoleptik, kemudian menganalisis kandungan gizi pada biskuit tersebut antara lain protein, kalsium dan zat besi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan perlakuan substitusi tepung daun kelor dan tepung pisang pada biskuit dengan perbandingan formulasi tepung terigu, tepung daun kelor dan tepung pisang dengan 5 perlakuan yaitu F1 : Biskuit sebagai kontrol, F2 : Biskuit dengan perbandingan 80% : 5 % : 15% , F3 : Biskuit dengan perbandingan 70% : 10% : 20%, F4 : Biskuit dengan perbandingan 60% : 15% : 25% , F5 : Biskuit dengan perbandingan perbandingan 50% : 20% : 30%. Observasi dilakukan dengan menganalisis penerimaan panelis terhadap tekstur, aroma, warna, dan rasa, serta uji analisis kandungan kadar protein, kalsium, dan zat besi pada biskuit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit yang memiliki nilai organolaptik tekstur, aroma, warna, dan rasa tertinggi adalah pada perlakuan F1, F1, F1, dan F1, sedangkan nilai organoleptik terendah pada pengujian adalah perlakuan F3 dan F5. , masing-masing. , F5, F5, dan F5. Kandungan kalsium, protein dan zat besi tertinggi masing-masing terdapat pada perlakuan F4, F5 dan F5. Berdasarkan penelitian tersebut, daun kelor berpotensi untuk dijadikan bahan pembuatan biskuit dengan penambahan tepung pisang.