Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Acceptance and Commitment Therapy on Self-Efficacy Santri Faizah, Imamatul; Hasina, Siti Nur; Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Putri, Rahmadaniar Aditya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3238

Abstract

Low Self-Efficacy is a problem for every new santri who lives in Islamic boarding schools. Acceptance and commitment therapy (ACT) is an empirical therapy that aims to increase psychological flexibility as a basis for handling self-acceptance, self-awareness and self-efficacy in psychotherapy. Objective: The aim of this study was to analyze the effect of acceptance and commitment therapy on self-efficacy of new santri. Methods: This study was designed as a quasi-experimental with a pre-test and post-test control group or a non-equivalent control group. The sampling technique in this study was purposive sampling with 22 treatment group respondents and 22 control group respondents. The variables are acceptance and commitment therapy as independent variables and self-efficacy as dependent variable. This study used the General Self-Efficacy Scale (GSES) instrument which has been adapted to Indonesian. The statistical test used t-test with α ≤ 0.05. Results: The treatment group showed a difference in the average value of self-efficacy between before and after participating in acceptance and commitment therapy as the results of paired sample t test obtained a value of p = 0.000 in treatment group and p = 0.197 in control group. Conclusion: Acceptance and commitment therapy has an effect on self-efficacy of new santri at Islamic Boarding School of Daruttaqwa Gresik. ACT can be used as an alternative of nursing interventions especially in islamic boarding schools.
The Relationship between HIV Human Immunodeficiency Virus and the Incidence of Tuberculosis (TB) Misutarno, Misutarno; Hasina, Siti Nur; Shodiq, M.; Khamida, Khamida; Putri, Rahmadaniar Aditya
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3857

Abstract

HIV and Tuberculosis are a deadly combination, these two diseases accelerate the development of each other. The combination of these two infectious diseases influences each other in all aspects of the disease. Objective to determine the relationship between HIV (Human immunodeficiency virus) and the incidence of tuberculosis. Method: to determine the relationship between HIV (Human immunodeficiency virus) and the incidence of tuberculosis. Research methods : The research design used was analytical observational with a cross sectional approach. The population in this study were all HIV sufferers who were undergoing inpatient treatment in the UPIPI Room at Dr. RSUD. Soetomo. The sampling technique uses total sampling. The independent variable in this study is HIV sufferers. The dependent variable in this study is the incidence of tuberculosis. Data analysis used the Spearman Rank test with significance <0.05. Result : The research design used was observational analytics with a cross sectional approach. The population in this study were all HIV sufferers who were undergoing inpatient treatment in the UPIPI Room at Dr. RSUD. Soetomo. The sampling technique uses total sampling. The independent variable in this research is HIV sufferers. The dependent variable in this research is the incidence of tuberculosis. Data analysis using the Rank Spearman test with significance <0.05. Conclusions : Tuberculosis infection in HIV patients is closely related to a decrease in the immune system. As the stage of HIV increases, the body's immune system will decrease, so this can increase the risk of opportunistic infection with tuberculosis. The best way to prevent opportunistic infections is to avoid exposing HIV-infected people to tuberculosis.
PENGUATAN KAPASITAS SANTRIWATI DALAM MENGATASI PENYAKIT MENULAR DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Putri, Rahmadaniar Aditya; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Muhith, Abdul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26513

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu yang kerap sekali menjadi lokasi penularan penyakit akibat padatnya santri yang bermukim. Padatnya aktivitas santri dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran santri dalam perilaku kesehatan, menyebabkan santri mudah tertular penyakit. Penguatan kapasistas santri dalam mengpenyatasi akit menular melalui edukasi kesehatan untuk membantu santri dalam memecahkan masalah, menangani, mencegah, dan memutus rantai penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas santri melalui edukasi yang diberikan dan mampu membantu menjaga kesehatan individu ataupun kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang penyakit menular menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan bantuan media edukasi microsoft power point, Buku Panduan Penyakit Menular, dan lembar kuesioner pre test-post test. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya. Hasil edukasi penyakit menular di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya, sebesar 27,6% santri cukup memahami tentang penyakit menular, sedangkan 72,4%% santri memahami dengan baik bagaimana penanganan dan pencegahan penyakit menular. Setelah dilakukan edukasi, tingkat pemahaman santri tentang penyakit menular meningkat menjadi 96,5% baik, dan 3,5% masih cukup memahami tentang edukasi yang diberikan. Terdapat perbedaan dampak perlakuan antara edukasi penyakit menular sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan.
PELATIHAN PENGOLOLAHAN MAKANAN DENGAN 3J SEBAGAI UPAYA KURATIF PADA PENDERITA DM Rohmawati, Riska; Muhith, Abdul; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Hasina, Siti Nur; Putri, Rahmadaniar Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30453

Abstract

Perubahan msyarakat dari kehidupan agraris ke masyarakat modern memperikan dampak terhadap lifestyle yang dapat memicu terjadinya beberapa penyakit, diantaranya adalah Diabetes Melitus (DM). Adanya fast food mendorong masyarakat mengkonsumsi makanan secara berlebih dan kurangnya aktivitas menyebabkan prevalensi DM menjadi tinggi. Salah satu model manajemen diet yang digunakan pada pasien diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar gula darah adalah model 3 J. Setelah dilakukan pelatihan diketahui gula darah pasien diabetes mengalami penurunan sebesar 80 mg/dl, rata-rata gula darah sebelum olahraga sebesar 290 mg/dl dan mengalami penurunan sebesar 200 mg/dl. Selain itu, pengetahuan pasien dalam mengatur pola makan 3J meningkat rata-rata 40-78 poin. Pelatihan penerapan pola makan 3J bagi penderita diabetes memotivasi mereka untuk menyesuaikan kebiasaan makan, jadwal makan yang tepat dan porsi makanan yang sehat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.
PENGUATAN PENGETAHUAN SPIRITUAL CARE DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PENDERITA DIABETES MELLITUS Hasina, Siti Nur; Shodiq, M.; Misutarno, Misutarno; Putri, Rahmadaniar Aditya; Noventi, Iis; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32066

Abstract

Pasien yang hidup dengan diabetes mengalami gangguan kejiwaan yang terjadi bersamaan, seperti depresi, dapat menghambat pengelolaan diabetes dengan menurunkan kepatuhan pengobatan. Meskipun diabetes dapat dikelola melalui pengobatan dan modifikasi gaya hidup seperti penurunan berat badan, pola makan, dan olahraga, manajemen spiritual dan psikologis juga sangat dibutuhkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan kader Kesehatan dan penderita diabetes mellitus melalui spiritual care dalam meningkatan kesehatan mental Penderita Diabetes Mellitus. sebelum mengikuti kegiatan masyarakat Sebagian besar 60% berpengatuan kurang dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan Sebagian besar 82% berpengetahuan baik. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diharapkan para penderita diabetes hidup Bahagia dan meningkatnya kualitas hidupnya.
THE RELATIONSHIP BETWEEN LIFESTYLE AND BLOOD GLUCOSE LEVELS IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS AT WONOKROMO PUBLIC HEALTH CENTER Wulandari, Maulidia Ajeng; Rusdianingseh; Umamah, Faridah; Putri, Rahmadaniar Aditya
Nurse and Holistic Care Vol. 5 No. 2 (2025): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v5i2.8223

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic condition with rising global prevalence and is strongly influenced by lifestyle behaviors. Objective: This study examined the association between lifestyle factors and blood glucose levels among patients with diabetes mellitus at the Wonokromo Public Health Center. Methods: The study included 216 patients with diabetes mellitus, of whom 141 were selected using purposive sampling. A correlational analytic design with a cross-sectional approach was employed. Data were collected using a lifestyle questionnaire and the respondents’ most recent blood glucose measurements. Statistical analysis was conducted using the Spearman rank test. Results: Nearly half of the respondents reported a moderate lifestyle pattern, and most had blood glucose levels within the normal range. The analysis yielded a p-value < 0.001 with a correlation coefficient (r = 0.385), indicating a significant association between lifestyle and blood glucose levels. Conclusion: The findings demonstrate that lifestyle is significantly related to blood glucose control in patients with diabetes mellitus. These results highlight the importance of adopting healthy lifestyle practices, including balanced diet, regular physical activity, stress management, and avoidance of smoking, to help maintain optimal blood glucose levels.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan dan Peran Manajemen Diri Sebagai Orangtua berbasis Digital Dalam Upaya Pencegahan Stres Nurjanah, Siti; Putri, Rahmadaniar Aditya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7137

Abstract

Pendahuluan: Stres pada orangtua dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik mereka, serta memengaruhi pola asuh dan interaksi dengan anak. Orang tua merasa kesepian dalam menghadapi stres pengasuhan karena kurangnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar Tujuan: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kesehatan dan kemampuan manajemen diri para orangtua melalui program berbasis digital, dalam rangka mencegah stres.  Metode: Pendekatan yang digunakan adalah edukasi interaktif dan pelatihan daring menggunakan media digital terhadap 50 responden orangtua. Hasil: peningkatan signifikan pada pengetahuan kesehatan dan keterampilan manajemen diri, dengan 86% responden memahami pentingnya pengelolaan stres dan mampu menerapkan strategi digital dalam kehidupan sehari-hari.  Kesimpulan: kegiatan ini membuktikan efektivitas intervensi digital dalam mendukung peran orangtua serta pencegahan stres pada keluarga.
Implementasi Manajemen Nyeri (Behavioral Intervension) dan Parenting Education Berbasis Family Center Empowerment Santy, Wesiana Heris; Putri, Rahmadaniar Aditya; Firdaus, Firdaus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7234

Abstract

Nyeri pada anak merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan, sering muncul akibat prosedur medis seperti suntikan, infus, atau pengambilan darah. Minimnya pemahaman orang tua, ketiadaan SOP, serta kurangnya media edukasi memperburuk kondisi ini.Tujuan pengabdian Masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan orang tua dalam manajemen nyeri anak melalui penyuluhan kesehatan, sehingga dapat mengurangi trauma rawat inap dan mempercepat pemulihan.Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan diberikan kepada orang tua atau wali pasien di ruang anak. Materi meliputi konsep nyeri anak, tanda-tanda nyeri, serta teknik penanganan nyeri nonfarmakologis seperti distraksi dan relaksasi. Penyuluhan diharapkan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pengelolaan nyeri secara komprehensif, menumbuhkan keterlibatan aktif dalam mendampingi anak, serta mendorong penerapan manajemen nyeri nonfarmakologis di lingkungan rumah sakit