Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan antara kekurangan energi kronis (KEK) ibu hamil dan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di PUSKESMAS SITOPENG Nuraeni, Neni; Bela, Tatan Tandu; Sutrisno, Wildan Arismunandar; Ahmad, Ali Mafaluthi; Ruhyana, Nanang
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i4.9647

Abstract

Latar belakang : Kekurangan energi kronik (KEK) adalah kondisi kekurangan gizi pada ibu hamil yang menyebabkan masalah kesehatan dan komplikasi pada ibu dan bayi. Pengukuran lingkar lengan atas (LILA) menunjukkan KEK yang tidak lebih dari 23,5 cm. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa proporsi ibu hamil dengan KEK di Indonesia adalah 17,3%. Ibu hamil yang menderita KEK lebih cenderung melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Tujuan Menentukan hubungan antara kekurangan energi kronik pada ibu hamil dan kasus berat badan lahir rendah di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Metode : Studi analitik observasional ini dilakukan dengan rancangan cross-sectional di Puskesmas Sitopeng dari Juni hingga Juli 2023. Sampel total berjumlah 217 orang, dan data sekunder digunakan dari rekam medis ibu hamil di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon dari September hingga Desember 2022. uji spearman untuk menganalisis data Hasil: menunjukkan bahwa 53 orang (24,4%) ibu hamil KEK dan 164 orang (75,6%) ibu hamil yang tidak memiliki KEK. Sebanyak 191 bayi (88%) tidak memiliki BBLR, dan 26 bayi (12%) dengan kondisi ini. Ibu hamil KEK memiliki 18 bayi (34 persen), sedangkan ibu tidak memiliki KEK memiliki 8 bayi (4,9%). Hubungan signifikan ditemukan antara kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan bayi berat lahir rendah, yaitu didapatkan hasil (p = 0,000, p < 0,05). Tidak BBLR ditemukan pada 35 (66%) dari ibu hamil yang didiagnosis KEK dan 191 (88%) dari ibu hamil yang tidak didiagnosis KEK. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskeasmas Sitopeng Kota Cirebon, dengan kekuatan korelasi lemah dan arah penelitian positif. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi risiko KEK semakin tinggi risiko BBLR. Kata Kunci : Kekurangan Energi Kronik (KEK), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Ibu hamil. ABSTRACT Background: Chronic energy deficiency (CED) is a condition of malnutrition in pregnant women that leads to health problems and complications for both the mother and the baby. The measurement of upper arm circumference (LILA) indicates that the acute malnutrition is no more than 23.5 cm. The results of the 2018 Riskesdas show that the proportion of pregnant women with chronic energy deficiency (KEK) in Indonesia is 17.3%. Pregnant women suffering from KEK are more likely to give birth to babies with low birth weight. (BBLR). Objective: To determine the relationship between chronic energy deficiency in pregnant women and cases of low birth weight at the Sitopeng Health Center in Cirebon City. Method: This observational analytical study was conducted with a cross-sectional design at the Sitopeng Community Health Center from June to July 2023. The total sample consisted of 217 individuals, and secondary data were used from the medical records of pregnant women at the Sitopeng Community Health Center in Cirebon City from September to December 2022. Spearman's test was used to analyze the data. The results show that 53 pregnant women (24.4%) have chronic energy deficiency (CED) and 164 pregnant women (75.6%) do not have CED. A total of 191 babies (88%) do not have low birth weight, while 26 babies (12%) are in this condition. Pregnant women with CED had 18 babies (34 percent), whereas those without CED had 8 babies (4.9%). A significant relationship was found between chronic energy deficiency in pregnant women and low birth weight infants, with results indicating (p = 0.000, p < 0.05). No low birth weight infants were found in 35 (66%) of pregnant women diagnosed with chronic energy deficiency (CED) and 191 (88%) of pregnant women not diagnosed with CED. Conclusion: There is a significant relationship between chronic energy deficiency (CED) in pregnant women and the incidence of low birth weight (LBW) at the Sitopeng Community Health Center in Cirebon City, with a weak correlation strength and a positive research direction. This indicates that the higher the risk of KEK, the higher the risk of BBLR. Keywords : Chronic Energy Deficiency (CED), Low Birth Weight (LBW), Pregnant Women
Penerapan Natural Language Processing Pada Model Chatbot Hybrid Untuk Optimasi Pelayanan Open Journal Systems Ernawati, Siti; Maulana, Ilham; Ruhyana, Nanang
Simpatik: Jurnal Sistem Informasi dan Informatika Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/simpatik.v5i2.11411

Abstract

Open Journal Systems (OJS) merupakan platform manajemen jurnal yang banyak digunakan, namun pengguna, khususnya author pemula sering mengalami kesulitan dalam memahami prosedur submission, revisi, dan pengelolaan naskah. Hal ini menimbulkan beban layanan yang tinggi bagi admin serta memperlambat proses penerbitan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan model hybrid chatbot yang mengintegrasikan pendekatan rule-based dengan Large Language Model (LLM) yang berguna untuk menyediakan layanan bantuan otomatis yang fleksibel, dan tetap mengikuti aturan prosedural OJS. Kajian literatur menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada chatbot generik atau layanan pendidikan, sehingga terdapat kesenjangan terkait pengembangan chatbot yang mampu menangani proses editorial ilmiah yang kompleks. Dalam penelitian ini, model chatbot dibangun dengan mengombinasikan NLP, rule-based, dan LLM, serta diintegrasikan dengan workflow automasi n8n untuk memungkinkan respons berbasis data real time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model hybrid yang dikembangkan mampu memberikan jawaban yang akurat sesuai SOP OJS, sekaligus natural dalam memahami variasi pertanyaan pengguna. Penelitian ini berkontribusi secara praktis dengan menghadirkan solusi yang meningkatkan efisiensi layanan publikasi ilmiah, serta secara teoretis dengan memperluas penerapan model hybrid NLP dalam domain akademik. Rekomendasi pengembangan meliputi penambahan personalisasi, perluasan modul layanan, dan eksplorasi model LLM lokal untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGUBUR, MENGURAS DAN MENUTUP DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE Yassir, Nazib Mohamad; Ruhyana, Nanang; Yusuf , Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.53938

Abstract

Peningkatan kasus DBD setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan. Kondisi ini diperburuk dengan pemahaman masyrakat yang kurang tentang DBD dan juga partisipasi Masyarakat yang sangat rendah, terlihat dari kondisi lingkungan yang buruk dan mempermudah pertumbuhan nyamuk DBD. Keberhasilan program pencegahan DBD bergantung pada cara Masyarakat memandang nyamuk sebagai penyebab serta memahami pentingnya Upaya pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing, terutama dengan langkah langkah 3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Dalam Mengubur, Menguras dan Menutup dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Plumbon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 96 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,028 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,035 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,047 (p ≤ 0,05),