Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Envirous

Analisis Pemakaian Tawas dan Kualitas Air Produksi Terhadap Instalasi Pengolahan Air Oktavianto, Achmad Afandi; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i2.170

Abstract

Air merupakan salah satu factor penting dalam penentuan kebutuhan umat manusia di bumi, keberadaan air sangat banyak dan sangat berlimpah di muka bumi, contohnya mata air, waduk, sungai, danau, hingga laut. Seperti yang kita ketahui bersama luas wilayah perairan di bumi lebih besar dari luas daratan yang ada, Sehingga masalah air merupakan masalah utama yang ada, baik masalah penyediaan air bersih, pencemaran air, serta masalah pencemaran dan penyaluran air. Supaya IPA dapat beroperasi dengan baik, maka diperlukan evaluasi terhadap IPA. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui penggunaan tawas yang ada pada PDAM xyz; 2) Membandingkan kualitas air produksi yang dihasilkan dengan standar PERMENKES No. 492 tahun 2010; 3) Mengetahui bagaimana proses pengolahan air; data yang digunakan atau yang di dapat dari PDAM yaitu data penggunaan tawas dan melakukan pengecekan terhadap parameter fisika dan kimia, parameter fisika dan kimia yang digunakan meliputi kekeruhan, pH, suhu, warna dan bau. Menurut hasil yang di dapat parameter yang diuji telah memenuhi standar PERMENKES No. 492 tahun 2010. Proses pengolahan air yaitu, Intake, Clarifier yang terdiri dari beberapa proses, lalu ada reservoir. Sumber air yang digunakan pada instalasi pengolahan air yaitu menggunakan anak kali brantas, anak kali brantas sendiri termasuk golongan 2. Water is an important factor in determining the needs of mankind on earth, the existence of water is very much and very abundant on earth, for example springs, reservoirs, rivers, lakes, to the sea. As we all know, the area of waters on earth is larger than the existing land area, so that the water problem is the main problem, both the problem of clean water supply, water pollution, and the problem of water pollution and distribution. In order for Water Treatment Installations to operate properly, it is necessary to evaluate Water Treatment Installations. This study aims to: 1) Know the use of alum in PDAM Gresik; 2) Comparing the quality of production water produced with the PERMENKES No. standard. 2 in 2023; 3) Know how the process of water treatment; the data used or obtained from PDAM is data on the use of alum and checking the physical and chemical parameters, the physical and chemical parameters used include turbidity, pH, temperature, color and odor. According to the results obtained, the tested parameters met the PERMENKES No. standards. 2 of 2023. The water treatment process is Intake, Clarifier which consists of several processes, then there is a reservoir. The source of water used in the water treatment plant is using the Brantas River, the Brantas River itself is included in group 2.
Perencanaan Pengembangan Tempat Pengolahan Sampah 3R di Desa Pranti, Kabupaten Sidoarjo Suhada, Aisyah Ramadhanti; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i2.201

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang terus meningkat di Indonesia, dengan volume sampah Indonesia yang diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2030. Ditambah dengan volume sampah yang membludak dan keterbatasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), maka program Tempat Pegolahan Sampah (TPS 3R) dicanangkan untuk mengurangi dan mengelola sampah dalam lingkup desa. Namun, seiring bertambahnya laju pertumbuhan penduduk, timbulan sampah yang dihasilkan juga semakin besar. Oleh karena itu, pembangunan TPS 3R pun memerlukan pengembangan luas yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi timbulan sampah dan komposisi sampah di Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS 3R) dalam 10 tahun ke depan, serta menghitung luas bangunan TPS 3R berdasarkan timbulan sampah dalam periode tersebut. Metode pengumpulan data melibatkan data primer dan sekunder, dengan hasil data mencakup perhitungan sampel, timbulan sampah, komposisi sampah, dan perencanaan luas bangunan TPS 3R. Dalam melakukan proyeksi, digunakan metode geometri yang menghasilkan estimasi jumlah penduduk sebesar 3865 jiwa dengan timbulan sampah 2411,32 kg/hari. Berdasarkan timbulan sampah tersebut, pengembangan TPS 3R daerah Kabupaten Sidoarjo Jiwa membutuhkan tambahan lahan seluas 241,23 m².
Peningkatan Efisiensi Pengolahan Sampah Rumah Tangga di TPS 3R Desa Pranti, Kabupaten Sidoarjo Maharani, Cahya Nova Putri; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i2.202

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pembangunan dan jumlah penduduk, permasalahan sampah pun semakin meningkat. Apabila permasalahan sampah yang ada tidak segera diatasi maka dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan berdampak pada nilai estetika lingkungan. TPS 3R adalah tempat pengelolaan sampah yang berasal dari sumber, menggunakan metode penguraian (dekomposisi) dan pengelolaan yang ramah lingkungan dengan tujuan mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA. Tujuan dari penelitian ini ialah guna memberikan rekomendasi pengelolaan sampah yang tepat di TPS 3R tergantung pada jenis sampah yang dihasilkan oleh 215 KK calon penerima manfaat TPS 3R di salah satu desa, Kabupaten Sidoarjo. Analisis yang akan dilakukan mencakup penentuan jumlah sampel, timbulan sampah, komposisi sampah, perhitungan neraca massa, strategi pengolahan sampah, dan potensi daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sampah yang dihasilkan oleh 215 KK calon penerima manfaat TPS 3R adalah 548,40 kg/hari, dengan material sampah terolah saat ini mencapai 294,45 kg/hari dan sampah yang dikirim ke TPA mencapai 253,95 kg/hari. Berdasarkan rencana pengembangan proses pengolahan sampah, jumlah sampah yang diolah sebanyak 366,57 kg/hari dan jumlah sampah yang dikirim ke TPA sebanyak 181,83 kg/hari. Nilai tersebut menunjukkan pengurangan mencapai 72,12 kg/hari atau setara dengan 13,15% dari total sampah harian yang dikelola di TPS 3R desa tersebut.
Evaluasi Kondisi Eksisting dan Perluasan Wilayah Perencanaan Distribusi Air Minum di Desa Barongsawahan, Kabupaten Jombang Shalsabila, Marshanda Afifa; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i1.204

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, menjadikan kebutuhan air minum semakin bertambah dan daerah pelayanan terhadap akses air minum diperluas. Berdasarkan peningkatan jumlah kebutuhan ketersediaan air bersih, pemerintah berupaya untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih dan penurunan derajat kesehatan masyarakat akibat sanitasi yang buruk di pedesaan melalui program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), salah satunya di Desa Barongsawahan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi terhadap pengembangan SPAM Desa Barongsawahan, seperti kebutuhan debit air, dimensi menara air, dan dimensi reservoir melalui perhitungan kebutuhan air dan perhitungan hidrolis. Perencanaan sistem penyediaan air minum (SPAM) dilakukan berdasarkan pengumpulan data pada kondisi eksisting melalui rencana kegiatan masyarakat Desa Barongsawahan. Diketahui 25% penduduk Desa Barongsawahan belum mendapatkan akses air minum layak. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi kondisi eksisting dan perencanaan terhadap ketersediaan air minum pada pengembangan dan perluasan daerah layanan di Desa Barongsawahan agar dapat melayani dan memenuhi kebutuhan air minum untuk 25% penduduk yang belum berakses air minum layak dalam waktu jangka panjang. Pengembangan pada kondisi eksisting diperlukan dengan menambahkan debit pada kapasitas sistem sebesar 0,36 liter/detik, ketinggian menara air yang telah terbangun ditambahkan sebesar 5 meter, serta tinggi reservoir perlu ditambahkan sebesar 4,6 meter.
Perencanaan Distribusi Air Minum Dengan Menggunakan Sumur Bor di Desa Parseh Kabupaten Bangkalan Ramadeandra, Shafa Azzahra; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v5i1.206

Abstract

Saat ini ketersediaan air minum menjadi masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia seiring dengan makin bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan hal tersebut, upaya pemerintah dalam mengatasi adalah dengan mengadakan program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), salah satunya adalah desa Parseh yang dimana akses air minum masih belum mencukupi kebutuhan penduduknya. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk, perencanaan sistem jaringan pipa, mengethaui dimensi reservoir serta kebutuhan pompa yang mampu melayani kebutuhan air minum penduduk. Data perencanaan sistem distribusi air minum didapatkan berdasarkan hasil observasi dokumen dan Epanet 2.0. Jumlah proyeksi penduduk desa Parseh untuk 15 tahun kedepan dihitung menggunakan metode geometri sebanyak 867 jiwa dengan total kebutuhan air rata-rata 0,99 liter/detik. Perencanaan distribusi air minum desa Parseh dilakukan menggnakan pompa submersible dengan head 85,1 meter dan flow 3,6 liter/detik yang  membawa air dari sumur bor menuju reservoir. Total kapasitas reservoir yang digunakan berdasarkan kebutuhan air adalah 18,89 m3 dengan dimensi reservoir untuk memenuhi kapasitas tersebut sebesar 2,75 x 2,75 x 2,50 M’.
PENERAPAN KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN METODE 5R (REDUCE, REUSE, RECYCLE, REPLACE, AND REPLANT) BERBASIS MASYARAKAT DI WILAYAH KEBRAON KOTA SURABAYA Kristianto P, Alfredo; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.112

Abstract

Pengelolaan sampah dengan konsep 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, and Replant) merupakan salah satu metode yang dianggap kompleks dalam menangani masalah persampahan yang ada di wilayah perencanaan. Metode 5R dengan melibatkan peran serta masyarakat akan dapat menekan laju timbulan sampah yang terjadi di wilayah penelitian. Analisa data dengan metode analisa korelasi untuk menunjukkan korelasi yang cukup baik antara peran serta masyarkat dalam mengelola sampah dengan reduksi sampah yang dihasilkan. Data penelitian menunjukkan bahwa dengan metode 5Rmasyarakat dapat mereduksi sampah sebanyak 40.83% sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dengan kata lain peran serta masyarakat dalam melaksanakan konsep 5R dapat menjawab permasalahan dari banyaknnya timbulan sampah rumah tangga yang menjadi sumber timbulan sampah utama di wilayah Kebraon, Kota Surabaya.
PEMANFAATAN SEDIMEN SELOKAN SALURAN AIR DI DINOYO SURABAYA SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM GUNA MENDUKUNG URBAN FARMING YANG RAMAH LINGKUNGAN Serenai, Fabian Pascalis; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.125

Abstract

Pengerukan sedimen oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya menghasilkan lumpur sedimen sebanyak 595.040 m3/tahun. Pemanfaatan sedimen dimaksudkan agar dapat menambah nilai potensi sedimen sebagai media tanam pertamanan atau pertanian kota, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sedimen sebagai media tanam dengan mencampurkan hasil pengolahan limbah lainnya yakni kompos hijau sertacocopeat menggunakan variasi 1:1:1, 1:3:1, 1:5:1, uji vegetatif persemaian Capsicumfrutescens selama 2 minggu, dan respon terhadap penambahan pupuk NPK. Hasilpenelitian setelah dilakukan pretreatment pengeringan, penumbukan, pengayakanmenunjukkan perbandingan campuran terbaik adalah 1:1:1 dengan hasil akhir parameter C 3,58 %, N 0,31%, P 0,02%, K 1,63%, KTK 43,92 emol/kg, C/N 21, pH 8,55, tidak toksik dengan persentase penghambatan benih tumbuh 4%, pertumbuhan persemaian optimal dan kehilangan nutrisi yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan sedimen dapat digunakan sebagai substrat campuran media tanam yang lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang.
PENYISIHAN TSS DAN KEKERUHAN AIR PERMUKAAN DENGAN PROSES KOAGULASI SISTEM HIDROLIS Novianto, Dwi Agus; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.62

Abstract

Kondisi air baku semakin memburuk akibat meningkatnya pencemaran terhadap sumber daya air, yaitu air permukaan atau air sungai. Metode pengolahan air baku yang dapat diterapkan sangat beragam, salah satunya pengolahan secara fisik dan kimia, yakni dengan proses koagolasi flokulasi yang dilanjutkan dengan proses pengendapan dengan menggunakan Koagulan Poly Aluminium Chloride (PAC) . Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi jenis dan konsentrasi koagulan pada proses koagulasi sistem hidraulis terhadap kekeruhan air pada air sungai dan mengetahui pengaruh waktu pengendapan pada proses koagulasi sistem hidraulis terhadap kekeruhan Bono Pabean, Sedati-Sidoarjo. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dengan penggunaan parshall flume dengan ukuran leher 2,54 cm didapatkan debit optimal 12 L/menit dengan waktu sampling 120 menit. Debit tersebut memiliki gradien kecepatan (G) 2427/detik, bilangan Froude (NFr) 3,84 dan bilangan Reynold (NRe) 8683. Sedangkan dosis koagulan yang optimal dalam pengolahan ini, yakni 130 mg/L dan efektivitas yang diperoleh pengadukan secara hidraulis dengan menggunakan parshall flume dan baffle channel, berhasil menyisihkan 2,25% parameter kekeruhan.
PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH DENGAN SISTEM SANITARY LANDFILL METODE CANYON DI KABUPATEN BONDOWOSO Utami, Atikah Margi; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.75

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Paguan yang beroperasi sejak tahun 1993 masih menerapkan sistem open dumping dan memerlukan lahan tambahan karena sudah tidak mampu menampung kapasitas sampah yang semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Tujuan dari studi ini yaitu merencanakan TPA dengan sistem Sanitary landfill sesuai peraturan yang ada di Indonesia. Perencanaan ini meliputi perencanaan zona pembuangan, pepipaan gas, perpipaan lindi dan fasilitas penunjang lainnya yang dilengkapi dengan gambar desain dan BOQ & RAB. Perencanaan TPA Sanitary landfill ini memiliki luas sekitar 4 hektar yang terdiri dari 2 zona penimbunan dengan luas 0,79 Ha dan 0,68 Ha. Metode penimbunan sampah menggunakan metode canyon. Sesuai perhitungan, masa umur pakai TPA ini hanya sekitar 4,6 tahun dimulai tahun 2020 sampai 2024. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun TPA Kabupaten Bondowoso ini sebesar Rp.24.929.391.437 (Dua puluh empat milyar sembilan ratus dua puluh sembilan juta tiga ratus sembilan puluh satu empat ratus tiga puluh tujuh rupiah).
PENGARUH HASIL PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAUN ANGSANA DAN BONGGOL PISANG Susanti, Laila Wahyu; Mulyadi, Edy; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.63

Abstract

Sampah organik merupakan objek utama dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan Mol (Mikroorganisme Lokal) sebagai starter pembuatan kompos. Produk Mol atau bioaktivator dihasilkan dari Mol Daun Angsana dan Bonggol Pisang yang melimpah di lingkungan sekitar. Penelitian ini mengambil metode review jurnal dengan mempelajari hasil penelitian dari peneliti terdahulu diakibatkan adanya kendala covid-19. Bahan utama yang bisa digunakan sebagai Mol adalah daun Angsana dan Bonggol Pisang. Hasil dari proses pengomposan diamati dan dianalisa. Rata-rata waktu pembuatan MOL adalah 15 hari. Analisa kompos dengan Mol daun Angsana dan Bonggol Pisang berdasarkan sumber referensi diketahui memenuhi standar SNI 19-7030-2004 pada pH, C-organik, P-Total dan N-Total, rasio C/N dan diketahui Mol Bonggol Pisang menjadi bioaktivator paling baik dan cepat.