Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Envirous

PEMODELAN KEBISINGAN LALU LINTAS BERDASARKAN VOLUME LALU LINTAS MENGGUNAKAN MULTIPLE LINEAR REGRESSION PADA JALAN KEDUNG COWEK SURABAYA Almadhany, Muhammad; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.81

Abstract

Jalan Kedung Cowek merupakan jalan arteri primer yang melayani skala nasional, sehingga mempunyai volume lalu lintas tinggi yang menyebabkan kebisingan lalu lintas. Maka perlu adanya model kebisingan lalu lintas yang dapat memprediksi kebisingan lalu lintas untuk memudahkan dalam upaya pengontrolan kebisingan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model kebisingan lalu lintas berdasarkan volume lalu lintas setiap jenis kendaraan. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah dengan survei langsung di Jalan Kedung Cowek untuk memperoleh data tingkat kebisingan dan volume lalu lintas. Analisis data untuk memperoleh pemodelan kebisingan lalu lintas menggunakan Multiple Linear Regression dengan bantuan software Minitab versi 19. Model kebisingan lalu lintas pada Jalan Kedung Cowek yang diperoleh yaitu LEQ = 71,292 + 0,001811 MC + 0,00487 LV – 0,0078 HV dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,5940. Model tersebut masih belum terlalu baik, karena banyaknya kendaraan yang memakai knalpot tidak standar yang menyebabkan tingkat kebisingan menjadi lebih tinggi.
KOMBINASI ELEKTROKOAGULASI DAN OKSIDASI LANJUT BERBASIS O3/GAC DALAM MENGOLAH LIMBAH INDUSTRI BATIK Tampubolon, Debora Rousyella Saulina; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.29

Abstract

Penggunaan pewarna kimia pada proses pembuatan batik menyebabkan limbah industri batik mengandung polutan yang sukar diuraikan. Selain itu, kadar COD dan TSS limbah industri batik juga tinggi. Kombinasi elektrokoagulasi dan oksidasi lanjut berbasis O3/GAC secara batch maupun kontinyu bertujuan sebagai salah satu teknologi alternatif serta mengetahui pengaruh jarak elektroda, waktu detensi, dosis ozon, dan waktu sampling terhadap efisiensi penyisihan COD, TSS, dan warna limbah industri batik. Dengan variasi jarak elektroda 2 cm, 4 cm, 6 cm ; waktu detensi 20 menit, 40 menit, 60 menit, 80 menit, 100 menit ; dosis ozon 0,25 gr O3/L ; 0,5 gr O3/L ; 0,75 gr O3/L ; dan waktu sampling 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit didapatkan hasil terbaik untuk COD, TSS, dan warna masing-masing 110,4 mg/L ; 40 mg/L ; 30 PtCo pada sistem batch dan 552 mg/L ; 360 mg/L ; 374 PtCo pada sistem kontinyu.
PEMANFAATAN FERMENTASI AMPAS TEBU UNTUK PENGEMBANGAN ENERGI ALTERNATIF NON FOSIL DALAM BENTUK BIOETHANOL PADAT Dyani, Olla Kemala; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.36

Abstract

Bioethanol yaitu bahan bakar alternatif yang potensial karena memiliki sumber yang dapat diperbarui. Bioethanol memiliki sifat fisik yang berwujud cairan, tidak berwarna, mudah menguap, mudah terbakar. Dari sifat fisik bioethanol yang kurang praktis maka dilakukan perubahan menjadi bioethanol padat agar aman dalam penyimpanan dan lebih luas pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ampas tebu sebagai alternatif pada pembuatan bioethanol padat, mengetahui kecenderungan hubungan antara waktu fermentasi dengan kadar etanol pada proses fermentasi, Mengetahui pengaruh berat zat pemadat dengan rasio bioethanol terhadap laju pembakaran. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ampas tebu dapat dijadikan bahan bakar alternatif (bioethanol) karena dalam proses fermentasi di hari ke-6 kadar etanol yang dihasilkan sebesar 96,8% sehingga mencapai SNI 7390:2008 dan pengaruh zat pemadat sebesar 200 gr dalam etanol 100 gr juga berpengaruh dalam memperlambat lama waktu pembakaran sehingga laju pembakaran yang dihasilkan lebih kecil senilai 74.44 gr/menit.
PENGOLAHAN LINDI (LEACHEATE) DENGAN METODE MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) DENGAN PROSES AEROBIK-ANOKSIK UNTUK MENURUNKAN KONSENTRASI COD, TSS, DAN AMONIA Nurrahma, Anisa; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.37

Abstract

Lindi mempunyai kandungan bahan organik, TSS, dan ammonia yang tinggi. Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) merupakan salah satu pengolahan biologi yang dapat menurunkan konsentrasi yang terkandung di air lindi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan MBBR dalam menurunkan kandungan bahan organik, TSS, dan ammonia, dengan menggunakan variasi waktu detensi proses aerobik-anoksik dan media lekat. Reaktor di operasikan secara batch. Variasi media yang digunakan adalah kaldness K1 dan K3, sedangkan waktu detensi aerobik 14,5 jam - anoksik 10 jam dan aerobik 10 jam - anoksik 7 jam. Hasil yang didapatkan menunujukkan bahwa MBBR dapat digunakan untuk mengolah lindi. Penurunan konsentrasi COD, TSS, dan Ammonia paling baik terjadi pada media K1 waktu detensi aerobik 14,5- anoksik 10 jam dengan penyisihan mencapai 74,8%, 93,14%, dan 83,72%.
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PETERNAKAN SAPI DENGAN INTERVENSI OXIDATION POND UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN BAU DAN RISIKO KONTAMINASI BADAN AIR Thohiroh, Mubayyinatuth; Ali, Munawar; Hendrasarie, Novirina; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.44

Abstract

Air bekas operasional peternakan sapi yang tidak dikelola dengan baik dan langsung dibuang ke lingkungan dapat menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan risiko kontaminasi badan air di sekitarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan yang efektif dan efisien untuk menyelesaikannya. Metode penelitian meliputi perancangan sistem pengelolaan dan eksperimen pengolahan skala laboratorium. Sistem pengelolaan limbah cair peternakan sapi terdiri dari 3 tahap, yakni pra-perlakuan, perlakuan primer, dan perlakuan sekunder. Oxidation pond berperan sebagai unit pengolahannya. Air limbah diolah di dalam oxidation pond dengan variasi debit oksigen yang diinjeksikan 6 L/menit, 8 L/menit, dan 11 L/menit dengan waktu tinggal selama waktu hitung (berturut-turut 0,256 hari, 0,1356 hari, 0,1096 hari), 3 hari, 7 hari, dan 14 hari). Air limbah setelah pengolahan tidak berbau. Kadar BOD akhir terbaik 98 mg/L, sedangkan kadar Ammonia Total akhir terbaik 0,00032 mg/L. Pengelolaan dengan oxidation pond sebagai unit pengolahannya efektif mengatasi permasalahan bau dan menurunkan kadar BOD dan Ammonia.
RANCANGAN UNIT PENGEMBANGBIAKAN BLACK SOLDIER FLY (BSF) SEBAGAI ALTERNATIF BIOKONVERSI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA (REVIEW) Oktavia, Eva; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.20

Abstract

Penggunaan organisme berupa serangga Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu cara alternatif untuk mereduksi sampah organik dari sisa kegiatan dapur. Pemanfaatan media pakan ayam dan bungkil/ampas kelapa berpengaruh pada potensi dan hasil yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas rancangan unit dalam mengolah timbulan sampah organik. Hasil menunjukkan unit cukup efektif digunakan sebagai tempat pengembang biakan larva BSF karena pupa menetas dalam waktu 3 hari sesuai dengan penelitian lain. Kelembaban dan suhu yang dijaga menjadi salah satu faktor keberhasilan pupa menetas. Antraktan yang belum tersedia dalam unit menjadikan imago BSF dewasa tidak tertarik bertelur meskipun telah melewati masa kawin. Nilai rasio C/N, P2O5 dan K2O dari studi literatur yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa residu/sisa dari proses biokonversi sampah organik oleh larva BSF dapat digunakan dalam bidang pertanian sesuai dengan SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos organik.