Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Microlearning pada Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Perkantoran Amiruddin, Ja’far; Mahir, Imam; Maharani, Nadira
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i7.1437

Abstract

Latar Belakang: Sasaran pengunaan media pembelajaran ini adalah para pekerja perkantoran dan pengelola gedung   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah platform pembelajaran online menggunakan metode pembelajaran mikro (microlearning) dalam topik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya untuk lingkungan perkantoran. Platform ini akan mencakup berbagai elemen seperti video, kuis, infografis, dan PDF interaktif. Selain itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi keefektifan dan kebermanfaatan dari platform pembelajaran berbasis microlearning ini dalam konteks K3 di lingkungan perkantoran. Metode: Metode penelitian yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation, & Evaluation). Beberapa topik yang dijelajahi dalam pengembangan media pembelajaran ini meliputi ergonomi, pencahayaan, perilaku hidup sehat, serta kewaspadaan terhadap bencana. Dilakukan juga validasi terhadap hasil pengembangan media pembelajaran tersebut. Hasil: Rata-rata penilaian untuk semua aspek dari validasi oleh ahli adalah sebagai berikut: penilaian ahli materi mencapai 4.62, yang termasuk dalam kategori sangat layak, dan penilaian ahli media mencapai 4.41, juga termasuk dalam kategori sangat layak. Sementara itu, rata-rata penilaian dari hasil uji coba perorangan adalah 4.51, dan dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 4.4, keduanya termasuk dalam kategori sangat layak. Kesimpulan: Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis microlearning yang dikembangkan untuk materi K3 di lingkungan perkantoran sangat cocok untuk digunakan dalam pendidikan bagi para pekerja perkantoran dan pengelola gedung.
Penguatan Kompetensi dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Pengolahan Air Wudhu Menjadi Air Siap Minum untuk Keberlanjutan Masjid di Jakarta Utara Imam Arif Rahardjo; Imam Mahir; Massus Subekti; Rahmat Nur Hidayat; Ahmad Hambali; Sakirah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.052.02

Abstract

Kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan semakin meningkat seiring dengan laju urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Masjid sebagai pusat aktivitas umat Islam menghasilkan volume air wudhu yang besar setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kompetensi dalam pengelolaan air, khususnya dengan memanfaatkan air wudhu menjadi air siap minum, sehingga mendukung keberlanjutan fungsi masjid di kawasan perkotaan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, perancangan teknologi pengolahan air berbasis filtrasi multistage (pasir manganese, karbon aktif, resin, filter cartridge spun, granular active carbon (GAC), membrane RO, dan post carbon), serta pelatihan teknis kepada masyarakat, serta evaluasi keberhasilan melalui peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi masyarakat sebesar 73% berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, serta kualitas air hasil olahan memenuhi standar air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023. Temuan ini menegaskan bahwa program penguatan kompetensi berbasis teknologi pengolahan air mampu mendukung konsep fungsi masijd sebagai pusat pembangunan manusia, serta memperkuat keberlanjutan lingkungan di wilayah Jakarta Utara.
Innovative Models for SMK and Industry Partnerships Aligned with the Merdeka Belajar Curriculum Dimas Ahmad; Imam Mahir; C. Rudy Prihantono
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 3 (2024): Journal of Pedagogi - June
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/y0198337

Abstract

The Merdeka Belajar curriculum represents a significant shift in Indonesia's educational landscape, emphasizing freedom in learning and the development of critical thinking and practical skills. Vocational High Schools (SMKs) play a crucial role in preparing students for the workforce, and effective industry partnerships are essential for achieving the curriculum’s goals. Despite their importance, there is a lack of innovative models that facilitate these partnerships effectively. This study aims to explore and propose innovative models for SMK-industry partnerships that align with the Merdeka Belajar curriculum. By identifying and evaluating these models, the study seeks to enhance the quality of vocational education and better prepare students for employment. The research employs a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative data collection techniques. Surveys and interviews with key stakeholders, including educators, industry partners, and policymakers, were conducted to gather insights. Additionally, case studies of successful SMK-industry partnerships were analyzed to identify best practices. The data were then synthesized to develop and evaluate innovative partnership models. Results of the study identify three innovative models for SMK-industry partnerships: Model A, which focuses on co-designed curriculum development; Model B, which emphasizes dual apprenticeship programs; and Model C, which integrates real-world projects into the learning process. Each model was evaluated based on criteria such as effectiveness, scalability, and sustainability. The findings indicate that these models significantly enhance student engagement, skill acquisition, and employability.