Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kejadian Hipertensi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon Tahun 2019 Agustin, Nelly; Pratiwi, Liliek; Permatasari, Leya Indah
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 9 No 2 (2020): Edisi Juli - Desember 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jik umc.v9i2.1684

Abstract

Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kejadian Hipertensi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon Tahun 2019 Nelly Agustin1, Liliek Pratiwi2, Leya Indah Permatasari2 Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon1, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon2 Abstrak Hipertensi dalam pada kehamilan adalah hipertensi yang terjadi saat kehamilan berlangsung dan biasanya pada bulan terakhir kehamilan atau lebih setelah 20 minggu usia kehamilan pada wanita yang sebelumnya normotensif, tekanan darah mencapai nilai 140/90 mmHg, atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai normal. Ibu hamil yang mengalami rasa cemas beresiko mengalami tekanan darah meningkat sehingga timbul kejadian preeklampsia. Jenis penelitian adalah metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling sebanyak 45 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan persentase dan analisa bivariat dengan uji Spearman Rho. Kecemasan ibu hamil diperoleh lebih dari setengahnya responden (57,8%) mengalami kecemasan sedang dan Kejadian hipertensi pada ibu hamil diperoleh lebih dari setengahnya responden (66,7%) mengalami hipertensi stage I. Hasil uji Spearman Rho diperoleh ? value= 0,000 < ? (0,05) dengan demikian menunjukkan bahwa Ha diterima artinya terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di Puskesmas Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon tahun 2019 (p = 0,000, ? = 0,05).Kesimpulan hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil, sehingga hendaknya ibu hamil dapat menambah informasi mengenai kondisi kehamilan dan persalinan. Kata Kunci : Kecemasan, Hipertensi, Ibu Hamil Daftar Pustaka : 44 (2012-2018)
Puding Daun Katuk: Camilan Sehat Pencegah Stunting untuk Ibu Hamil di Desa Leuweunggajah Kabupaten Cirebon Yulistianingsih, Ari; Gusrianto, Wildan Alfira; Pratiwi, Liliek; Faelani, Sahlan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22324

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan malnutrisi pada anak yang dapat dicegah dengan asupan gizi optimal selama kehamilan. Daun katuk (Sauropus androgynus) dikenal kaya akan zat gizi yang bermanfaat bagi ibu hamil untuk mendukung kesehatan janin dan mencegah stunting. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengolahan puding daun katuk (Sauropus androgynus), tanaman yang kaya akan zat gizi seperti vitamin A, C, protein, dan kalsium. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi untuk pencegahan stunting. Melalui edukasi pemanfaatan puding daun katuk, sebanyak 18 ibu hamil dan ibu balita diberikan edukasi melalui media slide presentasi mengenai pengolahan puding daun katuk sebagai alternatif camilan sehat pencegah stunting. Tingkat pengetahuan diukur melalui skor pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 90% pada ibu hamil dan ibu balita setelah diberikan edukasi gizi. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu hamil dan ibu balita. Kata Kunci: Daun Katuk, Stunting, Ibu Hamil.  ABSTRACT Stunting is a malnutrition problem in children that can be prevented with optimal nutritional intake during pregnancy. Katuk leaves (Sauropus androgynus) are known to be rich in nutrients beneficial for pregnant women to support fetal health and prevent stunting. One of the innovations carried out is the processing of katuk leaf pudding (Sauropus androgynus), a plant rich in nutrients such as vitamins A, C, protein, and calcium. This community service aims to increase awareness and provide education to pregnant women and mothers of toddlers about the importance of consuming nutritious food for stunting prevention. Through education on the utilization of katuk leaf pudding, 18 pregnant women and mothers of toddlers were given education via slide presentation media on processing katuk leaf pudding as an alternative healthy snack to prevent stunting. Knowledge levels were measured through pre-test and post-test scores. There was a 90% increase in knowledge among pregnant women and mothers of toddlers after nutrition education was given. This activity is expected to contribute to efforts in stunting prevention and improving the health of pregnant women and mothers of toddlers. Keywords: Katuk Leaves, Stunting, Pregnant Women.
Development of multigrain snack bar with tempeh flour and spirulina for adolescent nutrition Khoiriyah, Nur; Pratiwi, Liliek; Zakaria, Muhammad; Deling, Lahana
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v11i1.2734

Abstract

The prevalence of adolescent malnutrition in Indonesia is still high, namely stunting (23,7-24,1%), overweight/obesity (12,1-16,2%), and anemia (16,2%). One contributing factor is the consumption of unhealthy foods. This study aimed to develop a multigrain snack bar by adding tempeh flour and Spirulina, which provide protein, iron, and fiber, to prevent malnutrition. This study was conducted from March to May 2025 using a completely randomized design with tempeh flour and spirulina powder proportions of 95:5 (F1), 90:10 (F2), and 85:15 (F3). The product formulation was performed at the Nutrition Laboratory of Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon. The analysis included organoleptic (30 panelists), nutritional content, formula selection, and nutritional contribution analyses. Data were analyzed using ANOVA with Duncan’s test. There were significant differences in color, aroma, taste, overall, ash, fat, protein, carbohydrate, and iron content among the formulations (p<0.05). F1 was the optimal formulation, with 17,63% protein, 3,24 mg/100 g iron, and 3,86% fiber. One serving (20 g) contributed 4-5% of the energy requirement for adolescents (13-18 years). In conclusion, F1 was the most preferred and provided essential nutrients to meet the needs of adolescents. This study is novel in that it develops a product from tempeh and Spirulina as a potential innovative solution to address nutritional problems in adolescents.