Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Faktor Organisasi yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Pegawai RS XX Isnaini, Evanda Nadhilah; Puryanti, Puryanti; Djunawan, Achmad; Nanggala, Vanrista Prima; Isnaini, Evanda
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i10.2661

Abstract

Kedisiplinan pegawai terutama dalam hal absensi di Rumah Sakit XX, pada tahun 2024 di temukan beberapa pegawai yang kurang taat mengenai ketentuan yang sudah di tetapkan oleh Rumah Sakit. Pada tahun 2024 menunjukkan adanya ketidakdisiplinan terhadap peraturan absensi yang sudah ditentukan sebesar 24%. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi kedisiplinan kerja pegawai di Rumah Sakit XX. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi logistik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 60 pegawai, yang dipilih menggunakan teknik vinit lemeshow. Didapatkan hasil bahwa sanksi hukuman dinilai sangat baik (60%), keadilan dinilai tidak adil (62%), dan ketegasan dinilai tegas (63%). Dari hasil analisis menunjukkan sanksi hukuman (p=0.361), ketegasan (p=0.739) tidak ada pengaruh terhadap disiplin kerja. Sedangkan faktor organisasi yang meliputi keadilan pimpinan (p=0.010) ada pengaruh terhadap disiplin kerja. Sehingga, disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh faktor organisasi yang meliputi sanksi hukuman, ketegasan pimpinan terhadap disiplin kerja. Sedangkan faktor organisasi yang meliputi keadilan memiliki pengaruh terhadap disiplin kerja.
Hubungan Faktor Individu dan Organisasi dengan Penerapan Budaya Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur Janah, Ilma Qomarotul; Puryanti, Puryanti; Rizki, M. Risya; Evananda, Nadya Nova; qomarotul janah, ilma
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i10.2713

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan program inti dasar program keselamatan pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Survei budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur tahun 2024 dilakukan bertujuan untuk mengetahui indikator budaya yang memiliki kategori rendah, indikator budaya meliputi budaya keterbukaan (Informed Culture), budaya organisasi (Organization Culture), budaya pembelajaran (Leraning Culture), dan budaya pelaporan (Reporting Culture). Hasil survei budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur tahun 2024 yang memiliki persentase rendah adalah budaya pelaporan sebesar 46%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor individu dan organisasi serta menganalisis faktor individu dan organisasi yang berhubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif bersifat analitik observasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur periode bulan April-Juli 2025. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden dengan pendekatan Puroposive Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi-Square dengan pValue < 0,05 dinyatakan terdapat adanya hubungan. Penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner dan skala likert untuk menentukan skor penilaian. Penelitian ini menggunakan hukum Pareto 80/20 untuk mengidentifikasi faktor yang berpotensi memiliki masalah di masa mendatang. Hasil penelitian faktor individu yang memiliki hubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien adalah unit kerja dan status pendidikan, sedangkan faktor organisasi yang memiliki hubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien adalah Machine dan kepemimpinan. Kepemimpinan menggunakan teori LMX terdiri dari empat dimensi yaitu Affection, Loyalty, Contribution, dan Professional Respect yang memiliki hubungan dengan penerapan budaya pelaporan insiden keselamatan pasien.
Analysis of the Effect of Service Quality on the Level of Outpatient Loyalty in Hospitals. X Surabaya Puryanti, Puryanti; Muhadi, Muhadi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 3 No. 2 (2020): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v3i2.143

Abstract

AbstrakJumlah kunjungan pasien rawat jalan merupakan salah satu indikator kinerja pelayanan rawat jalan di rumah. Jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit X selama tiga tahun terakhir  tahun 2016-2018 mengalami penurunan sebesar 10%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan rawat jalan terhadap tingkat loyalitas pasien rawat jalan di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini penelitian diskriptif analitik dengan rancang bangun penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat jalan sebesar 36 sampel dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian  menujukkan bahwa kualitas pelayanan dokter, perawat, petugas pendaftaran sudah baik (mean ≥ 3,00). Kualitas sarana prasarana kurang baik (mean < 3,00). Tingkat loyalitas pasien berada pada level kesediaan untuk menggunakan kembali dan belum sampai pada level advocacy. Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan kualitas pelayanan dokter dan petugas pendaftaran berpengaruh terhadap tingkat loyalitas pasien. Kualitas pelayanan perawat dan sarana prasarana tidak berpengaruh terhadap tingkat loyalitas pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah  secara keseluruhan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap tingkat loyalitas pasien.  Kata kunci : kualitas, pelayanan, loyalitas, pasien AbstractThe number of outpatient visits is one indicator of the performance of outpatient services in hospitals. The number of outpatient visit at Hospital X during the last three years in 2016 – 2018 increased a decrease of 10%. The purpose of this study was to analyze the influence of the quality of outpatient services on the level of outpatient loyalty at Hospital X. This was descriptive analytics research with cross-sectional design. The sample of this study was outpatients for 36 samples with accidental sampling technique. Data analysis uses multiple linear regression test. The result showed that the quality of the services of doctors, nurses, registration officers was good (mean ≥ 3,00). The quality of infrastructure is poor (mean < 3,00). The level of patient loyalty is at the level of willingness to use again and has not yet reached the level of advocacy. The results of multiple linear regression tests indicate the quality of the services of doctor and registration officers affect the level of patient loyalty. The quality of nurse services and facility does not affect the level of patient loyalty. The conclusion  of this study is that overall service quality affects the level of patient loyalty.Keywords : service, quality, loyalty, patients
Analisis Pengaruh Perceived Service Quality terhadap Pemanfaatan Instalasi Rawat Jalan Puryanti, Puryanti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.246

Abstract

Abstrak Salah satu indikator mutu pelayanan rawat jalan di rumah sakit adalah peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat jalan. Mutu pelayanan menjadi faktor penentu bagi pasein untuk memanfaatkan pelayanan. Kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso selama empat tahun terakhir belum semuanya mengalami peningkatan sesuai target capaian rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perceived service quality terhadap pemanfaatan rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso. Jenis penelitian ini adalah penelitian diskriptif analitik dengan rancang bangun penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat jalan sebesar 90 sampel dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa technical quality petugas baik (mean≥3,50). Functional quality yang terdiri dari Attitude dan behavior petugas sudah baik (mean≥3,50), accessibility dan flexibility sudah baik (mean≥3,50), reliability dan trustworthiness sudah baik (mean≥3,50), service recovery kurang baik (mean<3,50), dan service scape kurang baik (mean<3,50). Pemanfaatan pelayanan rawat jalan masih sedang. Hasil uji regresi ordinal menunjukkan bahwa technical quality tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan rawat jalan. Functional quality berpengaruh terhadap pemanfaatan rawat jalan. Kesimpulan penelitian ini adalah secara keseluruhan perceived service quality berpengaruh terhadap pemanfaatan rawat jalan.Kata kunci: perceived service quality, pemanfaatan  Abstract One indicator of the quality of outpatient services at the hospital is an increase in the number of outpatient visits. Service quality is a determining factor for patiens to take advantage of services. Outpatient visit at Bhayangkara H.S. Samsoeri Martojoso Hospital during the last four years has not all improved according to the hospital’s achievement. The purpose of this study was to analyze the effect of perceived service qualiy on outpatient utilization at Bhayangkara H.S. Samsoeri Martojoso Hospital. This research was descriptive analytics research with cross-sectional design. The sample of this study was outpatients for 90 samples with accidental sampling technique. Data analysis uses ordinal linear regression test. The results showed that the technical quality of the officers is good (mean≥3,50). Functional quality consisting of attitude and behavior of officers is good (mean≥3,50), accessibility and flexibility are good (mean≥3,50), reliability and trustworthiness are good (mean≥3,50), service recovery is not good (mean<3,50), and service scape is not good (mean<3,50). The level of utilization of outpatient services is still moderate. The results of the ordinal regression test showed thad technical quality had not effect on outpatient utilization. Functional quality affects outpatient utilization. The conclusion of this study is that overall perceived service quality has an effects on outpatient utilization.Keywords: perceived service quality, utility
Hubungan Accessibility dan Affordability Dengan Pemanfaatan Layanan Rawat Jalan Vitreo Retina di Rumah Sakit XX Puryanti, Puryanti; Drastyana, Serlly Frida; Ramadhona, Aisya; Sari, Mega Galih
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2953

Abstract

Rumah sakit berperan vital dalam menyediakan layanan kesehatan, salah satunya pencegahan kebutaan melalui pelayanan vitreo retina. Pada tahun 2024, kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit XX Jawa Timur terus mengalami fluktuasi yang menunjukkan esksistensi hubungan faktor aksesibilitas dan keterjangkauan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor accessibility dan affordability dengan pemanfaatan layanan rawat jalan vitreo retina. Desain penelitian yang diaplikasikan ialah deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri atas 14.723 pasien rawat jalan vitreo retina dikaji berdasarkan data tahun 2025, dengan sampel sebanyak 90 responden yang dihitung menggunakan formula Slovin dan random sampling. Data dihimpun melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji koefisien phi. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel accessibility dinilai baik berkat dukungan teknologi digital dan transportasi online, sedangkan variabel affordability dinilai sesuai melalui penerimaan berbagai jenis asuransi, meski sebagian responden menilai waktu tunggu belum optimal. Mayoritas pasien menyatakan bersedia memanfaatkan kembali layanan, sementara lainnya enggan karena jarak tempat tinggal yang jauh. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara accessibility (p=0,002) dan affordability (p=0,000) dengan pemanfaatan layanan vitreo retina. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa kemudahan akses dan keterjangkauan biaya menjadi faktor utama dalam pemanfaatan layanan, dengan implikasi perlunya optimalisasi sarana akses serta manajemen pelayanan rumah sakit.