Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kriteria Pemilihan Tapak Pada Perancangan Wisata Industri Olahan Hasil Laut di Kabupaten Sidoarjo Putra, Surya Dirgantara; Mufidah; Istijanto, Suko
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): SADE April 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i1.109

Abstract

Kabupaten Sidoarjo dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah, dari hasil laut tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat lokal menjadi berbagai produk-produk olahan dan menghasilkan nilai tambah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya digunakan untuk memperluas jangkauan pasar dan promosi. Pemanfaatan potensi ini dapat dikolaborasikan dengan bidang pariwisata dan juga pemilihan lokasi atau tapak yang mendukung kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria pemilihan tapak yang optimal untuk perancangan wisata industri olahan hasil laut di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan melakukan survei lokasi dan studi perbandingan untuk mengetahui keadaan atau kondisi tapak berdasarkan fakta yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan kriteria utama dalam pemilihan tapak meliputi kedekatan dengan sumber bahan baku, kondisi utilitas lingkungan, infrastruktur pendukung, dan keunikan lokasi tapak sebagai daya tarik. Dengan kriteria ini diharapkan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung wisata. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi perancangan wisata yang strategis dan pemilihan tapak dengan tepat.
Analisis Kelengkapan Fasilitas Terminal Tipe B Landungsari Berdasarkan Standar Regulasi di Indonesia Sari Cahyaningrum, Eka; Istijanto, Suko; Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.714

Abstract

Transportasi adalah sarana pendukung mobilitas bagi manusia dan barang. Salah satu komponen sistem transportasi ialah terminal yang berperan sebagai area singgah sejenak kendaraan umum serta pengendali dan pengatur arus lalu lintas penumpang maupun barang. Penelitian ini berfokus pada fasilitas Terminal Landungsari. Tujuan dari penelitian ini sebagai bahan evaluasi kesesuaian fasilitas pada Terminal Landungsari berdasarkan standar yang tercantum pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 24 Tahun 2021. Pendekatan kualitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dengan studi kasus yang melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara serta data sekunder mellalui studi literatur. Pada Terminal Landungari sudah tersedia fasilitas utama dan penunjang, namun terdapat beberapa fasilitas yang belum sesuai dengan standar. Hal ini menyebabkan penggunaan fasilitas terminal yang terbatas jika tidak dilakukannya pengoptimalan. Kesimpulan penelitian ini menekankan perlunya penambahan serta pengembangan fasilitas terminal agar sesuai dengan standar yang ditetapkan serta dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam beraktivitas di Terminal Landungsari.
Analisis Potensi Agrowisata Belimbing Karangsari Sebagai Daya Tarik Di Kota Blitar Shalsabila, Nisa Najla; Istijanto, Suko; Tohar, Ibrahim
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.717

Abstract

Kota Blitar yang dikenal dengan ikon wisata kebangsaannya, oleh karena itu memerlukan pengembangan objek wisata pendukung untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Salah satu destinasi potensial adalah Agrowisata Belimbing Karangsari, berada di Kel. Karangsari, Kec. Sukorejo, sekitar 2 km dari pusat kota Blitar. Destinasi ini mengusung konsep wisata berbasis pertanian dan edukasi, menawarkan pengalaman unik berupa kegiatan memetik dan mencicipi buah belimbing langsung dari pohonnya. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi potensi wisata kawasan tersebut sebagai daya tarik utama. Analisis dilakukan dengan mengacu pada tiga aspek, meliputi hal-hal yang dapat dilihat, hal-hal yang dapat dilakukan, dan hal-hal yang dapat dibeli. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkebunan belimbing yang asri, aktivitas wisata seperti petik buah dan menikmati fasilitas, serta produk olahan belimbing menjadi daya tarik utama kawasan ini. Diharapkan bahwa peningkatan kualitas daya tarik wisata ini dapat memperbesar tingkat kepuasan pengunjung, menarik lebih banyak wisatawan, dan memperluas popularitas kawasan hingga ke tingkat internasional.
Identifikasi Karakteristik Penghuni dan Unit Hunian Pada Rusunawa Bulusidokare di Kabupaten Sidoarjo Putri, Hilda Fachriza; Soemarwanto, Dadoes; Istijanto, Suko
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2024): SADE April 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i1.54

Abstract

Population growth is increasing every year, which can lead to an increase in demand for housing needs. Therefore, efficiency in the utilization and use of land in urban areas can be done vertical housing development, as an option to solve the problem of housing needs on limited land, easily accessible to people in Sidoarjo Regency who have lower middle income (MBR). In collecting data in this research on the object of Rusunawa Bulusidokare, namely the observation method (observation) and the review method (survey), namely by interview. To obtain data related to residential units, using the observation method. As for the review method (object survey) carried out by means of face-to-face interviews, in order to obtain data related to the characteristics of rusunawa residents when using residential units based on occupant behavior. The characteristics of the residential unit in the Bulusidokare Simple Rental Flat (Rusunawa) Sidoarjo Regency are residential units by utilizing space based on an understanding of the needs of each occupant of one residential unit of the flat.
Penerapan Persyaratan Teknis Pasar Tradisional: Studi Kasus Pasar Tawangmangu, Kota Malang Rippa Sogawa, Putu; Soaduon Panjaitan, Tigor Wilfritz; Istijanto, Suko
Jurnal Etnik: Ekonomi-Teknik Vol 2 No 12 (2023): ETNIK : Jurnal Ekonomi dan Teknik
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/etnik.v2i12.276

Abstract

Traditional markets are centers of economic activity that have the potential to drive an economy based on the people's economy. Therefore, it is necessary to fulfill technical requirements in order to maintain a comfortable and safe market image. The city government is planning a market revitalization program, but not much has been realized. Tawangmangu Market, Malang City, was the object of research using 25 aspects of the SNI technical requirements criteria for people's markets. Conditions in the market largely do not meet the technical requirements set, because several indicators of existing facilities and infrastructure do not function as intended. This study used descriptive qualitative method. Data collection by field observation and documentation of physical aspects. The research results show that there are 23 aspects of market requirements studied that have not been met and have not been used effectively.
Penerapan Arsitektur Eko Organik Pada Resort Pantai Di Kabupaten Pacitan Kurniawan, Muhammad Dicky; Istijanto, Suko; Wilfritz Soaduon Panjaitan, Tigor
Jurnal Etnik: Ekonomi-Teknik Vol 3 No 1 (2024): ETNIK : Jurnal Ekonomi dan Teknik
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/etnik.v3i1.303

Abstract

The tourism industry and creative economy have had a very good impact on society's growth rate, but the arrival of the pandemic could "kill" the growth of this industry. The application of the Organic Eco Architecture Theme in the development of the Limasan Village Resort Area located on Watukarung Beach, Pacitan Regency, is a recommendation for responding to the Post-Pandemic period to be able to carry out a "New Awakening" for the Tourism Industry and Creative Economy in Pacitan Regency. The method for developing the Hotel Resort, Limasan Beach, Watukarung Beach, Pacitan Regency is an explanation of the development process accompanied by theories and data obtained from literature studies and field studies, so that the process can provide a picture that supports or supports the development object.
DESIGN OF MOUNT RINJANI DISASTER MUSEUM USING NEO-VERNACULAR ARCHITECTURAL APPROACH PERANCANGAN MUSEUM KEBENCANAAN GUNUNG RINJANI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Fiddaroini, Muhammad Waldi; Istijanto, Suko; Rolalisasi, Andarita
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.54

Abstract

Gunung Rinjani merupakan gunung ketiga tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl dan Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung favorit bagi pendaki Indonesia hingga pendaki internasional karena pemandangan alamnya yang indah dari awal pendakian hingga dipuncak akhir pendakian. Gunung Rinjani ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha, Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara. Gunung Rinjani memili banyak informasi tentang sejarah baik sejarah secara geologis tentang pembentukan dan terjadinya letusan-letusan mempengaruhi mengenai arkeologi kebencanaan, Adapun letusan Gunung Samalas yang merupakan leluhur Gunung Rinjani pernah mengalami letusan yang sangat dashyat pada tahun 1257 M, letusan ini diperkirakan mencapai skala 7 dalam Volcanic Eksplosivity Index. Dengan ditetapkannya Geopark Gunung Rinjani yang sekarang bersekala internasional maka pentingnya adanya museum yang mengkaji mengenai geologi dan arkeologi tentang sejarah kebudayaan masyarakat Lombok tentang peradaban yang pernah hidup pra letusan Samalas, Peninggalan-peninggalan kebudayaan milik Lombok yang sudah ditemukan saat ini terisimpan di berbagai tempat, ada yang di Balai Arkeologi Bali, Museum Geologi Nasional dan juga beberapa ada di Belanda, karena itulah perlu lembaga Arkeologi sendiri, untuk melakukan penelitian baik dari sisi geologi maupun arkeologi.
TRADITIONAL ARCHITECTURAL APPROACH OF LIMASAN TRAJUMAS LAWAKAN TO WAGE TRADITIONAL MARKET REVITALIZATION BUILDING IN TULUNGAGUNG DISTRICT PENDEKATAN ARSITEKTUR TRADISIONAL LIMASAN TRAJUMAS LAWAKAN PADA BANGUNAN REVITALISASI PASAR TRADISIONAL WAGE DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Narutama, Sevan Rangga; Istijanto, Suko; Rolalisasi, Andarita
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.64

Abstract

Indonesia merupakan negara yang besar dengan memiliki keragaman budaya dan tempat yang unik tak terkecuali di Kabupaten Tulungagung dengan pasar tradisional yang banyak yang berjumlah 29 yang tercatat di Disperindag Kabupaten Tulungagung. Salah satu pasar tradisional di Kabupaten Tulungagung adalah Pasar Tradisional Wage. Pasar ini merupakan pasar tradisional terbesar ke-2 di Kabupaten Tulungagung dengan didukung lokasi yang strategis ditengah-tengah permukiman penduduk, namun hal ini tidak sesuai dengan ekspetasi dikarenakan kondisi Pasar Tradisional Wage yang buruk dan bangunan yang sudah tua banyak mengakibatkan pembeli enggan berdatangan. Dikarenakan bangunan yang sudah tua dan kurangnya mencerminkan suatu bangunan yang memupnyai ciri khas tradisional maka perlu adanya pendekatan pada konsep bangunan. Pendekatan yang dipilih adalah Arsitektur Tradisional Rumah Limasan Trajumas Lawakan, dikarenakan bangunan tersebut kental dengan bangunan yang ada dijawa timur terkhusus di Kabupaten Tulungagung bagian selatan masih banyak yang menggunakan bentuk bangunan limasan trajumas lawakan. Implementasi pada bangunan pasar tradisional diharapkan mampu terwujud tanpa harus menghilangan ciri khas pasar tradisonal tersebut.
PENANGANAN KAWASAN KUMUH MELALUI REDEVELOPMENT HUNIAN VERTIKAL DI KOTA SEMARANG Binta Usfuroh, Dinar; Istijanto, Suko; Rolalisasi, Andarita
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.57

Abstract

Salah satu kota dengan populasi penduduk yang cukup padat yaitu Kota Semarang. Dari kejadian tersebut, kebutuhan lahan untuk permukiman di perkotaan semakin meningkat, sehingga mengakibatkan nilai tanah yang relatif tinggi dan tidak semua penduduk mampu membeli tanah dengan nilai tanah yang tinggi. Akibatnya masyarakat lebih memilih untuk tinggal di kawasan yang memiliki nilai lahan yang rendah, dan menimbulkan permukiman kumuh akibat penurunan kualitas permukiman. Tingkat kekumuhan di wilayah ini menentukan bagaimana program pemerintah untuk meningkatkan kualitas permukiman di Kota Semarang diimplementasikan. Menurut rencana pemerintah, pembangunan kembali permukiman Tambak Lorok merupakan solusi dari penurunan luas lahan di pesisir utara yang berakibat penurunan kualitas permukiman. Pendekatan penelitian eksploratif dilakukan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi masalah atau subjek yang memerlukan investigasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah cara penanganan masalah menurunanya kualitas permukiman dengan adanya penataan kembali dengan hunian vertikal dikawasan Tambak Lorok Semarang.
PENINGKATAN KUALITAS HUNIAN NELAYAN PADA PERMUKIMAN NELAYAN PRIGI TRENGGALEK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Fitria, Danis; Istijanto, Suko; Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i2.64

Abstract

Permukiman nelayan di Trenggalek memiliki suatu permasalahan yang cukup membutuhkan penanganan. Mulai dari permasalahan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan hingga kualitas lingkungannya. Tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan yang cukup rendah dapat dilihat dari hunian dan lingkungan yang ditinggalinya. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sarana prasarana pendukung di bidang kelautan dan perikanan. Sedangkan rendahnya kualitas lingkungan pada permukiman nelayan adalah minimnya ketersediaan sarana dan prasarana dasar yang berdampak pada rendahnya produktivitas para nelayan. Oleh karena itu suatu kondisi permukiman sangat berdampak pada kualitas produktivitas penghuninya. Artikel ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kualitas hunian pada permukiman nelayan dengan melalui pendekatan arsitektur perilaku. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung di lapangan dan melaksanakan analisis terhadap hal-hal yang relevan dengan permasalahan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi langsung dan mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, antara lain e-journal, e-book, dan sumber lain yang relevan. Penelitian ini menghasilkan desain hunian untuk permukiman nelayan dengan melakukan beberapa peningkatan kualitas mulai dari kualitas sistem drainase, sistem air bersih dan material bangunan yang digunakan sehingga memberikan kenyamanan untuk penghuninya.