Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Asupan Karbohidrat Harian terhadap Risiko Kejadian Diabetes Melitus Gestasi (GDM) melalui Glyco-Hemoglobin Ibu Hamil Def Primal; Tetra Anestasia Putri; Wira Meiriza
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.439 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.1876

Abstract

This study aims to identify the relationship between the amount of carbohydrate intake in pregnant women in the third trimester with the incidence of gestational diabetes mellitus (GDM) in the health office area of the City of Bukittinggi. This research method is a cross-sectional study using an experimental approach. The results showed that the daily intake of carbohydrates (grams) of pregnant women in the third trimester had a significant relationship with the incidence of GDM in the working area of the Bukittinggi City Health Office based on 34 pregnant women who had been examined. This can be seen from the higher the daily intake of carbohydrates for pregnant women, the increase in the percentage value of HbA1c. In conclusion, there is a correlation between the consistent daily intake of carbohydrates and the HbA1c weight, which refers to pre-diabetes status and gestational diabetes in the third trimester of pregnant women. Keywords: Carbohydrate Intake; Gestational Diabetes Mellitus; HbA1c
DAMPAK BREASTFEEDING FATHER DENGAN PERSIAPAN IBU MEMBERIKAN ASI Andriani, Yessi; Satria, Okti; Meiriza, Wira
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i1.588

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) diberikan secara ekslusif kepada bayi tanpa ada tambahan, kecuali obat-obatan. Meskipun ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi baru lahir, masih banyak ibu yang menghadapi masalah dalam menyusui, salah satunya adalah kurangnya dukungan dari suami mereka. Peran suami adalah faktor penting dalam mendukung keberhasilan menyusui eksklusif. Adapun tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui dampak breastfeeding father dengan persiapan ibu dalam memberikan ASI pada bayi baru lahir. Desain penelitian berupa quasi-eksperimen dengan one group pre-test and post-test. Sampel sejumlah 15 ibu hamil usia kehamilan di atas 37 minggu. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa rerata persiapan ibu dalam memberikan ASI sebelum penerapan breastfeeding father adalah 54,53 dan setelah penerapan menjadi 78,13. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa rerata sebelum dan sesudah penerapan breastfeeding father adalah 23,6, nilai p = 0,01 (p <0,05). Jadi ada dampak dari breastfeeding father dengan kesiapan ibu memberikan ASI atau untuk persiapan menyusui. Penting untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi periode laktasi saat hamil agar pencegahan dapat dilakukan sejak awal periode laktasi.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER (Lavandula Angustifolia) TERHADAP PENGURANGAN MUAL MUNTAH IBU HAMIL TRIMESTER I Satria, Okti; Suganda, Yohana; Meiriza, Wira; Armalini, Rika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3098

Abstract

Nausea and vomiting are common conditions experienced by pregnant women, which can interfere with the quality of life and the health of both the mother and the fetus. This study aims to analyze the effect of lavender aromatherapy on the reduction of nausea and vomiting in pregnant women during the first trimester (TM I) at PMB Hj. STr. Keb Yetti Latief in 2024. In this study, lavender aromatherapy intervention was applied to a group of pregnant women experiencing nausea and vomiting symptoms, with measurement of symptom intensity before and after the intervention. The method used was a comparative test between the group before receiving lavender aromatherapy and the group after receiving the treatment. The study was conducted at PMB Hj. Yetti Latief, STr. Keb, from September 6-20, 2024. The results showed a significant decrease in nausea and vomiting frequency and intensity in the group that received lavender aromatherapy, with a p-value of 0.001 < 0.005. This indicates that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected, meaning there is a significant effect of lavender aromatherapy on reducing nausea and vomiting intensity in pregnant women. This shows that lavender aromatherapy can be an effective non-pharmacological alternative in managing nausea and vomiting during pregnancy. It is hoped that this study can contribute to the development of non-pharmacological therapies for nausea and vomiting during pregnancy, as well as increase understanding of the benefits of lavender aromatherapy in maternal health care.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BEDONG KAIN DAN SKIN WRAP DALAM PENGATURAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR Meiriza, Wira; Kartika, Kalpana; Hasnita, Yenda
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2182

Abstract

Hipotermia merupakan keadaan seorang individu mengalami penurunan suhu tubuh dibawah35,50C per rectal karena peningkatan kerentanan terhadap faktor-faktor eksternal. Penatalaksanaanyang dapat dilakukan pada pasien hipotermia adalah dengan melakukan pembedongan kain dan SkinWrap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan bedong kain dan Skin Wrapdalam pengaturan suhu tubuh Bayi Baru Lahir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, denganmetode quasi experimental study dengan rancangan penelitian two group pre test-post test design.Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 bayi dengan teknik quota sampling. Pada penelitian inididapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan suhu tubuh pada Bayi Baru Lahir setelah diberikan bedongkain dan Skin Wrap. Dengan hasil pada saat dilakukan bedong kain terjadi peningkatan 0,44 dan padasaat dilakukan Skin Wrap terjadi peningkatan 1,29 dengan p value 0,000. Disimpulkan bahwapenggunaan bedong kain dan Skin Wrapdapat meningkatkan suhu tubuh pada Bayi Baru Lahir danpenggunaan Skin Wrap lebih berpengaruh untuk menaikkan suhu tubuh. Oleh karena itu, disarankanhasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh bidan maupun perawat rumah sakit untuk mengurangihipotermia pada Bayi Baru Lahir.Kata Kunci : Bayi baru lahir; bedong kain; skin wrap
Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Intervensi Spesifik dan Sensitif di Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar Triveni, Triveni; Wartisa, Feny; Meiriza, Wira; Oviana, Athica
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1151

Abstract

Masalah Gizi masih menjadi masalah global terutama pada Negara berkembang. World Health Organization menyatakan bahwa gizi adalah komponen yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk menambah pengetahuan orangtua balita mengenai intervensi spesifik dan sensitif dan perubahan perilaku gizi yang baik sehingga dapat meningkatkan status kesehatan dan gizi anak. Manfaat kegiatan ini adalah agar orangtua terutama ibu hamil dan ibu balita mengetahui pentingnya intervensi spesifik dan sensitif untuk mencegah terjadinya masalah gizi pada balita dan meningkatkan status kesehatan dan gizi anak. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif dan diskusi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post test menggunakan kuesioner pengetahuan untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil menunjukan adanya peningkatan dalam pemahaman tentang pencegahan stunting. Edukasi ini berperan penying dalam pencegahan dan peningkatan kesehatan khususnya anak balita dalam mencegaha stunting.
Ekstrak Air Buah Pepaya Muda (Carica papaya.L) terhadap Gambaran Folikel Sekunder, De Graaf dan Korpus Luteum Ovarium Tikus Betina (Rattus norvegicus) Satria, Okti; Meiriza, Wira
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1081

Abstract

Pepaya mengandung polisakarida, alkaloid, saponin, flavonoid yang diduga mampu mengakibatkan gangguan jalur hipotalamus hipofise yang mengakibatkan gangguan sekresi GnRH yang berpengaruh terhadap pembentukan, perkembangan dan pematangan folikel. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian ekstrak air buah pepaya muda (Carica papaya L.) terhadap gambaran folikel sekunder, folikel de graaf dan korpus luteum ovarium tikus betina (Rattus novergicus). Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain Post Test Only Control Group. Jumlah sampel sebanyak 24 ekor tikus betina berumur 12 minggu, berat 200-300 gram, dibagi secara acak dalam 4 kelompok. Setiap kelompok dilebihkan 2 ekor untuk mengantisipasi terjadi kematian, sehingga jumlah seluruh sampel 32 ekor. Kelompok (K-) tanpa diberikan perlakuan. Kelompok (P1) diberi ekstrak air buah pepaya muda 47 mg/200 gr BB. Kelompok (P2) diberi ekstrak air buah pepaya muda 93 mg/200 gr BB. Kelompok (P3) diberi ekstrak air buah pepaya muda 189 mg/200 gr BB. Setelah 20 hari perlakuan, dilakukan perhitungan jumlah folikel sekunder, folikel de graaf dan korpus luteum. Hasil analisis statistik menggunakan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis didapatkan tidak ada pengaruh secara sinifikan pemberian ekstrak air buah pepaya muda terhadap jumlah folikel sekunder (p = 0,083), tidak ada pengaruh secara signifikan pemberian ekstrak air buah pepaya muda terhadap jumlah folikel de graaf (p = 0,069), ada pengaruh pemberian ekstrak air buah pepaya muda terhadap jumlah korpus luteum (p= 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak air buah pepaya muda tidak berpengaruh terhadap jumlah folikel sekunder dan folikel de graaf, namun berpengaruh terhadap jumlah korpus luteum dengan dosis 189 mg/200 grBB.