Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Metode Analytycal Hierarchy Process (AHP) Dalam Menentukan Kompetensi SDM di Bidang Rekam Medik di Puskesmas Se Kota Gorontalo: Application of Analytical Hierarchy Process (AHP) Method in Determining Human Resources Competence in the Field of Medical Records in Health Centers throughout Gorontalo City Fitriani Talaa; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7745

Abstract

Puskesmas adalah unit yang memiliki peran penting dalam mendukung transformasi kondisi kesehatan masyarakat ke arah pencapaian tingkat kesehatan yang optimal. Rekam medis merupakan dokumen yang memuat catatan lengkap mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, serta berbagai bentuk pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas kompetensi petugas rekam medis di Puskesmas se-Kota Gorontalo menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 53 orang yang merupakan seluruh petugas rekam medis di 10 puskesmas, diperoleh melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berdasarkan empat kriteria kompetensi: pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap merupakan kriteria kompetensi dengan bobot tertinggi secara keseluruhan (0,299), disusul oleh pendidikan (0,241), keterampilan (0,236), dan pengetahuan (0,223). Puskesmas Hulonthalangi, Kota Timur, dan Sipatana memprioritaskan aspek Pendidikan. Puskesmas Pilolodaa, Kota Utara, dan Dumbo raya memprioritaskan aspek keterampilan, dan Puskesmas Dungingi, Kota Barat, Kota Tengah dan Kota Selatan memprioritaskan aspek sikap. Secara keseluruhan petugas terbaik berasal dari Puskesmas Pilolodaa yang memperoleh skor tertinggi sebesar 14,83. Saran untuk Puskesmas perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang rekam medis dengan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi petugas yang belum memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, serta perlu dilakukan penyusunan standar kompetensi SDM rekam medis yang jelas dan terstruktur untuk memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang memadai dalam pengelolaan rekam medis.
Gambaran Program Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Dalam Mengatasi Masalah Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Tuloa: Overview of Local Food-Based Supplementary Feeding Program in Addressing Malnutrition Problems in Toddlers in Tuloa Village Khairunnisa Lamalani; Sunarto Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7837

Abstract

Pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal merupakan strategi penanganan masalah gizi pada Balita. Rumusan masalah bagaimana gambaran program PMT berbasis pangan lokal dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita di Desa Tuloa. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran program PMT berbasis pangan lokal dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita di Desa Tuloa. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi seluruh ibu dari balita yang terlibat dalam program PMT di Desa Tuloa. Sampel penelitian berjumlah 52 orang menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian diketahui bahwa edukasi gizi terbanyak berjumlah 46 (88.5%), tidak diberikan edukasi gizi (11.5%), keberagaman pangan beragam terbanyak berjumlah 39 (75.0%), tidak beragam berjumlah 13 (25.0%), siklus menu <7 hari terbanyak berjumlah 30 (57.7%), yang menerima ?7 hari berjumlah 22 (42.3%), kesesuaian tekstur sesuai terbanyak berjumlah 46 (88.5%) dan tidak sesuai berjumlah 6 (11.5%), lama waktu pemberian memenuhi terbanyak berjumlah 31 (59.6%), tidak memenuhi berjumlah 21 balita (40.4%), status gizi baik terbanyak berjumlah 38 (73.1%) dan gizi kurang berjumlah 14 (26.9%). Saran peneliti selanjutnya, meneliti faktor-faktor aspek sosial-ekonomi, keterlibatan keluarga, inovasi penyusunan menu agar lebih bervariasi dan menarik untuk dampak jangka panjang program PMT terhadap status gizi balita
Analisis Tingkat Kepuasan Pada Pengguna Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dengan Metode Human Organization Technology Fit (HOT-Fit) Di Puskesmas Pilolodaa: Analysis of the Level of Satisfaction of Management Information System (MIS) Users Using the Human Organization Technology Fit (HOT-Fit) Method at the Pilolodaa Community Health Center Kasmawati Usman; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7894

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) adalah suatu aplikasi manajemen puskesmas yang fungsi utamanya sebagai alat dalam pencatatan, pengolahan dan penyajian informasi xsemua data pasien dari awal melakukan pendaftaran hingga pelaporan. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis keberhasilan suatu sistem yang dilihat dari kepuasan pengguna yaitu dengan menggunakan metode HOT-Fit, dimana metode ini terbagi menjadi 4 aspek yaitu dari aspek human, organization, technology, dan net benefit. Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan sekilas hasil responden penelitian, nilai rata-rata (mean) masing-masing item pertanyaan dan total item serta digunakan untuk mengetahui pencapaian responden terhadap penyebaran jawaban responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 25 orang. Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, khususnya program excel, dan dihitungan dengan rumus tingkat pencapaian responden (TCR). Hasil penelitian dengan menghitung TCR menunjukan bahwa aspek human memiliki total nilai TCR 72,05%, dikategorikan puas. Aspek organization memiliki nilai TCR 78,13%, dikategorikan puas. Aspek technology memiliki nilai TCR 69,15%, dikategorikan puas. Aspek net benefit memiliki nilai TCR 78,89%, dikategorikan puas. Dan metode HOT-Fit memiliki nilai TCR 74,53%, dikategorikan puas.
Analisis Kendala Dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Dengan Menggunakan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Toto Utara: Analysis of Constraints in the Implementation of Health Services Using Electronic Medical Records at the North Toto Community Health Center Meylani Toonawu; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8592

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi sistem pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala implementasi pelayanan kesehatan menggunakan RME di Puskesmas Toto Utara berdasarkan Faktor Manusia (Man), Mesin (Machine), Metode (Method) dan Uang (Money). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas dan Petugas Rekam Medis serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan kendala utama berasal dari faktor manusia, seperti kurangnya tenaga berlatar belakang rekam medis dan keterbatasan kemampuan komputer. Faktor mesin meliputi sarana prasarana dan jaringan internet yang belum stabil. Faktor metode, implementasi SOP telah tersedia, namun implementasi masih belum sepenuhnya optimal. Faktor Uang, meskipun dana ada dukungan dari BOK, alokasi anggaran belum memadai untuk menunjang RME secara menyeluruh. Simpulannya keberhasilan implementasi RME memerlukan peningkatan kapasitas SDM, infrastruktur teknologi, konsitensi penerapan SOP, serta alokasi dana yang memadai.
Pengaruh Employee Performance Terhadap Career Growth Pada Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Kota Utara Amanah Yassin Rizkia; Herlina Jusuf; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8753

Abstract

Tenaga kesehatan berperan penting dalam sektor kesehatan, bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan pasien. Masalah kinerja di puskesmas meliputi beban kerja tinggi akibat jumlah tenaga kesehatan yang terbatas, sehingga tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, perkembangan karir terhambat oleh sistem promosi yang terbatas, kurangnya kesempatan maju, serta dukungan finansial dan waktu untuk pelatihan. Hal ini dapat menurunkan motivasi kerja dan menyebabkan frustrasi serta kelelahan fisik dan mental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh employee performance terhadap career growth pada tenaga kesehatan di puskesmas Kota Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di puskesmas Kota Utara, kemudian sampel ini menggunakan total sampling , jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 44 orang tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa employee performance berpengaruh signifikan terhadap career growth pada tenaga kesehatan di puskesmas Kota Utara dengan nilai uji statistik yang di dapatkan p-value = 0,003 ?=0,05. Dapat disimpulkan bahwa employee performance berpengaruh signifikan terhadap career growth pada tenaga kesehatan. Disarankan puskesmas meningkatkan program pengembangan karir atau memberikan penghargaan pada kinerja tenaga kesehatan.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Menggunakan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) Dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Pada Bagian Produksi Di Surabaya Jaya Mebe: Analysis Of Occupational Accident Risk Using Hazard And Operability Study (HAZOP) Method And Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) In The Production Departmen At Surabaya Jaya Furniture Wia Amalia Kartika; Herlina Jusuf; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8815

Abstract

Analisis risiko merupakan suatu proses evaluasi risiko yang ditimbulkan dari bahaya-bahaya yang ada dan memberi pengendalian yang memadai atau sesuai atas pengendalian yang telah ada. Pelaksanaan K3 di Surabaya Jaya Mebel sama sekali belum di terapkan sehingga masih banyak risiko kecelakaan kerja yang ditemui, para pekerja tidak menggunakan APD dan kurang ketelitian saat melakukan pekerjaan sehingga menyebabkan terjadi kegagalan atau kecelakaan kerja di mebel tersebut. Rumusan Masalah bagaimana analisis risiko kecelakaan kerja di Surabaya Jaya Mebel dengan menggunakan metode HAZOP dan FMEA. Tujuan Penelitian untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Hazard And Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Pada Bagian Produksi Di Surabaya Jaya Mebel. Jenis penelitian ini kualitatif. Sumber informasi dari informan kunci dan informan biasa. Pengumpulan data melalui observasi pada bagian produksi dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian yang didapatkan hasil analisis dengan menggunakan metode HAZOP dan FMEA terdapat 17 potensi bahaya dengan nilai tertinggi terjadi pada pekerjaan bagian pengamplasan terkena mesin gurinda yang mengakibatkan luka hingga mengalami pendarahan. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya dalam menentukan rancangan perbaikan K3 dengan menambahkan metode-metode yang lebih terbaru untuk bisa menghasilkan sebuah penelitian yang baru lagi.
Sick Building Syndrome Incidence by Age and Work Period: A Regression Analysis Herlina Jusuf; Sylva Flora Ninta Tarigan; Hairun Nisa Yunus; Ramly Abudi; Nikmatini Arsad; Amanda Adityaningrum
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 3: July 2024 - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i3.5686

Abstract

Many nonspecific symptoms of illness can occur as a result of exposure to specific harmful agents at certain workplaces, which is commonly referred to as Sick Building Syndrome (SBS). Several factors may contribute to the incidence of SBS, such as an individual’s age and work period. This research aims to determine the impact of age and work period on the incidence of SBS among employees at Telkom Gorontalo’s IT department. Cross-sectional observations were carried out in this research. Researchers conducted saturation sampling (total sampling) using all of Telkom Gorontalo’s IT employees as a sample population. Following this, 35 IT employees were used as samples. According to the analysis results, among the 35 IT employees working for Telkom Gorontalo, 27 had SBS incidents. In addition, out of 35 IT employees, 28 were under 40, 27 had standard working hours (work for 8 hours), and 14 had worked at Telkom Gorontalo for less than three years. A logistic regression analysis revealed that age significantly contributed to SBS incidence among Telkom Gorontalo’s IT employees (p-value = 0,001). Furthermore, the R-Square value was calculated using logistic regression, which is 46,45%.
Analysis of Risk Factors for Hypertension in Urban Adolescents Using the Rapidminer Data Mining Method with Decision Tree C4.5 Operator Nur’ain Manasai; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.9816

Abstract

Hypertension in adolescents is an increasing health problem due to lifestyle changes. This study aims to identify risk factors for hypertension in urban adolescents using the data mining method with the Decision Tree C4.5 algorithm on RapidMiner. This quantitative research involved 130 adolescents aged 15–19 years in the working area of the Dumbo Raya Health Center, Gorontalo City. The variables analyzed included genetic factors, obesity, stress, smoking, excessive salt consumption, coffee consumption, sleep duration, and hypertension status. The data was processed through the preprocessing stage, the formation of the C4.5 Decision Tree model, and evaluation using a confusion matrix with an 80:20 training and testing data division. The results showed that sleep duration was the most dominant factor, followed by coffee consumption, genetic factors, obesity, excessive salt consumption, smoking, and stress. The model produces an accuracy of 88.46% and is able to form easy-to-understand classification rules. The Decision Tree C4.5 algorithm is effectively used to support early detection of hypertension in adolescents.
Relationship Stress Levels, Knowledge and Compliance Antenatal Care (ANC) With Preeclampsia Incidence In Pregnant Women at the West City Health Center Arfan Walangadi; Sunarto Kadir; Ramly Abudi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.9837

Abstract

Preeclampsia is a complication of pregnancy characterized by hypertension after 20 weeks of gestation accompanied by proteinuria and contributes to increased maternal morbidity. In Gorontalo City, the prevalence of preeclampsia increased from 0.71% in 2023 to 1.73% in mid-2024. Data from the West City Health Center shows that 36 out of 259 pregnant women experience preeclampsia. The purpose of analyzing the relationship between the level of stress, knowledge and compliance of Antenatal Care (ANC) and the incidence of preeclampsia in pregnant women at the West City Health Center. Quantitative research with a cross sectional study design. The population was 259 pregnant women and a sample of 72 using purposive sampling techniques. Data were collected through the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire, knowledge questionnaire, ANC compliance questionnaire and medical record data. Data analysis using the Chi-Square test. There was a significant relationship between stress levels (p = 0.000), knowledge (p = 0.017), and ANC compliance (p = 0.003) with the incidence of preeclampsia in pregnant women at the West City Health Center. The level of stress, knowledge, and compliance of ANC are factors related to the incidence of preeclampsia. Health workers are advised to optimize ANC services through early detection, ongoing education and stress level screening to prevent pregnancy complications.
Analysis of Hypertension Risk Factors in Urban Adolescents Using the Rapidminer Data Mining Method with Decision Tree C4.5 Operator Nur’ain Manasai; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.10160

Abstract

Hypertension in adolescents is an increasing health problem due to lifestyle changes. This study aims to identify risk factors for hypertension in urban adolescents using the data mining method with the Decision Tree C4.5 algorithm on RapidMiner. This quantitative research involved 130 adolescents aged 15–19 years in the working area of the Dumbo Raya Health Center, Gorontalo City. The variables analyzed included genetic factors, obesity, stress, smoking, excessive salt consumption, coffee consumption, sleep duration, and hypertension status. The data was processed through the preprocessing stage, the formation of the C4.5 Decision Tree model, and evaluation using a confusion matrix with an 80:20 training and testing data division. The results showed that sleep duration was the most dominant factor, followed by coffee consumption, genetic factors, obesity, excessive salt consumption, smoking, and stress. The model produces an accuracy of 88.46% and is able to form easy-to-understand classification rules. The Decision Tree C4.5 algorithm is effectively used to support early detection of hypertension in adolescents.