Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelelahan Mata Pada Pengrajin Kerawang Naga Mas Desa Mongolato Kecamatan Telaga: Factors Affecting Eye Fatigue in Naga Mas Kerawang Craftsmen, Mongolato Village, Telaga District Nur’Aida Badu; Herlina Jusuf; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6671

Abstract

Kelelahan mata adalah ketegangan pada mata dan disebabkan oleh penggunaan Indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu yang lama dan biasanya disertai dengan kondisi pandangan yang tidak nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang dilakukan hanya sekali pada waktu pengukuran atau mengobservasi data variable independent (warna kain, pencahayaan, lama kerja) dan dependent (kelelahan mata) secara bersamaan. Penelitian ini menumjukkan bahwa ada peingaruh antara warna kaiin teirhadap keiluhan keileilahan mata pada peingrajiin keirawang Naga Mas Deisa Mongolato Keicamatan Teilaga Kabupatein Gorontalo deingan p valuei = 0.002. Ada peingaruh antara peincahayaan teirhadap keiluhan keileilahan mata pada peingrajiin keirawang Naga Mas Deisa Mongolato Keicamatan Teilaga Kabupatein Gorontalo deingan p valuei = 0.005. Ada peingaruh antara lama keirja teirhadap keiluhan keileilahan mata pada peingrajiin keirawang Naga Mas Deisa Mongolato Keicamatan Teilaga Kabupatein Gorontalo deingan p valuei = 0.005.
Evaluasi Penggunaan Aplikasi Primary Care (P-Care) BPJS Kesehatan Dengan Metode Task Tecnology Fit Pada Petugas Kesehatan Di Puskesmas Se Kota Gorontalo: Evaluation of the Use of the BPJS Kesehatan Primary Care (P-Care) Application Using the Task Technology Fit Method on Health Workers at Community Health Centers in Gorontalo City Pangulu, Vitaloka; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Abudi, Ramly
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6677

Abstract

P-care adalah sistem informasi pelayanan pasien yang ditujukan untuk pasien BPJS yang berbasis komputer dan dapat diakses secara online. Rumusan masalah bagaimana evaluasi penggunaan aplikasi primary-care (p-care) BPJS kesehatan dengan metode task technology fit pada petugas kesehatan di Puskesmas Se-Kota Gorontalo. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi penggunaan aplikasi primary-care (p-care) BPJS kesehatan dengan metode task technology fit pada petugas kesehatan di Puskesmas Se-Kota Gorontalo.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 43 responden yakni petugas kesehatan yang mengoperasikan p-care di Puskesmas Se-Kota Gorontalo, penelitian ini menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data disajikan dalam bentuk presentase dan distribusi frekuensi.Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 43 responden karakteristik tugas dalam P-care yang paling banyak yaitu kategori baik 31 (72,1%), dan kategori kurang 12 (27,9%). Karakteristik teknologi kategori mudah 33 (76,7%) dan kategori sulit 10 (23,3%). Kesesuaian tugas-teknologi kategori sesuai 35 (81,4%) dan kategori tidak sesuai 8 (23,3%). Dampak kinerja kategori positif 25 (58,1%) dan kategori negatif 18 (41,9%). Metode TTF kategori baik 24 (55,8%) dan kategori sedang 19 (44,2%). Simpulan metode TTF ditinjau dari karakteristik tugas, penggunaan p-care sudah dilakukan dengan baik, proses input dan output tugas juga sudah terlaksana dan menu-menu yang ada didalam p-care sudah terfasilitasi. Ditinjau dari karakteristik teknologi, p-care sangat membantu pekerjaan serta mudah dipelajari dan fleksibel digunakan dimana saja dan kapan saja. Ditinjau dari kesesuaian tugas-teknologi, penggunaan p-care sudah sesuai dalam menyelesaikan tugas. Ditinjau dari dampak kinerja sebuah sistem, p-care masih dikatakan negatif karena belum dapat meningkatkan efisiensi.
Analisis Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Poli Jantung Instalasi Rawat Jalan RSUD Otanaha Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) : Analysis of Improving the Quality of Health Services in the Heart Polyclinic, Outpatient Installation of Otanaha Regional Hospital Using the Quality Function Deployment (QFD) Method Airmas, Susanto; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Abudi, Ramly
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6680

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pelayanan di rumah sakit. Poli Jantung RSUD Otanaha sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan jantung harus dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasien agar tercapai kepuasan pasien. Berdasarkan survei dan wawancara awal, beberapa pasien mengungkapkan ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diterima, terutama terkait dengan waktu tunggu pelayanan, keramahan staf medis, dan ketersediaan fasilitas yang dianggap kurang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan pendekatan QFD yang berfokus pada "suara pelanggan" untuk menerjemahkan kebutuhan dan harapan pasien ke dalam atribut mutu yang dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Poli Jantung Instalasi Rawat Jalan RSUD Otanaha menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kepada pasien yang menerima pelayanan di Poli Jantung RSUD Otanaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa atribut yang perlu menjadi prioritas peningkatan, seperti pelayanan yang cepat dan tepat serta fasilitas pendukung yang memadai. Penerapan QFD diharapkan dapat membantu RSUD Otanaha dalam meningkatkan mutu pelayanan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan pasien, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pasien secara signifikan.
Analisis Produktivitas Kerja Tenaga Kesehatan Berdasarkan Beban Kerja dengan Menggunakan Method Time and Motion Study di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut: Analysis of Health Worker Productivity Based on Workload Using the Time and Motion Study Method at the Banggai Timur Raya Health Center UPTD, Banggai Laut Regency Kunsing, Dewi Puspita Sari; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7065

Abstract

Produktivitas kerja tenaga kesehatan adalah bentuk penggunaan tenaga kesehatan yang produktif. Kekurangan tenaga kesehatan dapat menyebabkan beban kerja bertambah, sehingga mempengaruhi produktivitas kerja dari tenaga kesehatan yang ada. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas kerja tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja dengan menggunakan method time and motion study di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut selama 6 hari jam kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yaitu sebanyak 46 orang. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Kriteria yang digunakan yaitu tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas. Hasil penelitian didapatkan rata-rata waktu tindakan produktif tenaga kesehatan berkisar 252 hingga 330 menit perharinya dan waktu tindakan tidak produktif berada dibawah 10% dari total waktu kerja. Persentase tingkat beban kerja objektif tenaga kesehatan berkisar 76% hingga 100%. Produktivitas kerja tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja dikategorikan baik karena rata-rata waktu tindakan produktif mencapai bahkan melebihi waktu kerja efektif yang telah ditetapkan. Produktivitas kerja yang baik diharapkan terus berlanjut, semakin tinggi produktivitas kerja maka akan semakin meningkat kinerja dan capaian target dari puskesmas tersebut. Namun, puskesmas perlu memperhatikan penyesuaian waktu kerja tenaga kesehatan, karena sangat mempengaruhi produktivitas kerja
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINATION DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA GORONTALO Ahmad, Regina Maharani H.; Irwan; Abudi, Ramly
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i4.12482

Abstract

Triple elimination adalah upaya untuk mengeliminasi infeksi HIV, sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak. Capaian skrining triple elimination di Kota Gorontalo 2024 mencapai 42%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan triple elimination di wilayah kerja Puskesmas Kota Gorontalo, serta faktor yang mendominasi. Jenis penelitian survei analitik menggunakan desain cross sectional dengan populasi 281 ibu hamil trimester II dan sampel 88 ibu hamil yang dipilih secara proporsional. Variabel independen terdiri dari umur, pekerjaan, paritas, jarak, pengetahuan, sikap, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan suami. Variabel dependen adalah perilaku ibu hamil dalam pemeriksaan triple elimination. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (ρ = 0,023 ; OR = 3,810), dukungan tenaga kesehatan (ρ = 0,041; OR = 3,401), dan dukungan suami (ρ = 0,002 ; OR = 4,298) berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil, sementara umur (ρ = 0,717), pekerjaan (ρ = 0,238), paritas (ρ = 0,936), jarak (ρ = 1,000), dan sikap (ρ = 0,929) tidak berpengaruh. Dukungan suami menjadi faktor dominan dalam analisis multivariat. Saran penelitian meliputi pentingnya edukasi, dukungan, dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pemeriksaan triple elimination.
Kesiapan Puskesmas Dalam Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Dengan Metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) Di Puskesmas Botupingge: Readiness of Health Centers in Implementing Health Center Management Information Systems Using the Doctor's Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) Method at Botupingge Health Center Ainullah Aprilia Mohamad; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7577

Abstract

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan. Proses pencatatan secara manual memperlambat pelayanan dan digantikan dengan sistem informasi berbasis komputer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan Puskesmas Botupingge dalam penerapan SIMPUS dengan metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Puskesmas Botupingge. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif. Jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sama dengan jumlah populasi yakni 32 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesiapan Puskesmas Botupingge dalam menerapkan Simpus adalah (93,8%) berada pada kategori III yang artinya pada aspek sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan, infrastruktur di Puskesmas Botupingge sangat siap dalam menerapkan Simpus. Saran peneliti untuk Puskesmas Botupingge bisa melakukan pelatihan secara berkala terkait penggunaan e-Puskesmas kepada seluruh petugas kesehatan, serta dapat melakukan perbaikan infrastruktur pendukung agar penggunaan Simpus semakin optimal.
Penerapan Metode Analytycal Hierarchy Process (AHP) Dalam Menentukan Kompetensi SDM di Bidang Rekam Medik di Puskesmas Se Kota Gorontalo: Application of Analytical Hierarchy Process (AHP) Method in Determining Human Resources Competence in the Field of Medical Records in Health Centers throughout Gorontalo City Fitriani Talaa; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7745

Abstract

Puskesmas adalah unit yang memiliki peran penting dalam mendukung transformasi kondisi kesehatan masyarakat ke arah pencapaian tingkat kesehatan yang optimal. Rekam medis merupakan dokumen yang memuat catatan lengkap mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, serta berbagai bentuk pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas kompetensi petugas rekam medis di Puskesmas se-Kota Gorontalo menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 53 orang yang merupakan seluruh petugas rekam medis di 10 puskesmas, diperoleh melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berdasarkan empat kriteria kompetensi: pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap merupakan kriteria kompetensi dengan bobot tertinggi secara keseluruhan (0,299), disusul oleh pendidikan (0,241), keterampilan (0,236), dan pengetahuan (0,223). Puskesmas Hulonthalangi, Kota Timur, dan Sipatana memprioritaskan aspek Pendidikan. Puskesmas Pilolodaa, Kota Utara, dan Dumbo raya memprioritaskan aspek keterampilan, dan Puskesmas Dungingi, Kota Barat, Kota Tengah dan Kota Selatan memprioritaskan aspek sikap. Secara keseluruhan petugas terbaik berasal dari Puskesmas Pilolodaa yang memperoleh skor tertinggi sebesar 14,83. Saran untuk Puskesmas perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang rekam medis dengan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi petugas yang belum memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, serta perlu dilakukan penyusunan standar kompetensi SDM rekam medis yang jelas dan terstruktur untuk memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang memadai dalam pengelolaan rekam medis.
Gambaran Program Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Dalam Mengatasi Masalah Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Tuloa: Overview of Local Food-Based Supplementary Feeding Program in Addressing Malnutrition Problems in Toddlers in Tuloa Village Khairunnisa Lamalani; Sunarto Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7837

Abstract

Pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal merupakan strategi penanganan masalah gizi pada Balita. Rumusan masalah bagaimana gambaran program PMT berbasis pangan lokal dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita di Desa Tuloa. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran program PMT berbasis pangan lokal dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita di Desa Tuloa. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi seluruh ibu dari balita yang terlibat dalam program PMT di Desa Tuloa. Sampel penelitian berjumlah 52 orang menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian diketahui bahwa edukasi gizi terbanyak berjumlah 46 (88.5%), tidak diberikan edukasi gizi (11.5%), keberagaman pangan beragam terbanyak berjumlah 39 (75.0%), tidak beragam berjumlah 13 (25.0%), siklus menu <7 hari terbanyak berjumlah 30 (57.7%), yang menerima ?7 hari berjumlah 22 (42.3%), kesesuaian tekstur sesuai terbanyak berjumlah 46 (88.5%) dan tidak sesuai berjumlah 6 (11.5%), lama waktu pemberian memenuhi terbanyak berjumlah 31 (59.6%), tidak memenuhi berjumlah 21 balita (40.4%), status gizi baik terbanyak berjumlah 38 (73.1%) dan gizi kurang berjumlah 14 (26.9%). Saran peneliti selanjutnya, meneliti faktor-faktor aspek sosial-ekonomi, keterlibatan keluarga, inovasi penyusunan menu agar lebih bervariasi dan menarik untuk dampak jangka panjang program PMT terhadap status gizi balita
Analisis Tingkat Kepuasan Pada Pengguna Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dengan Metode Human Organization Technology Fit (HOT-Fit) Di Puskesmas Pilolodaa: Analysis of the Level of Satisfaction of Management Information System (MIS) Users Using the Human Organization Technology Fit (HOT-Fit) Method at the Pilolodaa Community Health Center Kasmawati Usman; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7894

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) adalah suatu aplikasi manajemen puskesmas yang fungsi utamanya sebagai alat dalam pencatatan, pengolahan dan penyajian informasi xsemua data pasien dari awal melakukan pendaftaran hingga pelaporan. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis keberhasilan suatu sistem yang dilihat dari kepuasan pengguna yaitu dengan menggunakan metode HOT-Fit, dimana metode ini terbagi menjadi 4 aspek yaitu dari aspek human, organization, technology, dan net benefit. Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan sekilas hasil responden penelitian, nilai rata-rata (mean) masing-masing item pertanyaan dan total item serta digunakan untuk mengetahui pencapaian responden terhadap penyebaran jawaban responden. Pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 25 orang. Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, khususnya program excel, dan dihitungan dengan rumus tingkat pencapaian responden (TCR). Hasil penelitian dengan menghitung TCR menunjukan bahwa aspek human memiliki total nilai TCR 72,05%, dikategorikan puas. Aspek organization memiliki nilai TCR 78,13%, dikategorikan puas. Aspek technology memiliki nilai TCR 69,15%, dikategorikan puas. Aspek net benefit memiliki nilai TCR 78,89%, dikategorikan puas. Dan metode HOT-Fit memiliki nilai TCR 74,53%, dikategorikan puas.
Analisis Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango: Customer Satisfaction Analysis Using the Customer Satisfaction Index Method in the Tilango Community Health Center Work Area Lamasai, Nurazkiyah; Kadir, Laksmyn; Abudi, Ramly
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8280

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang dirasakan pelanggan setelah membandingkan produk atau jasa yang mereka terima dengan harapan mereka. Rumusan Masalah bagaimana analisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Tujuan penelitian untuk menganalisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden Pasien Rawat Inap, penelitian ini menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data disajikan dalam bentuk presentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 38 responden karakteristik dalam tangible kategori sangat puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%) karakteristik dalam emphty kategori sangat puas sebanyak (89,5%) dan kategori cukup puas sebanyak (10,5%) karakteristik dalam reliability kategori puas sebanyak (94,7%) dan kategori cukup puas sebanyak (5,3%) karakteristik dalam responsiveness kategori puas (57,9%) kategori cukup puas sebanyak (26,3%) dan kategori tidak puas sebanyak (15,8%) dan karakteristik dalam assurance kategori puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%). Dapat disimpulkan nilai tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Puskesmas Tilango secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai CSI sebesar 71,55%. Disarankan kepada pihak Puskesmas Tilango agar dapat memberikan pelaksanaan upaya perbaikan harus dipantau agar kepuasan pelanggan benar-benar terpenuhi.