Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pelanggan Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango: Customer Satisfaction Analysis Using the Customer Satisfaction Index Method in the Tilango Community Health Center Work Area Nurazkiyah Lamasai; Laksmyn Kadir; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8280

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang dirasakan pelanggan setelah membandingkan produk atau jasa yang mereka terima dengan harapan mereka. Rumusan Masalah bagaimana analisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Tujuan penelitian untuk menganalisis kepuasan pelanggan menggunakan metode customer satisfaction index di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 responden Pasien Rawat Inap, penelitian ini menggunakan total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data disajikan dalam bentuk presentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 38 responden karakteristik dalam tangible kategori sangat puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%) karakteristik dalam emphty kategori sangat puas sebanyak (89,5%) dan kategori cukup puas sebanyak (10,5%) karakteristik dalam reliability kategori puas sebanyak (94,7%) dan kategori cukup puas sebanyak (5,3%) karakteristik dalam responsiveness kategori puas (57,9%) kategori cukup puas sebanyak (26,3%) dan kategori tidak puas sebanyak (15,8%) dan karakteristik dalam assurance kategori puas sebanyak (84,2%) dan kategori cukup puas sebanyak (15,8%). Dapat disimpulkan nilai tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan Puskesmas Tilango secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai CSI sebesar 71,55%. Disarankan kepada pihak Puskesmas Tilango agar dapat memberikan pelaksanaan upaya perbaikan harus dipantau agar kepuasan pelanggan benar-benar terpenuhi.
PENGARUH KONTEN TREN RUNNING TERHADAP GAYA HIDUP BERLARI PADA MAHASISWA PENGGUNA AKTIF TIKTOK DI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Siti Altasya Tangahu; Sirrajudien Bialangi; Ramly Abudi
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v5i1.4917

Abstract

The development of social media, particularly TikTok, has influenced the behavior and lifestyle of young people, including physical activity and sports participation. One emerging phenomenon is the increasing popularity of running trend content that presents running activities as part of a healthy lifestyle. This study aimed to analyze the influence of running trend content on the running lifestyle among active TikTok users at Gorontalo State University. This study employed a quantitative approach using a survey analytic method with a cross sectional design. The population consisted of active TikTok users at Gorontalo State University, with 100 respondents selected through purposive sampling. The research instrument used a Likert-scale questionnaire that hadbeen tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using univariate analysis, classical assumption tests, and simple linear regression. The findings showed a significant influence of running trend content on the running lifestyle with asignificance value of 0.000 and a coefficient of determination of 33.1%. The study concludes that exposure to running trend content on TikTok can influence students’ tendency to adopt a running lifestyle as part of a healthy lifestyle.
EVALUATING SCHOOL HEALTH PROGRAMME SUPPORT CAPACITY ACROSS EDUCATIONAL LEVELS IN GORONTALO CITY RAMLY ABUDI; Susanti Iman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 3 (2026): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i3.39504

Abstract

The School Health Program (SHP) is a cross-sectoral initiative designed to promote healthy school environments and improve clean and healthy living behaviours among school-aged children. However, disparities in SHP implementation across regions have limited the effectiveness of the program, while previous studies have generally focused on specific educational levels, providing only a partial understanding of program support capacity. This study aimed to assess the support capacity of SHP implementation in public schools across Gorontalo City by evaluating human resources, management systems, and facilities and infrastructure. A quantitative descriptive study using a cross-sectional approach was conducted in 2017 involving 130 public schools, consisting of 107 elementary schools, 16 junior high schools, 3 senior high schools, and 4 vocational schools. Data were collected using questionnaires, observations, and interviews and analyzed descriptively using percentage distributions. The results showed that good human resource capacity was identified in 40.2% of elementary schools, 37.5% of junior high schools, and 28.6% of senior high and vocational schools. Good management systems were observed in 59.8%, 75.0%, and 85.7% of schools at the respective educational levels, while good facilities and infrastructure were reported in 52.3%, 56.3%, and 42.9% of schools. Overall, the SHP support capacity was categorized as good, although deficiencies remained in human resources and essential facilities. Strengthening the competencies of SHP management personnel through regular capacity-building programs is recommended to improve the quality and sustainability of healthy school implementation.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kapasitas Vital Paru Pada Pekerja Pengangkut Sampah Di Kabupaten Gorontalo: Factors Related to Lung Vital Capacity in Waste Transport Workers in Gorontalo Regency Azzahra Natasya Hambali; Herlina Jusuf; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6059

Abstract

Kapasitas vital paru (KVP) merupakan jumlah udara maksimal yang bisa dikeluarkan dari paru setelah udara dipenuhi secara maksimal .Gangguan saluran pernapasan dapat menyebabkan penurunan fungsi paru. Pekerja pengangkut sampah yang selalu terpapar dengan bau busuk. Petugas bekerja setiap hari dari hari senin-minggu, dari jam 07.00-selesai, dimana petugas pengangkut sampah berpotensi dapat mengalami kelelahan kerja. Ditambah dengan kebiasan merokok petugas yang beresiko dapat menurunkan kapasitas vital paru oleh karena itu sangat rentan pengaruhnya terhadap masalah-masalah kesehatan utamanya tingkat kapasitas paru yang akan dialami oleh pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru pekerja pengangkut samapah. Jenis penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh pekerja pengangkut sampah di Kabupaten Gorontalo sebanyak 32 orang, dengan teknik total sampling. Data di analasisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kapasitas vital paru pekerja pengangkut sampah adalah kebiasaan merokok (p=0,014), lama kerja (p=0,021) dan kelelahan kerja (p=0,032).Disimpulkan ada hubungan antara kebiasaan merokok, lama kerja dan kelelahan kerja dengan kapasitas vital paru pekerja pengangkut sampah. Saran bagi pekerja untuk mengurangi konsumsi rokok dan melakukan istirahat yang cukup. Serta melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.
Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB) pada Perawat di Unit Rawat Inap Rsud dr. Hasri Ainun Habibie: The Influence of Job Satisfaction on Organizational Citizenship Behavior (OCB) in Nurses in the Inpatient Unit of Dr. Hasri Ainun Habibie Hospital Verawaty Y. Hamzah; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6659

Abstract

Kepuasan kerja menggambarkan suatu keadaan puas seseorang dalam pekerjaan mereka, beberapa orang mempunyai kualitas kepuasan kerja yang tidak sama sesuai dengan cara ideal-ideal yang berlangsung pada diri mereka sendiri, perbedaan tersebut disebabkan karena terciptanya perbedaan sikap antara satu individu dengan individu lainnya. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behaviour (OCB) pada perawat di unit rawat inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di unit rawat inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, kemudian sampel penelitian ini menggunakan total sampling, jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 42 orang perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap OCB pada perawat di unit rawat inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dengan nilai uji statistik di dapatkan P-value = 0,000 < ? = 0,05%. Dapat disimpulkan bahwa, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap organizational citizenship behaviour pada perawat di unit rawat inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Disarankan rumah sakit seharusnya lebih meningkatkan penghargaan terhadap kinerja perawat melalui pemberian insentif non-finansial.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelelahan Mata Pada Pengrajin Kerawang Naga Mas Desa Mongolato Kecamatan Telaga: Factors Affecting Eye Fatigue in Naga Mas Kerawang Craftsmen, Mongolato Village, Telaga District Nur’Aida Badu; Herlina Jusuf; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6671

Abstract

Kelelahan mata adalah ketegangan pada mata dan disebabkan oleh penggunaan Indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu yang lama dan biasanya disertai dengan kondisi pandangan yang tidak nyaman. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang dilakukan hanya sekali pada waktu pengukuran atau mengobservasi data variable independent (warna kain, pencahayaan, lama kerja) dan dependent (kelelahan mata) secara bersamaan. Penelitian ini menumjukkan bahwa ada peingaruh antara warna kaiin teirhadap keiluhan keileilahan mata pada peingrajiin keirawang Naga Mas Deisa Mongolato Keicamatan Teilaga Kabupatein Gorontalo deingan p valuei = 0.002. Ada peingaruh antara peincahayaan teirhadap keiluhan keileilahan mata pada peingrajiin keirawang Naga Mas Deisa Mongolato Keicamatan Teilaga Kabupatein Gorontalo deingan p valuei = 0.005. Ada peingaruh antara lama keirja teirhadap keiluhan keileilahan mata pada peingrajiin keirawang Naga Mas Deisa Mongolato Keicamatan Teilaga Kabupatein Gorontalo deingan p valuei = 0.005.
Evaluasi Penggunaan Aplikasi Primary Care (P-Care) BPJS Kesehatan Dengan Metode Task Tecnology Fit Pada Petugas Kesehatan Di Puskesmas Se Kota Gorontalo: Evaluation of the Use of the BPJS Kesehatan Primary Care (P-Care) Application Using the Task Technology Fit Method on Health Workers at Community Health Centers in Gorontalo City Vitaloka Pangulu; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6677

Abstract

P-care adalah sistem informasi pelayanan pasien yang ditujukan untuk pasien BPJS yang berbasis komputer dan dapat diakses secara online. Rumusan masalah bagaimana evaluasi penggunaan aplikasi primary-care (p-care) BPJS kesehatan dengan metode task technology fit pada petugas kesehatan di Puskesmas Se-Kota Gorontalo. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi penggunaan aplikasi primary-care (p-care) BPJS kesehatan dengan metode task technology fit pada petugas kesehatan di Puskesmas Se-Kota Gorontalo.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 43 responden yakni petugas kesehatan yang mengoperasikan p-care di Puskesmas Se-Kota Gorontalo, penelitian ini menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data disajikan dalam bentuk presentase dan distribusi frekuensi.Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 43 responden karakteristik tugas dalam P-care yang paling banyak yaitu kategori baik 31 (72,1%), dan kategori kurang 12 (27,9%). Karakteristik teknologi kategori mudah 33 (76,7%) dan kategori sulit 10 (23,3%). Kesesuaian tugas-teknologi kategori sesuai 35 (81,4%) dan kategori tidak sesuai 8 (23,3%). Dampak kinerja kategori positif 25 (58,1%) dan kategori negatif 18 (41,9%). Metode TTF kategori baik 24 (55,8%) dan kategori sedang 19 (44,2%). Simpulan metode TTF ditinjau dari karakteristik tugas, penggunaan p-care sudah dilakukan dengan baik, proses input dan output tugas juga sudah terlaksana dan menu-menu yang ada didalam p-care sudah terfasilitasi. Ditinjau dari karakteristik teknologi, p-care sangat membantu pekerjaan serta mudah dipelajari dan fleksibel digunakan dimana saja dan kapan saja. Ditinjau dari kesesuaian tugas-teknologi, penggunaan p-care sudah sesuai dalam menyelesaikan tugas. Ditinjau dari dampak kinerja sebuah sistem, p-care masih dikatakan negatif karena belum dapat meningkatkan efisiensi.
Analisis Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Poli Jantung Instalasi Rawat Jalan RSUD Otanaha Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) : Analysis of Improving the Quality of Health Services in the Heart Polyclinic, Outpatient Installation of Otanaha Regional Hospital Using the Quality Function Deployment (QFD) Method Susanto Airmas; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6680

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor krusial dalam menentukan keberhasilan pelayanan di rumah sakit. Poli Jantung RSUD Otanaha sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan jantung harus dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasien agar tercapai kepuasan pasien. Berdasarkan survei dan wawancara awal, beberapa pasien mengungkapkan ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diterima, terutama terkait dengan waktu tunggu pelayanan, keramahan staf medis, dan ketersediaan fasilitas yang dianggap kurang memadai. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan pendekatan QFD yang berfokus pada "suara pelanggan" untuk menerjemahkan kebutuhan dan harapan pasien ke dalam atribut mutu yang dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Poli Jantung Instalasi Rawat Jalan RSUD Otanaha menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kepada pasien yang menerima pelayanan di Poli Jantung RSUD Otanaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa atribut yang perlu menjadi prioritas peningkatan, seperti pelayanan yang cepat dan tepat serta fasilitas pendukung yang memadai. Penerapan QFD diharapkan dapat membantu RSUD Otanaha dalam meningkatkan mutu pelayanan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan pasien, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pasien secara signifikan.
Analisis Produktivitas Kerja Tenaga Kesehatan Berdasarkan Beban Kerja dengan Menggunakan Method Time and Motion Study di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut: Analysis of Health Worker Productivity Based on Workload Using the Time and Motion Study Method at the Banggai Timur Raya Health Center UPTD, Banggai Laut Regency Dewi Puspita Sari Kunsing; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7065

Abstract

Produktivitas kerja tenaga kesehatan adalah bentuk penggunaan tenaga kesehatan yang produktif. Kekurangan tenaga kesehatan dapat menyebabkan beban kerja bertambah, sehingga mempengaruhi produktivitas kerja dari tenaga kesehatan yang ada. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas kerja tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja dengan menggunakan method time and motion study di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Banggai Timur Raya Kabupaten Banggai Laut selama 6 hari jam kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan yaitu sebanyak 46 orang. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Kriteria yang digunakan yaitu tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas. Hasil penelitian didapatkan rata-rata waktu tindakan produktif tenaga kesehatan berkisar 252 hingga 330 menit perharinya dan waktu tindakan tidak produktif berada dibawah 10% dari total waktu kerja. Persentase tingkat beban kerja objektif tenaga kesehatan berkisar 76% hingga 100%. Produktivitas kerja tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja dikategorikan baik karena rata-rata waktu tindakan produktif mencapai bahkan melebihi waktu kerja efektif yang telah ditetapkan. Produktivitas kerja yang baik diharapkan terus berlanjut, semakin tinggi produktivitas kerja maka akan semakin meningkat kinerja dan capaian target dari puskesmas tersebut. Namun, puskesmas perlu memperhatikan penyesuaian waktu kerja tenaga kesehatan, karena sangat mempengaruhi produktivitas kerja
Kesiapan Puskesmas Dalam Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Dengan Metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) Di Puskesmas Botupingge: Readiness of Health Centers in Implementing Health Center Management Information Systems Using the Doctor's Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) Method at Botupingge Health Center Ainullah Aprilia Mohamad; Sylva Flora Ninta Tarigan; Ramly Abudi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7577

Abstract

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan. Proses pencatatan secara manual memperlambat pelayanan dan digantikan dengan sistem informasi berbasis komputer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan Puskesmas Botupingge dalam penerapan SIMPUS dengan metode Doctor’s Office Quality-Information Technology (DOQ-IT) di Puskesmas Botupingge. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif. Jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sama dengan jumlah populasi yakni 32 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kesiapan Puskesmas Botupingge dalam menerapkan Simpus adalah (93,8%) berada pada kategori III yang artinya pada aspek sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan, infrastruktur di Puskesmas Botupingge sangat siap dalam menerapkan Simpus. Saran peneliti untuk Puskesmas Botupingge bisa melakukan pelatihan secara berkala terkait penggunaan e-Puskesmas kepada seluruh petugas kesehatan, serta dapat melakukan perbaikan infrastruktur pendukung agar penggunaan Simpus semakin optimal.