Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penguatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat melalui Praktik Interprofessional dengan Pendekatan Individu, Keluarga, dan Masyarakat di Pekon Pandansari Trigunarso, Sri Indra; Muslim, Zainal
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.418

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan penyakit degeneratif serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendekatan interprofessional education (IPE). Kegiatan dilaksanakan di Pekon Pandan Sari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, seperti kebidanan, keperawatan, kesehatan lingkungan, gizi, teknik laboratorium medik, serta kesehatan dan teknik gigi. Metode yang digunakan meliputi survei, diskusi kelompok terfokus (focus group discussion), serta edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat dan siswa sekolah dasar. Hasil pengabdian menunjukkan adanya dua prioritas masalah kesehatan utama, yaitu hipertensi dan asam urat, yang didampingi oleh faktor risiko berupa pola makan tidak sehat dan kebersihan lingkungan yang buruk. Intervensi dilakukan dalam bentuk penyuluhan penyakit degeneratif, edukasi PHBS dan cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta senam hipertensi. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat memahami cara deteksi dini tekanan darah, pengelolaan penyakit secara sederhana, dan penerapan PHBS. Selain itu, siswa sekolah dasar telah memahami pentingnya CTPS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif lintas profesi dalam IPE dapat memperkuat edukasi kesehatan masyarakat berbasis keluarga dan lingkungan.
PENGUATAN KADER JUMANTIK UNTUK MEWUJUDKAN KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG SEBAGAI DAERAH BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES: MODEL PERCONTOHAN TINGKAT LOKAL Muslim, Zainal; Trigunarso, Sri Indra; Bertalina, Bertalina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33105

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Upaya pengendalian DBD memerlukan partisipasi aktif masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan kader Jumantik yang bertugas memantau dan mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk di lingkungan mereka. Artikel ini membahas penguatan kader Jumantik di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, sebagai langkah untuk mewujudkan daerah bebas jentik nyamuk Aedes dengan menggunakan model percontohan tingkat lokal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Jumantik dalam upaya pencegahan DBD melalui pelatihan dan edukasi yang komprehensif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan kader secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, yang mencakup pre-test, pemberian materi penyuluhan, dan post-test untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman kader tentang pencegahan DBD, yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Kesimpulannya, penguatan kader Jumantik melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas mereka untuk mewujudkan Kecamatan Rajabasa sebagai daerah bebas jentik nyamuk Aedes. Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang diadaptasi di wilayah lain, dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan keberhasilannya.
PENGUATAN KADER MENUJU IMPLEMENTASI PENGELOLAAN POSYANDU KONSEP INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DAN STROKE DI PEKON JOGYAKARTA SELATAN KECAMATAN GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU Trigunarso, Sri Indra; Fairus, Martini; Bertalina, Bertalina; Muslim, Zainal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36555

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang layanan kesehatan dasar yang berjumlah 25 (dua puluh lima) kompetensi yang terbagi sesuai dengan siklus hidup, yaitu: ibu hamil, nifas, dan menyusui; bayi dan balita; usia sekolah dan remaja; usia produktif dan lanjut usia, serta kompetensi pengelolaan posyandu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini meliputi (1) ceramah untuk memaparkan data layanan kesehatan dasar yang berjumlah 25 (dua puluh lima) kompetensi yang terbagi sesuai dengan siklus hidup, yaitu: ibu hamil, nifas, dan menyusui; bayi dan balita; usia sekolah dan remaja; usia produktif dan lanjut usia, serta kompetensi pengelolaan posyandu Indonesia saat ini, (2) diskusi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi kader terkait kompetensi, dan (3) simulasi sebagai sesi praktik sehingga diharapkan kader lebih memahami dan menguasai cara mengimplementasikan kopentesi (4) mengetahui cara melaksanakan upaya pencegahan stunting dan stroke. Secara umum, peserta kegiatan yaitu 30 kader. Kerjasama yang telah terjalin antara Poltekkes Tanjungkarang dengan para kader di Pekon Jogyakarta Selatan Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pada awalnya pengetahuan dan keterampilan kader tentang layanan kesehatan dasar < 50 %, Setelah dilakukan pelatihan pengetahuan dan keterampilan kader tentang layanan kesehatan dasar > 85 %. Analisis Pretest dan Postest menyatakan secara signifikan ada maknanya kegiatan pelatihan terhadap pengetahuan peserta (kader) yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan di masa mendatang sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Manajemen risiko pada pengelolaan limbah medis padat bahan berbahaya beracun (B3) di rumah sakit Volleyta, Devita Anggun Trey; Trigunarso, Sri Indra
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1969

Abstract

Background: Hospitals have a high risk of occupational diseases and accidents. Medical waste can transmit disease to waste management personnel. Therefore, efforts are needed to minimize accidents and disease transmission. Purpose: To understand medical waste management, conduct hazard identification, risk analysis, risk evaluation, and implement risk management in the hazardous medical waste management process in hospitals. Method: This quantitative study was conducted at Hermina Hospital, Lampung, in 2025. Observations and interviews were conducted with the Head of K3RS and the medical waste management officer. Data analysis in this study involved conducting a risk analysis by determining the likelihood and consequences of the risk, with the aim of ranking the existing risks. Results: Potential risks or hazards identified in this study included exposure to sharp objects (syringes, broken laboratory equipment, ampoules, and other sharp objects), slipping, unpleasant odors while working in the hazardous medical waste management process, exposure to chemical fluids, exposure to blood, muscle and back pain, and fatigue due to long working hours. Conclusion: The highest risk was reported for complaints of muscle and back pain during the handling and transportation of hazardous solid medical waste, with a risk score of 10 (high category).   Keywords: Hazard Identification; Risk Analysis; Risk Evaluation; K3RS.   Pendahuluan: Rumah Sakit memiliki risiko tinggi terhadap penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. Limbah medis dapat menjadi sarana penularan penyakit pada petugas pengelola limbah. Sehingga, diperlukan upaya meminimalisasi kecelakaan dan penularan penyakit. Tujuan: Untuk mengetahui pengelolaan limbah medis, melakukan identifikasi bahaya, analisis risiko, evaluasi risiko, serta melakukan pengelolaan risiko pada proses pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit. Metode: Penelitian kuantitatif yang dilaksanakan di Rumah Sakit Hermina Lampung pada Tahun 2025. Observasi dan wawancara dilaksanakan dengan Kepala K3RS dan petugas pengangkut khusus pengelola limbah medis.. Analisis data pada penelitian ini yaitu melakukan analisis risiko dengan menentukan nilai peluang terjadinya risiko (likelihood) dan besaran risiko (consequences) dengan tujuan menetapkan peringkat risiko yang ada. Hasil: Potensi risiko atau bahaya yang ditemukan pada penelitian ini adalah terkena benda tajam (jarum suntik, pecahan alat laboratorium, ampul, dan benda tajam lainnya), terpeleset, mencium bau tidak sedap ketika bekerja pada proses pengelolaan limbah medis B3, terkena cairan kimia, terkena cairan darah, nyeri otot dan punggung, serta lelah akibat kerja karena jam kerja yang Panjang. Simpulan: Nilai risiko tertinggi terdapat pada keluhan nyeri otot dan punggung saat proses pewadahan dan pengangkutan limbah medis padat B3 dengan nilai risiko 10 (kategori tinggi).   Kata Kunci: Analisis Risiko; Evaluasi Risiko; Identifikasi Bahaya; K3RS.
Pendampingan program penanggulangan TB paru dengan aplikasi sistem informasi pemantauan pengobatan pasien tuberkulosis paru (SISFOTBPARU) Trigunarso, Sri Indra; Muslim, Zainal; Hasan, Amrul
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i10.1960

Abstract

Background: Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. It is estimated that approximately one-quarter of the world's population has been infected with the TB bacteria. Generally, people infected with TB do not feel sick and are not contagious. The Indonesian Ministry of Health is maximizing efforts by creating a national standard that serves as a benchmark for all healthcare workers in handling pulmonary TB cases. The development of a digital application program is essential to obtain up-to-date and real-time data, enabling healthcare workers to intervene more accurately and expeditiously in handling and managing TB cases. Purpose: To provide knowledge and assistance in using the pulmonary tuberculosis patient treatment monitoring information system (SISFOTBPARU) application. Method: Community service activities were conducted in the P2TB Section of 10 Community Health Centers in Bandar Lampung City, with data input from 10 Community Health Centers in Bandar Lampung City, Lampung Province. Participants were 30 Community Health Center TB officers and PMOs. The educational activities provided participants with understanding and knowledge in implementing and developing a pulmonary tuberculosis patient treatment monitoring information system (SISFOTBPARU). Participants' knowledge and skills after the education were measured using a system usability scale (SUS) questionnaire. Results: The system usability scale (SUS) test showed that 9 participants (30.0%) were in the very good and accepting category, 10 (33.3%) were in the good and accepting category, and 11 (36.7%) were in the good but passive acceptance category. The score of 89.76, with an acceptability range classified as marginally high, graded on the scales, indicated a very good level of usability. Conclusion: Educational and mentoring activities in the implementation of the Pulmonary Tuberculosis Patient Treatment Monitoring Information System (SISFOTBPARU) application have positively contributed to the monitoring and treatment of pulmonary tuberculosis patients. The SISFOTBPARU application also improves the effectiveness of healthcare workers in monitoring and treating pulmonary tuberculosis patients. Suggestion: The SISFOTBPARU application is expected to be implemented sustainably and across a wider range of community health centers (Puskesmas). The application developers are also expected to continue improving the SISFOTBPARU application by keeping up with the latest technological developments. Keywords: Application implementation; Community health; Education and mentoring; Pulmonary tuberculosis Pendahuluan: Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Diperkirakan sekitar seperempat populasi dunia telah terinfeksi bakteri TB. Umumnya, orang yang terinfeksi TB tidak merasa sakit dan tidak menular. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memaksimalkan upaya dengan menciptakan suatu standar secara nasional yang menjadi patokan untuk setiap tenaga kesehatan dalam melakukan penanganan kasus TB Paru. Pengembangan program berupa aplikasi digital harus dilakukan untuk mendapatkan data yang up to date dan secara realtime dapat di akses, agar penanganan dan penanggulangan kasus TB menjadi lebih tepat dan cepat bagi petugas kesehatan untuk melakukan intervensi. Tujuan: Memberikan pengetahuan dengan pendampingan dalam menggunakan aplikasi sistem informasi pemantauan pengobatan pasien tuberkulosis paru (SISFOTBPARU). Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Seksi P2TB 10 Puskesmas Kota Bandar Lampung dengan input data berasal dari 10 Puskesmas Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung. Peserta kegiatan adalah petugas TB Paru Puskesmas dan PMO dengan jumlah 30 orang. Kegiatan berupa edukasi memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta dalam menerapkan dan pengembangan aplikasi sistem informasi pemantauan pengobatan pasien tuberkulosis paru (SISFOTBPARU). Pengukuran tingkat pengetahuan dan kemampuan peserta setelah edukasi yang diberikan menggunakan kuesioner system usability scale (SUS). Hasil: Berdasarkan uji system usability scale (SUS) menunjukkan bahwa peserta yang dalam kategori sangat baik dan dapat menerima adalah sebanyak 9 orang (30.0%), yang dalam kategori baik dan dapat menerima adalah sebanyak 10 orang (33.3%), dan yang dalam kategori baik tetapi pasif menerima adalah sebanyak 11 orang (36.7%). Hasil skor 89.76 dengan acceptability ranges tergolong marginal high, grade scales termasuk nilai A, dan mengindikasikan tingkat usability yang sangat baik. Simpulan: Kegiatan edukasi dan pendampingan dalam penerapan aplikasi sistem informasi pemantauan pengobatan pasien tuberkulosis paru (SISFOTBPARU) memberikan kontribusi positif terhadap pemantauan dan pengobatan pasien tuberkulosis paru. Aplikasi SISFOTBPARU juga memberikan peningkatan efektifitas kinerja petugas kesehatan dalam melaksanakan pemantauan dan pengobatan pasien tuberkulosis paru. Saran: Diharapkan aplikasi SISFOTBPARU dapat diterapkan secara berkelanjutan dan untuk sebaran wilayah Puskesmas yang lebih luas. Diharapkan juga kepada pihak pengembang aplikasi, untuk terus membuat aplikasi SISFOTBPARU agar menjadi lebih sempurna dengan mengikuti perkembangan teknologi terbaru. 
Digitizing TB Monitoring: A Study of SISFOTBPARU in Bandar Lampung Trigunarso, Sri Indra; Muslim, Zainal; Hasan, Amrul
Jurnal Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan (In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v17i1.5491

Abstract

The pulmonary tuberculosis patient treatment monitoring information system (SISFOTBPARU) application still needs further development to ensure the implemented features function optimally. In this method, usability testing and evaluation are used to increase user satisfaction. Usability can also be used to improve usability in user interactions on the site. This study measures the level of usability of the pulmonary tuberculosis patient treatment monitoring information system (SISFOTBPARU) application website. Usability measurements are conducted to assess whether user interaction with the website is smooth and whether users can achieve their goals while visiting it. This research is quantitative, using the System Usability Scale (SUS) with 10 questions as a benchmark for usability assessment, and one open-ended question to gather information on the needs of 30 users when visiting the website. The results of the SUS measurement on the SISFOTBPARU website yielded a score of 89.76, with acceptability classified as marginally high and grade scales including A, indicating a very good level of usability. Meanwhile, hypothesis testing indicates that the developed application has a positive, significant impact on patient self-care management. This application is expected to be used in more health facilities.