Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEMBANGUN KEUNGGULAN PRODUK FIGURATIF GUNA MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN (STUDI EMPIRIS PADA UKM BATIK DI KABUPATEN CIREBON) Maulana, Fahmi; Judiman, Judiman
JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jepk.v9n1.p5-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganilis pengaruh inovasi produk, kapabilitas manajemen pemasaran, keunggulan produk figurative terhadap kinerja pemasaran. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain variabel inovasi produk, kapabilitas manajemen pemasaran, keunggulan produk figurative terhadap kinerja pemasaran. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahn purposive sampling, sampel penelitian ini yaitu UKM batik cirebon.  Jumlah sampel sebanyak 120 UKM batik di Kabupaten Cirebon. Analisis penelitian menggunakan model persamaan Structural Equation Model (SEM). Hasil pengolahan data menyimpulkan bahwa inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan produk figuratif. UKM Batik  Inovasi produk berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja pemasaran. Kapabilitas manajemen pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan produk figurative. Keunggulan produk figuratif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Kapabilitas manajemen pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Hasil penelitian ini menjadi masukan untuk para UKM batik agar selalu terus berinovasi dalam menciptakan berbagai macam motif supaya pembeli banyak pilihan sehingga dapat meningkatkan keunggulan produk figuratif dan kinerja pemasaran. Sebaiknya UKM batik yang ada di Kabupaten Cirebon agar meningkatkan keunikan produk dan kualitas batiknya yang sesuai dengan selera dan keinginan para konsumen.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA PUSAT KEBUGARAN D’GYM APITA CIREBON Fahmi Maulana
Indonesian Journal of Strategic Management Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijsm.v2i2.1971

Abstract

 Abstrak             Sekarang ini persaingan dunia usaha menjadi semakin ketat. Termasuk persaingan usaha dalam bidang kebugaran fitness dan aerobic. D’GYM Apita merupakan salah satu perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang usaha tersebut. Walaupun mendapat banyak pesaing dari bidang yang sama yaitu semakin menjamurnya tempat fitness, namun D’GYM Apita tetap mampu bertahan dengan melakukan berbagai strategi. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Kualitas Pelayanan (X1), dan Experiential Marketing (X2), terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) D’GYM Apita.            Sampel penelitian ini sebanyak 75 responden, dengan metode asosiatif karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel atau lebih. Dengan penelitian ini, maka akan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Adapun pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan skala likert sebagai pengukurannya, dengan kisaran nilai 1 (satu) sampai dengan 5 (lima). Data analisis dibantu dengan menggunakan SPSS 20.0 for windows.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan sebesar 18,6%, variabel Experiential Marketing berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan sebesar 13,5%, Kualitas Pelayanan dan Experiential Marketing secara bersama-sama berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan sebesar 24,8%. Artinya dari kedua variabel independen tersebut, Kualitas Pelayanan memberikan pengaruh paling besar terhadap Loyalitas Pelanggan dan diikuti oleh variabel Experiential Marketing.    Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Experiential Marketing, Loyalitas Pelanggan.Abstract            Now this competitive world of business is becoming increasingly stringent. Including competition in the field of fitness and aerobic fitness. D'GYM Apita is one service company that is engaged in the business. Although it got a lot of competitors from the same field, namely the proliferation of fitness centers, but D'GYM Apita still able to survive by performing a variety of strategies. This study aims to determine themselves the extent of the influence of Quality of Service (X1), and Experiential Marketing (X2), the Customer Loyalty (Y) D'GYM Apita.            The study sample by 75 respondents, with the associative method as it aims to determine the relationship between two or more variables. With this study, it will build a theory that can serve to explain and predict. The data collection was performed using a Likert scale questionnaire and measurement, with a range of value 1 (one) up to 5 (five). Assisted analysis of data using SPSS 20.0 for windows.            The results showed that the variables affect the Quality of Service Customer Loyalty is 18,6%, Experiential Marketing variables influence the Customer Loyalty of 13,5%, Experiential Marketing Service Quality and jointly influence the Customer Loyalty of 24,8%. This means that of the two independent variables, Quality Service provide the most impact on customer loyalty and followed by a variable Experiential Marketing. Keywords: Quality of Service, Experiential Marketing, Customer Loyalty
CITRA MEREK DAN PERSEPSIAN KUALITAS BERDAMPAK TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN KEMBALI KE OBYEK WISATA BATURADEN DI JAWA TENGAH Adriyani, Ria; Maulana, Fahmi; Barlianto, Yanuar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.255 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak citra merek dan persepsiankualitas terhadap kepuasan wisatawan untuk berkunjung kembali ke Baturaden.Sampel dalam penelitian ini, yaitu 100 wisatawan lokal yang dipilih menggunakan teknikaccidental sampling. Sementara itu, analisis penelitian menggunakan modelpersamaan Structural Equation Modelling (SEM).dengan memanfaatkan programAMOS 16. Hasil analisis menunjukkan bahwa model penelitian memenuhi kriteriagoodness of fit karena enam kriteria tergolong kategori baik, kecuali GFI danAGFI. Sementara itu, hasil uji hipotesis pun menunjukkan: (1) citra merekberpengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan, (2) citra merek berpengaruhpositif terhadap niat wisatawan untuk berkunjung kembali ke Baturaden, (3)persepsian kualitas yang dirasakan berpengaruh positif terhadap kepuasanwisatawan, (4) persepsian kualitas yang dirasakan berpengaruh positif terhadapniat wisatawan berkunjung kembali ke Baturaden, (5) kepuasan berpengaruhpositif terhadap niat wisatawan berkunjung kembali, dan (6) kepuasan memediasiparsial hubungan antara citra merek dan persepsian kualitas yang dirasakanterhadap niat wisatawan untuk berkunjung kembali. Berdasarkan temuanpenelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa citra merek dan persepsiankualitas yang dirasakan wisatawan membuat mereka puas dan ingin berkunjungkembali ke Baturraden.Kata Kunci : Citra Merek, Persepsian Kualitas, Kepuasan Dan Niat Berkunjung Kembali.
Structural Model of Competitive Advantage as A Basis for Empowering Batik MSMEs Rohadin Rohadin; Agus Purwanto; Heriyono Heriyono; Susi Sugiyarsih; Fahmi Maulana
Journal of Business Management and Economic Development Том 4 № 02 (2026): Journal of Business Management and Economic Development
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jbmed.v4i02.2373

Abstract

This study aims to analyze the determinants of the competitive advantage of batik MSMEs in Cirebon Regency amid pressure from imported products and intense competition. Using Structural Equation Modeling (SEM), this study examines the relationships among market orientation, dynamic capabilities, and innovation. The results of the outer and inner model evaluations indicate that the competitive advantage of batik SMEs is achieved through the strengthening of innovation and the dynamic capabilities of owners or managers. These findings confirm that effective operational innovation requires integration between a sharp market orientation and strong dynamic capabilities. The implications of this study suggest that, to create sustainable competitiveness, SME empowerment strategies must focus on enhancing managerial capacity to respond to market changes and on fostering product creativity. In a contributive way, this study enriches strategic management theory by highlighting the importance of synergy between internal (capabilities) and external (market) factors in generating competitive advantage within the local creative industries sector.