Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A COMPARATIVE STUDY OF TUBERCULOSIS KNOWLEDGE LEVELS BETWEEN MEDICAL AND BUSINESS ECONOMICS STUDENTS AT YARSI UNIVERSITY Putri, Kintari Dimiano; Damayanti, Ndaru Andri; Ferlianti, Rika
HEARTY Vol 13 No 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i6.18733

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which has been recognized as a global health emergency by the World Health Organization (WHO). Despite widespread prevention and treatment programs, tuberculosis control continues to face challenges, particularly due to insufficient public knowledge about effective preventive measures. This study aims to compare the level of knowledge about tuberculosis between medical students and business economics students at Yarsi University. This study used a descriptive comparative quantitative design involving 183 respondents, consisting of 121 medical students and 62 business economics students class of 2021. Data were collected using a questionnaire consisting of 11 questions related to tuberculosis and grouped into three knowledge categories: good, sufficient, lacking. Data were analyzed using the Mann-Whitney test due to abnormal data distribution. The results showed a significant difference in the level of knowledge about tuberculosis between the two groups (p < 0.05). Medical students showed a higher level of knowledge, with 100% being in the good category, compared to 75.8% in business economics students. This study highlights the importance of structured education in influencing knowledge levels and recommends targeted health education for non-medical students. This study confirms the role of education in raising awareness about tuberculosis and supports the integration of health knowledge into non-medical curricula to support public health.
Hubungan Antara Tingkat Stress dengan Kejadian Gastritis pada Siswa/I SMP Dharma Putra Nusantara 86 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Arista, Kesya Nabila; Ferlianti, Rika; Arifandi, Firman
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5665

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang cukup sering terjadi pada masyarakat, termasuk pada kelompok remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti pola makan yang tidak teratur, infeksi bakteri, serta faktor psikologis seperti stres. Remaja sebagai kelompok usia yang sedang mengalami perubahan biologis dan psikologis sering menghadapi tekanan akademik, sosial, dan emosional yang berpotensi meningkatkan tingkat stres. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memicu peningkatan produksi asam lambung sehingga berkontribusi terhadap terjadinya gastritis. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada remaja serta meninjaunya dari perspektif kesehatan dan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada siswa/i SMP Dharma Putra Nusantara 86 Cilandak serta meninjaunya menurut pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan deskriptif korelasi. Populasi penelitian adalah siswa/i kelas IX dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres serta kuesioner gejala gastritis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori stres sedang sebanyak 24 orang (60%) dan gejala gastritis sedang sebanyak 24 orang (60%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis dengan nilai p-value = 0,033 (p < 0,05) dan koefisien korelasi –0,337. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada siswa/i SMP Dharma Putra Nusantara 86 Cilandak, sehingga pengelolaan stres pada remaja menjadi penting untuk mencegah gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan.
Hubungan Antara Pengetahuan Pola Makan terhadap Kejadian Gastritis pada Siswa/I SMP Dharma Putra Nusantara 86 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nurpanji, Farrahanim Pyka; Ferlianti, Rika; Arifandi, Firman
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i4.5737

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami oleh remaja, terutama akibat pola makan yang tidak teratur dan kurangnya pengetahuan mengenai kebiasaan makan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pola makan terhadap kejadian gastritis pada siswa/i SMP Dharma Putra Nusantara 86 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, serta meninjau permasalahan tersebut dari perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i SMP Dharma Putra Nusantara 86, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan pola makan dan riwayat kejadian gastritis, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan pola makan yang rendah dan mayoritas pernah mengalami keluhan gastritis. Analisis data membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan pola makan dengan kejadian gastritis, di mana siswa/i dengan pengetahuan pola makan rendah memiliki risiko lebih besar mengalami gastritis dibandingkan dengan siswa/i yang memiliki pengetahuan pola makan baik. Pembahasan penelitian ini juga dikaitkan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya pola makan yang halalan thayyiban, tidak berlebihan, dan teratur sebagai upaya menjaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pola makan berperan penting dalam menurunkan risiko kejadian gastritis pada remaja, sehingga diperlukan edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta penguatan nilai-nilai Islami dalam membentuk kebiasaan makan yang sehat pada siswa/i.