Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Turnover Intention Karyawan melalui Perspektif Pengalaman Kerja: Studi Kasus Kualitatif tentang Kepuasan Kerja, Beban Psikososial, dan Strategi Retensi Sumber Daya Manusia Ilham Dzikri; Aftoni Sutanto; Ani Muttaqiyathun
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12718

Abstract

Fenomena turnover intention menjadi salah satu tantangan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia karena keputusan karyawan untuk meninggalkan organisasi dipengaruhi oleh faktor ekonomi, terbentuk melalui pengalaman kerja, kondisi psikososial, kepuasan kerja, kualitas hubungan interpersonal, dan persepsi terhadap dukungan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pembentukan turnover intention karyawan melalui perspektif pengalaman kerja dan mengidentifikasi mekanisme organisasi yang mampu memperkuat strategi retensi sumber daya manusia berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif karyawan dan praktik manajemen dalam menghadapi permasalahan retensi tenaga kerja. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan karyawan dan manajemen organisasi yang memiliki pengalaman terkait proses kerja, kepuasan kerja, dan kebijakan sumber daya manusia. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo 15 melalui tahapan pengkodean data, pembentukan node, kategorisasi tema, analisis hubungan antar kategori, dan pemetaan model konseptual. Hasil pengolahan data NVivo 15 menunjukkan lima tema utama yang membentuk dinamika turnover intention, yaitu ketidakpuasan kerja, tekanan beban psikososial, keterbatasan sistem penghargaan dan pengembangan karier, kualitas hubungan kerja, serta strategi retensi organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja berlebih dan kelelahan emosional menjadi faktor dominan yang memperkuat kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang menjelaskan bahwa turnover intention merupakan proses dinamis yang terbentuk melalui interaksi antara pengalaman individu dan praktik manajemen sumber daya manusia. Temuan penelitian memberikan implikasi bagi organisasi dalam merancang strategi retensi berbasis pengalaman kerja karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberlanjutan organisasi.  
Model Strategis Kinerja Manajerial pada Perguruan Tinggi Swasta: Integrasi Dukungan Organisasi yang Dirasakan, Otonomi Kerja, Lokus Kendali, Motivasi Kerja, dan Partisipasi Anggaran melalui Mediasi Kepuasan Kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia Rizki Hidayatulloh; Ani Muttaqiyathun; Ema Nurmaya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12733

Abstract

Perguruan tinggi swasta menghadapi tantangan dalam meningkatkan kinerja manajerial akibat perubahan lingkungan pendidikan tinggi, tuntutan tata kelola organisasi, dan kebutuhan pengelolaan sumber daya manusia yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model strategis kinerja manajerial melalui integrasi dukungan organisasi yang dirasakan, otonomi kerja, lokus kendali, motivasi kerja, dan partisipasi anggaran dengan mempertimbangkan peran mediasi kepuasan kerja pada perguruan tinggi swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa dukungan organisasi yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β = 0,284; p < 0,001), otonomi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (β = 0,219; p < 0,001), lokus kendali berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (β = 0,176; p < 0,01), motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (β = 0,301; p < 0,001), dan partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (β = 0,247; p < 0,001). Selanjutnya, kepuasan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial (β = 0,563; p < 0,001) dan memediasi hubungan antara faktor organisasi dan individu terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja manajerial perguruan tinggi swasta dapat dilakukan melalui penguatan dukungan organisasi, pemberian ruang otonomi kerja, peningkatan motivasi, pengembangan kendali internal individu, dan keterlibatan dalam proses penganggaran yang diarahkan melalui peningkatan kepuasan kerja.