Introdution: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif sendi yang sering terjadi pada lansia dan menimbulkan nyeri kronis serta keterbatasan fungsi. Penatalaksanaan nonfarmakologis diperlukan untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping obat jangka panjang. Oleh karena itu, Terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan ultrasound merupakan modalitas fisioterapi yang berpotensi menurunkan nyeri OA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi TENS dan Ultrasound terhadap penurunan nyeri pada lansia penderita OA di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan (RSE). Method: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sample purposive sample, jumlah sampel 30 lansia penderita OA. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Result: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 17 orang ( 56,7 %), nyeri berat sebanyak 9 orang (30, 0 %) dan nyeri ringan sebanak 4 orang (13,3 %).Iintervensi setelah pemberian terapi TENS dan ultrasound didapatkan hasil nyeri sedang sebanyak 10 0rang (33,3 %), nyeri ringan sebanyak 20 orang (66, 7 %). Hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p = 0,001 (P 0,05), yang berarti adanya penagruh antara pemberian terapi TENS dan Ultrasound yang signifikan, terjadi penurunan Tingkat nyeri dari berat ke Tingkat sedang dan dari Tingkat sedang ke Tingkat ringan pada pasien Osteoartritis (OA).