Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Kedisiplinan Peserta Didik terhadap hasil belajar IPAS Suryandari, Savitri; Desiningrum, Noviana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1973

Abstract

Penelitian ini diadakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kedisiplinan peserta didik terhadap hasil belajar IPAS Peserta didik kelas V SDN Pakis V Surabaya, Metode yang dipergunakan kuantitatif dengan expos facto, dalam penelitian ini mempergunakan quisioner sedangkan untuk pengambilan data kedisiplinan peserta didik berasal dari nilai UTS peserta didik pada tahun ajaran 2023-2024. Quesioner Kedisiplinan terdiri dari 16 butir soal dengan skala likert, dengan indikator kedisiplinan yang terdiri 1) Disiplin peserta didik saat masuk kelas, 2) Disiplin peserta didik saat menyelesaikan tugas, 3) Disiplin peserta didik pada kelas berikutnya, dan 4) Disiplin peserta didik mengikuti tata tertib sekolah. Untuk pengelolahan data mempergunakan SPSS windows for 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan berdasarkan hasil uji t, kedisiplinan memiliki Tingkat signifikansi 0.000 nilai t sebesar 11,048 dan koefisien regresi sebesar 0,016. Hal ini menyatakan bahwa hasil belajar IPAS peserta didik secara signifikan di tingkatkan oleh kedisiplinan. Artinya, hasil belajar peserta didik meningkat seiring dengan meningkatnya kedisiplinan. Berdasarkan hasil analisis mengenai pengaruh kedisiplinan terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SDN Pakis V Surabaya diperoleh hasil bahwa ada dampak yang signifikan antara kedisiplinan terhadap hasil belajar IPAS. Hal ini dinyatakan dengan nilai t senilai 11.048 dengan Tingkat signifikansi 0.000 < 0.05, menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa mempunya dampak signifikan pada hasil belajar IPAS.
PENGARUH SELF EFFICACY DAN KEDISIPILINAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS V SDN PAKIS V SURABAYA Dzahabiyyah, Reza; Suryandari, Savitri; Jarmani, Jarmani
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 9 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i9.2518

Abstract

Self-efficacy merupakan keyakinan dalam diri seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki bahwa ia mampu untuk melakukan sesuatu atau mengatasi suatu situasi bahwa ia akan berhasil dalam melakukannya. Kedisiplinan adalah sebuah upaya untuk mengikuti dan menaati peraturan, nilai, dan hukum yang berlaku, yang muncul karena adanya kesadaran diri bahwa ketaatan itu berguna bagi kebaikan dan keberhasilan dalam dirinya. Hasil belajar adalah kemampuan siswa yang diperoleh setelah kegiatan belajar . Hasil belajar adalah kompetensi atau kemampuan tertentu yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dan meliputi keterampilan kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Hubungan Harga diri (Self Esteem) dengan Kenakalan Remaja Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Suryandari, Savitri; Desiningrum, Noviana
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.947

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-esteem and juvenile delinquency in Al Wachid Junior High School students in Surabaya. The subjects of this study are all students of Al Wachid Junior High School Surabaya totaling 150 people. Sampling was carried out by random sampling, using the Likert scale to collect research data, namely the self-esteem scale and the juvenile delinquency scale. The results of the study were analyzed using a regression technique with 6 special choices, and the results were F = 0.717, db = 2, p = 0.0506 (p > 0.05), which showed that there was no significant relationship between self-esteem and juvenile delinquency. Further findings showed that partially, self-esteem had no significant correlation with juvenile delinquency, with rx2y = -0.062, p = 0.053 (p > 0.05). Therefore, further research is suggested to explore other factors that may have a greater influence on juvenile delinquency, such as family environment, peer group, and socioeconomic conditions.
The Effect of Adversity Quotient (AQ) on Natural Science Learning Outcomes in Elementary School Students Suryandari, Savitri; Yuliana , Leni
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i2.212

Abstract

Studi ini menguji apakah Adversity Quotient berpengaruh signifikan atau tidak signifikan terhadap hasil belajar Sains alam siswa sekolah dasar. Adversity quotient adalah kemampuan seseorang dalam mengamati kesulitan dan memproses atau menyelesaikannya dengan kecerdasannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimen yang bertujuan untuk membuktikan pengaruh Adversity Quotient terhadap hasil belajar Sains alam anak-anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Adversity Quotient terhadap hasil belajar siswa.
Student Team Achievement Division for Underachiever in Learning Mathematics among Indonesia Public Senior High School Students Suryandari, Savitri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1181

Abstract

UNDP bertujuan untuk mencapai kesetaraan dalam pendidikan, namun tujuan ini tidak sepenuhnya didukung oleh sistem pendidikan, terutama bagi siswa berbakat. Menangani masalah belajar siswa yang berprestasi rendah sangat penting untuk meningkatkan kompetensi belajar nasional. Di Indonesia, kesadaran dan dukungan yang lebih besar untuk siswa berbakat diperlukan demi kesetaraan. Matematika, yang membutuhkan pemikiran logis, sangat penting bagi siswa berbakat. Metode Student Team Achievement Division  telah terbukti meningkatkan kemampuan belajar. Penelitian ini mengkaji efektivitas STAD untuk siswa kelas dua belas jurusan IPA yang berprestasi rendah di sebuah SMA negeri di Surabaya. Hasilnya menunjukkan bahwa STAD secara signifikan lebih unggul dibandingkan metode konvensional dalam mendukung siswa berbakat dalam belajar matematika.
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas 2 SDN Pakis 1 Surabaya Melalui Media Roda Pancasila pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Qomariah, Siti Nurul; Suryandari, Savitri; Rahayu, Mahyuni
Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jep.v2i2.45

Abstract

Motivasi belajar siswa yang masih tergolong  rendah pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas 2 mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui media interaktif roda Pancasila di SDN Pakis 1 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan model Kurt Lewin. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas 2 di SDN Pakis 1 Surabaya yang berjumlah 28 siswa. Angket kuesioner meruakan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kuatitatif deskriptif.  Hasil peneltian menunjukkan bahwasannya penggunaan media roda Pancasila dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Sebelum penerapan media roda pancasila dalam pembelajaran pendidikan Pancasila (prasiklus), motivasi belajar siswa tergolong dalam kriteria cukup yaitu sebesar 57%. Setelah dilakukan penerapan media roda Pancasila pada siklus 1, hasil perolehan data menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar pada siswa dengan perolehan nilai sebesar 83% dengan kriteria motivasi sangat tinggi. Peningkatan motivasi belajar siswa juga terjadi pada siklus ke 2, dengan perolehan nilai sebesar 89% yang juga termasuk dalam kriteria motivasi sangat tinggi.
Effect of Tutesin Media Utilization on Learning Outcomes Reviewed from Learning Motivation of Second Grade Students at SDN Sidoklumpuk Sidoarjo Desiningrum, Noviana; Suryandari, Savitri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i1.4916

Abstract

This study aims to find out (1) the difference in learning outcomes between students who participate in learning using tutoring media and students who follow conventional learning, (2) the effect of interaction between learning strategies and student learning motivation on learning outcomes, (3) differences in learning outcomes between students who participate in learning using tutoring media and students who follow conventional learning in students who have high learning motivation, and (4) differences in learning outcomes between students who participate in learning using tutoring media compared to students who follow conventional learning in students who have low learning motivation. The data obtained were analyzed by two-path variance analysis with the F-test. The results showed that: (1) There was a difference in learning outcomes between students who participated in learning using tutoring media and students who participated in conventional learning (FA = 5.008 with p < 0.05), (2) There was an effect of interaction between learning strategies and learning motivation on learning outcomes (FAB = 36.762 with p<0.05); (3) In students who have high learning motivation, there is a difference in learning outcomes between students who follow learning using tutesin media and students who follow conventional learning (t-count = 5,870 > t-table = 1,960), and (4) In students who have low learning motivation, there is a difference in learning achievement between students who follow learning using tutesin media and students who follow conventional learning (t-count = 2,705 > t-table = 1,960). It can be concluded that the implementation of learning using tutoring media has an effect on learning outcomes in grade II students of SDN Sidoklumpuk Sidoarjo.
PENGARUH MODEL GAME BASED LEARNING BERBASIS GIMKIT TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS DI SDN PAKIS V SURABAYA Dwi Agus Tina Ningrum; Suryandari, Savitri; Larasati, Diyas Age
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57769

Abstract

This research was motivated by the low learning outcomes of students in the IPAS subject due to learning activities that were still dominated by teacher explanations, causing students to be less active in the learning process. This study aims to determine the effect of the Game Based Learning model assisted by Gimkit on the learning outcomes of fourth-grade students at SDN Pakis V Surabaya. This research used a quantitative approach with a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The research sample consisted of an experimental class and a control class, with 30 students in each class. Data were collected through learning outcome tests in the form of pretest and posttest. The research instruments were tested for validity and reliability before being used. Data analysis was conducted using prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the independent sample t-test. The results showed that there was a significant difference in students’ learning outcomes between the class that applied the Game Based Learning model assisted by Gimkit and the class that used conventional learning. The implementation of the Game Based Learning model assisted by Gimkit had a positive effect on improving students’ IPAS learning outcomes. Therefore, the Game Based Learning model assisted by Gimkit can be used as an alternative learning model to create active, innovative, and enjoyable learning activities.