Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tingkat Health Literacy Tentang Vaksinasi Covid-19 Mahasiswa Kesehatan Dan Non Kesehatan Di UIN Alauddin Makassar 2022 Yustilawati, Eva; Gani, Nurul Fadhilah; Fitriani, Aidah; Hadrayani, Eka
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v11i1.208

Abstract

Background: Vaccination for Covid-19 is carried out to accelerate the handling of Covid-19. Individuals must have good health literacy in seeking information and making vaccination decisions, not only medical staff, but all people and students. Need to evaluate the level of understanding of health and non-health students related to health literacy. Methods: This research is a quantitative comparative study, cross sectional design. Participants totaled 500 students with details of 299 health students and 210 non-health students. Data was collected through a questionnaire using the HLQ (Health Literacy Questionnaire). Data were analyzed with the Kruskal Wallis test. Results: Based on statistical analysis, the health literacy level of UIN Alauddin Makassar students is in a good category with a mean mean value of 3-4. There is a difference in health literacy between health and non-health students (p-value 0.001). Domains that need to be improved in terms of finding the right health services and communication with health workers. Conclusion: there is a difference between health literacy between health and non-health students at UIN Alauddin Makassar and a strategy is needed to improve health literacy
EFFECTIVENESS OF ORAL HYGIENE INTERVENTION WITH HONEY IN PREVENTING VENTILATOR-ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) IN PATIENTS WITH MULTIPLE FRACTURES Yustilawati, Eva; Andi Budiyanto Adi Putra; ilhamsyah; Nadilah Diana Muslimin
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 5 No 3 (2024): HOMES JOURNAL: OCTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v5i3.48904

Abstract

Background: Fracture is the discontinuity of bone, caused by trauma or force. According to the World Health Organization (WHO), fractures have been increasing from 2020 to 2022. In 2020, fractures occurred in 2.7% (13 million people), in 2021 it was 3.8% (20 million people), and in 2022, the incidence rose to 4.2% (21 million people). Most patients diagnosed with fractures are treated in the ICU with mechanical ventilator support through an endotracheal tube (ETT). Prolonged treatment can lead to Ventilator Associated Pneumonia (VAP), which is the most susceptible type of nosocomial infection in the Intensive Care Unit. Objective:This research aims to examine the effectiveness of oral hygiene using honey in patients with multiple fractures and self-care deficit issues in preventing Ventilator Associated Pneumonia (VAP) in the ICU of Wahidin Sudirohusodo Makassar Hospital. Method:The method used was a case study employing observation sheets and documentation. Result: After the intervention was given for 3 consecutive days, the patient experienced oral health improvement, assessed by the BOAS score and MPS score. For the BOAS score, there was a significant change from moderate dysfunction (BOAS score 15) to mild dysfunction (BOAS score 8). For the MPS score, there was a significant change from poor (MPS score 7) to good (MPS score 4). Conclusion: Based on the evaluation results, it was found that the implementation of oral hygiene using honey can help.
Dukungan Pelayanan dengan Pemenuhan Kebutuhan Spiritual Pasien di Ruang Perawatan Kritis Yustilawati, Eva; Amal, A.Adriana; Khotimah, Nurul Khusnul; Rosdatun, Rosdatun
An Idea Health Journal Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i01.365

Abstract

Fulfillment of patients' spiritual needs is crucial in the nursing care process. Therefore, nurses, as the front line in providing nursing care, need to perform care holistically, including biological, psychological, social, and spiritual needs of patients. The purpose of this research is to determine the factors related to the fulfillment of patients' spiritual needs in the critical care unit of Labuang Baji Hospital, Makassar. The method used is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study is 63 respondents, consisting of 56 samples, using a cluster random sampling technique. The results of the study, using the Spearman rho test, obtained a p-value of 0.014, which means that the better the service support, the better the fulfillment of patients' spiritual needs in the hospital. To ensure the fulfillment of patients' spiritual needs, service support must be improved. Additionally, spiritual care training will enhance the soft skills of nurses in critical care in fulfilling spiritual needs
Perbedaan Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan di Sulawesi Selatan Eva Yustilawati, Eva Yustilawati; Hadrayani, Eka; Fadhilah Gani Aidah Fitriani, Nurul
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2022): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.484 KB)

Abstract

Sejak tahun 2019, virus Covid-19 telah di seluruh belahan dunia yang menyebar di Indonesia sejak awal tahun 2020. Pemerintah melakukan mitigasi berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tindakan antisipatif berupa pencegahan penyebaran virus. Kebijakan tersebut dinilai untuk menentukan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat mencegah penularan Covid-19 di pedesaan dan perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan perilaku pencegahan COVID-19 di masyarakat pedesaan dan perkotaan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional pendekatan studi komparatif. Partisipan penelitian berjumlah 500 orang diambil secara acak dengan teknik purposive sampling, terdiri dari 250 masyarakat pedesaan dan 250 masyarakat perkotaan dengan kriteria. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan  Universal Precaution Standard Based On World Health Organization 2020 yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach α 0.889. Data dianalisis menggunakan spss 21 dan uji Kruskal-Wallis.
Dampak Workshop CPR Berkualitas Tinggi terhadap Kompetensi Perawat di Fasilitas Kesehatan Primer: Studi Praeksperimental di Indonesia Yustilawati, Eva; Budiyanto, Andi; Adhiwijaya, Ardian; Zahrani, Gina
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v10i2.651

Abstract

ABSTRAKResusitasi jantung paru (CPR) sangat penting dalam menyelamatkan nyawa saat henti jantung. Namun, kompetensi perawat dalam melakukan high quality cardio pulmonary resuscitation (HQ-CPR) masih menjadi tantangan, terutama di fasilitas kesehatan primer. Tujuan penelitian: Studi ini bertujuan mengevaluasi dampak workshop HQ-CPR terhadap kompetensi perawat di pusat layanan kesehatan primer di Indonesia. Metode: Desain praeksperimental pretest-posttest satu kelompok digunakan. Sebanyak 28 perawat mengikuti workshop. Kompetensi dinilai menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang telah divalidasi. Intervensi dilakukan pada bulan Juni 2024 selama 9 jam. Pretestdilakukan selama 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, kemudian istirahat, dan dilanjutkan dengan posttest selama 30 menit. Instrumen untuk mengukur kompetensi berupa kuesioner yang telah valid dan reliabel dan lembar observasi SOP HQ-CPR. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi perawat setelah workshop (p = 0,001). Sebelum dilakukan intervensi, hanya 16 perawat yang kompeten dan setelah dilakukan intervensi, seluruh perawat kompeten. Semua peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dengan 100% mencapai kompetensi setelah workshop. Diskusi: Hasil penelitian ini mendukung teori andragogi yang menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih efektif bila berbasis pada pengalaman, partisipatif, dan relevan dengan praktik. Workshop HQ-CPR sebagai metode edukasi yang mampu mentransfer pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan praktis, terutama dalam keterampilan kritis seperti HQ-CPR. Kesimpulan: Workshop HQ-CPR secara efektif meningkatkan kompetensi perawat dan menekankan perlunya pelatihan rutin untuk mempertahankan standar tinggi dalam perawatan darurat. Kata Kunci: kompetensi, resusitasi jantung paru (RJP), workshop The Impact of A High-Quality CPR Workshop on Nurses’ Competence in Primary Health Care Settings: A Pre-Experimental Study in Indonesia ABSTRACTCardiopulmonary resuscitation (CPR) plays a critical role in saving lives during cardiac arrest. However, nurses’ competence in performing High-Quality CPR (HQ-CPR) remains a challenge, particularly in primary healthcare facilities. Research Objective: This research aims to evaluate the impact of an HQ-CPR workshop on nurses’ competence in primary healthcare centers in Indonesia. Methods: A one-group pretest-posttest pre-experimental design was employed. A total of 28 nurses participated in the workshop. Competence was assessed using validated questionnaires and observation checklists. The intervention was conducted in June 2024 over a duration of 9 hours. A 30-minute pre-test was administered, followed by material delivery, a break, and then a 30-minute post-test. Competence was measured using a validated and reliable questionnaire and a standard HQ-CPR procedural observation checklist. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The findings revealed a significant improvement in nurses’ competence following the workshop (p = 0.001). Prior to the intervention, only 16 nurses were deemed competent; following the intervention, all 28 participants achieved competency. All participants demonstrated increased knowledge and practical skills, with 100% achieving competence after the workshop. Discussion: These results support the principles of andragogy, which suggest that adult learning is more effective when it is experience-based, participatory, and relevant to practice. The HQ-CPR workshop proved to be an effective educational strategy for transferring knowledge and enhancing practical skills, particularly in critical procedures such as HQ-CPR. Conclusion: The HQ-CPR workshop effectively enhances nurses’ competence, highlighting the importance of routine training to maintain high standards in emergency care.Keywords: competence, cardiopulmonary resuscitation (CPR), workshop
KESIAPAN POLISI SEBAGAI FIRST RESPONDER: HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DALAM PEMBERIAN P3K DI WILAYAH PERKOTAAN Ilhamsyah, Ilhamsyah; Yustilawati, Eva; Budiyanto, Andi; Aryani, Nita
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.61538

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan fenomena nasional  yang membutuhkan penanganan segera di lapangan. Salah satu intervensi yang dilakukan menekan risiko kematian adalah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), yakni tindakan darurat berupa pemberian bantuan sementara kepada korban sebelum dibawa ke rumah sakit. Polisi lalu lintas berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan kegawat daruratan di jalanan, terutama pada kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu, pemahaman dan sikap sangat menentukan keberhasilan pemberian P3K. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi polisi dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 113 sampel kepolisian. Data dikumpulkan melalui kuisioner baku oleh peneliti sebelumnya yaitu kuisioner tentang pengetahuan dan motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil: Sebanyak 89 responden pengetahuan P3K responden berada pada kategori baik. Dan terdapat 38 responden memiliki motivasi P3K berada pada kategori baik. Temuan penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi polisi lalu lintas dalam memberikan P3K  alu lintas di polrestabes Makassar signifikansi nilai p 0,0001 (p<0,05). Kesimpulan: semakin baik pengetahuan maka semakin baik pula motivasi dalam memberikan bantuan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K)Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan kapasitas Polisi dalam melakukan pelayanan lalu lintas, sehingga dapat menigkatkan penatalaksanaan korban kecelakaan Lalu Lintas.
Analisis Gambaran Pengetahuan Perawat Terkait Resusitasi Jantung Paru Berkualitas Di Puskesmas Somba Opu Kab. Gowa Yustilawati, Eva
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 5 No 1 (2024): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v5i1.44790

Abstract

Kasus henti nafas dan henti jantung dapat terjadi dimana pun dan kapan pun. Waktu untuk dibutuhkan untuk memberikan pertolongan adalah 3-8 menit. Pada tahun 2023, didapatkan data kematian akibat henti nafas henti jantung di Amerika Serika sebesar 400.000 orang dan angka ini tergolong masih sangat tinggi. Henti jantung dan henti nafas merupakan indikasi Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) yang perlu dilakukan dengan memperhatikan kualitas yang meliputi kedalaman dan kecepatan kompresi sesuai standar, minimal interupsi dan full chest recoil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat terkait Resusitasi Jantung Paru berkualitas atau High Quality CPR (HQCPR) di Puskesmas Somba Opu Kab. Gowa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat terkait Resusitasi Jantung Paru berkualitas berada pada kategori baik sebesar 53,6% dan cukup sebesar 46,4%. Secara keseluruhan, ada beberapa kekeliruan dalam hal menentukan rasio kompresi ventilasi, kedalaman kompresi, kecepatan dan hal ini merupakan hal penting dalam penatalaksanaan Resusitasi Jantung Paru yang berkualitas (HQCPR). Masih perlu untuk ditindaklanjuti dalam peningkatan dan pengembangan kompetensi perawat terkait Resusitasi Jantung Paru yang berkualitas.
HUBUNGAN PENGALAMAN KERJA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TRIASE PADA PERAWAT DI IGD RSUD RSUD SYEKH YUSUF: The Relationship Of Work Experience With Triage Decision Making Of Nurses At The Emergency Room Of Syekh Yusuf Hospital Adi Putra, Andi Budiyanto; Adhiwijaya, Ardian; Yustilawati, Eva; Umrah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan salah satu penyebab kematian dalam perawatan kesehatan. Menurut data institusi kesehatan dunia sebanyak 98.000 pasien meninggal akibat pengambilan keputusan yang salah yang berdampak pada tindakan kegawatdaruratan yang diberikan kepada pasien. Perawat IGD merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien gawat darurat dan mewajibkan perawat untuk membuat keputusan triase. Dalam pengambilan keputusan triase, perawat memiliki tingkat pengalaman kerja yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dengan pengambilan keputusan triase pada perawat di Instalasi Gawat Darurat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 29 responden diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Penelitian ini dilakukan di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa pada bulan Juli 2024. Hasil penelitian diuji menggunakan uji korelasi. Diperoleh hasil p value sebesar 0,553 (p>0.05) yang menguatkan bahwa tidak ada hubungan pengalaman kerja dengan pengambilan keputusan triase dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengalaman kerja dengan pengambilan keputusan triase pada perawat IGD di RSUD Syekh Yusuf Kata kunci : Triase, Pengalaman Kerja , Pengambilan Keputusan
Analysis of Knowledge and Nurse Competencies Related to Advanced Care for Trauma Patients in the Emergency Room in South Sulawesi Yustilawati, Eva; Zahrani, Gina; Fitriani, Aidah; Ria, Purnama; Hakim, Suhatman A.
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 9, No 2 (2023): Volume 9, Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v9i2.63390

Abstract

The Emergency Room is a unit that provides initial treatment for trauma patients. Trauma cases contribute to disability and suffering, making it the fourth leading cause of death worldwide. In 2021, the prevalence of trauma-related deaths was approximately 4.4 million people globally, with 8% of cases resulting in death. This phenomenon highlights the importance of health workers, possessing specialized knowledge and competence in emergencies, including triage, primary,and secondary assessment. The purpose of this study is to analyze the relationship between knowledge and nurse competence in providing follow-up care for trauma cases at the ER in South Sulawesi.The research method utilized in this study is quantitative, employing a cross-sectional approach with a total sample of 37 respondents selected through the total sampling technique. The research was conducted at Ibnu Sina Hospital and Bayangkara Hospital in Makassar. Data were collected through questionnaires and competency observation sheets, and subsequently tested using a correlation test.The results of the univariate test indicate that nurses possess good knowledge in various aspects of follow-up care, including triage, primary survey, and secondary survey. Additionally, their competencies in these areas are also well-developed. The correlation test revealed significant relationships between knowledge and triage competence (p-value of 0.01), knowledge and primary survey competencies (p-value of 0.047), as well as knowledge and secondary survey competencies (p-value of 0.04). These findings suggest that a higher level of knowledge among Emergency Room nurses regarding follow-up care corresponds to better competence in managing trauma cases in the emergency room. In this study, it can be concluded that there exists a relationship between nurses' knowledge regarding follow-up care and their competence in three aspects: triage, primary survey, and secondary survey. Based on these findings, it is recommended that nurses can enhance their competencies through training and can apply high-quality cardiopulmonary resuscitation to improve patient safety.