Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analysis of Added Value of Patchouli Leaves into Patchouli Oil in Mowila District, South Konawe Regency Ramadan, Sahrul; Surni, Surni; Zani, Munirwan
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 12, No 1 (2023): June
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v12i1.56499

Abstract

Patchouli is a source of income for the people of Mowila District, Konawe Selatan Regency, but it still faces various obstacles. Processing its value into essential oil is one of the efforts to increase the added value of patchouli. This research was conducted in Mowila District, South Konawe Regency. The population in this study is the farming community that processes patchouli oil, totaling 20 people with a sample of 20 people because all populations are used as samples. The variables in this study were the identity of the respondents including the farmer's age, education level, farming experience, and number of family dependents. The results show the process of processing patchouli oil through dry leaf raw materials then distillation, filtering, separation, and after that cooling, and the final stage of packaging patchouli oil. And the amount of added value obtained is Rp. 18,245/Kg or 33.70%/production in the category (Medium Ratio) and a profit of Rp. 29.005 or a ratio of 15.90%.
Analysis Of Coffee Marketing In Bakadisura Village, Tabang District, Mamasa District, West Sulawesi Province Yohanis, Yohanis; Surni, Surni; Idrus Salam
International Journal of Technology and Education Research Vol. 1 No. 04 (2023): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v1i04.559

Abstract

This study aims 1) To find out the pattern of coffee marketing channels in Bakadisura Village, Tabang sub-district, Mamasa district, 2) To find out the margins and marketing profits of coffee beans in Bakadisura Village, Tabang sub-district, Mamasa district . The location of this research was carried out in Bakadisura Village, Tabang District, Mamasa Regency from March to November 2022. The choice of research location was carried out purposively (purposively) with the consideration that Bakadisura Village is a place with the most coffee production. The population or objects in this study were all coffee farmers in Bakadisura Village, Tabang District, Mamasa Regency, totaling 25 families, as well as 2 collectors and 2 wholesalers. Sampling was determined using the census method, so that all coffee farmers and traders in Bakadisura Village became respondents. The results showed that coffee marketing in Bakadisura Village was running efficiently, this was indicated by the FS value = 80% in channel I FS value = 75.55 and 80.35 in channel II. The total profit earned by traders on channel I is Rp. 4,245,775, the profit earned by collector traders on channel II is Rp. 3,531,999, and wholesalers are Rp. 3,085,730.
PEMBUATAN TAS BERNILAI ESTETIS DARI KULIT KERANG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK PEREMPUAN NELAYAN Surni, Surni; Azis Muthalib, Dzulfikri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 4 No. 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v4i01.1461

Abstract

Making Aesthetically Valuable Bags from Seashells to Increase the Income of Fisherwomen's Groups. This community service programme aims to empower a group of fisherwomen by making aesthetically pleasing bags from seashell waste. This initiative utilises the abundant potential of marine waste in coastal areas to create eco-friendly fashion products with high economic value. Implementation methods included training in material processing techniques, product design, and digital marketing over 6 months. The results showed a significant improvement in participants' skills, with 90% of group members able to produce bags independently. From an economic aspect, there was an average income increase of 200% (from Rp750,000 to Rp2,250,000 per month). The programme not only improved community welfare but also contributed to a 40% reduction in beach waste. These findings prove that a local resource-based empowerment approach can be a sustainable solution for coastal communities.
INOVASI TAS RAMAH LINGKUNGAN DARI KULIT KERANG: PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL PRODUK UMKM Surni, Surni; Agustina, Wa Ode
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 3 No. 06 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v3i06.1462

Abstract

This study examines the innovation of eco-friendly bags made from seashell waste as an effort to enhance the economic value of SMEs in coastal areas, particularly in Wakatobi. The abundance of seashell waste, which often causes environmental problems, has the potential to be transformed into high-value aesthetic products through proper training and creative processing. The research focuses on (1) the process of converting seashell waste into marketable bag products, (2) training methods to improve the skills of SME artisans in design and sustainable production techniques, and (3) digital marketing strategies to expand market reach. Using a participatory action research approach, this program involves local artisans in Wakatobi through workshops on material selection, product design, and eco-friendly finishing techniques. The results show that this innovation not only increases the selling value of products by up to 40% but also reduces environmental pollution while creating new job opportunities. This study contributes to the development of sustainable creative industries in coastal communities by optimizing local resources.
Analisis Ketersedian Stok Bahan Baku Roti Pada Usaha Roti Sari Mart Di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari Juniarti, Gebi; Surni, Surni; Yusria, Wa Ode
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Ketersediaan stok bahan baku roti yang optimal pada Usaha Roti Sari Mart di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari, dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Total Inventory Cost (TIC), Safety Stock, dan Reorder Point.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan kepustakaan. Analisis yang digunakan adalah dengan analisis Economic Order Quantity (EOQ).Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode EOQ dapat diketahui hasil rincian biaya total biaya persediaan bahan baku: Tepung Terigu sebesar Rp2.221.262,70 dan menghemat biaya persediaan sebesar Rp2.193.034,61, Persediaan pengaman yaitu sebanyak 1.468,27 kg dan pemesanan kembali ketika bahan baku di ruang penyimpanan sisa 1.628,93 kg. Kemudiaan untuk bahan baku gula Rp874.430,27 dan menghemat biaya Rp61.662,73, persediaan pengaman sebanyak 99,67 kg dan pemesanan kembali 108,6 kg. Bahan baku telur Rp873.512,58 dan penghematan biaya Rp65.712,06, persediaan pengaman sebanyak 19,47 kg dan pemesanan kembali 21,32 kg. Mentega Rp772.042,83 dan menghemat biaya Rp173.720,78, persediaan pengaman 63,72 kg dan pemesanan kembali 89,97 kg. Bahan baku Ragi/pengembang Rp873.523,56 menghemat biaya Rp62.417,01, persediaan pengaman 208,23gram dan pemesanan kembali 235,31 gram. Bahan baku susu Rp873.521,91 menghemat biaya Rp62.472,99, persediaan pengaman pengaman 173,59liter dan pemesanan kembali 187,56 liter. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode EOQ dapat menekan biaya persediaan dan tingkat kebutuhan bahan baku yang ekonomis dan optimal dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh Perusahaan, sehingga Perusahaan jika menerapkan metode EOQ, dapat memperoleh laba yang maksimal.
Kearifan Lokal Dalam Usahatani Tanaman Pangan Pada Masyrakat Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi Tarani, Dia Hasti; Hidrawati, Hidrawati; Surni, Surni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kearifal lokal dalam usahatani tanaman pangan mulai dari pembukaan lahan dan pengolahan lahan,penanaman,pemeliharaan,panen, dan pasca panen di Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi, (2) mengetahui jumlah pendapatan usahatani tanaman pangan pada masyarakat di Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan analisis data secara kualitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kearifan lokal masyarakat salah satunya terwujud melalui penentuan hari baik pada setiap tahapan usahatani. Terdapat beberapa ritual dalam sistem usahatani tanaman pangan seperti bemba, Tampo’a, Bhelai, teamo’a, taburi, herangga, tompe. Petani di Kelurahan Waha memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp1.231.526,- dan petani di Desa Lagolle memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp 1.439.305,- per musim tanam.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Keputusan Petani Padi Sawah Dalam Adopsi Inovasi Teknologi Combine Harvester Di Kelurahan Ngkaring-Ngkaring Kecamatan Bungi Kota Baubau Harlin, Mula Hayrani; Surni, Surni; Zani, Munirwan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15090

Abstract

Penelitiannya bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani padi dalam mengadopsi inovasi teknologi combine harvester di Desa Ngkaring-Ngkaring, Kecamatan Bungi, Kota Baubau. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 86 petani yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu petani yang mengadopsi dan petani yang tidak mengadopsi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam mengadopsi inovasi teknologi combine harvester di Desa Ngkaring-Ngkaring, Kecamatan Bungi, Kota Baubau adalah variabel luas lahan, usia, pendidikan, dan pengalaman bertani yang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi combine harvester. Sementara itu, variabel luas lahan, usia, dan pendapatan memiliki pengaruh signifikan tetapi tidak meningkatkan atau menurunkan tingkat keputusan petani dalam mengadopsi teknologi combine harvester.
Faktor yang Menentukan Perilaku Konsumen dalam Membeli Produk Beras Kepala di Pasar Tradisional Pasca Pandemi Covid-19 di Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat Marsal, La Ode Muhamad Yusuf; Bahari, Bahari; Surni, Surni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15485

Abstract

The demand of the community as consumers in Barangka District, West Muna Regency for rice is quite high. This is what causes the demand for rice to tend to increase every year. The purpose of this study is to find out the factors that determine consumer behavior in buying rice in the traditional market after the Covid-19 pandemic in Barangka District, West Muna Regency. The sample in this study is 50 consumers who regularly shop for head rice at traditional markets. The variables in this study include Variables of Consumer Behavior Buying Head Rice (Y), Motivation (X1), Education (X2), Income (X3), Number of dependents (X4), Rice Purchase Value (X5), and Total Rice Purchase (X6). The results of this study show that motivation, rice purchase value and total rice purchase are factors that determine consumer behavior to buy kepala rice products in the traditional market. The value of rice purchases and the total purchase of rice. The value of rice purchases and total rice purchases are the strongest determinants in head rice purchasing behavior.
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN DI KABUPATEN WAKATOBI Surni, Surni; Sutrisno, Anas; Masliani, Masliani; Sarno, Sarno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 1 No. 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v1i02.76

Abstract

Laporan Keuangan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam suatu bisnis, karena merupakan sebuah output yang dapat memberikan informasi bagi pengguna sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu, dalam sebuah organisasi, Lembaga, maupun perusahaan harus memiliki seorang pengelola keuangan yang terampil dan memiliki pengentahuan tentang laporan keuangan. Tetapi, tidak semua orang mengerti dan paham akan pentingnya sebuah laporan keuangan yang sesuai, akibatnya pembuatan laporan keuangan sering kali dibuat seadanya. Seperti halnya Lembaga Kursus dan Pelatihan yang ada di Wakatobi, ternyata mendapatkan kesulitan dalam hal pencatatan laporan keuangan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan dana bantuan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha dan Program Pendidikan Kecakapan Kerja kepada Lembaga Kursus dan Pelatihan, program layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan kompeten pada bidang keterampilan sesuai kebutuhan sehingga dapat memanfaatkan secara optimal peluang-peluang kerja yang terbuka pada era ACFTA (Asean China Free Trade Area). Setiap dana yang didapatkan harus dilaporkan kembali penggunaannya kepada pemerintah. Namun, sebagian besar dari Lembaga Kursus dan Pelatihan tersebut masih membuat laporan keuangan secara sederhana. Diharapkan dengan adanya sosialisasi dan pelatihan mengenai penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM, pengurus Lembaga Kursus dan Pelatihan Kabupaten Wakatobi mampu memahami proses dan mampu menyusun laporan penggunaan dana atas transaksi yang sudah dilakukan. Sehingga dapat membuat laporan keuangan yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL BIDANG PANGAN DI DESA WAHA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI SULAWESI TENGGARA La Husen, Debi; Surni, Surni; Rostiana, Rostiana; Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 06 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i06.983

Abstract

Pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Waha Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara dengan kalayan adalah pengusaha warung Nasi Kuning dan pengusaha Minuman Sarabba. Tujuan pengabdian adalah memberikan pelatihan bagaimana mengembangkan usaha kecil yang saat ini sudah dilakukan dengan cara perbaikan dalam proses produksi. Luaran Pengabdian ini adalah mitra mampu melakukan pengembangan usaha dengan cara yang lebih baik karena menghasilkan produk yang lebih berkualitas (sehat, enak dan menarik). Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan pemahaman produk berkualitas dan memfasilitasi alat produksi dan pemasaran yang lebih sehat. Hasil pengabdian menunjukkan mitra memahami yang ditunjukkan dengan perubahan dalam cara memproduksi dan memasarkan. Pengusaha sudah memahami hasil dari pelatihan yang diberikan baik dalam motivasi maupun proses produksi dan ada beberapa yang sudah terlaksana, sedangkan beberapa lainnya terutama bagaimana citra positif Pedagang diukur hanya dapat dilihat dalam jangka yang lebih lama (kurang lebih satu tahun). Fasilitas juga sudah dipergunakan oleh kalayan untuk meningkatkan produksi maupun penjualannya.