Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Fortifikasi Daging Ikan Lele Dumbo (Clarias fuscus) Terhadap Kualitas Kerupuk Yang Dihasilkan Clara Firsta, Nissa; Darmawan, Eman; M. Harjiah; laswati, Dyah titin
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2022): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v4i2.1097

Abstract

Kerupuk merupakan makanan ringan yang umumnya dimakan sebagai pendamping makanan pokok. Pemanfaatan ikan lele dumbo dalam fortifikasi kerupuk dapat menjadi salah satu cara diversifikasi produk perikanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan ikan lele dumbo terhadap karakteristik kimia (kadar air, kadar abu dan kadar protein), fisik (daya kembang kerupuk) dan mutu organoleptik (warna, rasa dan tekstur), serta menetapkan formulasi kerupuk terbaik berdasarkan penerimaan konsumen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan penambahan lele dumbo 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji ANOVA, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi substitusi lele dumbo secara nyata (α = 0,05) mampu meningkatkan kadar air, kadar abu dan kadar protein serta menurunkan daya kembang kerupuk. Hasil uji organoleptik dengan mutu hedonik menunjukkan penambahan ikan lele dumbo secara nyata (α = 0,05) menghasilkan warna yang semakin coklat, rasa ikan yang semakin kuat, dan tekstur kerupuk yang semakin tidak renyah. Berdasarkan hasil pengujian metode Zeleny, penambahan ikan lele dumbo 30% pada kerupuk ikan merupakan perlakuan terbaik yang dihasilkan pada penelitian ini.
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Sifat-Sifat Anggur Beras Kencur yang dihasilkan Radite Putut Wibowo; Tunnisa, Fitra; Darmawan, Eman; laswati, Dyah titin; Sudjatini
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2022): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v4i2.1099

Abstract

Penelitian dengan judul pengaruh waktu fermentasi terhadap sifat sifat anggur beras kencur yang dihasilkan bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap sifat-sifat anggur beras kencur. Untuk mengetahui waktu fermentasi yang optimal pada pembuatan anggur beras kencur yang disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan. Tiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 2 (dua) kali. Perlakuan tersebut meliputi umur fermentasi yaitu 0 hari, 1 hari, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Masing masing sampel dilakukan analisa kimia dan organoleptik. Data yang diperoleh dilakukan uji lanjutan dengan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Parameter yang diuji meliputi analisa kimia kadar gula reduksi, etanol, total asam, total pati, dan pH serta analisa organoleptik (warna, rasa, aroma, dan kesukaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi yang terbaik pada 3 hari dengan kadar etanol 1,44 %, gula reduksi 0,44 %, total asam 0,42 %, kadar pati 9.34 %, pH 4.37, serta mempunyai rasa agak manis sedikit pahit dengan warna putih kecoklatan, aroma agak khas aroma anggur.
Pembuatan Mi Kering Dengan Substitusi Tepung Jagung (Zea mays) Opsa Lena; Nur Purwandhani, Siti; Masrukan; Darmawan, Eman
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2022): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v4i2.1101

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang ”Pembuatan Mi Kering dengan Substitusi Tepung Jagung (Zea mays)”. Tujuan penelitian ini secara umum adalah mengetahui pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung jagung terhadap sifat kimia, fisik dan organoleptik mi yang dihasilkan dan disukai panelis. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Blok Acak Lengkap (RCBD) lima perlakuan penambahan substitusi tepung jagung (0%, 10%, 15%, 20% dan 25%). Mi kering dilakukan analisa kimia (kadar air dan total karoten). Perlakuan terpilih dilakukan analisa kadar protein, analisa fisik mi kering yang telah direbus (pengembangan, tekstur, dan ekstensibilitas), serta uji organoleptik (warna, rasa, tekstur dan uji kesukaan secara keseluruhan). Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA. Bila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji perbedaan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi substitusi tepung jagung akan menaikan kadar air dan kadar total karoten, menurunkan pengembangan dan ekstensibilitas serta tekstur yang semakin keras. Berdasarkan parameter kimia, fisik dan organoleptik jumlah maksimal tepung jagung dalam sebagai bahan substitusi dalam pembuatan mi kering adalah sebesar 15%. Mi kering yang dihasilkan memiliki kadar air (4,22%), kadar total karoten 1,77 mg/100 g, pengembangan produk 43,62%, ekstensibilitas 40,15% dan tekstur 9,33 mg/100 g, serta protein sebesar 5,34%db.
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka Terhadap Sifat Kimia, Fisik dan Organoleptik Wingko Babat Anik Ernawati; Darmawan, Eman; Suladra, Made
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2023): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v5i1.1407

Abstract

Penelitian dengan judul Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka Terhadap Sifat kimia, Fisik dan Organoleptik Wingko Babat yang Dihasilkan bertujuan mengetahui sifat-sifat kimia, fisik dan organoleptik dari wingko babat yang dihasilkan dan mengetahui penambahan tepung biji nangka yang paling baik pada wingko babat sehingga menghasilkan wingko yang disukai panelis. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan yaitu Perbandingan tepung beras ketan dan tepung biji nangka yang terdiri dari 5 level yaitu, substitusi tepung biji nangka 0%, 20%, 40%, 60% dan 80%. Wingko babat yang dihasilkan dilakukan analisa kimia, fisik dan uji organoleptik. Data hasil pengamatan dianalisa dengan analisa varians, jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan pada taraf signifikansi 5%. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa substitusi tepung biji nangka yang semakin tinggi akan berpengaruh terhadap penurunan kadar air, kadar pati dan kenaikan tekstur (semakin tidak kenyal) wingko babat yang dihasilkan. Dari hasil uji sensoris menunjukkan bahwa subtitusi tepung biji nangka ke dalam pembuatan wingko jika dibandingkan dengan kontrol (0%) semakin tinggi tinggi substitusi biji nangka tingkat kesukaan cenderung menurun, namun sampai pada konsentrasi 60% masih bisa diterima oleh konsumen, dan mempunyai kadar air 24,78%, kadar pati 52,03 %db, tekstur 57,91 g/cm3.
Pegaruh Penambahan Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa) terhadap Karakteristik Sensoris, Fisik, dan Kimia Susu Bubuk Rusmadi, Adi; Darmawan, Eman; Saputro, Asepto edi
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2023): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v5i1.1408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimal minyak jintan hitam yang dapat ditambahkan dan pengaruhnya terhadap karakter sensoris, kimia dan fisik susu bubuk. Penelitian ini menggunakan 7 perlakuan, yaitu susu bubuk skim yang di tambah dengan minyak jintan hitam pada konsentrasi 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 15%. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji sensoris (multiple comparison test dan uji hedonik), uji kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu, dan karbohidrat) dan uji fisik (wettability dan bulk density). Penambahan minyak jintan hitam berpengaruh terhadap karakter sensoris dan karakter kimia, namun tidak berpengaruh terhadap karakter fisik susu bubuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kesukaan rasa, warna, aroma dan penerimaan keseluruhan susu bubuk dengan minyak jintan hitam menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi minyak jintan hitam yang ditambahkan. Konsentrasi optimal penambahan minyak jintan hitam adalah 2.5% dengan nilai gizi protein (37%), lemak (0.25%), kadar air (3.50%), kadar abu (4.73%) dan karbohidrat (54.52%). Nilai gizi tersebut sesuai kategori susu bubuk rendah lemak mengacu pada SNI 01-2970-1992 tentang susu bubuk (protein minimal 26%, lemak 1.5 hingga <26%, kadar abu maksimal 9%).
Sifat Kimia, Fisik, Organoleptik Keripik Tempe Tapioka Pada Berbagai Konsentrasi Rhizopus sp Dan Lama Fermentasi Hanafi, Firman; Kuntjahjawati SAR; Darmawan, Eman
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 5 No. 1 (2023): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v5i1.1409

Abstract

Penelitian tentang “Sifat Kimia, Fisik, Organoleptik Keripik Tempe Tapioka Pada Berbagai Konsentrasi Rhizopus sp Dan Lama Fermentasi” ini bertujuan untuk mengetahui penambahan kosentrasi ragi (Rhyzopus sp) dan lama fermentasi untuk menghasilkan keripik tempe tapioka dengan karakteristik sifat fisik, kimia dan organoleptik diterima konsumen. Rancangan penelitian pembuatan tempe tapioka yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial dengan 2 variabel. Variabel pertama adalah penggunaan konsentrasi ragi yaitu : 0,15%, 0,2% dan 0,25% dari berat total. Variabel ke 2 waktu fermentasi : 36 jam, 42 jam, 48 jam sehingga didapatkan sebanyak 9 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 2 kali. Pada penelitian ini masing-masing perlakuan dilakukan analisa kimia (kadar air, kadar lemak, kadar abu, kadar rotein, kadar karbohidrat dan kadar gula reduksi), analisa fisik (uji pengembangan), dan analisa organoleptik (uji skoring warna, rasa, tekstur dan uji hedonik keseluruhan). Data yang diperoleh dilakukan Analisa statistik menggunakan ANOVA dengan derajat signifikansi 5%. Bila ada perbedaan dilanjutkan uji beda dengan DMRT dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan konsentrasi ragi dan lama waktu fermentasi berpengaruh nyata (a=0,05) terhadap kadar air, lemak, karbohidrat, dan gula reduksi. Sedangkan kadar abu, protein tidak ada perbedaan pada setiap perlakuan. Sifat fisik keripik tempe tapioka dengan berbagai perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata. Sedangkan hasil uji organoleptik keripik tempe tapioka yang diterima adalah perlakuan konsentrasi ragi 0,4 gr (0,2%), lama waktu fermentasi 42 jam dengan kadar air 37,73%, lemak 5,09%, abu 0,69%, protein 6,83%, karbohidrat 26,45% dan gula reduksi 0,58%.
Karakteristik Kwetiau Gandum Substitusi Labu Kuning (Cucurbita moschata D) Dan Penambahan Sodium Tripollyphospate (STPP) Purwadi, Dani; Darmawan, Eman; Kuntjahjawati SAR; Masrukan
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2023): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v5i2.1516

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Karakteristik Kwetiau Gandum Substitusi Labu Kuning (Cucurbita moschata D) Dan Penambahan Sodium Tripollyphospate (STPP)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan STPP terhadap sifat fisik dan organoleptik kwetiau labu kuning serta mengetahui perbandingan antara tepung gandum dan labu kuning untuk mendapatkan kwetiau yang dapat diterima panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan labu kuning dan STPP berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia dan organoleptik kwetiau. Penambahan labu kuning dan STPP menyebabkan terjadinya peningkatan kadar air dan elastisitas kwetiau namun terjadi penurunan kadar abu, lemak, protein dan karbohidrat. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa penambahan labu kuning dan STPP menunjukkan hasil beda nyata terhadap warna, aroma, rasa dan keseluruhan. Perbandingan antara labu kuning dan konsentrasi STPP yang masih dapat diterima oleh konsumen ialah pada sampel dengan 20% penambahan labu kuning dan konsentrasi STPP sebesar 0,2%. Berdasarkan hasil uji kesukaan terhadap keseluruhan karakteristik kwetiau dengan nilai rerata 3,6 (suka) yang mengandung kadar air 29,86%, kadar abu 4,64%, kadar lemak 2,07%, kadar protein 11,45%, mutu organoleptik elastisitas dengan nilai 0,116 menghasilkan tekstur kwetiau yang elastis, warna kwetiau kuning oranye cerah, rasa kwetiau khas labu kuning, dan menghasilkan aroma kwetiau khas labu kuning.
Pengaruh Penambahan Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik pada Camilan Stik Setiyanti, Agnes; laswati, Dyah titin; Saputro, Asepto edi; Rukmini, Ambar; Darmawan, Eman
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2023): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v5i2.1519

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan daging ikan nila Oreochromis niloticus terhadap sifat kimia (kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu) dan organoleptik (rasa, warna, tekstur, kesukaan) stik. Pada penelitian ini ditambahkan daging ikan nila Oreochromis niloticus dengan kadar 0%, 2,5%, 5% dan 7,5% dari berat tepung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji sensori (uji hedonik) dan kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu dan karbohidrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daging ikan nila Oreochromis niloticus pada stik meningkatkan kadar abu, protein dan lemak bahan pangan, sedangkan kadar air tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil uji hedonik dapat disimpulkan bahwa stik yang dipilih adalah stik yang difortifikasi daging ikan nila Oreochromis niloticus 5% karena pada tingkat tersebut rasanya dianggap lebih enak atau gurih serta tekstur dan warnanya masih disukai dan masih bisa diterima oleh panelis. Stik yang difortifikasi dengan daging ikan nila Oreochromis niloticus 5%, menurut hasil uji kimia mengandung kadar air 4,15%, kadar abu 3,01%, kadar protein 11,14% dan kadar lemak 25,67%.
Pengaruh Substitusi Minyak Kedelai Terhadap Daya Terima Mayonnaise yang Dihasilkan Merry Astuti, Yenni; Rukmini, Ambar; Darmawan, Eman; Nur Purwandhani, Siti
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 5 No. 2 (2023): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v5i2.1523

Abstract

Mayonnaise termasuk ke dalam salah satu bahan olahan pangan yang digunakan sebagai pelengkap atau dressing sauce dalam produk pangan lainnya Substitusi minyak kedelai dalam pembuatn mayonnaise menjadi salah satu cara memperbaiki sifat fisik pada mayonnaise. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh substitusi minyak kedelai terhadap daya terima, sifat fisik mayonnaise yang dihasilkan dan mengetahui persen substitusi minyak kedelai untuk mendapatkan mayonnaise yang dapat diterima dan komposisi kimia pada daya terima terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan substitusi minyak kedelai 0%, 20%, 40%, 60%, 80%. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji ANOVA, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan viskositas mayonnaise mengalami penurunan seiring dengan substitusi minyak kedelai dan nilai kestabilan emulsi mayonnaise tidak ada beda nyata antar perlakuan. Uji organoleptik terhadap hedonik kesukaan terhadap warna dan aroma semakin meningkat tetapi rasa, kekentalan, dan kesukaan keseluruhan mengalamin penurunan/semakin rendah. Mayonnaise substitusi minyak kedelai yang dapat diterima konsumen yaitu pada perlakuan perbandingan minyak sawit dan minyak kedelai 60% : 40% dengan nilai rerata 5,53 (agak suka).
Kajian Lama Waktu Pengeringan terhadap Sifat Antioksidan Teh Cascara Masrukan; Darmawan, Eman; Syarif Hakim, Isna
AGROTECH : JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 6 No. 1 (2024): Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/agrotech.v6i1.1550

Abstract

Pemanfaatan hasil samping kulit kopi menjadi teh cascara mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap karakteristik kimia dan organoleptik pada teh cascara. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu suhu pengeringan (50, 55, 60, 65, dan 70 °C) selama 21 jam. Masing-masing perlakuan yang dihasilkan dianalisa secara kimia (aktivitas antioksidan, kadar tannin, total fenol, dan kadar air) dan uji organoleptik dengan metode scoring test meliputi warna, rasa, aroma, dan hedonic scale test (uji kesukaan). Hasil Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan ANOVA dan apabila terdapat beda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncans Multiple Range test (DMRT) dengan tingkat signifikasi (α=0,05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan suhu pengeringan memiliki pengaruh nyata terhadap penurunan aktivitas antioksidan pada teh cascara, total fenol, dan kadar air, sedangkan kadar tannin mengalami peningkatan. Berdasarkan parameter uji maka perlakuan teh cascara yang terbaik adalah pada suhu pengeringan 60 °C dengan aktivitas antioksidan (30,64%), kadar tannin (2,17%), total fenol (1,05%), dan kadar air (7,735%). Hasil uji sensoris yang relative disukai dan diterima panelis pada perlakuan suhu pengeringan 65 °C adalah warna (3,30) kuning kemerahan, rasa (3,30) agak pahit, aroma (3,20) agak terasa kopi dan tingkat kesukaan panelis (3,45).