Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Transonic Buffet Effects on Shockwave-Induced Lift Stress Response and Fatigue Life of the SC(2)-0714 Supercritical Budi Aji Warsiyanto; Riskha Agustianingsih
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v10i2.367

Abstract

Transonic buffet, triggered by shockwave–boundary layer interaction, produces oscillations that cause unsteady lift fluctuations, structural stresses, and accelerated fatigue damage. Understanding this chain—from shockwave to lift, stress, and fatigue—is critical for the durability of modern aircraft wings, especially those employing supercritical airfoils. This study investigates the SC(2)-0714 supercritical airfoil using CFD in ANSYS Fluent at Mach 0.8 with AoA 2°, 4°, and 6°, combined with structural and fatigue analysis in Abaqus and Fe-Safe. Results show stress levels between 1.26 and 12.6 MPa, well below the yield strength of Al 2024-T3, confirming safe static margins. However, fatigue life declined sharply with AoA, from 177,868 cycles at 2° to 130,282 cycles at 6°. These findings emphasize that while stresses remain within limits, transonic buffet–induced lift fluctuations critically reduce fatigue life, underscoring the urgency of incorporating buffet effects into structural durability assessments and airfoil design.
Pelatihan Perakitan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan Pemanfaatan Komponen dan Peralatan UAV untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Warsiyanto, Budi Aji; Agustianingsih, Riskha; Widanto, Muhammad Hadi; Fairuza, Syarifah; Sari, Rafika Arum; Jayadi, Muhammad
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.19446

Abstract

Background: Pesatnya perkembangan industri Unmanned Aerial Vehicle (UAV) membuka peluang besar bagi lulusan pendidikan vokasi untuk terlibat dalam sektor teknologi dan rekayasa. Namun, keterbatasan fasilitas praktik dan dominasi pembelajaran teoritis di SMK menjadi tantangan dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pelatihan UAV berbasis praktik bagi siswa SMK Angkasa 1 Jakarta guna meningkatkan daya saing dan keterampilan teknis mereka. Metode: Metode pelatihan yang diterapkan mencakup sosialisasi, demonstrasi, dan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), yang diikuti oleh 30 siswa dari jurusan teknik terkait. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, dan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan siswa dari 79,43 menjadi 88,00 (p = 0,007). Hasil kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan siswa dan guru yang tinggi, dengan rata-rata skor di atas 4,00 dari skala 5. Observasi juga mengungkap keterlibatan aktif siswa serta tantangan dalam hal keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar. Kesimpulan: Kesimpulannya, pelatihan UAV berbasis praktik terbukti efektif meningkatkan kompetensi siswa dan layak untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler di SMK.
Numerical Analysis and Taguchi Optimization of Bird Strike Resistance on Helicopter Engine Cowling Using Lattice Structure Budi Aji Warsiyanto; Muhammad Hadi Widanto; Rafika Arum Sari; Alfan Rizki; Rizky Akmal Putera
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.52086

Abstract

Bird strikes pose a major risk to the safe operation of aircraft. This study evaluates a sandwich structure design with a lattice material as a helicopter engine protection device. Advances in additive manufacturing have enabled the advancement and fabrication of architected cellular materials. The lattice structures were assessed computationally through nonlinear dynamic finite element method, considering variations in topology, materials, and relative density. The Taguchi approach was used to establish the ideal lattice structure by maximizing specific energy absorption (SEA). The results showed that a body-centered cubic Z (BCCZ) lattice structure using Ti-6Al-4V material and 30% relative density performed the best at absorbing impact energy. Additionally, the sandwich structure that uses BCCZ lattice, effectively protected the engine cowling under the operational speed of a helicopter. The findings indicate that the BCCZ lattice core enhances the impact resistance of composite materials by minimizing structural deformation. Moreover, a quasi-isotropic layup combined with a lattice material sandwich plate provides superior impact resistance, deformation control, and damage mitigation compared to other sandwich designs.
Pelatihan Proses Manufaktur Material Komposit dalam Meningkatkan Keterampilan Siswa SMKN 4 Depok untuk Penyelarasan Pendidikan dengan Tren Industri Muhammad Hadi Widanto; Muhamad Jayadi; Riskha Agustianingsih; Rafika Arum Sari; Budi Aji Warsiyanto; Evi Endarti
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/36512c82

Abstract

Pelatihan vokasi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memegang peran sentral dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi kebutuhan pasar kerja yang semakin kompleks. Disamping itu, Material komposit adalah jenis material yang menawarkan kekuatan, ringan, dan ketahanan yang luar biasa. Industri otomotif, penerbangan, energi terbarukan, dan konstruksi semuanya memanfaatkan material komposit untuk mencapai performa yang optimal.Kegiatan pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan tentang material komposit merupakan salah satu upaya untuk menyelaraskan luaran kompetensi pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Metode pelatihan dilakukan dengan pemaparan dan dilanjutkan dengan praktikum untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait material komposit. Dari hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa oleh siswa. Hasil kepuasan mitra yaitu 90% siswa setuju bahwa materi mudah dipaham. Adapun hal yang disenangi pada pelatihan dimana 54% karena materi mudah dipahami, 31% karena ada praktikum, dan 15% karena menambah pengetahuan. Vocational High School (SMK) students plays a central role in preparing the younger generation to face the increasingly complex needs of the job market. In addition, composite materials are a type of material that offers exceptional strength, lightweight, and durability. The automotive, aviation, renewable energy, and construction industries all utilize composite materials to achieve optimal performance. Community service activities by providing training on composite materials are an effort to align educational competency outcomes with workforce needs. The training method is carried out by exposure and continued with practicum to provide a deep understanding of composite materials. The results of the training showed an increase in student knowledge by students. The results of partner satisfaction are 90% of students agree that the material is easy to understand. The things that are liked in the training where 54% because the material is easy to understand, 31% because there is a practicum, and 15% because it adds knowledge.
Analisis Pemeliharaan Scuff Plate Door Pesawat Menggunakan Critical Path Method Muhammad Abhista Fawwaz; Freddy Franciscus; Budi Aji Warsiyanto
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.159

Abstract

Pemeliharaan pesawat yang efisien merupakan faktor penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasional, termasuk pada komponen minor seperti scuff plate door yang berfungsi sebagai pelindung struktural dari abrasi dan benturan. Meskipun komponen ini tergolong wear part, keterlambatan dalam pemeliharaannya dapat berkontribusi terhadap peningkatan downtime pesawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimasi waktu pemeliharaan Scuff Plate Door pada pesawat Boeing 737–300 menggunakan Critical Path Method (CPM) sebagai model penjadwalan deterministik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan pemodelan jaringan kerja berdasarkan data aktivitas pemeliharaan aktual yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara teknisi berpengalaman di fasilitas perawatan. Sebanyak 15 aktivitas pemeliharaan dimodelkan dalam jaringan CPM untuk menentukan Earliest Start (ES), Earliest Finish (EF), Latest Start (LS), Latest Finish (LF), serta float. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis terdiri dari 10 aktivitas utama dengan total durasi 75 jam, lebih rendah dibandingkan durasi aktual sebesar 86 jam. Implementasi CPM berpotensi menurunkan Turn Around Time (TAT) dari 11,47 hari kerja menjadi 10 hari kerja.Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan CPM pada pemeliharaan komponen minor dapat meningkatkan efisiensi waktu dan mendukung optimalisasi perencanaan sumber daya tanpa mengubah prosedur teknis perawatan yang berlaku.   Efficient aircraft maintenance plays a critical role in ensuring operational safety and minimizing aircraft downtime, including for minor components such as the scuff plate door, which functions as a structural protective element against abrasion and impact. Although classified as a wear component, delays in its maintenance may contribute to extended aircraft ground time and reduced operational availability. This study aims to analyze maintenance time optimization of the Boeing 737–300 Scuff Plate Door using the Critical Path Method (CPM) as a deterministic scheduling model. A quantitative-descriptive approach was employed through network modeling of maintenance activities based on actual operational data obtained from field observations and structured interviews with experienced maintenance technicians. Fifteen maintenance activities were structured into a CPM network to determine the Earliest Start (ES), Earliest Finish (EF), Latest Start (LS), Latest Finish (LF), and total float for each task. The analysis identified ten critical activities forming the critical path with a total duration of 75 hours, compared to the recorded actual duration of 86 hours. The implementation of CPM demonstrates potential to reduce the Turn Around Time (TAT) from 11.47 working days to 10 working days. The findings indicate that applying CPM to minor structural component maintenance can improve scheduling efficiency and resource planning without altering established technical maintenance procedures, thereby supporting more reliable aircraft operational performance.
Analisis Insiden Drone PIXYZ RTK X-245 Skymagic pada Acara Drone Light Show Bundaran HI Tahun Baru 2025 Mochammad Rafihan Alrasyid; Ayu Martina; Budi Aji Warsiyanto
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.190

Abstract

Insiden jatuhnya 22 unit drone PiXYZ RTK X-245 pada uji coba Drone Light Show di kawasan Bundaran Hotel Indonesia menjelang Tahun Baru 2025 menyoroti tantangan keselamatan operasi drone massal di wilayah urban padat. Lingkungan perkotaan dengan efek urban canyon dan kepadatan spektrum frekuensi meningkatkan risiko gangguan simultan pada sistem navigasi Real Time Kinematic (RTK) dan komunikasi Command and Control (C2), yang dapat memicu kegagalan sistem berantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar penyebab insiden dari aspek teknis, manusia, prosedural, dan lingkungan, serta mengevaluasi keandalan sistem failsafe dan kesesuaian mitigasi risiko terhadap karakteristik operasi urban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Root Cause Analysis (RCA) berbasis diagram fishbone, didukung oleh laporan insiden operator, observasi regulator, dokumen mitigasi risiko, analisis teknis sistem, serta data meteorologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hilangnya RTK dan C2 secara bersamaan dipengaruhi oleh efek multipath GNSS dan interferensi frekuensi pita 2,4 GHz. Selain itu, sistem failsafe belum dilengkapi navigasi alternatif, logika pemulihan bertahap, maupun mekanisme override manual yang memadai. Dokumen mitigasi risiko juga belum mencantumkan analisis spektrum dan simulasi kehilangan sinyal massal yang kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain failsafe dan mitigasi risiko yang ada belum memadai untuk operasi drone massal di wilayah urban, sehingga diperlukan pendekatan mitigasi adaptif yang selaras dengan regulasi nasional.   The crash of 22 PiXYZ RTK X-245 drones during a Drone Light Show rehearsal at Bundaran Hotel Indonesia prior to the 2025 New Year highlights critical safety challenges in large-scale drone operations within dense urban environments. Urban canyon effects and high radio-frequency congestion increase the risk of simultaneous degradation of Real Time Kinematic (RTK) navigation and Command and Control (C2) communication, potentially triggering cascading system failures. This study aims to analyze the root causes of the incident from technical, human, procedural, and environmental perspectives and to evaluate the reliability of the implemented failsafe system and the adequacy of risk mitigation measures for urban operations. A qualitative descriptive approach was applied using Root Cause Analysis (RCA) with a fishbone diagram, supported by operator incident reports, regulator observations, technical documentation, risk mitigation records, and meteorological data. The results indicate that concurrent RTK and C2 signal loss was primarily driven by GNSS multipath effects and severe interference in the 2.4 GHz frequency band. Furthermore, the failsafe system lacked alternative navigation capabilities, progressive recovery logic, and effective manual override mechanisms. Existing risk mitigation documents also failed to include spectrum analysis and mass signal-loss simulations tailored to urban conditions. This study concludes that current failsafe designs and mitigation strategies remain insufficient for safe large-scale drone operations in urban areas, emphasizing the need for adaptive, context-specific mitigation aligned with national regulations.
Analisis Umur Fatigue Struktur Float Pesawat Amfibi Kapasitas 19 Penumpang dengan Pendekatan Numerik Monica Octavia Rehulina Sibuea; Budi Aji Warsiyanto; Riskha Agustianingsih; Ade Julizar; Erna Shevilia Agustian
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis respons dan umur fatigue struktur float pesawat amfibi berkapasitas 19 penumpang akibat beban pendaratan air. Struktur float aluminium 6061-T6 dimodelkan menggunakan elemen shell pada perangkat lunak Abaqus dengan analisis statik. Beban pendaratan direpresentasikan sebagai distribusi tekanan hidrodinamika sesuai CASR Part 23.533(c), sedangkan keandalan model dievaluasi melalui studi konvergensi mesh. Respons tegangan dan perpindahan dianalisis pada beban limit, beban ultimate, serta variasi kecepatan 0,95Vs0 dan 0,9Vs0. Umur fatigue dihitung menggunakan kurva S-N aluminium 6061-T6 dan koreksi Goodman berdasarkan tegangan principal maksimum. Hasil menunjukkan bahwa mesh 20 mm memberikan hasil konvergen. Pada beban limit diperoleh tegangan principal maksimum 137,42 MPa dan perpindahan 13,47 mm, sedangkan beban ultimate menghasilkan 304,8 MPa dan 29,43 mm sehingga melampaui tegangan luluh material. Penurunan kecepatan menjadi 0,95Vs0 dan 0,9Vs0 menurunkan tegangan menjadi 111 MPa dan 88,46 MPa. Estimasi umur fatigue meningkat dari 3,27x104 pendaratan pada beban limit menjadi 6,22x104 dan 1,12x105 pendaratan. Area bow-skin bawah teridentifikasi sebagai lokasi kritis pada seluruh kondisi.