Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

SEKOLAH TINGGI SINEMATOGRAFI ‘Implementasi Micromegas Daniel Libeskind’ Maahury, Heince A.; Erdiono, Deddy; Sembel, Amanda S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6659

Abstract

Kemajuan teknologi terkini menjadikan dunia sinematografi semakin dekat dari jangkauan masyarakat Sulawesi Utara. Peralatan produksi yang mudah didapat dan digunakan dengan hasil yang tepat dan berkualitas membuat bertambahnya produksi karya audio-visual ini, baik secara  individual maupun komunitas. Hal ini merupakan potensi masyarakat yang patut ditunjang dengan sistem pendidikan formal sebagai salah satu aspek penting dalam meningkatkan dan mengembangkan minat dan kreativitas,wawasan dan kompetensi masyarakat, agar supaya pekerjaan produksi sinematografi menjadi lebih maksimal dan professional. Sekolah Tinggi Sinematografi di kota Manado di rancang untuk mewadahi fasilitas-fasilitas dengan fungsi edukasi dan entertainment, yaitu sebagai tempat pendidikan dan pertukaran ilmu pengetahuan dalam bidang sinematografi hingga proses produksi, dengan dukungan fungsi entertainment sebagai ruang apresiasi dan pertunjukan atas hasil pencapaian para peserta didik, maupun para sinematografer lainnya, bertujuan untuk menjadi sarana hiburan, komunikasi dan informasi bagi masyarakat luas. Dengan harapan terciptanya kultur dan iklim positif dalam meningkatkan dunia industri perfilman di Sulawesi Utara   Gagasan rancangan objek ini mengacu pada pendalaman karakter desain Daniel Libeskind yang tersimpan dalam rangkaian gambar Micromegas : The Architecture of end Space, diolah dengan melacak dan menafsir kedalaman makna filosofis dari rangkaian gambar tersebut, kemudian diimplementasikan kedalam ide bentuk, ruang dan kesan sebagai penggugah ingatan dan emosi bagi para pengguna bangunan ini, agar menjadi ruang spiritual dan ruang kreativitas dalam menemukan cita rasa karya masing-masing, selain itu bertujuan memperkaya ranah arsitektural di Sulawesi Utara. Kata Kunci : Sekolah Tinggi, Sinematografi, Film, Daniel Libeskind, Micromegas.
Implementation of Smart Co-Housing Concept in Middle-Aged Adult Community in Indonesia Try Ramadhan; Dindha Nirmalasari; Mutiara Ningrum; Beatricia Beatricia; Heince Andre Maahury
Indonesian Journal of Built Environmental and Sustainability Vol 1, No 2 (2019): Indonesian Journal of Built Environmental and Sustainability
Publisher : Universitas Kebangsaan Republik Indonesia [UKRI]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ijobes.v1i2.360

Abstract

ABSTRACT : The population of productive age will reach 70% in 2020-2030, while the remaining 30% is unproductive population (under 15 years and above 65 years). The increasing number of population will affect on increasing housing needs, whereas if viewed from the availability of land, it will be difficult to realize a private housing that will required land is large enough for each family. When faced with other phenomena, the productive age composition is filled by a year old aged of 35-60 years and dominated by a millennials generation. This generation is very open and accustomed to the use of technology in daily life. The proximity of millennial generation with technology will revolutionize the way of human life, especially how to settle to influence the growth of housing and urban in indonesia. Therefore, with regard to the problem of increasing housing needs due to the explosion of population in Indonesia, if faced with demands of technological demand as a lifestyle of millennials, the concept of ' smart co-housing ' which is the concept of a decent and integrated residential housing that can consist of several families. Smart co-housing contains two concepts of house concept, which are smart house and shared house. Smart house is a concept of houses that apply technology application and directed into the eco-friendly housing because there is control of energy consumption. Meanwhile, house sharing is a residential concept combining of multiple families with the sharing of private and public spaces as a communal spaces. This research uses a descriptive method that examines the concept of smart co-housing to make a description of the concept systematically later compared to similar phenomena that have occurred in other countries (comparative study) to determine the potential and challenge of the implications of this housing concept in Indonesia. The results of this study indicate that the smart co-housing concept can be applied in Indonesia as a solution of increasing housing needs for millennials in middle adulthood, in terms of economic, social, and environmental aspects.Keywords : Demographic bonuses, co-housing, middle-aged adult, smart housing
BUDAYA KAFE DALAM DINAMIKA PERKEMBANGAN RUANG KOTA Heince Andre Maahury
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i1.5103

Abstract

Tulisan ini membahas secara umum tentang bagaimana fenomena budaya Kafe dari masyarakat konsumtif dapat mempengaruhi perkembangan dan perubahan ruang-ruang kota. Dengan berkembangnya generasi dari masyarakat konsumtif maka bertambah juga jumlah Kafe-Kafe baru baik di lingkaran urban maupun di pinggiran. Pertambahan kontestan dalam bisnis ini telah menjadi pemicu atas berubahnya dinamika perkembangan suatu kota.Dalam tulisan ini teori yang digunakan meliputi Teori tentang Kafe untuk mengetahui sejauh mana perubahan paradigma dari fasilitas ini, Teori ruang kota untuk mengetahui bagaimana pembentukan ruang ditinjau dari kapitalisme, Teori citra kota yaitu untuk mengukur perubahan serta dampak dari perubahan tersebut, serta teori tentang Masyarakat konsumtif untuk mengukur atribut-atribut pelayanan dari sebuah industri bisnis.
PERILAKU TERITORIAL PADA PEMANFAATAN RUANG PUBLIK SELASAR GRAHA SABHA PRAMANA UGM Andi Andre Pratama Putra; Heince Andre Maahury; Desty Rara Retna Kalude
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.22336

Abstract

Masyarakat dalam memenuhi aktifitas sosialnya membutuhkan adanya ruang publik. Perkembangan budaya masyarakat selalu terkait dengan space dan places dimana perilaku budaya senantiasa muncul dan terwujud dengan berbagai pola aktivitas pelakunya dalam sebuah seting ruang. Bagi sebagian masyarakat Kota Yogyakarta, ruang publik kota seperti Selasar GSP UGM merupakan alternatif untuk melakukan aktivitas sosial, khususnya untuk kegiatan yang sifatnyanya berkelompok. Penelitian pada Selasar GSP UGM ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengguna berkelompok ini dalam upayanya membentuk teritori pada ruang terbuka yang sifatnya publik serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam membentuk teritori tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deduktif-kualitatif dengan menggunkan pendekatan applied research untuk mengamati perilaku teritorialitas pada objek amatan.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kegiatan, attributes, setting fisik dan budaya berpengaruh terhadap teritori yang terbentuk di Selasar GSP UGM, sehingga pengguna merasa nyaman dalam melakukan ativitasnya. Terdapat pula beberapa perbedaan oleh kelompok ektrakurikuler dan kelompok diskusi dalam upayanya untuk mengontrol teritorialnya.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT JIWA DI TOMOHON DENGAN PENDEKATAN DESAIN HEALING ENVIRONMENT Karepouwan, Hizkia; Katuuk, Anntoinette L. G.; Maahury, Heince
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ygc8sm83

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan isu krusial yang memerlukan perhatian serius mengingat tingginya jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia Berdasarkan data WHO 2016 dan Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2018 terdapat jutaan penderita gangguan jiwa seperti depresi bipolar skizofrenia dan demensia termasuk 6 penduduk usia 15 24 tahun yang mengalami gangguan mental Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri prevalensi penderita skizofrenia mencapai 7 per 1000 orang Ironisnya masih terdapat delapan provinsi yang belum memiliki rumah sakit jiwa dan lima di antaranya kekurangan tenaga psikiater Gangguan jiwa tidak hanya berdampak pada kondisi medis penderita tetapi juga membawa beban sosial dan ekonomi yang berat bagi keluarga dan masyarakat Pasien sering kali kehilangan kemampuan untuk merawat diri serta menjadi tanggungan jangka panjang Oleh karena itu keberadaan fasilitas kesehatan jiwa yang memadai menjadi sangat penting Hal ini telah ditegaskan dalam RPJMD 2016 2021 serta UU No 18 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa pemerintah wajib menyediakan layanan kesehatan jiwa yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat Dalam upaya meningkatkan proses penyembuhan pasien gangguan jiwa lingkungan fisik rumah sakit memiliki peran penting melalui penerapan konsep healing environment Lingkungan yang nyaman dan mendukung secara psikologis dapat mengurangi stres mempercepat pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan pasien Kota Tomohon yang terletak di daerah pegunungan dengan udara sejuk dan suasana tenang menawarkan potensi besar sebagai lokasi strategis untuk pembangunan rumah sakit jiwa yang menerapkan pendekatan arsitektur penyembuhan secara holistik.
PERANCANGAN GEDUNG PELAYANAN SATU ATAP MINAHASA SELATAN Piri, Ciputra; Lasut, Rulyanto G.M.; Maahury, Heince A.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/sa0s3580

Abstract

Pelayanan publik dalam pemerintahan merupakan bagian yang penting dan terdapat banyak jenis layanan Oleh karena itu Gedung Pelayanan Satu Atap atau yang biasa disebut Mal Pelayanan Publik adalah salah satu tempat yang baik untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang berkaitan dengan pemerintahan dalam satu daerah Minahasa Selatan adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Utara dan juga merupakan sebuah lembaga pemerintah daerah yang memiliki tugas untuk melayani masyarakat di wilayah tersebut Desain bangunan ini bertujuan untuk mempermudah kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat dan juga mempermudah proses pengurusan berkas bagi masyarakat lokal Bangunan ini memiliki pendekatan arsitektur kontemporer dan saat ini banyak digunakan Arsitektur kontemporer adalah jenis arsitektur yang fleksibel sehingga dapat menyatu dengan berbagai wilayah Metode yang digunakan adalah menganalisis lokasi desain melakukan observasi dan melakukan eksperimen desain Hasil dari desain ini menunjukkan bahwa Gedung Pelayanan Satu Atap merupakan salah satu fasilitas yang sangat membantu masyarakat di wilayah Minahasa Selatan untuk menjadi lebih baik.
RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK RPTRA DI KOTA TOMOHON DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK Lontaan, Trisia; Liando, Cindy M. M.; Maahury, Heince A.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ncs2yy04

Abstract

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak RPTRA adalah fasilitas vital dalam mendukung terbentuknya Kota Layak Anak Penelitian ini merancang RPTRA di Kota Tomohon dengan pendekatan arsitektur biofilik yaitu desain yang menggabungkan unsur unsur alami seperti cahaya vegetasi dan air ke dalam ruang binaan untuk meningkatkan kesejahteraan pengguna Metode yang digunakan meliputi studi literatur observasi lapangan serta studi komparatif terhadap RPTRA Kalijodo Bambu Petung dan Anggrek di Jakarta Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan desain biofilik menciptakan lingkungan yang sehat menarik serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak khususnya pada aspek emosional dan sensorik Rancangan akhir menghadirkan zona bermain belajar dan bersosialisasi yang saling terhubung secara harmonis dengan alam sekaligus memenuhi prinsip keamanan aksesibilitas dan keberlanjutan Penelitian ini juga merekomendasikan keterlibatan komunitas dan dukungan pemerintah sebagai bagian dari strategi pengelolaan berkelanjutan Penggabungan antara prinsip kota ramah anak dan pendekatan biofilik diharapkan menciptakan ruang publik yang tidak hanya fungsional tetapi juga menyembuhkan dan mendukung pertumbuhan anak secara holistik.
PERANCANGAN KAWASAN WISATADANAU BULILIN DI MINAHASA TENGGARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Solang, Gany; Katuuk, Antoinette L.G.; Maahury, Heince A.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/s5fk4q56

Abstract

Danau Bulilin yang terletak di Minahasa Tenggara merupakan potensi wisata alam yang belum dikelola secara optimal Skripsi ini bertujuan untuk merancang kawasan wisata dengan pendekatan arsitektur kontemporer yang responsif terhadap kondisi alam kebutuhan sosial dan perkembangan teknologi Penelitian dilakukan melalui studi literatur observasi lapangan dan analisis tapak serta kebutuhan ruang Perancangan mengutamakan pelestarian lingkungan integrasi dengan budaya lokal dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar Hasil rancangan meliputi zona publik semi publik dan privat dengan fasilitas utama seperti kabin penginapan restoran area camping serta sirkulasi pejalan kaki dan kendaraan yang ramah lingkungan.
Studi Komparatif Integrasi Internet of Things (IoT) dalam Desain Hunian Modular Hemat Energi: Analisis pada LG Smart Cottage, NETRO, dan Misawa Home Heince Andre Maahury; Desty Rara Retna Kalude; Andi Andre Pratama Putra
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arsitektur dalam sektor hunian menunjukan perubahan paradigma terkait kebutuhan hunian yang adaptif, fleksibel, hemat energi dan berbasis data. Internet of Things (IoT) menjadi teknologi utama yang berperan dalam perubahan tersebut. IoT berfungsi dalam pengelolaan dan pengendalian hingga optimasi energi secara actual. Perkembangan ini menghadirkan berbagai penelitian terkait integrasi IoT maupun hunian modular yang cenderung terbatas, parsial, dan belum dibahas secara komparatif serta menyeluruh berdasarkan pada hubungan antara aspek desain arsitektural, aspek modularitas dan aspek pengelolaan energi. Sehingga tujuan dari studi komparasi ini adalah untuk menganalisis pola dan tingkat integrasi IoT dalam desain hunian modular, mengkaji karakteristik maupun hubungan sistem IoT dan sistem modular bangunan, serta membandingkan pendekatan integrasi IoT terhadap efektivitas strategi hemat energy dari tiga objek studi kasus yaitu, LG Smart Cottage, NETRO, dan Misawa Home. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif berbasis pada data sekunder. Hasil studi komparasi menunjukan bahwa ketiga objek memiliki pendekatan yang khas sesuai dengan pendekatan desain, tingkat modularitas serta arah pengelolaan energi. Integrasi IoT sebagai sistem utama yang diintegrasikan sejak tahap awal perencanaan akan menghasilkan sinergitas dan efektivitas pengelolaan energi yang lebih optimal. Kesimpulan yang diperoleh adalah keterpaduan antara desain, sistem IoT, sistem modular dan strategi  hemat energi menjadi factor yang mempengaruhi keberhasilan dan efektivitas hunian modular hemat energy berbasis IoT sebagai alternatif hunian masa depan.
PENERAPAN MICROGRID PANEL SURYA BERBASIS TECHNOPRENEURSHIP UNTUK KEMANDIRIAN ENERGI DAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN KERAMBA JARING TANCAP I Gede Budi Mahendra; Heince Andre Maahury; Sahat Renol H. Sianipar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40441

Abstract

Abstrak: Usaha budidaya ikan keramba jaring tancap di Desa Passo menghadapi kendala keterbatasan energi dan tingginya biaya operasional. Program pengabdian ini bertujuan menerapkan microgrid panel surya terintegrasi penyimpanan energi untuk meningkatkan kemandirian energi dan produktivitas budidaya ikan. Metode meliputi penyuluhan, instalasi microgrid, pelatihan, penyusunan SOP, penerapan pakan otomatis berbasis energi surya, serta pelatihan manajemen usaha. Kegiatan diikuti 23 peserta dan dievaluasi melalui pre-test, post-test, serta observasi keterampilan dan implementasi teknologi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan N-Gain 0,66 (kategori sedang). Sistem yang dibangun memiliki kapasitas 400 Wp, penyimpanan energi 1,2 kWh, dan keluaran 3 kW, serta mampu menggantikan penggunaan genset. Selain itu, 91,3% peserta mampu melakukan pencatatan biaya produksi dan pendapatan. Penerapan microgrid panel surya terbukti meningkatkan kemandirian energi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan usaha budidaya ikan.Abstract: The fixed net cage fish farming business in Passo Village faces constraints of limited energy and high operational costs. This community service program aims to implement a solar panel microgrid integrated with energy storage to increase energy independence and fish farming productivity. Methods include counseling, microgrid installation, training, SOP development, implementation of solar energy-based automatic feed, and business management training. The activity was attended by 23 participants and evaluated through pre-tests, post-tests, and observations of skills and technology implementation. The results showed an increase in knowledge with an N-Gain of 0.66 (moderate category). The system built has a capacity of 400 Wp, 1.2 kWh of energy storage, and 3 kW of output, and is able to replace the use of generators. In addition, 91.3% of participants were able to record production costs and income. The implementation of solar panel microgrids has been proven to increase energy independence, operational efficiency, and sustainability of fish farming businesses.