Intan Tsamrotul Fu’adah
Department Of Pharmacy, STIKes Widya Dharma Husada, South Tangerang, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Pharmaceutical Science Journal

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUKA KABUPATEN CIANJUR PERIODE JANUARI – FEBRUARI 2022 Lia Zia Ulhaq; Usi Yusnitaswari; Gina Aulia; Tania Rizki Amalia; Amelia Nurul Hakim; Intan Tsamrotul Fu’adah; Sayyidah Sayyidah
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 2 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i2.414

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan penentu utama keberhasilan pengobatan. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan perburukan penyakit, kematian, dan peningkatan biaya kesehatan. Di negara maju, tingkat kepatuhan minum obat jangka panjang pada populasi umum adalah sekitar 50%, sedangkan di negara berkembang, angka tersebut lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menyebarkan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 64 responden pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Muka Kabupaten Cianjur Periode Januari – Februari 2022 tergolong rendah, yaitu sebanyak 50,25%.
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KADAR SAKARIN PADA MINUMAN ES TEH MANIS DI PAMULANG TIMUR Pomalingo, Dwina Ramadhani; Fadhilah, Humaira; Maelaningsih, Firdha Senja; Zulfahrin, LM; Fu'adah, Intan Tsamrotul; Linawati, Linawati; Fauziah, Vina; Utami, Anissa
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 1 (2025): Vol 5 No 1 : Pharmaceutical Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i1.1073

Abstract

 Sakarin (C7H5NO3S) merupakan pemanis buatan yang digunakan masyarakat sebagai pengganti gula karna rasanya yang manis, sifatnya yang stabil dan bermanfaat bagi penderita diabetes untuk mengurangi kalori, Penggunaan sakarin dapat menimbulkan efek samping akut pada gangguan tenggorokan berupa batuk dan radang serta efek samping kronis seperti mual, muntah dan kanker kandung kemih.  Produk minuman yang menggunakan sakarin di antaranya adalah minuman ringan (soft drinks). Produk minuman ringan salah satunya yaitu minuman teh. Minuman teh masih menjadi peminat konsumen yang unggul, Produk teh ialah minuman mengandung kafein, dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) sampel minuman es teh solo yang dijual disekitar wilayah pamulang timur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan konsentrasi sakarin dalam sampel minuman es teh manis di sekitar pamulang timur dengan mengacu pada persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014 tentang batas penggunaan maksimum bahan tambahan pangan sakarin yaitu 300 mg/kg. Metode yang digunakan yaitu uji kualitatif menggunakan Metode Uji Reaksi Warna dengan perekasi resorsinol dan uji kuantitaif dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Hasil penelitian Uji kualitatif menunjukkan bahwa ke 5 sampel minuman es teh manis semuanya negatif sakarin dengan ditandai tidak adanya perubahan warna hijau fluoresensi pada sampel. Uji kuantitatif menunjukkan Kadar sakarin pada ke 5 sampel yang di uji yaitu sampel 1 sebesar 35,54 mg/kg, sampel 2 sebesar 16,18 mg/kg, sampel 3 sebesar 87,18 mg/kg, sampel 4 sebesar 757,8 mg/kg dan sampel 5 sebesar 542,8 mg/kg dan didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,9268 yang memenuhi kriteria 1 dengan nilai LOD sebesar 27,13 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 90,45 mg/ml. Untuk sampel teh nilai LOD sebesar 3, 225 mg/ml dan nilai LOQ sebesar 10,753 mg/ml. Kesimpulan penelitian ini yaitu 5 sampel minuman es teh manis yang dijual disekitar pamulang timur tidak mengandung sakarin serta sampel ke 4 dan 5 kadarnya tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.4 tahun 2014.
TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP PASIEN DIABETES MELLITUS PADA PENGGUNAAN VCO DI PUSKESMAS RAWA MEKAR JAYA Fahriati, Andriyani Rahmah; Rubiana, Amalia Cinta; Oktovina, Magdalena Niken; Hartono, Irwan; Aulia, Gina; Saputri, Dea Maulidi; Fu'adah, Intan Tsamrotul
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 2 (2025): Pharmaceutical Science Journal Vol 5 No 2, 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i2.1177

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia accompanied by abnormal carbohydrate, fat, and protein metabolism. Diabetic foot ulcers are a common complication of diabetes. Diabetic wound care is not solely handled with antibiotics; wound care is mandatory. In diabetic wound care practices, the use of VCO (Virgin Coconut Oil) is often chosen because it maintains wound moisture and is more economical. Knowledge and attitudes are important factors to analyze in supporting therapy. The purpose of this study was to analyze the level of knowledge and attitudes of diabetes mellitus patients regarding the use of VCO at the Rawa Mekar Jaya Community Health Center. This study used a prospective observational research method. Patient samples were selected using a non-random sampling technique (purposive sampling) and must meet the inclusion criteria. The sample consisted of 121 DM patients. The results showed that 78 respondents had good knowledge, of which 62 respondents (51.2%) had a good attitude towards the use of VCO, and 16 respondents (13.2%) showed a poor attitude. Meanwhile, there were 43 respondents with less knowledge, of which 16 respondents (13.2%) had a good attitude and 27 respondents (22.3%) had a less than good attitude. It is known that respondents who have good knowledge, their attitudes towards the use of VCO also increase, as indicated by the results of the bivariate analysis, where the p-value is 0.000 (p 0.05) so it is concluded that there is a relationship between the level of knowledge and the attitudes of diabetes patients on the use of VCO about their treatment.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) DENGAN METODE DILUSI CAIR DAN RESAZURIN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Klebsiella pneumonia Fu’adah, Intan Tsamrotul
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v6i1.1186

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang menjadi penyebab kematian utama pada anak di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2017, penyakit ini menyebabkan lebih dari 808.000 kematian pada anak di bawah usia lima tahun. Salah satu bakteri penyebab pneumonia adalah Klebsiella pneumoniae, bakteri gram negatif yang dilaporkan resisten terhadap antibiotik lini utama seperti sefalosporin generasi ketiga, karbapenem, dan aminoglikosida. Resistensi ini mendorong pencarian alternatif pengobatan, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam seperti kayu manis (Cinnamomum burmannii), yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit kayu manis terhadap Klebsiella pneumoniae. Metode penelitian meliputi tahapan ekstraksi, uji skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode dilusi cair dan resazurin. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol kulit kayu manis mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Uji dilusi cair menunjukkan kejernihan pada konsentrasi 25%, 50% dan 70%. Sedangkan pada uji resazurin menunjukkan hasil pada konsentrasi 10%, 25%, 50% dan 70% berturut-turut persen inhibisi sebesar 5,115%; 5,693%; 59,15%; dan 94,31%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki nilai KHM pada konsentrasi 25% dan nilai persen inhibisi tertinggi sebesar 94,31% pada konsentrasi 70%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae.