Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Lateralisasi

MANTRA DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL SERAWAI DI KECAMATAN SEMIDANG ALAS KABUPATEN SELUMA Mardan, Mardan; Atmaja, Loliek Kania; Mandala, Risko; Lisdayanti, Septina -
Lateralisasi Vol 7, No 2 (2019): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i2.559

Abstract

AbstrakDesa Renah Gajah Mati II kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma memiliki Sastra Lisan berupa Mantra yang sampai saat ini masih bertahan dan digunakan oleh masyarakat desa. Mantra di daerah ini merupakan rangkaian kata yang di ucapkan dengan makna yang berbeda-beda tergantung dengan kegunaannya, masalah yang ingin di angkat dalam penelitian ini adalah apa saja makna kebahasaan di dalam mantra pengobatan tradisional suku Serawai yang ada di desa Renah Gajah Mati II, batasan masalah pada penelitian ini yaitu makna  pada mantra pengobatan tradisional Serawai di desa Renah Gajah Mati II kecamatan Semidang Alas kabupaten Seluma, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja makna konotasi dan denotasi pada mantra pengobatan tradisional Serawai, tujuan pada penelitian ini yaitu, (1) untuk mendeskripsikan makna konotasi pada mantra pengobatan tradisional Serawai di kecamatan Semidang Alas Kabupaten Seluma, (2) untuk mendeskripsikan makna denotasi pada mantra pengobatan tradisional Serawai di Kecamatan Semidang Alas kabupaten Seluma di dalam makna kebahasaan mantra terdapat dua jenis yaitu mana konotasi dan makna denotasi, adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif, data dalam penelitian ini yaitu makna konotasi dan makna denotasi di dalam mantra pengobatan tradisional serawai di desa Renah Gajah Mati II, kecamatan Semidang Alas kabupaten Seluma. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu (1) masyarakat desa renah Gajah Mati II, (2) mantra pengobatan tradisional suku Serawai yang didapat oleh peneliti dari Masyarakat desa Renah Gajah Mati II, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dan perekaman. Kesimpulan: (1) Makna kebahasaan yang mengandung makna Konotasi dan Denotasi pada mantra pengobatan tradisional serawai di desa Renah Gajah Mati II (17 cuplikan Makna konotasi), dan (19 cuplikan Makna Denotasi). (2) Dari beberapa cuplikan makna kebahasaan, makna kebahasaan yang mengandung denotasi lebih dominan dalam setiap bait mantra. Saran: (1) Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan Bahan masukan untuk meneliti makna mantra pengobatan tradisional Serawai di Kabupaten Seluma. (2) Bagi pembaca, hasil penelitian ini hendaknya dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang makna kebahasaan dalam mantra pengobatan tradisional Kerawai di Kabupaten Seluma.
Nilai Moral Dala Novel Hujan Karya Tere Liye Atmaja, Loliek Kania; Mardan, Mardan; Sugandi, Lidia
Lateralisasi Vol 8, No 1 (2020): Lateralisasi
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i1.809

Abstract

AbstrakSastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang obyeknya adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Karya sastra adalah karya seni yang di ungkapkan oleh pemikiran dan perasaan manusia dengan keindahan bahasa, karena itu karya sastra mempunyai sifat yang sama dengan karya seni yang lain. Karya sastra diciptakan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.Selain itu, karya sastra juga menjadi sarana penanaman nilai moral. Karya  sastra  menampilkan gambaran  kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial yang mencakup hubungan  antar manusia, antar peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Adanya nilai moral dalam karya sastra diharapkan mampumemunculkan nilai-nilai positif bagi pembaca, sehingga pembaca peka terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan mendorong untuk berprilaku baik, masalah yang ingin di angkat dalam penelitian ini adalah(1) Bagaimanakah bentuk-bentuk nilai moral baik dalam novel Hujan karya Tere Liye ? (2) Bagaimanakah bentuk-bentuk nilai moral buruk dalam novel Hujan karya Tere Liye ?. Dengan mengacu pendekatan struktural, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam novel Hujan karya Tere Liye dapat disimpulkan bahwa novel tersebut tersebut terdapat nilai-nilai moral baik dan nilai-nilai moral buruk.Menurut Nurgiyantoro (2013:429-430), nilai moral baik meliputi keimanan, penolong, pantang menyerah, kejujuran, tanggung jawab, bekerja keras, kebahagiaan, dan menerima.Sedangkan moral buruk meliputi bohong dan jahat. Dari hasil pembahasan tersebut dapat ditemukan : 1. Bentuk nilai moral Baik : 1) moral keimanan ada 3 data, 2) moral penolong ada  24 data,  3) moral pantang menyerah 10  data, 4) moral kejujuran 10 data, 5) moral bertanggung jawab 4 data, 6) moral bekerja keras 14 data, 7) moral kebahagiaan 22 data, dan 8) moral menerima 11 data. 2. Bentuk nilai moral buruk : 1) moral bohong 3 data, 2) moral jahat 16 data. Untuk nilai moral baik yang paling mendominan adalah nilai moral penolong. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis menyampaikan saran, sebagaiberikut : a) Kepada pembaca novel, hendaknya dapat meneladani nilai moral baik dalam novel Hujan karya Tere Liye ini sebagai ajaran kebaikan dan contoh dalm menjalani hidup. b) Kepada peneliti lain yang berencana akan meneliti novel ini, lebih baiknya untuk memperluas cakupan pada aspek-aspek yang lain dan memperdalam penelitian bentuk nilai moral yang berbeda dalam novel Hujan karya Tere Liye ini.Kata Kunci : Nilai Moral, Novel Hujan
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA SI ANAK BADAI KARYA TERE LIYE Atmaja, Loliek Kania; Mardan, Mardan -; Pramudia, Pita -
Lateralisasi Vol 8, No 2 (2020): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i2.1250

Abstract

Abstrak     Konflik adalah kejadian yang tergolong penting, sesuatu yang bersifat tidak menyenangkan yang terjadi dan atau dialami oleh tokoh-tokoh cerita yang bersifat dramatik, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi balasan. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah konflik batin tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye? Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pendeskripsian konflik batin tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik daftar data dengan langkah-langkah sebagai berikut, (1) membaca novel Si Anak Badai karya Tere Liye, (2) membaca ulang  novel Si Anak Badai karya Tere Liye sambil menandai bagian karya yang berhubungan dengan masalah penelitian dengan cara menggaris bawahi dengan tinta warna, (3) mengumpulkan bagian-bagian teks novel yang telah digarisbawahi pada lembar pencatat data dalam bentuk daftar data. Teknik analisis data adalah (1) mengidentifikasi konflik batin tokoh utama yang telah terkumpul dalam daftar data, (2) mengklasifikasikan kedalam kategori sesuai dengan masalah penelitian yaitu konflik tokoh utama, (3) menganalisis konflik tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye untuk dideskripsikan, (4) menginterpretasikan konflik tokoh utama yang terdapat dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye, dan (5) menarik kesimpulan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian konflik batin tokoh utama dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye dapat diambil kesimpulan, yaitu konflik batin tokoh utama ditemukan sebanyak 78 data meliputi marah ditemuakan sebanyak 4 data, cemas ditemukan sebanyak 5 data, kesal ditemukan sebanyak 3 data, rasa takut ditemukan sebanyak 14 data, kebingungan ditemukan sebanyak 13 data, rasa bersalah ditemukan sebanyak 7 data, kecewa ditemukan sebanyak 8 data, panik ditemukan sebanyak 10 data, penderitaan ditemukan sebanyak 2 data, penyesalan diri ditemukan sebanyak 1 data, sedih ditemukan sebanyak 2 data dan malu ditemukan sebanyak 8 data. Koflik batin tokoh utama yang paling dominan muncul adalah rasa takut dengan 14 data. Sedangkan yang paling sedikit adalah penyesalan diri dengan 1 data. Saran dalam penelitian ini (1) hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk penelitian berikutnya. (2) kepada pembaca dan pemerhati karya sastra memperdalam pengkajian karya sastra, (3) perlu penelitian yang relevan agar penelitian selanjutnya dapat dijadikan sebagai referensi.Kata Kunci: Konflik Batin, Tokoh Utama, novel Si Anak Badai
PENGIMAJIAN DALAM PUISI KERIKIL TAJAM YANG TEREMPAS KARYA CHAIRIL ANWAR Atmaja, Loliek Kania; Manjato, Ajat -; Lisdayanti, Septina -
Lateralisasi Vol 9, No 1 (2021): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i1.1753

Abstract

Puisi dimanfaatkan oleh penyair sebagai sumber inspirasi kreatif, sarana estetika, hingga cara berpikir untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Puisi mempunyai susunan kata terpilih yang apabila dibaca akan mampu membangun gambaran, menghasilkan bayangan imajinatif, dan berkesan dalam pikiran pembaca. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah Pengimajian dalam Kumpulan Puisi Kerikil Tajam yang Terempas Karya Chairil Anwar  ? Tujuan penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan Pengimajian dalam Kumpulan Puisi Kerikil Tajam yang Terempas Karya Chairil Anwar. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat : mampu menambah wawasan dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan mengenai studi sastra Indonesia, khususnya dengan pembelajaran sastra. penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan tambahan untuk menambah pengetahuan, keterampilan berbahasa khususnya puisi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : Pengimajian dalam Kumpulan Puisi Kerikil Tajam yang Terempas Karya Chairil Anwar yakni 1. Pengimajian penglihatan, 2. Pengimajian pendengaran, 3. Pengimajian gerakan, 4. Pengimajian perabaan, 5. Pengimajian penciuman, 6. Pengimajian pencecapan, dan 7. Pengimajian synaesthetic. Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang penulis sarankan untuk menambah wacana tentang kajian pengimajian. Kajian pengimajian memiliki kedudukan yang cukup signifikan dalam tataran teori sastra. Sebagai salah satu pembedahan karya sastra berupa pengimajian yang mampu memberikan pandangan lain dari sebuah karya sastra. Dengan memanfaatkan teori-teori gaya bahasa yang didasarkan pada pemahaman ilmu sastra, analisis terhadap karya sastra akan menghasilkan warna pemahaman yang lebih terhadap kedudukan seorang dalam sisi sastra.Kata Kunci      : Pengimajian, Puisi, Kerikil Tajam yang Terempas
STRATEGI MEMBACA CEPAT DAN MENJADIKAN KEMAMPUAN BACA SISWA TINGGI (Studi Siswa Kelas XI SMKN 3 Kota Bengkulu TA. 2019/2020) Syanurdin, Syanurdin -; Yuniati, Ira -; Atmaja, Loliek Kania
Lateralisasi Vol 9, No 1 (2021): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i1.1719

Abstract

AbstrakGerakan literasi atau biasa disebut gerakan membaca dan menulis merupakan bagian dari keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa menurut Widdowson (1979: 1), yaitu: mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writting). Keterampilan menyimak dan berbicara merupakan ekspresi bahasa melalui media pendengaran (the aural medium), sedangkan keterampilan membaca dan menulis adalah ekspresi bahasa melalui media penglihatan (visual medium). Gerakan literasi ini sekaligus bagian dari gerakan literasi nasional (GLN). Gerakan ini pula merupakan terobosan yang sangat positif demi membangun peradaban bangsa Indonesia ke depan. Di negara-negara maju, orang membaca itu bisa dijumpai di mana saja, misalnya: di perpustakaan umum, di taman, di terminal bus, dan bahkan dalam antrian karcis bioskop sekalipun mereka tetap membaca. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk membaca, semakin tinggi pula tingkat budaya bangsa tersebut. Ada indikator bahwa tingkat kurangnya minat baca menjadi faktor yang melatarbelakangi masalah ini. Faktor kebiasaan, sarana, dan buku-buku yang dibaca kurang sesuai dengan harapan masyarakat, sehingga minat baca menjadi rendah. Kemajuan suatu bangsa itu dapat diukur dari berapa banyak waktu sehari-hari yang digunakan warganya untuk membaca.Kata kunci: Strategi Membaca Cepat dan Menjadikan Kemampuan Baca Siswa Tinggi
NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KESENIAN DONGENG ANDEI-ANDEI REJANG DI KABUPTEN BENGKULU UTARA Atmaja, Loliek Kania; Lerinda, Lerinda -; Manjato, Ajat -
Lateralisasi Vol 9, No 2 (2021): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i2.2919

Abstract

AbstrakAndei-Andei Rejang adalah cerita/dongeng, yaitu bentuk kesenian bercerita atau berdongeng sebelum tidur, cara penyampaian ceritanya bisa saja tanpa dilagukan, bercerita sebelum tidur ini sudah menjadi kebiasaan orang-orang tua suku rejang tempo dulu. Rumuskan  permasalahan dari penelitian ini adalah Apa saja nilai-nilai sosial dalam kesenian dongeng Andei-Andei Rejang di Bengkulu Utara?tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui Apa saja nilai-nilai sosial dalam kesenian dongeng Andei-Andei Rejang di Bengkulu Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-nilai sosial yang terdapat dalam dongeng Andei-Andei Rejang “kacea dan kersip” diatas dapat dipahami bahwa terdapat nilai-nilai sosial: (a) Nilai tolong menolong 1 kutipan, (b) Nilai kasih sayang 1 kutipan, (c) Nilai kepedulian 1 kutipan, (d) Nilai kepedulian 1 kutipan, (e) Nilai setia kawan 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Kacea ngen Beuk” terdapat satu nilai sosial, yaitu: (a) Nilai kepedulian 1 kutipan, (b) Nilai toleransi 1 kutipan, (c) Nilai kasih sayang 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Be’uk besanan dengan kuo” terdapat satu Nilai sosial, yaitu: : (a). Nilai tolong menolong 1 kutipan, (b). Nilai kasih sayang 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Olok Lai” terdapat dua nilai sosial, yaitu: (a). Nilai tolong menolong 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Beuk sebisan ngen Kuo” terdapat satu nilai sosial, yaitu: (a). Nilai tolong menolong 1 kutipan. Dongeng Andei-andei Rejang berjudul “Anak Lumang Bguau Ngajai” terdapat dua nilai sosial, yaitu: : (a). Nilai kepedulian 1 kutipan, (b). Nilai sopan santun 1 kutipan.Kata Kunci : nilai-nilai, Kesenian, dongeng andei-andei rejang
NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM BUKU CERITA RAKYAT NUSANTARA KARYA DINI AYU: NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM BUKU CERITA RAKYAT NUSANTARA KARYA DINI AYU Atmaja, Loliek Kania; Paulina, Yanti; Resera, Intan; Anggraeni, Lukita
Lateralisasi Vol. 10 No. 02 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu? Tujuan penelitian ini adalah: untuk pendeskripsian nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif analitik. Berdasarkan uraian sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai budaya yang dapat dikelompokan atas lima kategori hubungan manusia yaitu: Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, antara lain Kehendak/ rencana Tuhan, dan sebagainya. Terdapat 3 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam. Terdapat 3 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat. Terdapat 9 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia. Terdapat 55 data. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Terdapat 30 data. Jadi total data keseluruhan pada nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu berjumlah 100 data. Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang penulis sarankan kepada Kajian ini dapat membantu pembaca memahami nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu. Menjadi informasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra di perguruan tinggi yakni sebagai masukan untuk pembelajaran telaah sastra dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Menjadi masukan bagi peneliti lain terutama yang mengkaji mengenai nilai budaya yang terkandung dalam buku cerita rakyat Nusantara karya Dini Ayu. Kata Kunci : nilai budaya, buku cerita rakyat Nusantara
KONFLIK KELUARGA PADA TOKOH UTAMA “GADIS” DALAM NOVEL SESUK KARYA TERE LIYE Atmaja, Loliek Kania; nursalina, dinda; Mahdijaya, Mahdijaya; Zakaria, Jelita; Angreani, Lukita
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.6022

Abstract

Karya sastra adalah bentuk dan hasil karya seni kreatif yang subjeknya adalah manusia dan kehidupannya sebagai media bahasa. Dalam karya sastra termaksuk novel dapat menggambarkan beberapa hal seperti konflik keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik dan penyebab konflik keluarga yang terkadung dalam novel Sesuk. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini novel Sesuk karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan analisis isi yang dilakukan dengan langkah-langkah mengidentifikasi jenis dan penyebab konflik keluarga, mengelompokan data sesuai jenis dan penyebab konflik keluarga, mendeskripsikan data yang terkumpul, menginterprestasikan jenis dan penyebab konflik keluarga dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini mengenai konflik keluarga dalam novel Sesuk karya Tere Liye mendapatkan 50 data yaitu 2 jenis konflik keluarga antara lain: konflik orang tua dan anak terdiri atas 36 data dan konflik antar saudara terdiri 15 data. Penyebab konflik keluarga antara lain: kurangnya komunikasi terdiri atas 10 data, perbedaan pendapat terdiri atas 12 data, cemburu 1 data, egois terdiri atas 15 data, privasi terdiri atas 3 data dan kurangnya kasih sayang terdiri atas 10 data.
PSIKOLOGIS NOVEL SESUK KARYA TERE LIYE Atmaja, Loliek Kania; Zakaria, Jelita; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol. 12 No. 01 (2024): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v12i01.6713

Abstract

ABSTRAK Kata Kunci: Psikologis, Gadis, Novel Tujuan penelitian ini untuk mengetahui psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye. Mendeskripsikan kepribadian yang dialami tokoh Gadis dalam novel Sesuk Karya Tere Liye. Data teks yang dianalisis berdasarkan metode yang digunakan dalam mengkaji psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye adalah metode deskriptif analitik. Deskriptif analitik dilakukan dengan cara pendeskripsian fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Dengan melihat data-data yang terdapat di dalam psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam bab ini akan disimpulkan hasil analisis kajian unsur instrinsik tema cerita psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye adalah mengenai perjuangan hidup Gadis. Alur ceritanya merupakan peristwa-peristiwa yang terangkai secara padu dan dipertimbangkan secara matang oleh pengarang. Peristiwa-peristiwa inilah diberi tekanan untuk membentuk karakter tokoh dalam cerita. Tokoh/Penokohan yang terdapat dalam novel terdiri dari tokoh utama yakni Gadis dan tokoh sampingan. Latar yang tersajikan di dalam novel menggunakan latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Penagarang menggunakan sudut pandang persona pertama (Gadis) tokoh Gadis berperan sebagai tokoh utama yang menjadi pelaku cerita. Karena pelaku juga adalah pengisah, maka akhirnya pengisah juga merupakan penutur serba tahu tentang apa yang ada dalam benak pelaku utama maupun sejumlah pelaku lainnya, baik secara fisikal maupun psikologis. Dari beberapa gaya bahasa yang terdapat di dalam novel, banyak diantaranya menggunakan gaya bahasa asosiasi alegori, personifikasi. Dari segi psikologis atau kejiwaan, psikologis novel Sesuk Karya Tere Liye ini banyak menggambarkan sisi kejiwaan manusia yang dihadirkanya lewat tokoh-tokoh dan peristiwa yang ada. perasaan kejiwaan, dalam golongan ini perasaan masih dibedakan lagi atas : perasaan intelektual, perasaan kesusilaan, perasaan keindahan, perasaan kemasyarakatan, perasaan harga diri, perasaan ketuhanan. Yang dihadirkan lewat percakapan tokoh dan karakter tokoh.
EKSPLORASI GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT BENGKULU 2 OLEH NAIM EMEL PRAHANA Atmaja, Loliek Kania; Septina Lisdayanti; Man Hakim
Lateralisasi Vol. 13 No. 1 (2025): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i1.8729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gaya bahasa dalam cerita rakyat Bengkulu 2 karya Naim Emel Prahana. Cerita rakyat tersebut dianalisis dengan pendekatan stilistika untuk mengidentifikasi jenis-jenis gaya bahasa dan fungsi penggunaannya dalam membangun estetika dan penyampaian nilai budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap dua belas cerita rakyat yang dikaji. Data dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa dari Djajasudarma, Keraf, Tarigan, dan Priyanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam cerita rakyat Bengkulu didominasi oleh gaya naratif deskriptif dan penggunaan dialog langsung, yang berfungsi membangun suasana cerita dan memperkuat karakter tokoh. Jenis gaya bahasa yang ditemukan meliputi majas perbandingan (metafora sederhana, simile, dan personifikasi), majas pertentangan, repetisi peristiwa, serta penggunaan antropomorfisme pada cerita binatang. Penggunaan gaya bahasa tersebut tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga memperkuat penyampaian pesan moral dan nilai budaya lokal. Cerita rakyat karya Naim Emel Prahana merepresentasikan kesederhanaan gaya bahasa yang komunikatif namun tetap estetis, sesuai dengan tujuan utama cerita rakyat sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya.