Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Physical and in Vivo Anti Hypertensive Activity of Red Spinach (Amaranthus cruentus) Foam Mat Drying Ikhsan, Muhammad; Wibowo, Danang Novianto; Shabrina, Ayu; Amalia, Ayunda Tri
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 8 No. 2 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v8i2.873

Abstract

 Abstrak Selama lima tahun terakhir, hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan. Penggunaan nutraseutikal seperti bayam merah (BM), yang kaya akan antosianin, dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik dan aktivitas antihipertensi dari produk foam mat drying (FMD) BM secara in vivo. Produk FMD BM dibuat dengan mencampurkan 100 g BM dengan 100 ml air, ditambahkan 6% Tween 80 dan 15% maltodekstrin, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 45°C. Granul yang dihasilkan diayak menggunakan ayakan 60 mesh, lalu diuji kualitas fisik dan aktivitas in vivo menggunakan tikus Wistar yang diberi larutan NaCl 2% selama 14 hari untuk memodelkan hipertensi. Tikus dibagi menjadi beberapa kelompok: kontrol positif (KP; Captopril 5 mg), kontrol negatif (KN; 1% CMC Sodium), dan tiga kelompok perlakuan (C1-C3) yang diberikan FMDBM dosis 0,5%, 1%, dan 1,5%. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis menggunakan ANOVA. Granul FMDBM menunjukkan parameter fisik yang baik, termasuk laju aliran, sudut diam, pH, dan kelarutan. Dalam uji aktivitas antihipertensi, C3 menunjukkan penurunan tekanan darah tertinggi (37,31±1,12%) namun masih berbeda signifikan dari KP (41,79±2,75%). Hasil ini berkorelasi dengan kandungan antosianin dalam FMDBM, menunjukkan bahwa FMDBM dapat menjadi produk nutraseutikal yang efektif dan terbukti secara saintifik. Kata kunci: bayam merah, foam mat drying, antihipertensi, nutrasetikal   Abstract Over the past five years, hypertension in Indonesia has increased. The use of nutraceuticals such as red spinach (BM), which is rich in anthocyanins, can help lower blood pressure. This study aims to evaluate the physical properties and antihypertensive activity of BM foam mat drying (FMD) products in vivo. FMD BM products were prepared by mixing 100 g of BM with 100 ml of water, adding 6% Tween 80 and 15% maltodextrin, then dried in an oven at 45°C. The resulting granules were sieved using a 60 mesh sieve, then tested for physical quality and in vivo activity using Wistar rats fed 2% NaCl solution for 14 days to model hypertension. The rats were divided into several groups: positive control (KP; Captopril 5 mg), negative control (KN; 1% CMC Sodium), and three treatment groups (C1-C3) given FMDBM doses of 0.5%, 1%, and 1.5%. Qualitative data were analyzed descriptively and quantitative data were analyzed using ANOVA. The FMDBM granules showed good physical parameters, including flow rate, angle of repose, pH, and solubility. In the antihypertensive activity test, C3 showed the highest blood pressure reduction (37.31±1.12%) but was still significantly different from KP (41.79±2.75%). These results correlated with the anthocyanin content in FMDBM, suggesting that FMDBM could be an effective and scientifically proven nutraceutical product. Keywords: red spinach; foam mat drying; anti-hypertensive; nutraceutical
Pelatihan Daur Ulang Limbah Organik Dapur Menjadi Eco Enzyme Multiguna di Lingkungan Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal Prihantini, Malinda; Windriyati, Yulias Ninik; Rochman, M Fatchur; Wibowo, Danang Novianto; Fresiva, Urva; Heroweti, Junvidya; Ikhsan, Muhammad; Sholehah, I Ana; Mahardika, Muhammad Farel; Najibah, Muna Ulya; Wafa, Nurul
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7870

Abstract

Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal merupakan salah satu desa yang terletak di dalam area perkebunan yang jauh dari perkotaan. Lokasinya berjarak 28 km dari pusat Kabupaten Kendal dan 35 km dari pusat Kota Semarang. Sebanyak tiga perempat bagian wilayah desa adalah tanah perkebunan milik pemerintah yang terdiri dari ± 43,37% Tanah Perkebunan PTPN IX Merbuh dan ± 30,86% Tanah Perhutani RPH Ngareanak. Warga Desa Ngareanak selama ini membuang sampah organik ke wilayah perkebunan tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan merusak asset pemerintah.  Diperlukan adanya gerakan yang massif dan terstruktur sebagai upaya pengelolaan limbah yang berdayaguna optimal. Pembuatan eco enzyme dapat mengolah sampah organik menjadi larutan yang berdayaguna. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan daur ulang limbah organik dapur menjadi eco enzyme dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode participatory action melalui pendekatan partisipatif berkelanjutan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat di Desa Ngareanak. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu penyampaian materi eco enzyme oleh tim dosen sebagai pembicara, pelatihan pembuatan eco enzyme dengan melibatkan masyarakat, dan evaluasi. Sebanyak 20 peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok didampingi oleh 2 orang fasilitator dari tim pengabdian. Setiap kelompok membuat 1 wadah eco enzyme di dalam galon bekas air mineral.  Hasil pengabdian berupa empat wadah eco enzyme dengan komposisi dan jenis sampah organik yang berbeda untuk setiap kelompok. Keempat wadah eco enzyme tersebut disimpan oleh masing-masing kelompok untuk melalui masa fermentasi selama minimum dua bulan.