Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MODELPENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS EKOWISATA DI DESA SAMBORI KABUPATEN BIMA Argubi, Adi Hidayat; Ramadhoan, Ruli Inayah; Tauhid, Tauhid; Taufiq, Muhammad
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3372

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah model pengembangan desa wisata yang berbasis ekowisata yang didasarkan pada potensi lokal, yaitu pelestarian alam lokal, konservasi seni-budaya masyarakat lokal, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sambori Kabupaten Bima. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional randomsampling. Jumlah sampel wisatawan diambil dengan quota sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Focus Group Discussion (FGD), juga menggunakan metode Rapid Rural Apprasial (RRA), Indept Interview, Survey dan analisis SWOT. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sambori memiliki potensi berupa keunikan bahasa lokal, adat istiadat, rumah adat, tradisi yang langgengkan masyarakat, kesenian lokal, panorama dan kekayaan alam gunung Lambitu yang mempesona, tata cara hidup dan mata pencaharian masyarakat adalah competitive adventages yang dimiliki Desa Sambori. Respon positif masyarakat dan wisatawan yang mendukung pengembanganmemberikan peluang dan prospek yang baik dalam pengembangan.Sedangkan model desa wisata berbasis ekowisata di Desa Sambori Kabupaten Bima yang cocok dengan potensi dan keunikan lokal yang dimiliki oleh Desa Sambori adalah model desa wisata yang dalam pengembangannya melibatkatkan masyarakat, pemerintah daerah, swasta dan juga pelibatan institusi lokal dalam pengembangannya
REVITALISASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENGHADAPI PENDEMI COVID-19 DI KOTA BIMA Tauhid, Tauhid; argubi, adi hidayat; Ramadhoan, Ruli Inayah; Kamaluddin, Kamaluddin
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 3, No 1 (2020): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v3i1.3369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana revitalisasi kebijakan pengembangan  pariwisata dalam menghadapi pentebaran pendemi Covid-19 di Kota Bima.Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan di Dinas pariwisata Kota Bima dan daya tarik wisata di Kota Bima.Tahapan pengumpulan data adalah denganobservasi, wawancara berstruktur, dan studi kepustakaan.Sedangkan Tehnik Analisis data yang dipergunakan  meliputi Analisisdata kualitatif merujuk model interaktifkoleksi data atau pengumpulan data denganmenggunakan analisis data yakni: 1)pengumpulan data lapangan; 2) mereduksidata; dan 3)menarik kesimpulan dan melakukanverifikasi data secara berinteraktif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa revitalisasi destinasi wisata kota bima,mencakup : Destinasi  Lawata  sebagai wisata bahari dan wisata Kuliner, Destinasi Kolo juga sebagai wisata bahari dan Kuliner, Destinasi Pundunence sebagai wisata pegunungan, Destinasi Ncai Kapenta sebagai  wisata olahraga ekstrim, Destinasi Tembakolo sebagai wisata sejarah dan Destinasi sejarah berupa gua peninggalan jepang di Kelurahan Jatibaru Barat dan JatibaruTimur. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah penentuan destinasi obyek wisata, maka Dinas Pariwisata Kota Bima harus melakukan pengelompokan terhadap kegiatan di obyek wisata setelah dilakukan revitalisasi supaya lebih terarah pola pengembangan yang terdiri dari: 1).Pengelompokkan Wisata Air, 2). Kelompok Wisata Hiburan, dan 3). Kelompok Wisata Alam
ANALISIS POTENSI MASYARAKAT “UMA LENGGE” DI DESA MARIA WAWO KABUPATEN BIMA SEBAGAI DESA WISATA (TOURISM VILLAGE) Argubi, Adi Hidayat; Ramadhoan, Ruli Inayah; Tauhid, Tauhid
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol 2, No 2 (2019): SADAR WISATA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v2i2.2679

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to find out the various potential attractions of the Uma Lengge tourist attraction Maria Wawo Village in Maria Village, Wawo Bima sub-district as a tourist village. This type of research used in this research is descriptive research. This research was conducted in Maria Village, Wawo Sub-district, Bima District. The stages of data collection are observation, structured interviews, questionnaires, and literature study. While the data analysis method used is descriptive qualitative, SWOT, and value scale analysis. The results showed that the potential of Wawo Tourism Village as one of the attractions in Bima Regency was physical potential that included "Uma Lengge" (Bima traditional house), typical rural natural scenery, Wawo village museums and Wawo Tourism Village recreation parks. Whereas its non-physical potential is Wawo culture, art, community activities in Wawo tourism village. Facilities that are available in Wawo Tourism Village are a resting place or shelter, parking area, toilets / toilets and worship facilities in the form of a small mosque. The final results of the perception of the public and tourists showed a positive support for the development of the Tourism Village Wawo as one of the cultural tourism objects in the Regency of Bima.
Kajian Yuridis Batas Usia Berakhirnya Perangkat Desa Berdasarkan Pasal 53 Uu No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Fikri, Zainul; Tauhid, Tauhid; Idhar, Idhar; Jiwantara, Firzhal Arzhi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 8 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.052 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i8.781

Abstract

Perangkat Desa merupakan pembantu kepala desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, Kepala Desa memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan perangkat desa sehingga perangkat desa bertanggungjawab kepada kepala desa. Salah satu syarat perangkat desa berhenti dan/atau diberhentikan apabila usia telah genap 60 (enam puluh) tahun, hal tersebut menjadi hambatan bagi kepala desa untuk mengganti perangkat desa sekaligushambatan bagi masyarakat umum yang mau bekerja dan mengabdikan dirinya untuk desanya dengan menjadi perangkat desa. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statueaproah) yaitu pendekatan perundang-undangan yang berkaitan dengan materi yang dibahas dan pendekatan konseptual (conseptual approach) yakni pendekatan dengan cara memahami konsep-konsep hukum dan/atau pendapat para ahli hukum untuk memberikan gambaran dan informasi tentang pemerintah desa dan kewenangannya, dan pemahaman tentang perangkat desa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi yuridis ketentuan batas usia berakhirnya perangkat berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Hasil penelitian diharapkan dapat berguna untuk memberikan  masukan dan sumbangsih pemikiran bagi lahirnya kebijakan tentang Desa yang lebih memberikan akses kepada masyarakat.
Bureaucratic Reform in Organizing and Managing Adaptive, Accountable, and Competency-Based Civil Servants Based on 'World-Class Smart Civil Servants’ Tauhid, Tauhid; Taufiq, Muhammad; Ma'sud, Mas'ud; Yasin, Haerun
Jurnal Studi Ilmu Pemerintahan Vol. 4 No. 2 (2023): JSIP: Jurnal Studi Ilmu Pemerintahan
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Buton.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/jsip.v4i2.3429

Abstract

The research focuses on enhancing the State Civil Apparatus (ASN) at the Human Resources Development Agency for the City of Bima, aiming to achieve world-class standards. The study addresses challenges, including low competence, limited innovation, inadequate IT and foreign language proficiency, and a constrained entrepreneurial mindset. Employing a descriptive qualitative approach, the research involves interviews with key informants such as the Regional Secretary, Government Assistant, Social Welfare representative, Head of BPSDM, and Head of the Competency Development Division. Additionally, observation and documentation methods were utilized to explore and resolve the research problems. The findings reveal that the current bureaucratic reform measures to develop the State Civil Apparatus into a world-class ASN have not been effective and have yet reached their full potential. Improvements in ASN achievements are essential within the framework of SMART ASN. Identified as the main obstacles to achieving world-class status by 2024 are the existing capacities of ASN, including professionalism, IT and foreign language proficiency, global awareness, and entrepreneurial spirit. In light of these findings, the study proposes implementing more stringent policies within the ASN community to yield more satisfactory outcomes in their journey toward becoming world-class innovative civil servants.
Al-Badlu fi Al-Juz’i Tslasina mina Al-Qur’an wa Tariqaati Tdrisihi Tauhid, Tauhid; Hakim, Rani Ismil
Qismul Arab: Journal of Arabic Education Vol. 3 No. 01 (2023): Qismul Arab: Journal of Arabic Education
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/qismularab.v3i01.97

Abstract

Badal Secara bahasa berarti pengganti. Allah SWT berfirman: ”Mungkin Tuhan kita akan memberi kita sesuatu yang lebih baik dari itu”. Secara terminologi, Badal adalah kata pengikut makna dan hukum kalimat atau kata sebelumnya tanpa adanya perantara antara dia dan yang dia ikuti, atau antara penggantinya (badal) dan yang menggantikannya (Mabdul Minhu). Misalnya:  "Ja'a Ahmad Ilmuhu" Adapun tujuan dari Badal itu adalah untuk menguatkan putusan yang terdahulu, menguatkannya dengan mempertegas maksudnya, memperjelasnya, dan menghilangkan kemungkinan pemahaman lain yang meragukan, karena hukum Badal ini terlebih dahulu diatribusikan kepada yang diikuti, sehingga menyebutkan yang diikuti merupakan persiapan bagi pengikut yang akan dating setelahnya, dan mengarahkan jiwa untuk menerimanya dengan rasa rindu dan penuh semangat. Jika kamu menerimanya dan mengenalnya, maka kamu akan menerima hukum bersamanya dan mengenalnya pula. Seolah-olah putusan tersebut disebutkan dua kali, dan hal ini memperkuat dan meneguhkan putusan tersebut. Badal ada empat jenis yaitu: Badal Isytimal, Badal ba’di min kul, Badal kul min kul, badal muthabiq, dan ????? ???????. Adapun ????? ??????? dibagi menjadi tiga bagian, yaitu ??? ?????, ??? ???????, dan ??? ???????. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Juz Tiga Puluh al-Qur’an mengandung berbagai jenis Badal, dan didalamnya terdapat empat puluh tujuh Badal, dan pada ayat-ayat Juz Tiga Puluh terdapat  ??? ???????, ????? ?? ?? ??, ????? ??? ?? ??, dan ??? ????????, dan tidak terdapat ????? ??????? pada Juz Tiga Puluh ini karena Badal ini merupakan ucapan bersifat ambigu yang diungkapkan manusia dari dalam dirinya. Adapun kaidah-kaidah Badal pada Juz Tiga Puluh adalah mengganti kata benda dengan kata benda, mengganti kata kerja dengan kata kerja, dan mengganti kata benda semu dengan kata tanya. Dalam penelitian ini peneliti mengungkapkan metode pengajaran kaidah tata bahasa (seperti Badal), antara lain metode standar, metode induktif atau deduktif, metode teks terpadu, metode aktivitas, dan metode masalah (Problem Solving).
TIKTOK VIDEOS AS LEARNING MEDIA TO IMPROVE STUDENTS' SPEAKING SKILLS Ratna Rosanti, Ika; Tauhid, Tauhid
Tahsinia Vol 5 No 7 (2024): Oktober
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i7.262

Abstract

Nowadays, the use of social media and education are closely related. However, teachers and students still face new obstacles along with the changing situation. In a preliminary study, the researcher found that one of the problems is the lack of student engagement when using technology in speaking learning through online learning. Thus, the purpose of this study is to develop TikTok as an instructional video for SMPN 2 Penengahan to engage their speaking skills. The design of this study is a research and development design that applies the ADDIE work procedure (Analysis, Design, Development or Production, Implementation or delivery, and Evaluation). The participants of the study were an English teacher and 30 students of SMPN 2 Penengahan. Qualitative data were collected from pre-observation during online classes, semi-structured interviews, and observations. On the other hand, quantitative data were collected from questionnaires according to analysis needs, expert assessments, and observation sheets in the implementation phase using a Likert scale percentage. Material experts scored 55 out of 60/93.75%, with a very good category, Media experts scored 75 out of 80/91.66%, with a very good category. The score from the observation sheet results at the implementation stage was 89.58%, indicating that the media was in the very good category to be used as a learning aid to improve speaking skills. Thus, TikTok learning videos have been proven to improve students' speaking skills.
MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI SMA ISLAM TERPADU BABUL HIKMAH KALIANDA Hadi, Samsul; Tauhid, Tauhid
Tahsinia Vol 5 No 7 (2024): Oktober
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i7.354

Abstract

Sekolah merupakan tempat peserta didik menempuh proses pembelajaran, salah satu faktor   perkembangan peserta didik tergantung bagaimana sekolah mengelola manajemen peserta didik. Banyak sekolah lebih fokus pada peningkatan kuantitas dibandingkan kualitas peserta didik dan perumusan perencanaan seringkali dilakaukan secara asal-asalan sehingga pengelolaanyapun tidak oktimal. Permasalahan tersebut berdampak pada kualitas lulusan dan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, peserta didik pada satuan pendidikan perlu dikelola dengan baik melalui konsep manajemen peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Fokus penelitian ini menganalisis tentang manajemen pesrta didik dan aspek yang di teliti yiatu: 1) perencanaan peserta didik, 2) Penerimaan peserta didik baru (PPDB), sistem penilaian dan evaluasi peserta didik, 3) Kenaikan kelas dan kelulusan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Sedangkan analisis datanya mengikuti arahan Miles dan Huberman yakni meliputi langkah: 1) Reduksi data, 2) Display data dan 3) Konklusi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan perencanaan peserta didik, sistem penerimaan peserta didik, sistem penilaian dan evaluasi serta proses kenaikan kelas dan kelulusan telah dilakukan sesuai dengan baik sesuai konsep manajemen peserta didik.
Enhancing Arabic Language Learning in Higher Education: Leveraging E-Campus as an Online Learning and Evaluation Platform Ritonga, Mahyudin; Mudinillah, Adam; Ardinal, Eva; Tauhid, Tauhid; Nurdianto, Talqis
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v12i2.1103

Abstract

The Industrial Revolution era is a time that requires the connection between technology and various aspects of life, including education. But there are still many educational institutions that have not responded well regarding the use of technology in learning, therefore this study aimed to determine the use of E-campus as an online learning media and Arabic learning evaluation media in higher education. The research was conducted at Islamic State University of Batusangkar, the approach used was quantitative with a survey research design. The results of the study stated that E-campus could be used as an alternative in carrying out Arabic language learning, completeness of features, ease of access, and clarity of access as evidence that E-campus was effectively used for online classes in Arabic language learning, until now no features have been found in E-Campus that can be used to evaluate and measure Arabic speaking skills. The utilization of E-campus in Arabic language learning brings great benefits and influences for lecturers and students. The limitation of this study is that researchers did not design an E-campus platform that has complete features to measure four Arabic speaking skills for students, therefore future researchers can conduct research aimed at creating an E-campus model that has more complete features.
Penafsiran Mubazzir Dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Tafsir Al-Khazin): Penafsiran Mubazzir Dalam Al-Qur'an Tauhid, Tauhid; Hadari; Sri Sunantri
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v10i2.3269

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan model penelitian kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif. Sumber datanya terdiri dua macam, yaitu primer dan sekunder. Sumber data primer terdiri dari jurnal Konsep Mubazir dalam al-Qur’an, dan kitab Tafsir al-Khazin. Sementara sumber data sekunder terdiri dari buku-buku, kitab, jurnal, artikel yang dianggap dapat mendukung pembahasan mubazzir, seperti kitab Lisanul Arab, Maqayis al-Lughah, al-Mufradat fi Gharibil al-Qur’an, kitab al-Mu’jam al-Mufahras li alfaz al-Qur’an al-Karim, dan lain sebagainya. Selain itu, untuk teknik pengumpulan data, penelitian ini mengumpulkan data berdasarkan pemilihan literatur (bacaan) dari jenis data pustaka. Adapun teknik analisis data, peneliti menggunakan metode pendekatan maudu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mubazzir ternyata dapat dipahami dari dua sisi yaitu secara umum dan khusus. Secara umum konsep mubazzir meliputi perbuatan dari pelaku pemborosan atau penghamburan yang dilakukan dalam bentuk fisik (berupa harta, benda, makanan, air) dan non fisik (berupa waktu). Sementara secara khusus, konsep mubazzir diartikan menurut al-Qur’an, yaitu tindakan pelaku penghamburan atau pengeluaran terhadap harta, yang digunakan untuk perbuatan maksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Adapun berdasarkan penafsiran Alauddin ‘Ali al-Khazin, mubazzir bermakna sebagai perbuatan tercela yang dilakukan pelakunya dengan membelanjakan atau menginfakkan harta dan uang, pada jalan kebatilan yang mencakup maksiat. Pelaku mubazzir juga dianggap sebagai saudara setan, karena ia tidak bersyukur, dan mengingkari nikmat Allah dalam membelanjakan atau menginfakkan hartanya.