Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IDENTIFIKASI ZONA LEMAH BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI TOMOGRAFI Hasani, Ruslan; Lepong, Piter
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v1i2.286

Abstract

This research was performed the identifity the lithology of weak zone as a surface of the landslide based on seismic velocity of seismic refraction tomography. The research was conducted on the main road of Tenggarong-Kutai Barat and also on the road of Samarinda-Tenggarong, in Kalimantan Timur. Data acquisition was conducted in one line travel with nine shot point in the same interval. This method used the picking first break of the seismic trace. This travel time as send input data of the Rayfract software of processing of seismic refraction tomography. The processed data shown the image of the seismic velocity of subsurface. The slip surface is interpretated from the boundry of sandstone and clay with velocity of (400 m/s - 1000 m/s) and of (1000 m/s -2500 m/s) respective. The identification on each revealed the types of rock in the study area.
Faktor Risiko Diabetes Mellitus di Puskesmas Mangasa Kota Makassar Junaidi; Hasani, Ruslan; Jalil, Nuraeni; Dilla, Ramlah
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 2 No 1 (2021): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v2i1.152

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease that is suffered by the sufferer for life. Causes are genetic, lifestyle, BMI, stress management and physical activity / xercise. Objective: The purpose of this study was to determine the risk factors for the incidence of DM. at the Puskesmas Mangasa, Makassar City. Methods: This research method is descriptive analytic with a case control study design. Place of research at Puskesmas Mangasa. The research was carried out on 1- 21 September 2020. Sampling used purposive sampling. The sample size of the study was 47 samples. Results: The results showed diet value OR = 5.111 (95% CI: 1.36-19.16), p = 0.028, BMI OR value = 0.242 (95% CI: 0.064-0.906), p = 0.065, Stress Management OR Value = 0.609 (95% CI: 0.149-2.484), p = 0.496 and sports activities OR = 0.267 (95% CI: 0.071-1.007), p = 0.090. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a relationship between diet and the incidence of DM, there is no relationship between BMI and the incidence of DM, there is no relationship between stress management and the incidence of DM and there is no relationship between sports activities and the incidence of DM.
STUDY LITERATUR TINDAKAN MENGHARDIK DALAM MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN: Literature Study of the Action of Hardicing in Controlling Auditing Hallucinations Angriani, Sri; Nasar, Rahman; Hasani, Ruslan
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gangguan jiwa yang berat adalah Skizofrenia. Skizofrenia adalah suatu kelainan neurobiologis otak yang menyebabkan gangguan dalam berpikir, merasakan dan sulit berinteraksi. Skizofrenia disebutkan juga sebagai suatu penyakit neurobiologis yang mempengaruhi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan dan keanehan pada pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa pada individu yang ditandai dengan perubahan persepsi sensori; merasakan sensasi palsu berupa suara. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi beberapa literatur yang terkait dengan tindakan menghardik dalam mengontrol dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan studi literatur yang melakukan pencarian menggunakan mesin pencari database jurnal internet. Basis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Google Scholar, dan Research Gate dengan penelitian terbaru 5 tahun terakhir. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder karena peneliti tidak dapat berhubungan langsung dengan responden, data sekunder diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya (sebelumnya). Hasil : hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa 10 literature review ini menunjukkan terjadinya bentuk perubahan perilaku yang terjadi pada penderita persepsi sensori halusinasi pendengaran. Yang dimana terapi menghardik dan melakukan strategi pelaksanaan keperawatan (SP) 1 - 4, termasuk salah satu tekhnik yang efektif dalam penanganan atau penyelesaian masalah serta mampu meningkatkan proses penyembuhan pasien gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran dan tehnik terapy okupasi. Kesimpulan : bisa diketahui teknik terapi menghardik terhadap pasien yang mengalami halusinasi pendengaran sangat bermanfaat untuk menurunkan dan mengontrol halusinasi.
GAMBARAN USIA KEHAMILAN PADA IBU YANG MELAHIRKAN ANAK DENGAN ASFIKSIA NEONATUS : Description Of Age Of Pregnancy In Mothers Who Give Birth To Neonatus With Neonatal Asphyxia M, Yulianto; Hasani, Ruslan; Alimuddin, Nur; Hartati; Jaya, Ningsih
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v15i1.574

Abstract

Salah satu indikator utama status kesehatan ibu dan bayi yaitu pelayanan Kesehatan. Menurut WHO (2020), prematuritas, asfiksia, infeksi, dan cacat lahir merupakan penyebab sekitar 75% kematian neonatus pada hari pertama kehidupan. Menurut Kemenkes tahun 2021 Indonesia kematian pada neonatus akibat asfiksia berada diurutan yang kedua penyebab kematian pada bayi baru lahir yaitu sekitar 27,4 % dimana angka kejadian ini cukup sering terjadi. Jumlah Kasus Kematian Bayi di Sulawesi Selatan sekitar 844 kasus pada tahun 2021. Data yang diperoleh di rekam medik RSUD Labuang Baji Makassar terdapat jumlah kasus bayi yang mengalami kondisi asfiksia pada bulan Januari 2020 hingga Juli 2020 di RSUD Labuang Baji Makassar yaitu 53 kasus. Tujuan Penelitian: Bagaimana gambaran usia kehamilan ibu yang melahirkan anak dengan kondisi asfiksia di RSUD Labuang Baji. Metode Penelitian: sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dimana sampel yang didapatkan yaitu 27 sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan data sekunder di medical record di rumah sakit. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian asfiksia mayoritas mengalami asfiksia sedang yaitu sebanyak 12 kasus dengan persentase (44.44%). Usia kehamilan pada ibu yang melahirkan anak dengan asfiksia banyak terjadi pada kehamilan atern sebanyak 16 kasus dengan persentase (59.25%). Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan dan melaksanakan kembali penelitian yang lebih lanjut mengenai kejadian asfiksia sebagai upaya untuk mengurangi angka kematian pada bayi
IMPLEMENTASI PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER MADU TERHADAP DIARE PADA ANAK (1-5 TAHUN) DI RS ISLAM FAISAL MAKASSAR: Implementation of Complementary Honey Therapy for Diarrhea in Children (1-5 Years) at Faisal Islamic Hospital Makassar Hasani, Ruslan; Simunati; Maharani, Sri; Yulianto; Jaya, Ningsih
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare adalah suatu kondisi dimana frekuensi BAB yang meningkat yaitu lebih 3× dalam sehari sehingga terjadi peradangan, mual muntah atau bahkan infeksi pada saluran pencernaan yang menyebabkan feses menjadi cair. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui implementasi pemberian terapi komplementer madu pada anak (1-5 Tahun) yang mengalami diare di RS Islam Faisal Makassar. Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Pada penelitian ini terdapat 2 responden, responden I yaitu anak berusia 2 tahun dengan jenis kelamin parempuan dan responden II anak berusia 2 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian yang dilakukan selama 5 hari dengan pemberian 3× sehari (Pukul 07.00, 14.00, dan 19.00) pada masing-masing responden. Pada responden I frekuensi BAB sebelum diberikan pemberian madu yaitu 7× dengan konsistensi feses tipe 6 (permukaan halus, mudah cair dan sangat mudah dikeluarkan) dan setelah diberikan madu menjadi 2× dengan konsistensi feses tipe 4 (mirip sosis, atau ular, empuk dan halus). Pada responden II frekuensi BAB sebelum diberikan madu yaitu 5× dengan konsistensi feses tipe 6 (permukaan halus, mudah cair dan sangat mudah dikeluarkan) dan sesudah diberikan madu menjadi 2× dengan konsistensi feses tipe 4 (mirip sosis atau ular, empuk dan halus). Kesimpulan : Sehingga pemberian madu dapat menurunkan frekuensi BAB pada anak yang mengalami diare
EFEKTIVITAS TERAPI INHALASI UAP MINYAK KAYU PUTIH PADA ANAK DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS GALESONG KABUPATEN TAKALAR: Effectiveness Of Eucabian Oil Steam Inhalation Therapy On Children With Acute Respiratory Infection At Galesong Community Health Center Area, Takalar Regency Hartati; Hasani, Ruslan; Atifah, Azzah; Abd, Hady J; Yulianto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernafasan, dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) beserta organ seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Pribadi, Novikasari, and Amelia 2021). Inhalasi uap minyak kayu putih telah terbukti dapat membantu mengurangi hidung tersumbat, meningkatkan kenyamanan saat bernafas, serta mengencerkan sekret sehingga mudah untuk dikeluarkan, selain itu, penggunaan uap minyak kayu putih juga membantu menjaga kelembaban selaput lendir di saluran pernafasan (Mubarak 2019). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon pasien setelah menjalani proses Terapi Inhalasi Uap Minyak Kayu Putih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian menggunakan studi kasus yaitu menggambarkan proses keperawatan dengan menerapkan Terapi Uap air panas dan Minyak Kayu Putih dengan alat ukur lembar ceklis. Sampel pada penelitian ini adalah anak dengan Infeksi Saluran Pernapas Akut (AKUT) berjumlah 5 orang. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari pada tanggal 29-31 Mei 2024. Pemberian terapi inhalasi ini dilakukan selama 10-15 menit setiap anak.. Didapatkan hasil setelah dilakukan Terapi Inhalasi Uap Minyak Kayu Putih bahwa dari kelima responden semuanya memiliki respon yang baik seperti batuk reda, flu reda, sesak nafas hilang, rhinitis hilang, suara nafas ronchi hilang serta frekuensi nafas menjadi normal. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terapi inhalasi uap minyak kayu putih efektif dalam mengurangi gejala ISPA seperti frekuensi nafas, penurunan intensitas batuk, flu dan rhinitis.
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH: Literature Review: The Relationship Between Family Support and Personal Hygiene in Patients with Low Self-Esteem Nasar, Rahman; Angriani, Sri; AR, Masdiana; Hasani, Ruslan
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1353

Abstract

Harga diri rendah adalah perasaan negatif dalam diri seseorang yang berdampak pada turunnya rasa percaya diri dan motivasi diri, termasuk dalam menjaga kebersihan diri. Personal hygiene merupakan aspek penting dalam proses perawatan pasien, khususnya mereka yang mengalami gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan antara dukungan keluarga dengan personal hygiene pada pasien dengan harga diri rendah melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka berbasis pendekatan PICOS (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design) menggunakan sumber dari database Google Scholar. Hasil studi menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki hubungan signifikan dalam meningkatkan kemandirian personal hygiene pasien. Dukungan emosional, instrumental, dan edukatif dari keluarga mempercepat proses pemulihan pasien dengan harga diri rendah
Pemberian Terapi Bermain Flash Card Pada Anak Dengan Speech Delay Di Upt Pusat Pelayanan Rehabilitasi Anak Inang Matutu Makassar Hasani, Ruslan; Anjasmara, Rio Nata; Simunati, Simunati; Junaidi, Junaidi; Nasrullah, Nasrullah
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 2 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1652

Abstract

Speech delay merupakan gangguan perkembangan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah dan dapat memengaruhi kemampuan sosial dan akademik. Flash card adalah alat bantu visual yang digunakan dalam terapi wicara untuk merangsang kemampuan bahasa anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian bermain flash card dalam meningkatkan kemampuan bicara anak dengan speech delay. Oleh karena itu kami melakukan program bermain kepada anak yang mengalami speech delay di UPT Pusat Pelayanan Rehabilitasi Anak Inang Matutu Makassar. Terdapat 10 responden usia 3–5 tahun yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah dengan pre-test, terapi bermain, dan diakhir kegiatan dilakukan post-test. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 2 Minggu yaitu pada tanggal 19 s/d 30 Mei 2025. Kemampuan bicara diukur melalui pre-test dan post-test. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan terjadinya peningkatan berbicara pada kategori gangguan bicara ekspresif, reseptif, dan campuran. Pada akhir terapi bermain, 100% anak menunjukkan respons sangat baik terhadap Terapi Bermain flash card. Disimpulkan bahwa Terapi Bermain flash card meningkatkan kemampuan bicara pada anak dengan speech delay.
IMPLEMENTASI PROGRAM BERMAIN PUZZLE PADA PENURUNAN KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI YANG TERJADI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR: Implementation Of A Puzzle Playing Program To Reduce Anxiety Due To Hospitalization That Occurs In Preschool Age Children In Labuang Baji Hospital Makassar Hasani, Ruslan; Sri Wahyuni, Rapiqa; Simunati; Rahman; Junaidi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1632

Abstract

Hospitalisasi yaitu dimana anak mengharuskan untuk tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan hingga pulih. Proses ini merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan bagi anak dimana anak akan merasakan berbagai macam yang membuat trauma tersendiri yang bisa menimbulkan kecemasan. Kecemasan pada anak selama hospitalisasi dapat terlihat dalam perilaku apakah anak terlihat menangis atau bahkan penolakan terhadap perawatan medis. Bermain adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan anak, terutama ketika mereka mengalami situasi stres seperti hospitalisasi. Program bermain memang dikenal sebagai metode yang efektif dalam membantu anak-anak mengatasi masalah emosional dan perilaku mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran program bermain puzzle pada penurunan kecemasan akibat hospitalisasi yang terjadi pada anak usia prasekolah. Metode penelitian ini ialah studi kasus deskriptif. Jenis penelitian yang akan dilakukan ialah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 Mei 2024 di RSUD Labuang Baji. Terdapat 2 subyek pada penelitian ini yaitu subyek I (An.A) dan subyek II (An.M). Data yang diperoleh didapatkan dari hasil wawancara dan observasi hasil penelitian yang diperoleh yaitu dari kedua subyek penelitian terdapat perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan implementasi program bermain puzzle pada penurunan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah, sebelum dilakukan implementasi program bermain puzzle kedua subyek penelitian berada dalam kategori tingkat kecemasan ringan tepatnya pada An.A dengan total skor kecemasan 29 dan An.M total skor tingkat kecemasan 21 dengan menggunakan tingkat kecemasan HARS. Sedangkan sesudah dilakukan implementasi program bermain puzzle kedua subyek penelitian berada dalam kategori tidak ada kecemasan
The Spinning Box: An Innovative Educational Game to Stimulate Early Childhood Development a Single-group Pre-test and Post-test Research Design Hasani, Ruslan; Putri, Besse Sherly Aulia; Simunati, Simunati; Yulianto, Yulianto; Agussalim, Agussalim; Lorica, Josephine D.; Abas, Hafiza; Shiratuddin, Mohd Fairuz
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 8, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v8i3.35483

Abstract

Early childhood is a critical period for cognitive development, socialization and independence, motor skills, and language. This article introduces the Spinning Box, an innovative educational game designed to stimulate children's holistic development through gross motor skills, fine motor skills, speech and language skills, and socialization and independence. The research method is a quasi-experimental study using a single-group pre-test and post-test design proposed to evaluate its effectiveness. Analysis was descriptive and used paired t-tests to detect differences in mean scores before and after the intervention. Participants consisted of four children aged 3–4 years. Inclusion criteria: healthy children without major developmental disorders, with parental consent. The Spin Box consists of a cube with four sides, each corresponding to a developmental task (motor skills, speech and language skills, and socialization and independence skills). Children took turns spinning the box and completing the assigned tasks. Sessions lasted for 20 minutes, three times a week, for eight weeks. Measurements were conducted using the Pre-Screening Developmental Questionnaire. The results showed significant improvements in all four domains of child development following the Spinning Box intervention. All p-values were below 0.05. Furthermore, Cohen's d effect sizes across all domains were very large (d > 0.8), with most even far exceeding this value. This shows that the Spinning Box educational game has a very strong influence in stimulating development in early childhood. However, with only four participants from one center and a single-group pre-post design, these findings are preliminary and should be interpreted with caution, as they cannot be broadly generalized.Parental involvement is widely recognized as a key determinant of children’s academic achievement, motivation, and socio-emotional development. Yet despite decades of research, evidence on concrete and scalable strategies remains fragmented. This study synthesizes recent innovations by conducting a structured literature review of 63 Scopus-indexed articles published between 2020 and 2025, complemented by earlier foundational works to provide historical and conceptual grounding. The objective was to identify effective approaches, examine barriers to implementation, and highlight emerging opportunities for strengthening parent–school partnerships in primary and secondary education. Findings converge into five clusters. First, programmatic interventions such as parenting workshops and structured sharing sessions enhanced parental knowledge, confidence, and collaboration with teachers, leading to improvements in children’s learning outcomes. Second, technology-enabled access—including internet provision, device distribution, and digital platforms—expanded opportunities for engagement, although inequalities in digital literacy and access remained evident. Third, multi-channel communication systems such as logbooks, bulletins, and social media groups supported continuous dialogue between home and school, with positive effects on student behavior and motivation. Fourth, shared governance through parental participation in school committees, decision-making, and community events fostered inclusivity, reduced dropout risks, and enhanced school–community relationships. Fifth, targeted outreach, including home visits and culturally responsive practices, proved especially effective in reaching disadvantaged families and improving trust, equity, and sustained participation. Overall, the review demonstrates that parental involvement is highly adaptable and can be strengthened through a mix of low-cost innovations and contextually sensitive strategies. These findings offer educators and policymakers actionable insights for institutionalizing parental engagement and addressing persistent equity gaps in education.