Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Mining Engineering

Rancangan Teknis Penambangan Emas pada PT DEF di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Bagea Bagja Gumelar Gumelar; Iswandaru; Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.621 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.1592

Abstract

Abstract. PT DEF is a mining industry company engaged in gold ore mining which has a mining area in Simpenan District, Sukabumi Regency, West Java Province. Observations were made on the results of exploration drilling of 73 drill points in the form of recapitulation of drilling data which was used as a reference for making geological models and resource estimates. Based on the results of the grade assessment using the ordinary kriging method, the inferred resource was 166,482.38 tons with an average grade of 0.46 ppm, the indicated resource was 2,434,150.06 tons with an average grade of 0.58 ppm and the measured resource was 5,264,703.55 tons with an average grade of 0.85 ppm, so that the total resources obtained are 7,865,335.99 tons with an average grade of 0.76 ppm. Determination of areas that have the potential for mining is done based on the largest NPV value from the optimization pit results. Mining is carried out with an open-pit mining system, the mining method used is open pit. The design of the mine opening is made with a geometry of 6 m high, 5 m wide, and a slope of 52°. While the design of the road geometry used is a straight road width of 8.715 m, a bend road width of 14.84 m, a bend radius of 14.38 m, a superelevation of 40mm/m. Based on the results of the mining technical design, the mined reserves of gold ore were 7,270,393.62 tons with an average Au grade of 0.49 ppm. There are non-ore materials in the form of waste amounting to 9,190,104.22 Tons. The minimum gold ore production target is planned at 100,000 BCM/year. Abstrak. PT DEF merupakan perusahaan tambang yang bergerak pada komoditas bijih emas yang memiliki area pertambangan di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Pengamatan dilakukan pada hasil eksplorasi pengeboran sejumlah 73 titik bor berupa rekapitulasi data pengeboran yang digunakan sebagai acuan pembuatan model geologi dan estimasi sumberdaya. Berdasarkan hasil penaksiran kadar menggunakan metode ordinary kriging, diperoleh sumberdaya tereka sebesar 166.482,38 ton dengan kadar rata-rata 0,46 ppm, sumberdaya terunjuk sebesar 2.434.150,06 ton dengan kadar rata-rata sebesar 0,58 ppm dan sumberdaya terukur sebesar 5.264.703,55 ton dengan kadar rata-rata sebesar 0,85 ppm, sehingga didapatkan total sumberdaya sebesar 7.865.335,99 Ton dengan kadar rata-rata sebesar 0,76 ppm. Penentuan area yang berpotensi untuk dilakukan penambangan dilakukan berdasarkan nilai NPV terbesar dari hasil pit optimasi. Penambangan dilakukan dengan sistem tambang terbuka, metode penambangan yang digunakan yaitu open pit. Rancangan bukaan tambang dibuat dengan geometri tinggi jenjang 6 m, lebar 5m, dan kemiringan 52°. Sedangkan rancangan geometri jalan yang digunakan yaitu lebar jalan lurus 8,715 m, lebar jalan tikungan 14,84 m, jari-jari tikungan sebesar 14,38 m, superelevasi 40mm/m. Berdasarkan hasil rancangan teknis penambangan, diperoleh cadangan tertambang bijih emas sebesar 7.270.393,62 Ton dengan kadar rata-rata Au 0,49 ppm. Terdapat material bukan bijih berupa waste sebesar 9.190.104,22 Ton. Target produksi minimal bijih emas direncanakan sebesar 100.000 BCM/tahun.
Rencana Kegiatan Teknis dan Ekonomi Reklamasi Lahan Bekas Tambang Andesit pada PT Gunung Lagadar Abadi di Leuwidulang, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Dino Amirdin Talaohu; Zaenal; Iswandaru
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.073 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.1752

Abstract

Abstract. PT XYZ is a private mining company engaged in Quarry Andesite mining located in Leuwidulang Village, Lagadar Village, Margaasih District. Bandung Regency. West Java Province. With a total area of ± 5.37 Ha. One part of the mining industry is reclamation activities. where reclamation itself is a very mandatory thing to do. because the former mining activities can change the landscape and land use of an area. Reclamation is an activity that aims to improve or organize land that has been disturbed due to mining activities so that it can function and be useful according to its designation. The purpose of this research is to know the technical plan for land management, revegetation and care and maintenance in an area of former andesite mining activities where reclamation activities will be carried out. Another objective of this activity is to find out the total cost required for the planned reclamation activity in terms of its economics. The plan for the technical scheme for structuring the land to be reclaimed is carried out from 2022-2026 with the reclamation area in accordance with the area being mined. The total area to be reclaimed is 4.8 Ha. At the land use stage, mechanical equipment will be used in the form of the Kobelco SK200 Excavator, Hino 500 Dump Truck – FG235 TI. and Komatsu D85PX-18 Bulldozer. At the revegetation stage, the plants used were. among others, the main plants in the form of Acacia (Acacia), insert plants in the form of guava trees (Syzygium Aqueum) and cover crops in the form of legumes (Mucuna bracteata). This reclamation technical plan will be continued until the stage of care and maintenance of revegetation plants so that plant growth can be optimal and the success of reclamation is 100%. The total budget for this reclamation plan is Rp. 389.976.707,-. Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan tambang swasta yang bergerak pada bidang pertambangan Quarry andesit yang berlokasi di Kampung Leuwidulang, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Luas wilayah IUP OP keseluruhan ± 5,37 Ha. Salah satu bagian dari industri pertambangan adalah kegiatan reklamasi, dimana reklamasi sendiri adalah hal yang bersifat sangat wajib dilakukan, karena lahan bekas kegiatan penambangan dapat merubah bentang alam maupun tataguna lahan suatu wilayah. Reklamasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki atau menata lahan yang sudah terganggu akibat adanya kegiatan penambangan agar dapat berfungsi dan berguna sesuai peruntukannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui rencana teknis penataan lahan, revegetasi serta perawatan dan pemeliharaan pada suatu area bekas kegiatan penambangan batu andesit yang akan dilakukan kegiatan reklamasi. Tujuan lain dari kegiatan ini, yaitu untuk mengetahui total biaya yang dibutuhkan untuk rencana kegiatan reklamasi ditinjau dari sisi keekonomisannya. Rencana skema teknis penataan lahan yang akan direklamasi dilakukan dari tahun 2022 sampai 2026 dengan luas area reklamasi sesuai dengan luas area yang dilakukan penambangan. Luas total yang akan direklamasi 4,8 Ha. Pada tahapan penatagunaan lahan akan digunakan peralatan mekanis berupa Excavator Kobelco SK200, Dump Truck Hino 500 – FG235 TI, dan Bulldozer Komatsu D85PX-18. Pada tahapan revegetasi tanaman yang digunakan yaitu tanaman pokok berupa tanaman akasia (Acacia), tanaman sisipan berupa pohon jambu (Syzygium Aqueum) dan tanaman penutup berupa tanaman kacang-kacangan (Mucuna Bracteata). Rencana teknis reklamasi ini akan dilanjutkan hingga tahapan perawatan dan pemeliharaan tanaman revegetasi agar pertumbuhan tanaman dapat optimal dan tercapainya keberhasilan reklamasi sebesar 100%. Adapun anggaran total biaya rencana reklamasi ini dibutuhkan sebesar Rp 389.976.707,-.
Kajian Rencana Teknis Dan Biaya Reklamasi Periode Pertama di Tambang Pasir PT Graha Silver Silk, Desa Banggalamulya, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat Arif Lukman; Zaenal; Sri Widayati
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.789 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.2134

Abstract

Abstract. According to data from the Center for Development and Analysis of Regional Potential (BP2APD) West Java (2020), Subang Regency has a fairly good potential for sand mining. The negative impact that occurs is that it can change the landscape and land use of the environment, resulting in decreased environmental quality. Before opening a mining industry PT Graha Silver Silk must make efforts to maintain good environmental conditions and prevent environmental damage due to mining. The way to overcome these negative impacts, mine reclamation planning is carried out from the beginning to the end of the mine. This research was conducted with the aim of knowing the technical plan for land management, revegetation, care and maintenance, as well as knowing the area of ​​the reclamation area, determining the work plan in the stages of reclamation activities, knowing the work schedule for land use and revegetation activities of the reclamation area and calculating the reclamation costs required for this activity reclamation. The technical plan for structuring the land to be reclaimed is carried out from 2020-2024 with the reclamation area in accordance with the area being mined. The total area to be reclaimed in the first period is 3.0 Ha. Based on the research results of PT XYZ plans reclamation activities in the first period (2020–2024) with an area of ​​3.0 Ha. The reclamation work plan in the 1st year is carried out by reclamation on block RL 134-118 A. In the 2nd year, reclamation is carried out in block RL 134-118 B. In the 3rd year, reclamation is carried out on block RL 140-120. In the 4th year, reclamation was carried out in block RL 140-122. In the 5th year, reclamation was carried out on block RL 142-118. The cost of the reclamation plan required during the first period is Rp. 399.140.404,- Abstrak. Menurut data Balai Pengembangan Pembangunan dan Analisa Potensi Daerah (BP2APD) Jawa Barat (2020), Kabupaten Subang memiliki potensi bahan galian pasir yang cukup baik. Dampak negatif yang terjadi yaitu dapat merubah bentang alam serta tata guna lahan lingkungan tersebut, sehingga mengakibatkan kualitas lingkungan menurun. Sebelum membuka suatu industri pertambangan, PT Graha Silver Silk harus melakukan upaya untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang baik dan mencegah kerusakan lingkungan akibat adanya pertambangan. Cara mengatasi dampak negatif tersebut dilakukan perencanaan reklamasi tambang dari awal hingga akhir tambang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui rencana teknis penataan lahan, revegetasi, perawatan dan pemeliharaan. Juga untuk mengetahui luasan area reklamasi, menentukan rencana kerja dalam tahapan kegiatan reklamasi, mengetahui jadwal kerja kegiatan penatagunaan lahan dan revegetasi area reklamasi dan menghitung biaya reklamasi yang dibutuhkan untuk kegiatan reklamasi. Rencana teknis penataan lahan yang akan direklamasi dilakukan dari tahun 2020 - 2024 dengan luas area reklamasi sesuai dengan luas area yang dilakukan penambangan. Luas total yang akan direklamasi pada periode pertama yaitu seluas 3,0 Ha. Berdasarkan hasil penelitian PT XYZ merencanakan kegiatan reklamasi pada periode pertama (2020–2024) dengan luas 3,0 Ha. Rencana kerja reklamasi pada tahun kesatu dilakukan reklamasi pada blok RL 134-118 A. Pada tahun kedua dilakukan reklamasi pada blok RL 134-118 B. Pada tahun ketiga dilakukan reklamasi pada blok RL 140-120. Pada tahun keempat dilakukan reklamasi pada blok RL 140-122. Pada tahun kelima dilakukan reklamasi pada blok RL 142-118. Biaya rencana reklamasi yang dibutuhkan selama periode pertama yaitu sebesar Rp 399.140.404,-
Kajian Rencana Produksi Alat Gali Muat dan Angkut dalam Pengoptimalan Kegiatan Penambangan Emas di PT DEF Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Muhammad Yusuf Samith; Zaenal; Indra Karna
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.934 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.2206

Abstract

Abstract. PT DEF is a company engaged in mining with gold ore commodities located in Simpenan District, Sukabumi Regency, West Java Province. In mining activities, the use of tools in the form of digging, loading, and unloading equipment and transportation equipment. The type of equipment used is the Kobelco SK320 with a bucket capacity of 1.8 LCM as many as 2 units, while the conveyance is a Hino FM 260 JD type with a 20 LCM tailgate capacity of as many as 6 units. In the production target of 1,187,292 BCM/hour, the increase in production can be improved by following the standards of AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) and Ministerial Decree No. 1827/K/30/MEM/2018. AASHTO and Kepmen No.1827/K/30/MEM/2018. Supporting data for fuel is the geometry of the road, hours meter on the tool, the ratio of fuel and the value of the cost of the fuel produced as costs that must be incurred in mining activities using mechanical tools. In the results of the study, based on the specifications of the conveyance it has a width of 2,480 m so that in straight road conditions with 1 lane it gets 4,980 meters and in 2 lane conditions it gets 8,715 meters and the width of the bending road is 8.7 - 13.7 meters. For road slopes, the grade varies starting from 1.9% - 59.34% with a maximum standard grade of 12% so that 11 road segments are repaired. The actual superelevation condition starts from 13.91% - 68.97% based on the calculation of the minimum superelevation is 8% so that simulations are carried out on each superelevation segment. In terms of fuel consumption, the average loading and unloading equipment is 33.94 liters/month and in terms of fuel consumption for transportation equipment the average is 22.54 liters/month. for the fuel ratio of the digging equipment is 6.81 liters/month and the result of the calculation of the fuel cost of the digging equipment is Rp. 500,921,959 per month and the means of transportation is Rp. 712,937,371 per month. Abstrak. PT DEF merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dengan komoditas bijih emas yang terletak di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Dalam penunjang kegiatan penambangan, penggunaan alat mekanis berupa alat gali muat dan alat angkut. Jenis alat muat yang digunakan yaitu adalah Kobelco SK320 dengan kapasitas bucket 1,8 LCM sebanyak 2 unit, sedangkan pada alat angkut berjenis Hino FM 260 JD dengan kapasitas bak truck 20 LCM sebanyak 6 unit. Dalam pencapaian target produksi sebesar 1.187,292 BCM/Jam, peningkatan produksi dapat diperbaiki dengan mengikuti standar AASHTO ( American Association of State Highway and Transportation Officials) dan juga Kepmen No.1827/K/30/MEM/2018. AASHTO dan Kepmen No.1827/K/30/MEM/2018. Serta data yang menunjang untuk bahan bakar yaitu pada geomerti jalan, hours meter pada alat, fuel ratio dan dihasilkan nilai fuel cost sebagai biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan penambangan menggunakan alat mekanis. Pada hasil penelitian, berdasarkan spesifikasi alat angkut memiliki lebar sebesar 2,480 m sehingga pada kondisi jalan lurus dengan 1 jalur didapatkan 4,980 meter dan pada kondisi 2 jalur didapatkan 8.715 meter dan lebar jalan tikungan sebesar 8,7 - 13,7 meter. Untuk kemiringan jalan memiliki grade bervariasi dimulai dari 1,9% - 59,34% dengan standar grade maksimal sebesar 12% sehingga terdapat 11 segmen jalan yang diperbaiki. Kondisi superelevasi aktual dimulai dari 13,91% - 68,97% berdasarkan perhitungan superelevasi minimum adalah 8% sehingga dilakukan simulasi perbaikan pada setiap segmen superelevasi. Dalam konsumsi bahan bakar rata-rata alat gali muat ini sebesae 33,94 liter/bulan serta dalam konsumsi bahan bakar alat angkut rata-tara sebesar 22,54 liter/bulan. Untuk fuel ratio alat gali muat sebesar 6,81 liter/bulan dan hasil perhitungan fuel cost alat gali muat sebesar Rp 500.921,959 per bulan dan pada alat angkut sebesar Rp 712.937,371 per bulan.
Kajian Teknis Unjuk Kerja Peralatan Mekanis Terhadap Nilai Standar Unjuk Kerja Peralatan berdasarkan Kepmen No. 1827 Tahun 2018 pada Kegiatan Penambangan Batu Andesit di PT Mitra Multi Sejahtera, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur Dicky William; Zaenal; Sriyanti
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.834 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i1.2339

Abstract

Abstract. Based on data from the Ministry of Energy and Mineral Resources, regarding the technical achievement target of equipment performance, especially in the West Java area, the level of tool performance achievement is less than the value set in ESDM Ministerial Decree No. 1827 of 2018. So it is necessary to conduct a study related to factors that can affect achievement of the performance value of the equipment. A performance activity can be achieved by reviewing ongoing mining activities in the next 1 month which includes activities and transportation. One of the efforts is to know the productive time, calculate the time that occurs and the time to repair the tool if it breaks. The results of a technical study on the achievement of the performance value of mechanical devices referring to the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827 of 2018 show the achievement of the performance value of the tool except for the Use of Availability (UA) parameter for loading and unloading equipment which has a value of 61.70% (not achieved). The results of the assessment of the productivity of mechanical equipment showed achievement with a value for equipment of 83.14% (not achieved) and for transportation equipment of 83.80% (not achieved). To increase yields on parameters that are not achieved, it is necessary to carry out handling in the form of maximizing stone stock at the loading point so as not to cause long waiting times for mechanical equipment and also maintenance and repair of haul roads so that conveyance time can be trimmed so that the equipment does not require a long waiting time. time and maximize productivity value. The performance value of the Kobelco SK-200 Excavator backhoe loading tool includes Mechanical Availability (MA) of 98.95% (achieved), Physical Availability (PA) of 99.35% (achieved), Use of Availability (UA) of 61.70 % (not achieved) and Effective Utilization (EU) of 61.30% (not achieved). While the overall performance value of the DT Nissan Diesel CW450B conveyance unit consists of Mechanical Availability (MA) which is 99.68 – 99.88% (achieved), Physical Availability (PA) is 99.75 – 99.90% (achieved), Use of Availability (UA) is 77.94 – 79.89% (achieved) and Effective Usage (EU) is 77.85 – 79.71% (achieved). Abstrak. Berdasarkan data statistik Kementerian ESDM, mengenai target ketercapaian unjuk kerja peralatan mekanis di perusahaan tambang, khususnya di daerah Jawa Barat memiliki tingkat nilai ketercapaian unjuk kerja alat kurang dari nilai yang sudah ditetapkan pada Kepmen ESDM No.1827 Tahun 2018. Sehingga perlu dilakukaknnya kajian teknis yang berhubungan dengan faktor yang dapat mempengaruhi ketercapaian nilai unjuk kerja peralatan mekanis tersebut. Suatu nilai unjuk kerja peralatan mekanis dapat dicapai dengan mengkaji kegiatan penambangan yang sedang berlangsung pada 1 (satu) front penambangan yang mencakup aktivitas muat dan angkut. Salah satu upayanya ialah dengan mengetahui waktu produktif, menghitung waktu hambatan dan waktu perbaikan alat jika terjadi kerusakan. Hasil kajian teknis ketercapaian nilai unjuk kerja alat mekanis yang mengacu pada pada Kepmen ESDM No.1827 Tahun 2018 menunjukkan ketercapaian nilai unjuk kerja alat kecuali pada parameter Use of Availability (UA) alat muat yang memiliki nilai 61,70 % (tidak tercapai). Sedangkan hasil kajian pencapaian produktivitas alat mekanis menunjukkan ketercapaian dengan nilai untuk alat muat sebesar 83,14 % (tidak tercapai) dan alat angkut sebesar 83,80% (tidak tercapai). Untuk meningkatkan hasil pada parameter yang tidak tercapai, perlu dilakukan penanganan berupa memaksimalkan stok batu pada loading point agar tidak menimbulkan waktu tunggu alat mekanis yang lama dan juga perawatan dan perbaikan jalan angkut agar waktu angkut alat angkut dapat dipangkas sehingga alat muat tidak mengalami waktu tunggu yang lama dan memaksimalkan nilai produktivitas. Nilai unjuk kerja alat muat Excavator backhoe Kobelco SK-200 mencakup Mechanical Availability (MA) sebesar 98,95% (tercapai), Physical Availability (PA) sebesar 99,35% (tercapai), Use of Availability (UA) sebesar 61,70% (tidak tercapai) dan Effective Utilization (EU) sebesar 61,30% (tidak tercapai). Sedangkan nilai unjuk kerja keseluruhuan unit alat angkut DT Nissan Diesel CW450B mencakup Mechanical Availability (MA) ialah 99,68 – 99,88% (tercapai), Physical Availability (PA) ialah 99,75 – 99,9% (tercapai), Use of Availability (UA) ialah 77,94 – 79,89% (tercapai) dan Effective Utilization (EU) ialah 77,85 – 79,71% (tercapai).
Remaining Service Life Struktur Conveyor A pada Tambang Tambang Batubara PT XYZ di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan Fajar Arifianto; Elfida Moralista; Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.156 KB) | DOI: 10.29313/bcsme.v2i2.4246

Abstract

Abstract. Conveyor is one of the tools used to move excavated materials such as coal. The conveyor structure used is made of carbon steel. Conveyor structures can experience a decrease in quality due to corrosion. This study aims to determine the type of corrosion, corrosion control, and remaining service life of the conveyor structure. In this study, observations of environmental conditions include an average rainfall of 217.53 mm/year, an average air temperature of 27.22 ⁰C, and average relative humidity of 83.48%. The actual thickness measurement of the conveyor structure is carried out using the Ultrasonic Thickness GaugeTT 130 at 25 test points. The methodology used is by measuring the thickness reduction of the conveyor structure due to corrosion to determine the corrosion rate and remaining service life of the conveyor structure. The type of corrosion that occurs in the conveyor structure is uniform corrosion. The corrosion control method applied is the coating method with a 3-layer system including the primary coating using Seaguard 5000, intermediate coating using Sherglass FF, and top coating using Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane. The corrosion rate on the conveyor structure is 0.1733 – 0.3133 mm/year. Based on the table, the relative corrosion resistance of steel is in a good category. Remaining Service Life of the conveyor structure is 7.56 – 11.86 years. There are 8 or 32% of test points that are estimated to not reach the design life of the conveyor structure (15 years). Abstrak. Conveyor merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memindahkan material bahan galian seperti batubara. Struktur conveyor yang digunakan berbahan dasar baja karbon. Struktur conveyor dapat mengalami penurunan kualitas yang diakibatkan oleh korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis korosi, pengendalian korosi dan remaining service life struktur conveyor. Pada penelitian ini, pengamatan kondisi lingkungan meliputi curah hujan rata-rata 217,53 mm/tahun, temperatur udara rata-rata 27,22 ⁰C dan kelembapan relatif rata-rata 83,48 %. Pengukuran tebal aktual struktur conveyor dilakukan dengan menggunakan alat Ultrasonic Thickness GaugeTT 130 pada 25 test point. Metodologi yang digunakan yaitu dengan pengukuran pengurangan ketebalan struktur conveyor akibat korosi untuk menentukan corrosion rate dan remaining service life struktur conveyor. Jenis korosi yang terjadi pada struktur conveyor adalah korosi merata. Metode pengendalian korosi yang diaplikasikan yaitu metode coating dengan sistem 3 layer meliputi primer coating menggunakan Seaguard 5000, intermediate coating menggunakan Sherglass FF dan top coating menggunakan Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane. Corrosion rate pada struktur conveyor yaitu 0,1733 – 0,3133 mm/tahun. Berdasarkan tabel ketahanan korosi relatif baja termasuk ke dalam kategori good. Remaining Service Life struktur conveyor yaitu 7,56 – 11,86 tahun. Terdapat 8 atau 32% test point yang diperkirakan tidak dapat mencapai umur desain struktur conveyor (15 tahun).
Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Kegiatan Penambangan Batubara PT Pacific Global Utama di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan Vallen Aurelio Gemilang; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6202

Abstract

Abstract. PT Pacific Global Utama is a company engaged in the coal mining industry. Coal mining activities use digging-loading and hauling equipment using the Komatsu PC400 Lc Excavator and the Volvo A40F Articulated Dumptruck. There is a company Fuel Ratio target of 0.4 liters/BCM, which was not achieved as a result of the road geometry not conforming to standards. Efforts to reduce the Fuel Ratio are by studying the geometry of the haul road and making efforts to improve the haul road in order to increase the efficiency of fuel use for the transportation equipment. The purpose of this study is to optimize the mine road geometry which affects fuel consumption. The theory used in this study is based on AASHTO, and Minister of Energy and Mineral Resources Decree 1827K No. 30 of 2018. Production calculations are obtained by taking direct coal mining activities, while road geometry is measured using a roll meter, compass, and GPS, and validated using a map. Contours made using drones. The production of the digging equipment was 225.68 BCM/hour while the means of transportation were 225.43 BCM/hour, with the fuel consumption of the digging and loading equipment being 39.41 liters/hour/tool and the transportation equipment being 23.69 liters/hour/equipment. This study also examines the Fuel Ratio (FR) and Fuel Cost (FC) of transportation equipment before and after the road improvement recommendations, the actual FR is 0.52 liters/BCM with an actual FC of RP 2,029,885.51/shift/tool. Recapitulation of road repairs can increase the production of transportation equipment to 298.54 BCM/hour. There are changes in FR and FC in the road repair recommendations where FR becomes 0.397 liters/BCM and FC becomes RP 1,532,814.74/shift/equipment. Abstrak. PT Pacific Global Utama adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan batubara. Kegiatan penambangan batubara menggunakan alat gali-muat dan angkut memakai Excavator Komatsu PC400 Lc dan Articulated Dumptruck Volvo A40F. Terdapat target Fuel Ratio perusahaan sebesar 0,4 liter/BCM, yang tidak tercapai akibat dari geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar. Usaha untuk menurunkan Fuel Ratio tersebut dengan cara mengkaji geometri jalan angkut dan melakukan upaya perbaikan jalan angkut guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar alat angkut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengoptimalkan geometri jalan tambang yang berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Teori yang digunakan pada penelitian ini didasarkan pada AASHTO, dan Kepmen ESDM 1827K No.30 tahun 2018. Perhitungan produksi didapatkan dengan pengambilan langsung kegiatan penambangan batubara, sedangkan untuk geometri jalan diukur menggunakan alat bantu roll meter, kompas, dan GPS, serta divalidasi menggunakan peta kontur yang dibuat dengan menggunakan drone. Produksi alat gali-muat sebesar 225,68 BCM/jam sedangkan alat angkut 225,43 BCM/jam, dengan konsumsi bahan bakar alat gali-muat 39,41 liter/jam/alat dan alat angkut 23,69 liter/jam/alat. Penelitian ini juga mengkaji Fuel Ratio (FR) dan Fuel Cost (FC) alat angkut sebelum dan setelah rekomendasi perbaikan jalan, FR aktual sebesar 0,52 liter/BCM dengan FC aktual sebesar RP 2.029.885,51/shift/alat. Rekapitulasi perbaikan jalan dapat meningkatkan produksi alat angkut menjadi 298,54 BCM/jam.Terdapat perubahan FR dan FC pada rekomendasi perbaikan jalan dimana FR menjadi 0,397 liter/BCM dan FC menjadi RP 1.532.814,74/shift/alat.
Analisis Produksi Alat Gali Muat dan Alat Angkut pada Pemindahan Overburden Penambangan Batubara PT Duta Tambang Rekayasa di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Adam Sutodrono; Zaenal; Sriyanti
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6615

Abstract

Abstract. The research method used is to make measurements first, such as available time, productive time, inhibition time, circulation time, bucket capacity, material weight, material volume. The measurement of cycle time is aimed at digging and loading equipment and conveyance pairs in one mining cycle. The data processing carried out is looking for production and efforts to increase production on overburden removal. Environmental conditions in the 2017-2021 timeframe have an average rainfall of 219.25 mm/year. The efficiency of the loading and digging equipment is 77.92%, while for the transportation equipment it is 80.40%. The circulation time obtained for the digging equipment is 26.87 seconds or 0.45 minutes, and for the transportation equipment it is 5.47 minutes. The Swell Factor obtained was 79.86%, and the Fill Factor was 85.05%. Production results of loading and unloading equipment amounted to 473,20 tons/hour, and transportation equipment amounted to 473,98 tons/hour. The compatibility value of the tool is 0.97. The production target was 558.60 tons/hour. From this target, the production of loading and hauling equipment had not been achieved, then the compiler made efforts to improve production. Abstrak. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan pengukuran terlebih dahulu, seperti waktu tersedia, waktu produktif, waktu hambatan, waktu edar, kapasitas bucket, berat material, volume material. Pengukuran waktu edar ditujukan pada alat gali-muat serta pasangan alat angkut dalam satu siklus penambangan. Pengolahan data yang dilakukan adalah mencari produksi dan upaya peningkaan produksi pada pemindahan overburden. Kondisi lingkungan dalam rentang waktu 2017-2021 memiliki curah hujan rata-rata 219,25 mm/tahun. Efisiensi alat gali muat sebesar 77,95 %, sedangkan untuk alat angkut senilai 80,45 %. Waktu edar yang didapatkan pada alat gali muat sebesar 26,87 detik atau 0,45 menit, serta untuk alat angkut sebesar 5,47 menit. Swell Factor yang didapatkan sebesar 79,88 %, dan Fill Factor sebesar 85,05 %. Hasil Produksi alat gali muat sebesar 473,20 ton/jam, serta alat angkut sebesar 473,98 ton/jam. Nilai keserasian alat adalah 0,97. Target produksi adalah 558,60 ton/jam dari target tersebut produksi alat gali muat dan angkut belum tercapai, kemudian penyusun melakukan upaya perbaikan produksi.
Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Pengupasan Overburden Tambang Batubara PT Hillconjaya Sakti Jobsite Sebuku Tanjung Coal Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan Tendi Fernando; Zaenal; Sriyanti
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6981

Abstract

Abstract. PT Hillconjaya Sakti was established in 1995 in Pulau Laut Tengah District, Kotabaru Regency, South Kalimantan Province. The company is engaged in mining contractors and civil works. Overburden loading activities use Liebherr 9200 with actual production of 721.43 BCM/hour while production target of 800 BCM/hour, transportation using Komatsu HD 785 with 720.56 BCM/hour while production target of 800 BCM/hour, and actual fuel ratio of 0.28 liters/BCM while the fuel ratio target is 0.20 liters/BCM, because it has not reached the fuel ratio target company, it is necessary to conduct an analysis of the effect of fuel consumption. One of the factors that affect fuel consumption is the condition of the road geometry. For this reason, it is necessary to carry out an analysis to increase the production of transportation equipment with appropriate fuel consumption. The purpose of this study is to determine the condition of road geometry, production of mechanical devices, average fuel consumption, and fuel ratio value. Road geometry analysis is guided by the theory of AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) by observing the width of the road in straight conditions, the width of the road in bend conditions, and the slope of the road, which is 12%, in addition to the required data on fuel consumption, distribution time, obstacle time, filling factor, and development factors. These results will get the travel time and speed needed to be compared with fuel consumption, so companies must analyze the effect of road geometry on fuel consumption to improve production results so that the fuel ratio target can be achieved. The geometry of the road in the study area such as the road width in the straight conditions of segments A-B, C-D, D-E, E-F, F-G, and I-J while the road width in the bend conditions of segments A-B, D-E, F-G, H-I, J-K, and M-N, the slope of the road in the F-G segment is 14.22% still not in accordance with AASHTO standards so it is necessary to make improvements. The production of transportation equipment repairs amounted to 980.48 BCM/hour, so that the production target was achieved. The average fuel consumption of the loading device is 51.2 liters/hour. The fuel ratio value after repair was obtained at 0.20 liters/BCM. Abstrak. PT Hillconjaya Sakti didirikan pada tahun 1995 di Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Perusahaan ini bergerak di bidang kontraktor pertambangan dan pekerjaan sipil. Kegiatan pemuatan overburden mengunakan Liebherr 9200 dengan produksi aktual sebesar 721,43 BCM/jam sedangkan target produksi sebesar 800 BCM/jam, pengangkutan menggunakan Komatsu HD 785 dengan sebesar 720,56 BCM/jam sedangkan target produksi sebesar 800 BCM/jam, dan fuel ratio aktual 0,28 liter/BCM sedangkan target fuel ratio sebesar 0,20 liter/BCM, karena belum mencapai target fuel ratio perusahaan, maka perlu dilakukanya analisis terhadap pengaruh konsumsi bahan bakar. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar yaitu kondisi geometri jalan. Untuk itu perlu dilakukannya analisis untuk meningkatkan produksi alat pengangkutan dengan konsumsi bahan bakar yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kondisi geometri jalan, produksi alat mekanis, rata-rata konsumsi bahan bakar, dan nilai fuel ratio. Analisis geometri jalan berpedoman pada teori AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) dengan mengamati lebar jalan pada kondisi lurus, lebar jalan pada kondisi tikungan, dan kemiringan jalan yaitu sebesar 12%, selain itu diperlukan data konsumsi bahan bakar, waktu edar, waktu hambatan, faktor pengisian, dan faktor pengembangan. Hasil tersebut akan mendapatkan waktu tempuh dan kecepatan yang dibutuhkan untuk dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar, sehingga perusahan harus menganalisis pengaruh geometri jalan terhadap konsumsi bahan bakar untuk memperbaiki hasil produksi agar target fuel ratio dapat tercapai. Geometri jalan pada daerah penelitian seperti pada lebar jalan pada kondisi lurus segmen A-B, C-D, D-E, E-F, F-G, dan I-J sedangkan lebar jalan pada kondisi tikungan segmen A-B, D-E, F-G, H-I, J-K, dan M-N, kemiringan jalan pada segmen F-G yaitu 14,22% masih belum sesuai dengan standar AASHTO sehingga perlu dilakukanya perbaikan. Produksi perbaikan alat pengangkutan sebesar 980,48 BCM/jam, sehingga target produksi tercapai. Rata-rata konsumsi bahan bakar alat pemuatan yaitu sebesar yaitu sebesar 51,2 liter/jam. Nilai fuel ratio setelah perbaikan didapatkan sebesar 0,20 liter/BCM.
Rencana Teknis dan Ekonomis Reklamasi Tambang Andesit PT XYZ di Desa Lagadar, Kampung Leuwidulang, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Mestiya Gusjuliasih; Yunus Ashari; Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8213

Abstract

Abstract. In the mining industry, reclamation activities are mandatory, because mining activities cause changes to the landscape and environmental damage. Reclamation is an activity to achieve achievements to make improvements regarding land that has experienced disturbances caused by mining activities. The existence of reclamation activities can be useful if adjusted to the requirements or designation. With the existence of reclamation activities, the aim is that the ex-mining land will be sustainable or green again. In order for reclamation activities to be optimal, it must involve several aspects including regarding technical and economic plans, because optimal reclamation results can restore soil conditions to be stable and can be grown with plants. The purpose of reclamation is to develop technical and economic plans, to make reclamation activities run efficiently and to know the total price for reclamation needs. Reclamation activities at PT XYZ will be carried out in one period with an area to be reclaimed of 3,42 Ha according to the area of the mine opening. Technical plan activities will use mechanical devices, namely the Komatsu PC200 Excavator, the Hino FM260JD Dump Truck, and the Komatsu D85A-21 Bulldozer. The main crops used in the revegetation activities are upland rice, corn, and interplants in the form of peanut trees. The reclamation technical plan that will be carried out is up to the stage of maintenance and maintenance in order to achieve the success criteria in reclamation. Treatment is carried out by embroidering and applying insecticides or weeding to the main plants and insert plants. The total cost of the reclamation plan resulting from this technical plan is IDR 690.309.497,-. Abstrak. Dalam industri pertambangan kegiatan reklamasi adalah hal yang wajib untuk dilakukan, karena kegiatan penambangan menyebabkan perubahan pada bentang alam dan kerusakan lingkungan. Reklamasi adalah kegiatan untuk meraih pencapaian untuk melakukan perbaikan mengenai lahan yang telah mengalami gangguan yang disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Adanya kegiatan reklamasi dapat berguna apabila disesuaikan dengan persyaratan ataupun peruntukannya. Dengan adanya kegiatan reklamasi bertujuan agar lahan bekas pertambangan akan lestari atau hijau kembali lingkungannya. Agar kegiatan reklamasi menjadi optimal, maka harus melibatkan beberapa aspek, diantaranya mengenai rencana teknis dan ekonomis, karena hasil reklamasi yang optimal dapat mengembalikan kondisi tanah menjadi stabil dan dapat ditumbuhi dengan tanaman. Tujuan dilakukan reklamasi dengan menyusun rencana teknis dan ekonomis, dapat membuat kegiatan reklamasi berjalan dengan efesien dan dapat diketahui total harga untuk kebutuhan reklamasi. Kegiatan reklamasi pada PT XYZ akan dilakukan dalam satu periode dengan luas yang akan direklamasi sebesar 3,42 Ha sesuai dengan luasan bukaan tambang. Kegiatan rencana teknis akan menggunakan alat mekanis yaitu satu unit Backhoe Komatsu PC200, tiga unit Dump Truck Hino FM260JD, dan satu unit Bulldozer Komatsu D85A-21. Tanaman pokok yang digunakan dalam kegiatan revegetasi yaitu padi gogo, jagung, dan tanaman sisipan berupa kacang tanah. Rencana teknis reklamasi yang akan dilakukan yaitu hingga tahapan pemeliharaan dan perawatan agar tercapainya kriteria keberhasilan dalam reklamasi. Perawatan dilakukan dengan cara penyulaman serta pemberian insektisida atau penyiangan pada tanaman pokok dan tanaman sisipan. Adapun total biaya rencana reklamasi yang dihasilkan dari rencana teknis ini adalah Rp 690.309.497,-.