Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Potensi Energi Hybrid sebagai Energi Terbarukan di Daerah Aliran Panas Bumi Gunung Sibayak Nababan, Wilson Sabastian; Sianturi, Roy Lamrun; Sihombing, Suriady
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13898

Abstract

Potensi besar yang dimiliki oleh Gunung Sibayak tidak hanya terbatas pada pemanfaatan untuk keperluan kesehatan dan wisata, namun juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pembangkit listrik, khususnya energi terbarukan. penelitian ini akan menawarkan solusi energi hybrid yang efisien dan andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pembangkit hybrid dengan mengintegrasikan PLTMH type turbin propeler dengan teknologi TEG seri SP SP1848-27145 di daerah aliran air panas gunung sibayak. Metode penelitian melibatkan pengujian eksperimental pada turbin PLTMH dengan tiga variasi pengukuran debit aliran air 17,67 l/s, 25,51 l/s dan  35,35 l/s dan TEG dengan rangkaian seri-paralel. Parameter yang diukur adalah kecepatan putaran turbin rpm, daya generator PLTMH, beda temperatur TEG dan Daya TEG. Hasil pengujian menunjukkan pada putaran tertinggi 500 rpm diperoleh daya maksimal sebesar 158,08 Watt. Pada sistem TEG, daya yang dihasilkan TEG sebesar 20,64 watt pada perbedaan suhu 70,5˚C. Untuk proses Discharger baterai dari sistem PLTMH-TEG mampu mengisi baterai 12 V 40 W selama 12,1 Jam. Maka dapat disimpulakn potensi sumber aliran air panas gunung sibayak sangat efektifk digunakan sebagai pembangkit listrik.
Analisa Kebisingan Generator Mesin Screw Press Kapasitas 12 Ton/Jam Dengan Jarak 50cm, 100cm Dan 150cm Arah Longitudional, Vertikal Dan Horizontal Di PT. SOCFIN Indonesia Sihombing, Suriady; Nababan, Wilson Sabastian; Peranginangin, Siwan Ediamanta; Sibarani, Michael
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1805

Abstract

Tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pengepres kelapa sawit khususnya Generator Mesin Screw Press di pabrik kelapa sawit dapat diukur dengan pengukuran dari beberapa jarak. Dilakukan pada tiga jarak yang berbeda yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Langkah pertama menyiapkan sound level meter sebagai alat pendeteksi kebisingan pada mesin Screw Press, kemudian mengukur jarak antara posisi mesin Screw Press dengan sound level meter. Pada langkah selanjutnya kita bisa mengetahui tingkat kebisingan yang terbaca pada sound level meter. Dari 5 kali pengukuran penelitian generator mesin screw press arah longitudional, vertikal dan horizontal maka didapatkan hasil Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada penelitian pengukuran kedua jarak pengukuran 50 cm arah vertikal yaitu 90,2 db. Tingkat kebisingan terendah terdapat pada penelitian pengukuran keempat jarak pengukuran 150 cm arah horizontal yaitu 82.4 db. Sesuai dengan Kapmanker berdasarkan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada stasiun felt di Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia Kebun Sei Liput melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan Pemerintah Kep- 51/MEN/1999 yaitu 85 dB, disarankan hanya pekerja yang dapat diterima dengan batas waktu 7,5 menit per hari, maka selebihnya mereka diharuskan menggunakan pelindung telinga. nilai rata-rata dari cepat rambat gelombang kebisingan mesin screw press adalah 3,931 m/s.
Evaluasi Kinerja Mesin Pengering Surya Type Kolektor Pelat Datar Sebagai Pengering Cabai yang Efektif Sianturi, Roy Lamrun; Nababan, Wilson Sabastian; Sihombing, Suriady
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1849

Abstract

Studi ini menyelidiki efektivitas mesin pengering tenaga surya yang memanfaatkan sistem Kolektor Pelat Datar untuk pengeringan cabai. Studi ini bertujuan untuk menilai efisiensi pengering dalam berbagai kondisi lingkungan. Dalam studi ini, bertujuan untuk menilai efisiens dan mengevaluasi kinerja pengering cabai yang memanfaatkan energi matahari dengan sistem kolektor pelat datar Kolektor berukuran 2 meter x 0,8 meter digunakan untuk menangkap energi matahari, yang kemudian dialirkan ke ruang pengeringan berisi tiga rak baja tahan karat. Eksperimen menunjukkan bahwa pengering mampu menghasilkan suhu hingga 80°C. Pengukuran radiasi matahari dan kelembaban menunjukkan hubungan erat antara intensitas matahari siang hari dan kondisi pengeringan yang ideal. Laju pengeringan mengikuti pola tipikal pengeringan tenaga surya, dengan fase awal yang cepat diikuti fase yang lebih lambat. Efisiensi pengering mencapai puncaknya pada siang hari. Hasil ini memvalidasi desain pengering sebagai solusi potensial untuk pengeringan hasil pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut akan difokuskan pada optimasi desain dan material.
Analisa Kebisingan Generator Mesin Screw Press Kapasitas 12 Ton/Jam Dengan Jarak 50cm, 100cm Dan 150cm Arah Longitudional, Vertikal Dan Horizontal Di PT. SOCFIN Indonesia Sihombing, Suriady; Nababan, Wilson Sabastian; Peranginangin, Siwan Ediamanta; Sibarani, Michael
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1814

Abstract

Kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pengepres kelapa sawit khususnya pada generator mesin Screw Press di pabrik kelapa sawit dapat diukur dengan pengukuran berdasarkan jarak. Dimana pada penelitian ini jarak yang diukur yaitu 50 cm, 100 cm dan 150 cm. Pengujian dilakukan dengan 5 kali pengukuran penelitian. Pengujian dilakukan pada generator mesin Screw Press arah longitudional, vertikal dan horizontal dan diperoleh hasil tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada pengukuran kedua dengan jarak 50 cm arah vertikal yaitu 90,2 db. Tingkat kebisingan terendah terdapat pada penelitian pengukuran keempat jarak pengukuran 150 cm arah horizontal yaitu 82.4 db. Sesuai dengan Kepmenaker No. 51/MEN/1999 berdasarkan analisis deskriptif dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan yaitu 85 dB, pada stasiun kempa di Pabrik Kelapa Sawit PT. Socfin Indonesia Kebun Sei Liput melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang ditetapkan. Disarankan pekerja yang dapat diterima dengan batas waktu 7,5 menit per hari, dan diharuskan menggunakan pelindung telinga. Dengan nilai rata-rata dari cepat rambat gelombang kebisingan adalah 3,931 m/s.
Evaluasi Kinerja Mesin Pengering Surya Type Kolektor Pelat Datar Sebagai Pengering Cabai yang Efektif Sianturi, Roy Lamrun; Nababan, Wilson Sabastian; Sihombing, Suriady
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 6 No 2 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v6i2.1839

Abstract

Studi ini menyelidiki efektivitas mesin pengering tenaga surya yang memanfaatkan sistem Kolektor Pelat Datar untuk pengeringan cabai. Studi ini bertujuan untuk menilai efisiensi pengering dalam berbagai kondisi lingkungan. Dalam studi ini, bertujuan untuk menilai efisiens dan mengevaluasi kinerja pengering cabai yang memanfaatkan energi matahari dengan sistem kolektor pelat datar Kolektor berukuran 2 meter x 0,8 meter digunakan untuk menangkap energi matahari, yang kemudian dialirkan ke ruang pengeringan berisi tiga rak baja tahan karat. Eksperimen menunjukkan bahwa pengering mampu menghasilkan suhu hingga 80°C. Pengukuran radiasi matahari dan kelembaban menunjukkan hubungan erat antara intensitas matahari siang hari dan kondisi pengeringan yang ideal. Laju pengeringan mengikuti pola tipikal pengeringan tenaga surya, dengan fase awal yang cepat diikuti fase yang lebih lambat. Efisiensi pengering mencapai puncaknya pada siang hari. Hasil ini memvalidasi desain pengering sebagai solusi potensial untuk pengeringan hasil pertanian yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut akan difokuskan pada optimasi desain dan material.
Analisa Karakteristik Getaran Pada Mesin Asphalt Mixing Plant Tipe Apollo ANP- 1500 Berdasarkan Kapasitas Pembuatan Aspal Jalan Pada Daerah Horizontal, Vertikal Dan Longitudinal Berdasarkan Time Domain Sihombing, Suriady; Nababan, Wilson; Sidabutar, Ros Anita; Saragi, Yetty Riris; Lumbangaol, Partahi; Simanjuntak, Salomo
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 3 No 1 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.267 KB) | DOI: 10.36655/sprocket.v3i1.567

Abstract

Asphalt mixing plant machine is a tool used to process several materials into road asphalt, where it is necessary to know how to analyze the vibration characteristics of the asphalt mixing plant machine based on the capacity of making asphalt road in horizontal, vertical and longitudinal areas based on the time domain. The research method is carried out by collecting data on the amount of deviation, speed and acceleration that arise due to the processing of several materials so as to produce road asphalt based on differences in the capacity of different asphalt processed. Based on the measurement results, it is found that the highest vibration occurs at the asphalt mixing plant machine seat for a capacity of 60 tons/hour where the magnitude of the deviation is 0.222 mm in the horizontal direction at 100 seconds, the largest velocity is 11.99 mm/s horizontally in the second 40 mm/s and the largest acceleration is 369.7 mm/s2 in the horizontal direction of the 20th second. According to the ISO IS 2372 standard, the vibration of the Apollo ANP-1500 asphalt mixing plant machine enters class IV with a generator capacity above 75 KW, to be more precise (150KVA = 120KW). Then it can be analyzed that the generator vibration falls into the category of "vibration within tolerance limits and is only operated for a limited time" where the highest speed is 11.99 mm/s.
Pengaruh Material Reflektor Terhadap Kinerja Kompor Energi Surya Napitupulu, Richard A M; Manurung, Charles S.P; Naibaho, Waldemar; Sihombing, Suriady
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 3 No 2 (2022): Edisi Februari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.443 KB) | DOI: 10.36655/sprocket.v3i2.635

Abstract

The use of solar energy in Indonesia is the right choice as an alternative energy for energy needs in industry or to meet daily energy needs in households. To utilize solar energy for cooking purposes, a solar cooker can be used. Factors that affect the performance of this solar cooker in addition to the length of time it shines and the intensity of thermal radiation from the sun are the reflexivity of the collector material, the surface area of ​​the collector, the geometric shape and location of the focal point of the collector, the normal direction of the collector surface to the incoming sunlight, and the amount of heat loss to the surroundings. The materials used as reflectors in the research on this solar cooker are zinc (aluminum and galvanized) AL-Zn and black paint back ground mirror glass. This material is re-glued on top of a ready-made parabolic dish from the market. Then look for the focal point that corresponds to the diameter of the parabola. From the results of the study, it can be concluded that the back ground mirror glass material with black paint is better to use than the AL-Zn zinc plate if it is used as a raw material for the surface material (reflector) of solar cooker. Likewise, the efficiency of the solar oven in terms of the amount of heat that is converted into energy for heating the pot is better for a solar oven than a reflector with black paint back ground mirror glass material. And the efficiency of the solar cooker from the black paint back ground mirror on the first day is 16.4% to 25.7% on the second day, while the efficiency of the solar cooker from the AL-Zn zinc plate on the first day is 16.4% to second day 22.8%. The emissivity of the solar stove with AL-Zn zinc plate reflector on the first day was 0.02906 and on the second day 0.02892, while the emissivity of the solar cooker with black paint back ground mirror reflector on the first day was 0.01812 and the second day was 0 0.02544.
Analisa Karakteristik Getaran Pada Mesin Stone Crusher Berdasarkan Kapasitas Pemecah Batu Koral 50 Ton/Jam Pada Daerah Horizontal, Vertikal dan Longitudinal Berdasarkan Time Domain Sihombing, Suriady; Naibaho, Waldemar; Nababan, Wilson; Sinaga, Amran
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 4 No 2 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v4i2.895

Abstract

Stone Crusher Machine is one type of machine that is very popularly used among road construction in Indonesia, whether it is used for road or building transportation purposes where it is necessary to know how to analyze the vibration characteristics of the Stone Crusher machine based on the capacity of breaking coral in horizontal, vertical and longitudinal areas. based on the time domain. The research method is carried out by collecting data on the magnitude of the deviation, speed and acceleration that arise due to the process of breaking coral so that it produces several dimensions of the size of crushed stone. This study conducted tests at three points, namely the primary crusher, secondary crusher and tertiary crusher with a capacity of 50 tons/hour. Based on the measurement results, it is found that the highest vibration occurs in the horizontal direction of the secondary crusher machine seat where the displacement is 125.3 µm in the horizontal direction at 15 seconds, the largest velocity (Velocity) is 4.79 mm/s in the primary crusher. horizontal direction at the 45th second. and the magnitude of Acceleration (Acceleration) 1236 mm/s2 is found in the tertiary crusher vertical direction at the 45th second. According to the ISO 10816-3 standard, the vibration response results at the highest speed are 4.79 mm /s, categorized in zone B is light green, the vibration of the machine is good and can be operated without restrictions.
VARIASI DIAMETER PULLY MESIN PENGIRIS SINGKONG DENGAN SISTEM CRANKSHAFT Samosir, Shandy Arion Pratama; Purba, John Sufriadi; Naibaho, Winfrontstein; Sihombing, Suriady; Nababan, Wilson S; Peranginangin, Siwan Ediamanta
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 5 No 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v5i1.1091

Abstract

Mesin pengiris singkong dengan sistem crankshaft ini dirancang bertujuan untuk mempermudah meningkatkan nilai tambah dan efisiensi dari sebuah proses pembuatan singkong terhadap hasil irisan singkong. Mesin ini digunakan untuk membantu para petani kecil untuk menghasilkan produk yang besar, hemat waktu dan tenaga kerja. Pada dasarnya prinsip kerja mesin pengiris singkong ini berawal dari sebuah motor listrik yang menghasilkan daya dan putaran yang ditransmisikan ke poros. Dalam prosesnya kami mengalami masalah mengenai variasi hasil kualitas dan kuantitas dari mesin pengupas ini yang bertujuan untuk meningkatkan performa mesin. Untuk dapat mengatasi variasi hasil tersebut dapat dilakukan pengujian dalam tiga kali pengujian dengan 1 kg tiap pengujian dengan 3 variasi diameter puli yaitu 115 mm (6 inch), 87 mm (3 inch) dan 79 mm (3,425 inch). Hasil pengujian dengan menggunakan daya motor listrik sebesar 0,5 HP dan efisiensi tertinggi didapat sebesar 18 detik.
Analisis Pengaruh Variasi Campuran Briket Tongkol Jagung dan Briket Tempurung Kelapa Sebagai Energi Alternatif Sianturi, Roy Lamrun; Nababan, Wilson Sabastian; Peranginangin, Siwan Ediamanta; Sihombing, Suriady; Tampubolon, Hendra Ricardo
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 5 No 1 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v5i1.1191

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menegetahui tingkatan nilai kalornya dari setiap variasi campuran briket dan bahan bakar yang berkualitas. Prosedur penelitian secara umum dilaksanakan dalam dua tahap pembuatan, yaitu pembuatan briket arang dan pengujian briket arang. Pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat nilai kalor camuran briket arang dan tongkol jagung. Hasil pengujian diperoleh dengan penambahan arang tempurung kelapa dapat meningkatkan kualitas briket arang tongkol jagung dengan nilai kerapatan mesh 400 (0,61-0,70 gr/cm3) dan mesh 800 (0,57–0,65), kadar karbon terikat pada mesh 400 (23,52-57,95%) dan pada mesh 800 (11,74 - 44.65), nilai kalor (14522.11282-24486.21246 kJ/kg), kadar air pada mesh 400 (7,7-4,8%),dan pada mesh 800(9,6 – 7,73), nilai kadar zat menguap pada mesh 400(39,37-26,64%)dan pada mesh 800 (53,03 – 29,37), nilai kadar abu pada mesh 400 (30,10-11,72%) dan mesh 800 (33,04 – 18,35). Nilai kalor tertinggi pada mesh 600 dengan perbandingan komposisi 75% serbuk tongkol jagung dengan 25% serbuk tempurung. Semakin tinggi nilai kadar karbon terikat maka semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan dan semakin kecil nilai kadar air,kadar zat menguap, kadar abu maka semakin bagus nilai kalornya. Maka briket arang yang mempunyai kualitas lebih baik dan mendekati standar adalah briket arang dengan kombinasi 0% arang tongkol jagung : 100% arang tempurung kelapa.