Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penguatan Literasi Digital Bagi Guru-Guru Di UPTD SD Negeri 122345 Kecamatan Siantar Timur Barus, Maria; Saragih, Reagan Surbakti; Sirait, Gloria; Simbolon, Feliks; Simanjuntak, Sondang; Saragih, Yuli Yoci; Wardany, Nur; Saragih, Mawarni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4096

Abstract

UPTD SD Negeri 122345 Kecamatan Siantar Timur merupakan salah satu sekolah tempat mahasiswa Prodi PGSD FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar dan sudah mengadakan MoU melalui Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar. Urgensi dari PkM ini adalah berlakunya kurikulum Merdeka di Tingkat SD mengharuskan guru-guru beradaptasi demi lancarnya proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka Belajar yang menekan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yakni pada kebutuhan dan minat peserta didik dengan memperhatikan konten, proses, produk, pendidik (guru atau dosen), dapat menyesuaikan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran dengan mengunakan digitalisasi sebagai media pembelajar di kelas. Penggunaan media digital dalam proses pembelajaran dibutuhkan kemampuan berliterasi digital yang cakap dan benar. Informasi digital yang semakin mudah didapatkan membuat para siswa semakin dekat terhadap Hoax dan berita provokasi yang dapat memecah persatuan. Sehingga perlu diadakannya penguatan literasi digital kepada guru-guru di SD Negeri 122345 sebagai pendidik untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap siswa bagaimana berliterasi digital yang cakap dan benar.  Metode yang digunakan pada PkM ini adalah dengan Pendidikan/edukasi, pelatihan dan pendampingan. Dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: Diskusi menemukan masalah, sosialisasi literasi teknologi dan digital, pelatihan penguatan literasi teknologi, pendampingan I, pendampingan II, dan evaluasi. Dari hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan berhasil meningkatkan kompetensi teknologi informasi di kalangan guru-guru SD Negeri 122345. Melalui serangkaian pelatihan, workshop, dan sesi pendampingan, guru-guru menjadi lebih percaya diri dan terampil dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Antusiasme guru-guru juga terlihat dari munculnya 8 pertanyaan yang ditujukan kepada Tim Pengabdian terkait materi yang diberikan.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V UPTD SD Negeri 122384 Pematangsiantar Tahun Ajaran 2024/2025 Samuel Alexander Frederik Manurung; Barus, Maria; Sibarani, Imelda Sabrina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan model pembelajaran Talking Stick terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas V di UPTD SD Negeri 122384 Pematangsiantar tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain Pre-Experimental jenis One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas V sebanyak 25 orang yang dipilih melalui teknik Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda sebanyak 25 butir soal yang sebelumnya telah melalui tahap validasi dan pengujian reliabilitas serta analisis daya pembeda dan tingkat kesulitan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan uji peningkatan skor (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest siswa sebesar 51,6 dengan tingkat ketuntasan 16%, yang kemudian meningkat menjadi 87,6 dengan tingkat ketuntasan mencapai 96% pada posttest. Hasil analisis normalitas menunjukkan distribusi data normal, dan skor N-Gain rata-rata sebesar 0,7619 menunjukkan kategori peningkatan tinggi, dengan efektivitas pembelajaran sebesar 76,19%. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji N-Gain terdapat pengaruh model pembelajaran talking stick terhadap hasil belajar IPAS siswa.
The Influence of the Creative Problem-Solving Learning Model on the Creative Thinking Skills of Students of Natural and Social Science Subjects in Grade IV of SD Negeri 091264 Dolok Malela Putri, Giana; Simamora, Aprido Bernando; Barus, Maria
Holistic Science Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Holistic Sciences
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar NOMOR AHU-0003295.AH.01.07 TAHUN 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/hs.v5i2.1268

Abstract

This study aims to determine the effect of the Creative Problem Solving (CPS) learning model on students' creative thinking skills in the fourth grade science subject of SD Negeri 091264 Dolok Malela. This study used a quantitative approach with a pre-experimental method and a one-group pretest-posttest design. The sample in this study were all 22 fourth grade students. The research instrument was a descriptive test compiled based on four indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. Data were analyzed using the N-Gain test and paired sample t-test. The results showed that there was an increase in the average score of creative thinking skills on all indicators after the application of the CPS model. The average posttest score was higher than the pretest, with the average N-Gain being in the moderate category. The paired sample t-test showed a significance value of less than 0.05, which means there was a significant difference between the pretest and posttest results. These findings indicate that the CPS model is effective in improving students' creative thinking skills. Thus, the Creative Problem-Solving learning model can be used as an alternative science learning strategy that can encourage students to think more creatively, actively, and independently in solving problems. This model is also relevant for application in thematic learning contexts in elementary schools.