Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analysis of The Causes of Delay Completion of Development Projects Workshop Facility - Bekb, Melak, East Kalimantan Hamonangan Girsang; Refianda Eki Putra; Irriene Indah Susanti; Yopi Lutfiansyah
Journal of World Conference (JWC) Vol. 4 No. 3 (2022): May 2022
Publisher : NAROTAMA UNIVERSITY, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction projects often suffer from poor performance in terms of execution time management. This is a problem that must be taken seriously. When a delay occurs in a project, there will be additional costs that must be incurred outside the contract and can cause losses for the parties involved, especially the construction contractor. Therefore, it is necessary to pay more attention to the delay in implementation time. The research method used in this research is descriptive quantitative by determining the research variables based on previous journals. Supported by the distribution of phase 1 questionnaires and phase 2 questionnaires which were distributed to 40 respondents related to the Facility Workshop development project located in Melak, East Kalimantan. The questionnaire analysis was assisted by the SPSS version 25 program. The analyzes used were Validity Test, Reality Test, Descriptive Statistical Analysis, Normality Test, Multiple Regression Test, T Test and F Test. From this study, the factors causing delays based on descriptive statistical analysis that meet the requirements of the T-test are material factors (X1), with the indicator "Incorrect material delivery schedule (X1.2)" then supported by the results of multiple linear regression analysis with coefficient positive regression, meaning that there is a significant effect between variables and project delays.
Analisis Kualitas Pekerjaan Konstruksi BTS PT. XYZ di Daerah Terpencil Menggunakan Structural Equation Modeling untuk Meningkatkan Kinerja Waktu Lutfiansyah, Yopi; Girsang, Hamonangan
Rekayasa Sipil Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2024.v13.i2.01

Abstract

Untuk memungkinkan akses cepat ke layanan suara dan internet, infrastruktur telekomunikasi diperlukan di daerah-daerah terpencil  atau daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Untuk mencegah pengerjaan ulang yang dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus dilakukan dengan cepat dan berkualitas tinggi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pekerjaan di bawah standar di daerah terpencil (3T) dan meminimalkan faktor-faktor tersebut sehingga masyarakat dapat menerima layanan yang diinginkan sesuai jadwal. Studi ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Halmahera Barat. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner, dan metode SEM-PLS digunakan untuk pengolahan statistik. Sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi ketidaksesuaian kualitas pekerjaan sipil bergantung pada jadwal pemberi tugas. Faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap ketidaksesuaian indikator kualitas pekerjaan PT XYZ adalah sebagai berikut: Jumlah peralatan kurang, Peralatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, Ketepatan jadwal pengiriman material, Keadaan cuaca tidak menentu. Statistik T sebesar 4,298 > 1,96 (berpengaruh positif dan signifikan) menunjukkan bahwa jumlah peralatan kurang merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan
Pemberdayaan Tukang Bangunan melalui Pelatihan Metode Pembesian Rumah Ramah Gempa untuk Meningkatkan Kapasitas Tukang dan Ketangguhan Konstruksi Fertilia, Novika Candra; Lutfiansyah, Yopi; Darma, Edifrizal; Fertilia, novika
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i07.2412

Abstract

Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, merupakan wilayah rawan gempa dengan tingkat kerusakan bangunan tinggi akibat kurangnya pemahaman tukang bangunan lokal terhadap prinsip konstruksi tahan gempa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam metode pembesian struktur rumah ramah gempa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan Community-Based Training dan practice-based learning. Kegiatan melibatkan pemaparan materi, praktik lapangan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi sebesar 54%, khususnya dalam teknik pembesian, penggunaan alat bantu seperti concrete mixer dan bar bender, serta kesadaran terhadap keselamatan kerja (K3). Program ini juga memperkuat struktur organisasi komunitas tukang sebagai langkah awal menuju pemberdayaan dan ketangguhan konstruksi berbasis masyarakat.
Pelatihan Tukang Dalam membuat Campuran Beton Untuk Bangunan Rumah Ramah Gempa Mirnayani, Mirnayani; Aseanto, Resi; Suwandari, Yunita Dian; Lutfiansyah, Yopi
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1969

Abstract

Pandeglang, Banten merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, di mana sebagian besar rumah dibangun oleh tukang bangunan yang belum memiliki pelatihan teknis dalam pembuatan beton tahan gempa. Rendahnya mutu campuran beton menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan saat terjadi gempa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam membuat campuran beton sesuai standar SNI 2847:2019 melalui pelatihan teori dan praktik. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa, praktik pencampuran beton menggunakan concrete mixer, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 58%, dengan tingkat kepuasan 82% menyatakan sangat puas. Para tukang juga mampu mengoperasikan alat modern dan memahami teknik pencampuran serta curing beton. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya guna memperkuat ketahanan konstruksi masyarakat.
The Influence of the Material Specification Plan of Gas Transmission Pipeline Construction on Cost Performance Girsang, Hamonangan; Lutfiansyah, Yopi; Rochmad, Imbuh
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.03.12

Abstract

The fulfillment of gas networks in industry and households continues to be developed to meet the needs of gas consumers with piping systems in households and industries so that the construction of gas transmission pipeline projects which are the main routes before being distributed to households or certain sectors continues to be carried out, this study aims to find the impact of costs when detailed engineering design of pipes based on the specifications of the pipes used compared to the basic conceptual design. The method used in this study is quantitative, involving field engineering surveys, followed by volume analysis based on work methods, and subsequently unit price analysis. The data generated by the detailed engineering design is compared with the conceptual design volume. An integrated design contractor carries out the construction of a 74-kilometer gas transmission pipeline located on the edge of toll roads and national roads, and its construction implementation. In contrast, the basic conceptual design is carried out by a consultant with an estimated volume of work to be carried out with various work methods, including the Horizontal Directional Drilling method of 5,439 meters, the Auger Boring method of 228 meters, and the Open Cut method of 68,333 meters. According to the technical specifications, the pipe material used varies in each work method, depending on the stress-strain during construction. Integrated design and build contractors are required to perform detailed detailing of conceptual design by verifying through engineering surveys to obtain the necessary volume, following the implementation method associated with using pipe materials for cost management. This study found that the influence of pipe material specifications based on work methods resulted in an 18.3% increase in costs.
Analisis Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera di Segmen Sumatera Selatan Lutfiansyah, Yopi
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2023.v12.i1.07

Abstract

Salah satu masalah terpenting dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah keterlambatan (delay) jadwal proyek. Keterlambatan pelaksanaan proyek selalu menimbulkan akibat yang cukup merugikan bagi pihak pengguna dan penyedia jasa. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor yang sangat mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan tol trans Sumatera di segmen Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data melalui teknik kuesioner (angket) dan diolah menggunakan metode statistik SEM-PLS. Penelitian ini ditargetkan untuk dimasukan ke dalam luaran publikasi ilmiah nasional dan Jurnal Rekayasa Sipil. Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking-rangking tiap faktor yang berpotensi terhadap keterlambatan proyek (pada progress 100%) sesuai schedule proyek yang ditetapkan oleh pemilik proyek dan kontraktor. Faktor-faktor yang berpotensi penyebab keterlambatan schedule proyek yang dilaksanakan oleh PT. X secara berurutan dimulai dari penyebab terbesar sebagi berikut: (1). Akuisisi lahan, (2) Sengketa lahan, (3). Keterlambatan material ke proyek , (4) Perbaikan pekerjaan/Rework
Pelatihan Tukang Dalam membuat Campuran Beton Untuk Bangunan Rumah Ramah Gempa Mirnayani, Mirnayani; Aseanto, Resi; Suwandari, Yunita Dian; Lutfiansyah, Yopi
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1969

Abstract

Pandeglang, Banten merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, di mana sebagian besar rumah dibangun oleh tukang bangunan yang belum memiliki pelatihan teknis dalam pembuatan beton tahan gempa. Rendahnya mutu campuran beton menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan saat terjadi gempa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam membuat campuran beton sesuai standar SNI 2847:2019 melalui pelatihan teori dan praktik. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa, praktik pencampuran beton menggunakan concrete mixer, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 58%, dengan tingkat kepuasan 82% menyatakan sangat puas. Para tukang juga mampu mengoperasikan alat modern dan memahami teknik pencampuran serta curing beton. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya guna memperkuat ketahanan konstruksi masyarakat.
Comparative Analysis of Building X's Fiber Polymer Composite and Conventional Method Beam Reinforcement Time Performance lutfiansyah, Yopi; Girsang, Hamonangan; Novika Candra F; Agus Supiyat
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.01.9

Abstract

Initially, Building X in Jakarta functioned as a typical office building. Reinforcement was necessary because the building's purpose had changed to a bank office, which required a space for archives that necessitated a relatively large storage area. As is well known, if a structure bears too heavy a load or is not built properly, it will bend beyond its strength and split or break. The main factor is the change in buildings or other structures. The strength of a building's structure must be considered when it undergoes changes or additional loads, such as the addition of floors, increased loads, changes in the building's purpose, or alterations in its layout. The purpose of this study is to compare the performance time of beam reinforcement using the conventional method (jacketing) with Fiber Polymer composites in Building X. By examining the duration of each task specified in the detailed work structure, this methodology is based on empirical research and field observations. Based on the time study, it took 6 days to reinforce the beam structure using fiber polymer composites, compared to 17 days when using a jacketing system with concrete. Therefore, the use of fiber polymer composites resulted in a time efficiency of 64.7%.