Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH DOSIS DAN SAAT INOKULASI Lemna polyrhiza TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH Aristiani, Nia Nur; Widyasunu, Purwandaru; Supartoto, Supartoto
Agrin Vol 21, No 1 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.1.337

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui: 1) dosis optimum inokulasi Lemna polyrhiza (Lp) bagi padi di lahansawah, 2) waktu inokulasi Lp terbaik bagi pertumbuhan dan produksi padi sawah, dan 3) interaksi dosis dan saatinokulasi Lp bagi padi sawah. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) tigakali ulangan. Faktor yang dicoba: 1) dosis aplikasi Lp (D): D0 (kontrol atau tanpa Lp); D1 (25 g Lp m-1); D2 (50g Lp m-1), dan D3 (75 g Lp m-1), serta 2) saat inokulasi Lp (P): P1 (padasaat tanam padi) dan P2 (14 hari setelahtanam padi). Variabel yang diamati: tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, tingkat kehijauan daun, bobot jeramiper rumpun, bobot jerami/ha, jumlah gabah per malai, bobot 1000 biji, bobot gabah kering/ rumpun, serapannitrogen, dan prosentase penutupan petak percobaan oleh Lp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Lpmemberikan pengaruh sangat nyata terhadap variabel tingkat kehijauan daun dengan hasil tertinggi pada perlakuanD2 (50 g Lp m-1) dan prosentase penutupan petak percobaan oleh Lp dengan hasil terbaik pada perlakuan D3 (75g Lp m-1). Hasil gabah tertinggi dicapai oleh perlakuan D1P1 dengan rata-rata hasil 1,56 ton/ha (konversi). Saatinokulasi Lp berpengaruh nyata terhadap bobot seribu biji, bobot tertinggi pada perlakuan P1 (bersamaan saattanam padi); prosentase penutupan percobaan petak oleh Lp terbaik pada perlakuan P1 (bersamaan saat tanampadi). Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap prosentase penutupan petak percobaan oleh Lp denganhasil terbaik pada perlakuan D3 x P2 (75 g Lp m-1 yang diberikan 14 hari setelah tanam padi).Kata kunci: Padi, L. polyrhiza, dosis dan saat inokulasi L. polyrhizaABSTRACTThis research aimed to found-out: 1) the optimum dose of Lemna polyrhiza (Lp) innoculation to lowlandrice, 2) the best innoculation time of Lp to growth and yield of lowland rice, and 3) the dose and inoculation timeinteractions of Lp torice. Theexperiment was the factorial Randomized Complete Block Design repeated by threetimes. The factors were tested: 1) Lp innoculation dose: D0 (control or non Lp), D1 (25 g Lp m-1), D2 (50 g Lpm-1),and D3 (75 g Lp m-1), and 2) Lp’s innoculation time (P): P1 (at rice plant planting) and P2 (14 days afterrice planting). The variables observed: the plant height, number of productive tillers, leaf greeness level, strawdry weight/hill, straw dry weight/ha, number of grain/panicle, 1000 grain weight, grain dry weight/hill, nitrogenuptake, and the Lp covering percentage. The resultshowed: The Lpdose gave very significant effect to leaf greenesslevel at D2 (50 g Lp m-1) and to the Lp covering percentage at D3 (75 g Lp m-1), both were the best values. Thehighest rice yield was achieved by D1P1 by 1,56 ton/ha (conversion average). Innoculation time of Lp gavesignificant effect: to 1000 grain weight at P1 (at rice planting) as the best results, and to the Lp coveringpercentage (the best result was P1). The best combination of treatmentwhich gave significant effect to thepercentage of covering experiment field was D3 x P2 ( 75 g Lemna m-1 which was innoculated at 14th day afterrice planting).Keywords: Rice, L. polyrhiza, dose and innoculation time of L. polyrhiza
Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung Sebagai Bahan Bokashi Untuk Pengembangan Edamame di Baturraden Faozi, Khavid; Supartoto, Supartoto; Musthafa, Muhammad Bachtiar; Yoko, Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i1.1619

Abstract

Limbah tongkol jagung dari kegiatan pasca panen jagung pipilan di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden belum dimanfaatkan. Limbah yang berupa klobot, sumbu tongkol, dan biji hampa merupakan bahan organik dapat diolah menjadi bokashi untuk menyuburkan tanah. Tujuan kegiatan PKM Berbasis Riset yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani, utamanya Kelompok Tani Margo Raharjo III mengenai pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai bahan baku bokashi; dan aplikasinya untuk budidaya edamame. Kegiatan meliputi alih teknologi berupa ceramah dan diskusi dilanjutkan dengan praktik pembuatan bokashi berbahan limbah tongkol jagung. Bokashi tersebut selanjutnya digunakan untuk demplot budidaya edamame secara komersial sesuai prosedur operasional baku budidaya menggunakan mulsa plastik. Pelatihan pembuatan bokashi dan budidaya edamame dalam bentuk ceramah dan diskusi dengan materi sebanyak 2 kali, sedangkan pendampingan teknis budidaya dilakukan secara periodik 2 minggu sekali pada tahapan pertumbuhan penting tanaman mulai dari persiapan lahan sampai dengan panen. Kacang edamame yang dibudidayakan dan diberi bokashi limbah tongkol jagung dapat tumbuh dan berproduksi baik dengan bobot rata-rata 150 s.d 200 gram per tanaman. Potensi pasar kacang edamame juga tinggi sehingga prospektif dikembangkan di Baturraden.
Model for Enhancing the Competitiveness of the Food Industry and Urban Farming Business Community: A Case Study of the Kedaireka IRT–UM Grant Setianingrum, Any; Nugroho, Randhy; Deviastri, Lily; Annisa, Intan Tri; Gani, Ariel Nian; Rofi'i, Muhammad; Nurhayati, Ely; Juhaeni, Ade Hilman; Supartoto, Supartoto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 4 (2025): December
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.102540

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) continue to face significant competitive pressures in an increasingly dynamic market environment, requiring sustainable and niche-based strategies to strengthen their competitiveness. This condition is experienced by CheekMe Mie Sehat, Kuliner Warteg Kalkul Bahari, and the Mustika Farmer Group (fostered partners of YARSI University) which have encountered business stagnation and difficulties in scaling up, particularly in product innovation, marketing, business governance, and compliance with quality standards. In response, a competitiveness enhancement model was developed and implemented through a combination of training and non-training interventions. The activities were conducted from November to December 2024 and included workshops, talk show sessions, certification assistance, laboratory testing, and the provision of digital and production infrastructure. The effectiveness of the program was evaluated using pre-test and post-test measurements, participant engagement, and observed improvements in business practices. The results indicate a measurable increase in participants’ knowledge, skills, and institutional capacity, demonstrating that an integrated and multidimensional approach can effectively enhance the competitiveness and sustainability of MSMEs in the food industry and urban farming sector.