Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Milk Production and Reproductive Performance of Holstein Friesian Dairy Cattle in the Working Area of ​​South Bandung Pangalengan Animal Husbandry Cooperative (KPBS) Bandung Regency Tendy Kusmayadi; Ibrahim Hadist
Buletin Peternakan Vol 47, No 1 (2023): BULETIN PETERNAKAN VOL. 47 (1) FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v47i1.77712

Abstract

Increasing the population and productivity of dairy cows is one of the way to boost national milk production capacity. This study was aimed to determine and investigate the performance of milk production and reproduction of Friesian Holstein (FH) dairy cows in the Working Area of KPBS Pangalengan, Bandung Regency. This research used FH dairy cows with a complete milk production and reproduction record. In total, there were 90 heads of cows in the Pangalengan District and 178 heads of cows in the Kertasari District. This study used the survey method to collect the data. A Multistage Random Sampling Method was used in this research. Sampling was carried out in two stages, the first stage was sampling from two sub-district locations in Pangalengan and Kertasari Districts. In the second stage, two villages were selected from each district: Pangalengan and Margamukti Villages in Pangalengan District, and Santosa and Tarumajaya Villages in Kertasari District. Farmers and their cows were chosen by simple random sampling. Data on milk production and reproduction records were obtained from farmers and their cows through direct observation and interviews related to the identity of the cattle they owned. The results showed that the average performance of the milk production characteristics of FH dairy cows was: an average milk production of 3779.2±497.48 liters/head/day, an average length of lactation of 307.8±31.30 days, and an average dry period of 72.14±21.43 days. The lactation period had a significant effect (P<0.05) on milk production. The peak of milk production was reached in the fourth lactation period. The mean of reproductive traits consisting of the first postpartum mating was 77±20.5 days, the average length of days open was 96±26.4 days, the average number of services per conception was 1.8±0.85 times, and the average calving interval was 381.05± 24.5 days. In conclusion, FH dairy cows raised in Pangalengan and Margamukti Villages, Pangalengan District, Santosa and Tarumajaya Village, Kertasari District, in the working area of Pangalengan KPBS during the Covid-19 pandemic indicated a fairly good performance of milk production and reproduction characteristics.
Pengaruh Imbangan Rumput Gajah Dan Konsentrat Dalam Ransum Terhadap Kandungan Lemak Laktosa Dan Snf Susu Sapi Friesian Holstein Ilyasa Adi Mustopa; Tati Rohayati; Ibrahim Hadist; Tendy Kusmayadi
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.2988

Abstract

Pennisetum purpureum) dan konsentrat yang berpengaruh paling baik terhadap kandungan lemak, laktosa, dan Solid Non Fat (SNF) pada susu sapi perah Friesian Holstein. Pelaksanaan penelitian dilakukan mulai bulan Agustus hingga September 2022 di kandang milik saudara Alpin Hidayatullah, yang berlokasi di Kampung Gunung Cupu RT/RW 06/07, Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin 4 x 4 (4 perlakuan dan 4 periode). Adapun perlakuannya yaitu P1 : (80% hijauan rumput gajah + 20% konsentrat) P2 : (70% hijauan rumput gajah + 30% konsentrat) P3 : (60% hijauan rumput gajah + 40% konsentrat) P4 : (50% hijauan rumput gajah + 50% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dari imbangan hijauan rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan konsentrat terhadap kandungan lemak, tetapi tidak berpengaruh terhadap laktosa dan SNF susu sapi Friesian Holstein. Imbangan 80% hijauan rumput gajah + 20% konsentrat memberikan pengaruh optimal terhadap kandungan lemak, laktosa, dan SNF
Pengaruh Dosis Bawang Putih (Allium sativum) Dalam Larutan Garam Terhadap Organoleptik Telur Asin Ayam Ras Lohman Neneng Rofah Rifani; Titin Nurhayatin; Tendy Kusmayadi
Gunung Djati Conference Series Vol. 33 (2023): Seminar Nasional Pertanian 2023
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan telur asin umumnya dari telur itik, namun secara prinsip bisa dibuat dari seluruh jenis telur unggas salah satunya dari telur ayam. Sehingga membuat inovasi baru telur asin bawang putih sebagai keanekaragaman cita rasa terhadap olahan telur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dosis bawang putih (Allium sativum) terhadap organoleptik telur asin ayam dan untuk mengetahui penggunaan dosis bawang putih (Allium sativum) yang memberikan 41 % pengaruh optimal terhadap organoleptik telur asin ayam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2023 pembuatan telur asin ayam ras lohman rasa bawang putih bertempatan di Kampung Gegerpasang, Rt. 02 Rw. 06 Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. (P1) Penambahan dengan bawang putih 26%, (P2) Penambahan bawang putih 33%, (P3) Penambahan bawang putih 41%. Parameter yang diukur adalah warna, rasa, tekstur, aroma dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan bawang putih terhadap organoleptik telur asin ayam pada perlakuan P3 warna dan aroma dengan penggunaan dosis bawang putih 41%, perlakuan P2 memberikan pengaruh terhadap organoleptik telur asin ayam pada rasa dengan penggunaan dosis bawang putih 33.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong Di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Ramadhan, Yustian; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4134

Abstract

Peternakan sapi potong sering kali menghadapi tantangan lingkungan, terutama terkait dengan aroma yang kurang sedap yang dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap keberadaan peternakan sapi potong di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanajaya, Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi studi mencakup masyarakat yang tinggal dalam jarak 200 meter dari peternakan, dengan total populasi sebanyak 543 kepala keluarga. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 82 kepala keluarga sebagai sampel. Data diperoleh melalui survei dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap bau dari peternakan mencatat skor 599 yang masuk dalam kategori "setuju" bahwa bau tersebut mengganggu. Sementara itu, persepsi terhadap limbah dari peternakan mencatat skor 772 yang masuk dalam kategori "biasa", menunjukkan bahwa limbah tersebut dianggap wajar oleh masyarakat. Pada variabel manfaat, skor 619 yang masuk dalam kategori "setuju" menunjukkan bahwa masyarakat melihat adanya manfaat dari keberadaan peternakan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan penyediaan pupuk bagi pertanian lokal
Anlisis pandangan masyarakat terhadap peternakan ayam ras petelur (survei di wilayah desa cisurupan kecamatan cisurupan kabupaten garut) Kusmayadi, Tendy; Ibrahim, Achmad Wisri
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i1.3294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam petelur di Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, dengan fokus pada dampak lingkungan. Dalam konteks ini, upaya beternak ayam petelur tidak terhindar dari sejumlah permasalahan lingkungan, terutama berkaitan dengan aroma yang mungkin kurang menyenangkan bagi sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami sudut pandang, respons, dan pendapat masyarakat terkait eksistensi peternakan ayam petelur di lingkungan mereka, dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek penelitian. Diharapkan bahwa melalui keterlibatan masyarakat, kita dapat memahami secara lebih rinci bagaimana dampak dan Pandangan terhadap peternakan ayam petelur memengaruhi kehidupan sehari-hari serta pandangan mereka terhadap masalah lingkungan di sekitar Desa Cisurupan. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari 2023 hingga 28 Februari 2023 di wilayah tersebut, dengan menggunakan metode survei dan pemanfaatan teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling. Variabel utama yang menjadi fokus penelitian mencakup aroma, pengelolaan limbah, dan dampak pencemaran terhadap kualitas air. Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, memiliki Pandangan yang menunjukkan bahwa keberadaan peternakan ayam petelur di daerah mereka tidak memberikan gangguan atau dampak yang signifikan dalam hal aroma, limbah, dan pencemaran air
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Urin Domba Terhadap Produktivitas Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) Hermansyah, Dony; Hadist, Ibrahim; Kusmayadi, Tendy
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i1.3334

Abstract

AbstrakRumput odot atau rumput gajah mini merupakan salah satu jenis rumput unggul yang mempunyai produktivitas yang tinggi. Faktor yang menunjang produktivitas rumput tersebut adalah nutrisi yang berasal dari pupuk organik. Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk organik cair (POC) yang berasal dari urin domba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimum POC urin domba terhadap produktivitas rumput odot. Penelitian ini di dilaksanakan dari bulan Juni sampai Agustus 2023 di Kampung Eureunsono Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening Garut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 5 perlakuan yang diulang 5 kali. Perlakuan dosis POC Urin domba yang dicoba adalah P0 = 1 Liter air tanpa POC urin domba, P1 = 200 ml urin + 800 ml air / plot, P2 = 400 ml urin + 600 ml air / plot, P3 = 600 ml urin + 400 ml air / plot, P4 = 800 ml urin + 200 ml air / plot. Hasil penelitian menunjukan Dosis POC urin domba 400 ml urin + 600 ml air/plot memberikan pengaruh paling baik terhadap produktivitas rumput odot yaitu terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan dan Produksi berat segar.Kata kunci : Rumput Odot, Urin domba, Produktivitas, Pupuk Organik Cair.
Pengaruh Imbangan Rumput Gajah Dan Konsentrat Dalam Ransum Terhadap Kandungan Lemak Laktosa Dan Snf Susu Sapi Friesian Holstein Mustopa, Ilyasa Adi; Rohayati, Tati; Hadist, Ibrahim; Kusmayadi, Tendy
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.2988

Abstract

Pennisetum purpureum) dan konsentrat yang berpengaruh paling baik terhadap kandungan lemak, laktosa, dan Solid Non Fat (SNF) pada susu sapi perah Friesian Holstein. Pelaksanaan penelitian dilakukan mulai bulan Agustus hingga September 2022 di kandang milik saudara Alpin Hidayatullah, yang berlokasi di Kampung Gunung Cupu RT/RW 06/07, Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin 4 x 4 (4 perlakuan dan 4 periode). Adapun perlakuannya yaitu P1 : (80% hijauan rumput gajah + 20% konsentrat) P2 : (70% hijauan rumput gajah + 30% konsentrat) P3 : (60% hijauan rumput gajah + 40% konsentrat) P4 : (50% hijauan rumput gajah + 50% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dari imbangan hijauan rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan konsentrat terhadap kandungan lemak, tetapi tidak berpengaruh terhadap laktosa dan SNF susu sapi Friesian Holstein. Imbangan 80% hijauan rumput gajah + 20% konsentrat memberikan pengaruh optimal terhadap kandungan lemak, laktosa, dan SNF
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong Di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut Ramadhan, Yustian; Kusmayadi, Tendy; Rohayati, Tati; Herawati, Ervi
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v8i2.4134

Abstract

Peternakan sapi potong sering kali menghadapi tantangan lingkungan, terutama terkait dengan aroma yang kurang sedap yang dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap keberadaan peternakan sapi potong di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanajaya, Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi studi mencakup masyarakat yang tinggal dalam jarak 200 meter dari peternakan, dengan total populasi sebanyak 543 kepala keluarga. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 82 kepala keluarga sebagai sampel. Data diperoleh melalui survei dan wawancara dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi dan garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap bau dari peternakan mencatat skor 599 yang masuk dalam kategori "setuju" bahwa bau tersebut mengganggu. Sementara itu, persepsi terhadap limbah dari peternakan mencatat skor 772 yang masuk dalam kategori "biasa", menunjukkan bahwa limbah tersebut dianggap wajar oleh masyarakat. Pada variabel manfaat, skor 619 yang masuk dalam kategori "setuju" menunjukkan bahwa masyarakat melihat adanya manfaat dari keberadaan peternakan, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan penyediaan pupuk bagi pertanian lokal
Pengaruh Dosis Garam Terhadap Bobot Dan Tingkat Kesukaan Telur Asin Ayam Ras Jaya, Nurhalim; Nurhayatin, Titin; Herawati, Ervi; Kusmayadi, Tendy
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41889

Abstract

Telur asin ayam ras merupakan telur segar yang diolah dengan penambahan garam sehingga menjadi awet dan menciptakan rasa yang khas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 di Kampung Ciparay Irigasi Desa Tanjungsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = 15% garam + bata merah, P2 = 30% garam + bata merah, P3 = 45% garam + bata merah. Lama pemeraman selama 14 hari. Variabel yang diamati yaitu pengaruh bobot, aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis garam mulai 15%, 30% dan 45% tidak berpengaruh terhadap bobot telur, aroma, rasa, dan tekstur, namun berpengaruh pada warna telur asin ayam ras. Dosis garam optimal 30% berdasarkan tingkat kesukaan pada warna kuning telur.
The Smallholder Dairy Farmer Strategies to Address Feed Scarcity in Pangalengan, Indonesia Firman, Achmad; Mauludin, Mochamad Ali; Salsabila, Khansa Nurul; Kusmayadi, Tendy
Jurnal Peternakan Vol 22, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i1.26055

Abstract

ABSTRACT.  Livestock feed plays an important role in raising dairy cows. Good feed quality can improve the performance of milk production. In the situation of feed scarcity, dairy farmers provide feed with low nutritional value because of the difficulty in getting quality feed. Therefore, this study aims to explore the habits of dairy farmers in feeding their dairy cows and the strategies of dairy farmers to deal with feed scarcity. This research was conducted in Pangalengan district, from 2 to 30 September 2023 with 100 respondent farmers selected from 2 farmer groups (Cipanas and Los Cimaung). The study uses a mixed method (quantitative and qualitative methods) to find several findings related to feed availability in the context of feed scarcity. Interviews and focus group discussions are used to collect data and information from respondents and key persons in the cooperative (KPBS). The results showed that dairy farmers sought and found forages in their gardens, backyards, open access land (roadside and undeveloped plots), and others. Meanwhile, the cooperative guarantees the supply of concentrates for farmers in all seasons. The situation will be different in the dry season due to feed scarcity, especially for forages. Farmers have to spend money to buy forageswith or without collective action. The results also found that there were four strategies to anticipate forages scarcity, such as (1) forages preservation using silage technology, (2) reduction of forages and increasing concentrate, (3) utilization of agricultural waste, and (4) mixed strategies using strategies 2 and 3.